>Hari ini semua terasa menyedihkan. Ini lah efek di hari senin. Hari ini aku follow up apa yang menjadi tugasku dan hasilnya malah aku dimarahin huhuhuhu... :-( apakah salah kalau aku menjalankan tugasku?

Inilah sebenarnya yang aku nggak suka. Jadi marketing itu sebenarnya bukan kesenanganku. Dua kali aku merasakan menjadi marketing dan ternyata memang aku tidak menyukai bidang yang satu ini. Aku harus berhadapan dengan orang-orang yang pabrik yang aku juga nggak menguasai mekanisme mereka di lapangan seperti apa. Apalagi aku berkantor berbeda tempat dengan pabrik jadi, makin nggak jelaslah seperti apa keadaan di sana. Yang aku tahu aku hanya menjalankan tugasku follow up apa yang harusnya aku follow up tapi, pada kenyataannya malah aku yang di marahin. Terkadang aku nggak mengerti harusnya alurnya seperti apa? Rasanya aku sudah mengikuti apa yang jadi kesepakatan bersama, tapi...ujung-ujungnya harus berakhir dengan rasa kesal. Sementara apakah pihak pabrik mau mengerti kalau sampai berujung tidak puasnya buyer dengan keadaan seperti ini? Semua berjalan begitu lama dan lagi-lagi memang libur lebaran kemarin menjadi alasan terhambatnya semua prosedur.

Benar-benar minggu ini diawali dengan hari yang tidak menyenangkan. Berharap esok hari akan lebih baik dari hari ini. Cuaca diluar sana juga sedang mendung, sama seperti cuaca hatiku yang juga mendung. Kesal, karena semua beban follow up itu ada padaku. Sekarang kalau dari pihak intern tidak bisa mendukung, bagaimana? Dulu sewaktu di pabrik kayu, aku bisa langsung curhat sama GM-ku karena aku memang langsung dibawah supervisi GM dan begitu GM-ku bertindak baru semua departemen terkait akan menjalankan tugasnya. Kalau sekarang? Siapa yang akan mendengarkan curhatku?

Aku benar-benar nggak tahu harus bagaimana lagi. Sekarang kalau semua sample lama, sampai produksi pun tertunda apakah salahku juga? Aku sudah berusaha semaksimal mungkin mengikuti perkembangan yang ada tapi, kalau pada akhirnya kesalahan ditimpakan padaku aku harus bagaimana? Hanya pasrah jalan satu-satunya. Hanya berharap kebenaran akan berpihak. Jujur hari ini terasa pahit bagiku. Semangat kerja sama sekali tak ada. Kalaupun sampai ditegur karena kinerja kerja menurun tak apa, karena memang inilah keadaan yang ada.

Semua orang bilang nggak mau tahu. Terus siapa yang mau tahu? Beban aku lagi akhirnya. Kalau lihat keadaan seperti ini, aku juga bisa nggak mau tahu. Kalau yang lain boleh nggak pusing dan nggak mau mikirin, kenapa aku harus menyibukkan diri?

Tuhan...kenapa hari ini awalnya tidak baik ya?? Mimpi apa aku semalam? (pertanyaan klise terucap akhirnya) Rasanya disaat-saat seperti sekarang ini, ingin aku curhat dengan teman-ku tapi, apa dia mau ya dengar curhatku? Sementara aku tahu dia sendiri sedang sibuk dan banyak hal yang harus dia kerjain. Entahlah...biar aja semua berlalu seiringnya waktu. Aku ikutin aja alurnya seperti apa. Mungkin semua ini sudah satu paket dengan salary yang aku terima, semua all-in termasuk dimarah-marahin yang bukan pada porsinya.
Hari ini semua terasa menyedihkan. Ini lah efek di hari senin. Hari ini aku follow up apa yang menjadi tugasku dan hasilnya malah aku dimarahin huhuhuhu... :-( apakah salah kalau aku menjalankan tugasku?

Inilah sebenarnya yang aku nggak suka. Jadi marketing itu sebenarnya bukan kesenanganku. Dua kali aku merasakan menjadi marketing dan ternyata memang aku tidak menyukai bidang yang satu ini. Aku harus berhadapan dengan orang-orang yang pabrik yang aku juga nggak menguasai mekanisme mereka di lapangan seperti apa. Apalagi aku berkantor berbeda tempat dengan pabrik jadi, makin nggak jelaslah seperti apa keadaan di sana. Yang aku tahu aku hanya menjalankan tugasku follow up apa yang harusnya aku follow up tapi, pada kenyataannya malah aku yang di marahin. Terkadang aku nggak mengerti harusnya alurnya seperti apa? Rasanya aku sudah mengikuti apa yang jadi kesepakatan bersama, tapi...ujung-ujungnya harus berakhir dengan rasa kesal. Sementara apakah pihak pabrik mau mengerti kalau sampai berujung tidak puasnya buyer dengan keadaan seperti ini? Semua berjalan begitu lama dan lagi-lagi memang libur lebaran kemarin menjadi alasan terhambatnya semua prosedur.

Benar-benar minggu ini diawali dengan hari yang tidak menyenangkan. Berharap esok hari akan lebih baik dari hari ini. Cuaca diluar sana juga sedang mendung, sama seperti cuaca hatiku yang juga mendung. Kesal, karena semua beban follow up itu ada padaku. Sekarang kalau dari pihak intern tidak bisa mendukung, bagaimana? Dulu sewaktu di pabrik kayu, aku bisa langsung curhat sama GM-ku karena aku memang langsung dibawah supervisi GM dan begitu GM-ku bertindak baru semua departemen terkait akan menjalankan tugasnya. Kalau sekarang? Siapa yang akan mendengarkan curhatku?

Aku benar-benar nggak tahu harus bagaimana lagi. Sekarang kalau semua sample lama, sampai produksi pun tertunda apakah salahku juga? Aku sudah berusaha semaksimal mungkin mengikuti perkembangan yang ada tapi, kalau pada akhirnya kesalahan ditimpakan padaku aku harus bagaimana? Hanya pasrah jalan satu-satunya. Hanya berharap kebenaran akan berpihak. Jujur hari ini terasa pahit bagiku. Semangat kerja sama sekali tak ada. Kalaupun sampai ditegur karena kinerja kerja menurun tak apa, karena memang inilah keadaan yang ada.

Semua orang bilang nggak mau tahu. Terus siapa yang mau tahu? Beban aku lagi akhirnya. Kalau lihat keadaan seperti ini, aku juga bisa nggak mau tahu. Kalau yang lain boleh nggak pusing dan nggak mau mikirin, kenapa aku harus menyibukkan diri?

Tuhan...kenapa hari ini awalnya tidak baik ya?? Mimpi apa aku semalam? (pertanyaan klise terucap akhirnya) Rasanya disaat-saat seperti sekarang ini, ingin aku curhat dengan teman-ku tapi, apa dia mau ya dengar curhatku? Sementara aku tahu dia sendiri sedang sibuk dan banyak hal yang harus dia kerjain. Entahlah...biar aja semua berlalu seiringnya waktu. Aku ikutin aja alurnya seperti apa. Mungkin semua ini sudah satu paket dengan salary yang aku terima, semua all-in termasuk dimarah-marahin yang bukan pada porsinya.
>Hari ini jatah masuk. Minggu depan baru dapet libur lagi.
Hari ini email tidak ada yang masuk, jadi tak banyak yang ku kerjakan.
Jadilah aku browsing berita di detik.com dan juga kompas.com

Kabarnya Noordin M.Top ketua jaringan teroris yang berkembang di Indonesia sudah tewas di rumah yang ditempatinya di Temanggung, Jawa Tengah.
Tapi, menurut kepolisian belum dipastikan apakah itu adalah jenazah Noordin M.Top atau bukan. Saat aku menulis ini, aku belum tahu kepastian kabarnya apakah benar-benar sudah tewas.

Kita semua berharap kalau sang buronan itu benar-benar tewas biar negeri ini aman. Capek rasanya kalau setiap keberadaan kita selalu dibayang-bayangi aksi pengebom-an. Maunya kan kemana kita melangkah tak selalu dibayang-bayangi rasa was-was akan kekejian teroris.

Kapan ya negeri ini lepas dari tragedi? Sepertinya negara yang aman cuman Canada. Sepertinya aku nggak pernah dengar negara itu bergolak. Walaupun krisis dunia melanda tapi rasa-rasanya Canada itu tak bergeming. Apa negara itu luput dari sorotan media? Harusnya sih tidak. Cuma benar-benar aku sepertinya tidak pernah dengar ada bom di Canada, keributan di dalam pemerintah, perang antar suku atau perang antar agama. Isu rasisme juga sepertinya tidak terdengar dari negara itu.

Alangkah senangnya bila dalam satu negara mulai dari pemimpin tertinggi sampai pada lapisan masyarakatnya hidup damai, bahu membahu, tak ada sikut menyikut, tak ada istilah teman makan teman atau pagar makan tanaman. Mungkin kalau semua dalam keadaan damai, para kuli tinta, para pencari berita akan banyak menganggur hehehe...

Mungkin semua konflik, perdebatan, perbedaan itu harus ada di muka bumi ini karena dengan itu hidup kita jadi berwarna, ada seninya ^_^. Lagipula selama manusia masih bernafas dan bernyawa tak pernah lepas dari masalah. Sekecil apapun masalah itu, tetap saja namanya masalah. Harus dihadapi, harus diselesaikan.

Kehidupan itu memang pasang surut. Lagipula semua yang ada di muka bumi ini ada waktunya. Ada waktu menangis, ada waktu tertawa, ada waktu pertemuan, ada waktu perpisahan seakan semua itu berpasang pasangan. Cuman, kita nggak bisa mengerti kenapa para teroris itu selalu berkeinginan memusnahkan makhluk hidup di muka bumi ini. Apa sejatinya tujuan mereka setelah mereka perlahan-lahan memusnahkan makhluk yang tak berdosa?

Hmm...aku nggak ada kata-kata lagi. Para teroris itu mengatas namakan perang jihad. Padahal perang jihad itu kan tidak harus menumpas orang-orang yang tak berdosa? Sungguh tidak pernah bisa dimengerti.

Biarlah Tuhan yang akan memberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatan mereka. Penghakiman di "sana" lebih adil daripada penghakiman di bumi.
Hari ini jatah masuk. Minggu depan baru dapet libur lagi.
Hari ini email tidak ada yang masuk, jadi tak banyak yang ku kerjakan.
Jadilah aku browsing berita di detik.com dan juga kompas.com

Kabarnya Noordin M.Top ketua jaringan teroris yang berkembang di Indonesia sudah tewas di rumah yang ditempatinya di Temanggung, Jawa Tengah.
Tapi, menurut kepolisian belum dipastikan apakah itu adalah jenazah Noordin M.Top atau bukan. Saat aku menulis ini, aku belum tahu kepastian kabarnya apakah benar-benar sudah tewas.

Kita semua berharap kalau sang buronan itu benar-benar tewas biar negeri ini aman. Capek rasanya kalau setiap keberadaan kita selalu dibayang-bayangi aksi pengebom-an. Maunya kan kemana kita melangkah tak selalu dibayang-bayangi rasa was-was akan kekejian teroris.

Kapan ya negeri ini lepas dari tragedi? Sepertinya negara yang aman cuman Canada. Sepertinya aku nggak pernah dengar negara itu bergolak. Walaupun krisis dunia melanda tapi rasa-rasanya Canada itu tak bergeming. Apa negara itu luput dari sorotan media? Harusnya sih tidak. Cuma benar-benar aku sepertinya tidak pernah dengar ada bom di Canada, keributan di dalam pemerintah, perang antar suku atau perang antar agama. Isu rasisme juga sepertinya tidak terdengar dari negara itu.

Alangkah senangnya bila dalam satu negara mulai dari pemimpin tertinggi sampai pada lapisan masyarakatnya hidup damai, bahu membahu, tak ada sikut menyikut, tak ada istilah teman makan teman atau pagar makan tanaman. Mungkin kalau semua dalam keadaan damai, para kuli tinta, para pencari berita akan banyak menganggur hehehe...

Mungkin semua konflik, perdebatan, perbedaan itu harus ada di muka bumi ini karena dengan itu hidup kita jadi berwarna, ada seninya ^_^. Lagipula selama manusia masih bernafas dan bernyawa tak pernah lepas dari masalah. Sekecil apapun masalah itu, tetap saja namanya masalah. Harus dihadapi, harus diselesaikan.

Kehidupan itu memang pasang surut. Lagipula semua yang ada di muka bumi ini ada waktunya. Ada waktu menangis, ada waktu tertawa, ada waktu pertemuan, ada waktu perpisahan seakan semua itu berpasang pasangan. Cuman, kita nggak bisa mengerti kenapa para teroris itu selalu berkeinginan memusnahkan makhluk hidup di muka bumi ini. Apa sejatinya tujuan mereka setelah mereka perlahan-lahan memusnahkan makhluk yang tak berdosa?

Hmm...aku nggak ada kata-kata lagi. Para teroris itu mengatas namakan perang jihad. Padahal perang jihad itu kan tidak harus menumpas orang-orang yang tak berdosa? Sungguh tidak pernah bisa dimengerti.

Biarlah Tuhan yang akan memberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatan mereka. Penghakiman di "sana" lebih adil daripada penghakiman di bumi.
>Hari ini, entah kenapa rasanya aku lagi males banget ngomong. Aku lagi pengen ngobrol, becanda sama temen2 deketku aja deh. Mereka lebih nyambung, lebih asik dan buatku temen2 diluar kantor itu yang bisa dipercaya dibanding rekan2 kerja, mungkin karena kita udah saling kenal lebih lama, dari SMP dan SMA.

Nggak tahu kenapa suasana hati hari ini bawaannya sebel aja sama orang-orang di sekelilingku. Aku nggak lagi ga mau banyak ngomong, diam itu sebenarnya menyenangkan. Dengan diam aku bisa lebih mengekspresikan perasaan lewat tulisan. Saat sedih, marah, senang rasanya lebih keluar lewat tulisan. Kalau sudah begitu lega rasanya.

Apa mungkin ini gejala PMS ya? Aku nggak tahu deh benar apa tidak seperti ini keadaanku. Pokoknya hari ini aku menanggapi apapun dengan ketus. Biarin aja lah terserah orang mau bilang apa. Mungkin aku termasuk orang yang moody-an, tapi ya...ini lah aku.

Hari ini buatku sendu, rasanya nggak menyenangkan. Aku lagi nggak mau bergaul.
Sendiri dan diam buatku lebih baik...
Hari ini, entah kenapa rasanya aku lagi males banget ngomong. Aku lagi pengen ngobrol, becanda sama temen2 deketku aja deh. Mereka lebih nyambung, lebih asik dan buatku temen2 diluar kantor itu yang bisa dipercaya dibanding rekan2 kerja, mungkin karena kita udah saling kenal lebih lama, dari SMP dan SMA.

Nggak tahu kenapa suasana hati hari ini bawaannya sebel aja sama orang-orang di sekelilingku. Aku nggak lagi ga mau banyak ngomong, diam itu sebenarnya menyenangkan. Dengan diam aku bisa lebih mengekspresikan perasaan lewat tulisan. Saat sedih, marah, senang rasanya lebih keluar lewat tulisan. Kalau sudah begitu lega rasanya.

Apa mungkin ini gejala PMS ya? Aku nggak tahu deh benar apa tidak seperti ini keadaanku. Pokoknya hari ini aku menanggapi apapun dengan ketus. Biarin aja lah terserah orang mau bilang apa. Mungkin aku termasuk orang yang moody-an, tapi ya...ini lah aku.

Hari ini buatku sendu, rasanya nggak menyenangkan. Aku lagi nggak mau bergaul.
Sendiri dan diam buatku lebih baik...
>Sedikit pertanyaan dalam hati, mengapa di dunia kerja itu harus saling menjatuhkan saling sikut saling menusuk. Padahal orang-orang tersebut saling berteman. Kadang susah dimengerti apa tujuan mereka berbuat seperti itu, mencari kedudukan sematakah atau mencari apa? Sampai sekarang aku nggak ngerti jalan pikiran orang-orang seperti itu. Kalau kedudukan yang dicapai karena menyingkirkan teman sendiri bagaimana ya rasanya??

Aku benar-benar nggak habis pikir, sampai sekarang sepertinya aku belum menemukan alasan yang tepat mengenai hal itu. Apa tujuan orang bermuka dua? Di depan terlihat baik, bersahaja tapi dibelakang bisa menikam, menjerumuskan, bahkan menyingkirkan. Sekarang difinisi team work itu apa sih? Sepertinya sekarang difinisi "team work" itu menjadi kabur, karena yang namanya "team work" itu segala bentuk beban kerja apapun diperjuangkan bersama, susah bersama senang juga bersama. Kalau sekarang, sepertinya istilah "team work" itu hanya di saat senangnya aja, kalau ada acara makan-makan baru istilah "team work" itu dipakai. Giliran susah, ya...tanggung sendiri bukan "team work" lagi. Sungguh aneh...

Jujur selama pengalaman aku kerja, selalu masalah sikut menyikut itu nggak pernah nggak ada. Memang sih orang kerja itu harus punya goal, itu betul. Cuman untuk mencapai goal tersebut harus dengan cara-cara yang "nggak wajar"? Kenapa harus bersaing dengan tidak sehat? Kalau memang tujuannya untuk menduduki satu posisi penting di perusahaan ya...tunjukin aja capability yang kita punya tanpa harus menjatuhkan orang lain apalagi itu partner kerja kita sendiri.

Menjadi orang yang tersisih itu sangat tidak enak. Seperti orang yang punya penyakit menular yang sangat ganas dan harus disingkirkan, itu bisa jadi pengalaman hidup yang menyakitkan dan bisa membunuh semangat kerja tanpa disadari pihak yang sudah menjegalnya. Padahal ya, menurutku dimanapun kita kerja yang diperlukan selain salary yang bagus juga lingkungan kerja yang sehat dan menyenangkan. Kalau kita kerja di lingkungan yang suasana persaingannya tidak sehat, teman-teman kerjanya juga tidak mendukung, meskipun bayaran yang diterima besar semua itu akan menjadi tidak nyaman. Betul kita harus belajar cuek, yang penting kita tidak menyakiti orang lain dan kita juga tidak disakiti ya...peduli amat. Mungkin untuk sebagian orang bisa bersikap demikian, tapi sebagian lagi... Kalau suasana kerja seperti itu, kita merasa tidak tenang, kita akan merasa was was dan bertanya-tanya kira-kira giliran kita di depak kapan ya?

Apalagi mencari muka di depan atasan, fiuh...benar-benar sudah sangat membudaya di dunia kerja. Bila sudah lengket dengan si bos sepertinya kita akan aman sentosa. Sepertinya bukan kemampuan lagi yang dilihat oleh si bos untuk menaikkan posisi kita tapi, kedekatan pribadilah yang akan melatari semua kenyamanan posisi. Kalau sudah begitu karyawan yang benar-benar cakap dan loyal akan tersingkir.

Sepertinya budaya seperti ini mungkin nggak hanya berlaku di Indonesia, bisa aja terjadi di belahan dunia manapun karena basicly manusia itu tidak pernah puas, selalu ingin mencari sesuatu yang lebih bahkan rela mengorbankan pertemanan, persahabatan, keluarga atau apalah yang penting tujuannya tercapai.

Menurutku keadaan seperti ini miris... Kejujuran, loyalitas, kerja keras udah pasti lewat dari pandangan para atasan bila ada orang "terdekat"-nya yang memberikan sumbangsih lebih. Terus kalo keadaan yang seperti ini orang-orang yang tertindas itu bagaimana ya perlakuannya? Apa ada sangsi tertulis bagi para "penyikut" atau "penjilat"? Menurutku sih, hukum yang ada di dunia kerja itu hukum rimba, siapa yang kuat dialah yang berkuasa. Tapi, disini yang lebih terasa itu kaum yang lemah, mereka akan tersingkir dari komunitasnya dan akhirnya harus menjalani hidup ini apa adanya.

Kenapa ya orang senang dengan hidup yang berbelit-belit? Kenapa sih nggak bisa jalan lurus? Mungkin kalau semua orang berfikir untuk menjalani hidup ini lurus-lurus saja dunia seperti tidak ada warnanya ya...nggak ada tantangannya. Cuman kenapa ya mencari tantangannya harus seperti itu? Kenapa nggak mencari tantangan dengan menunjukkan kreatifitas masing-masing, tunjukin kemampuan yang terbaik, bersainglah secara sehat.

Yah...semua ini adalah opiniku loh. Silahkan menterjemahkan dengan pikiran masing-masing. Berpendapat kan bebas, nggak ada larangan jadi, jangan pernah terpaku pada satu opini carilah opini yang lain atau mungkin bisa menciptakan opini sendiri asal positif.
Aku nggak bermaksud menjatuhkan orang lain, hanya saja menurutku inilah psikologi kerja yang memang terjadi saat ini. Semua kembali pada pribadi masing-masing. Lakukanlah yang terbaik, kalau bisa jangan sampai mengorbankan orang lain.
Sedikit pertanyaan dalam hati, mengapa di dunia kerja itu harus saling menjatuhkan saling sikut saling menusuk. Padahal orang-orang tersebut saling berteman. Kadang susah dimengerti apa tujuan mereka berbuat seperti itu, mencari kedudukan sematakah atau mencari apa? Sampai sekarang aku nggak ngerti jalan pikiran orang-orang seperti itu. Kalau kedudukan yang dicapai karena menyingkirkan teman sendiri bagaimana ya rasanya??

Aku benar-benar nggak habis pikir, sampai sekarang sepertinya aku belum menemukan alasan yang tepat mengenai hal itu. Apa tujuan orang bermuka dua? Di depan terlihat baik, bersahaja tapi dibelakang bisa menikam, menjerumuskan, bahkan menyingkirkan. Sekarang difinisi team work itu apa sih? Sepertinya sekarang difinisi "team work" itu menjadi kabur, karena yang namanya "team work" itu segala bentuk beban kerja apapun diperjuangkan bersama, susah bersama senang juga bersama. Kalau sekarang, sepertinya istilah "team work" itu hanya di saat senangnya aja, kalau ada acara makan-makan baru istilah "team work" itu dipakai. Giliran susah, ya...tanggung sendiri bukan "team work" lagi. Sungguh aneh...

Jujur selama pengalaman aku kerja, selalu masalah sikut menyikut itu nggak pernah nggak ada. Memang sih orang kerja itu harus punya goal, itu betul. Cuman untuk mencapai goal tersebut harus dengan cara-cara yang "nggak wajar"? Kenapa harus bersaing dengan tidak sehat? Kalau memang tujuannya untuk menduduki satu posisi penting di perusahaan ya...tunjukin aja capability yang kita punya tanpa harus menjatuhkan orang lain apalagi itu partner kerja kita sendiri.

Menjadi orang yang tersisih itu sangat tidak enak. Seperti orang yang punya penyakit menular yang sangat ganas dan harus disingkirkan, itu bisa jadi pengalaman hidup yang menyakitkan dan bisa membunuh semangat kerja tanpa disadari pihak yang sudah menjegalnya. Padahal ya, menurutku dimanapun kita kerja yang diperlukan selain salary yang bagus juga lingkungan kerja yang sehat dan menyenangkan. Kalau kita kerja di lingkungan yang suasana persaingannya tidak sehat, teman-teman kerjanya juga tidak mendukung, meskipun bayaran yang diterima besar semua itu akan menjadi tidak nyaman. Betul kita harus belajar cuek, yang penting kita tidak menyakiti orang lain dan kita juga tidak disakiti ya...peduli amat. Mungkin untuk sebagian orang bisa bersikap demikian, tapi sebagian lagi... Kalau suasana kerja seperti itu, kita merasa tidak tenang, kita akan merasa was was dan bertanya-tanya kira-kira giliran kita di depak kapan ya?

Apalagi mencari muka di depan atasan, fiuh...benar-benar sudah sangat membudaya di dunia kerja. Bila sudah lengket dengan si bos sepertinya kita akan aman sentosa. Sepertinya bukan kemampuan lagi yang dilihat oleh si bos untuk menaikkan posisi kita tapi, kedekatan pribadilah yang akan melatari semua kenyamanan posisi. Kalau sudah begitu karyawan yang benar-benar cakap dan loyal akan tersingkir.

Sepertinya budaya seperti ini mungkin nggak hanya berlaku di Indonesia, bisa aja terjadi di belahan dunia manapun karena basicly manusia itu tidak pernah puas, selalu ingin mencari sesuatu yang lebih bahkan rela mengorbankan pertemanan, persahabatan, keluarga atau apalah yang penting tujuannya tercapai.

Menurutku keadaan seperti ini miris... Kejujuran, loyalitas, kerja keras udah pasti lewat dari pandangan para atasan bila ada orang "terdekat"-nya yang memberikan sumbangsih lebih. Terus kalo keadaan yang seperti ini orang-orang yang tertindas itu bagaimana ya perlakuannya? Apa ada sangsi tertulis bagi para "penyikut" atau "penjilat"? Menurutku sih, hukum yang ada di dunia kerja itu hukum rimba, siapa yang kuat dialah yang berkuasa. Tapi, disini yang lebih terasa itu kaum yang lemah, mereka akan tersingkir dari komunitasnya dan akhirnya harus menjalani hidup ini apa adanya.

Kenapa ya orang senang dengan hidup yang berbelit-belit? Kenapa sih nggak bisa jalan lurus? Mungkin kalau semua orang berfikir untuk menjalani hidup ini lurus-lurus saja dunia seperti tidak ada warnanya ya...nggak ada tantangannya. Cuman kenapa ya mencari tantangannya harus seperti itu? Kenapa nggak mencari tantangan dengan menunjukkan kreatifitas masing-masing, tunjukin kemampuan yang terbaik, bersainglah secara sehat.

Yah...semua ini adalah opiniku loh. Silahkan menterjemahkan dengan pikiran masing-masing. Berpendapat kan bebas, nggak ada larangan jadi, jangan pernah terpaku pada satu opini carilah opini yang lain atau mungkin bisa menciptakan opini sendiri asal positif.
Aku nggak bermaksud menjatuhkan orang lain, hanya saja menurutku inilah psikologi kerja yang memang terjadi saat ini. Semua kembali pada pribadi masing-masing. Lakukanlah yang terbaik, kalau bisa jangan sampai mengorbankan orang lain.
>


Hmm...ga nyangka ternyata Hotel Sriwijaya itu hotel tertua di Jakarta sudah ada sejak tahun 1872. Ternyata hotel itu bersejarah ya, aku baru tahu setelah membaca artikelnya di Kompas.com

Dulu waktu kecil kalau ikut papa-ku keliling nganter kue, suka lewat di depannya. Dulu sih kelihatannya agak kumuh, makanya aku sempat berpikir ini hotel kok ga kelihatan seperti hotel ya. Tapi, sekarang seiring dengan waktu Hotel Sriwijaya sudah berubah penampilan, sudah berbenah diri mungkin juga karena pemiliknya yang berganti-ganti.

Lagipula karena usianya yang sudah ratusan tahun memang selayaknya hotel tersebut direnovasi meskipun tidak merubah bentuk aslinya, karena kondisi kayu itu kan bisa dimakan rayap.

Tapi salut lah sama Jakarta, masih ada yang mempertahankan sejarah dan sepertinya boleh lah sekali kali mampir ke sana untuk melihat-lihat suasana hotel itu sekarang sambil ngopi-ngopi hehehe. Lagipula di sana ada foto-foto hotel itu mulai dari jaman dulu kala ^___^



Hmm...ga nyangka ternyata Hotel Sriwijaya itu hotel tertua di Jakarta sudah ada sejak tahun 1872. Ternyata hotel itu bersejarah ya, aku baru tahu setelah membaca artikelnya di Kompas.com

Dulu waktu kecil kalau ikut papa-ku keliling nganter kue, suka lewat di depannya. Dulu sih kelihatannya agak kumuh, makanya aku sempat berpikir ini hotel kok ga kelihatan seperti hotel ya. Tapi, sekarang seiring dengan waktu Hotel Sriwijaya sudah berubah penampilan, sudah berbenah diri mungkin juga karena pemiliknya yang berganti-ganti.

Lagipula karena usianya yang sudah ratusan tahun memang selayaknya hotel tersebut direnovasi meskipun tidak merubah bentuk aslinya, karena kondisi kayu itu kan bisa dimakan rayap.

Tapi salut lah sama Jakarta, masih ada yang mempertahankan sejarah dan sepertinya boleh lah sekali kali mampir ke sana untuk melihat-lihat suasana hotel itu sekarang sambil ngopi-ngopi hehehe. Lagipula di sana ada foto-foto hotel itu mulai dari jaman dulu kala ^___^
>
Well...Jakarta kelabu lagi tgl. 17 Juli 2009. Rasanya bom di JW Marriot sama Ritz Carlton itu kayak mimpi ya, kejadiannya begitu cepat di pagi hari saat aktivitas baru aja akan dimulai atau bahkan udah ada yang memulai kegiatan.

This is so crazy, di tengah keadaan negara kita yang seperti sekarang ini, ga nyangka aja kalo keamanan di hotel sekelas JW Marriot bisa kecolongan. Makin lama kayaknya teroris itu makin pinter aja. Biadab banget otak dibalik semua ini. Mudah-mudahan biang teroris ini diberi umur panjang supaya masih diberi kesempatan untuk bertobat dan merenungkan perbuatannya selama ini atau kalau sampai ketangkep abis diinterogasi ditemuin sama Romy Rafael dihipnotis biar dunia ini jadi damai.

Gimana kita bisa "Heal The World..." kalo diluar sana masih banyak bertebaran teroris2 yang ga jelas keberadaannya dan apa aja yang sedang mereka rancang untuk ngancurin dunia ini. Jadi bingung ya sama teroris itu, kalau misi mereka ngancurin dunia ini tercapai untung buat mereka apa ya? Kayaknya para teroris itu mesti banyak-banyak dengerin lagunya Michael Jackson deh biar mereka sadar bukannya ngancurin dunia tapi jadiin dunia ini tempat yang aman dan sama-sama mikir gimana caranya make peace in this world.

Tapi ya...memang saat ini kita sudah di akhir jaman dan semua tanda-tanda sudah digenapi. Cuman tetep aja miris sama keadaan di Indonesia ini. Baru aja pilpres dan udah ngerasa aman-aman aja e...ada yang bikin ulah. Bom yang terjadi pasca pilpres gimana ga bikin orang jadi praduga tak bersalah sama capres yang gagal terpilih. Momennya itu loh yang ga tepat banget, mana MU (Manchaster United) ga jadi dateng lagi, udah gitu aku dan temen rencana mau kunjungan ke museum sama kota tua juga jadi batal gara2 peristiwa bombing ini. Menyebalkan sekali.

Udah gitu malang bener ya nasibnya Hotel JW Marriot itu, jadi sasaran penge-bom-an sampe 2X. Kenapa sih terorisnya itu seneng bener ledakin JW Marriot, apa di sana banyak bule-nya?
Pokoknya kita semua mengutuk tindakan penge-bom-an itu dan untuk Pak SBY...LANJUTKAN!!... Apapun yang terjadi jangan pernah gentar...

Well...Jakarta kelabu lagi tgl. 17 Juli 2009. Rasanya bom di JW Marriot sama Ritz Carlton itu kayak mimpi ya, kejadiannya begitu cepat di pagi hari saat aktivitas baru aja akan dimulai atau bahkan udah ada yang memulai kegiatan.

This is so crazy, di tengah keadaan negara kita yang seperti sekarang ini, ga nyangka aja kalo keamanan di hotel sekelas JW Marriot bisa kecolongan. Makin lama kayaknya teroris itu makin pinter aja. Biadab banget otak dibalik semua ini. Mudah-mudahan biang teroris ini diberi umur panjang supaya masih diberi kesempatan untuk bertobat dan merenungkan perbuatannya selama ini atau kalau sampai ketangkep abis diinterogasi ditemuin sama Romy Rafael dihipnotis biar dunia ini jadi damai.

Gimana kita bisa "Heal The World..." kalo diluar sana masih banyak bertebaran teroris2 yang ga jelas keberadaannya dan apa aja yang sedang mereka rancang untuk ngancurin dunia ini. Jadi bingung ya sama teroris itu, kalau misi mereka ngancurin dunia ini tercapai untung buat mereka apa ya? Kayaknya para teroris itu mesti banyak-banyak dengerin lagunya Michael Jackson deh biar mereka sadar bukannya ngancurin dunia tapi jadiin dunia ini tempat yang aman dan sama-sama mikir gimana caranya make peace in this world.

Tapi ya...memang saat ini kita sudah di akhir jaman dan semua tanda-tanda sudah digenapi. Cuman tetep aja miris sama keadaan di Indonesia ini. Baru aja pilpres dan udah ngerasa aman-aman aja e...ada yang bikin ulah. Bom yang terjadi pasca pilpres gimana ga bikin orang jadi praduga tak bersalah sama capres yang gagal terpilih. Momennya itu loh yang ga tepat banget, mana MU (Manchaster United) ga jadi dateng lagi, udah gitu aku dan temen rencana mau kunjungan ke museum sama kota tua juga jadi batal gara2 peristiwa bombing ini. Menyebalkan sekali.

Udah gitu malang bener ya nasibnya Hotel JW Marriot itu, jadi sasaran penge-bom-an sampe 2X. Kenapa sih terorisnya itu seneng bener ledakin JW Marriot, apa di sana banyak bule-nya?
Pokoknya kita semua mengutuk tindakan penge-bom-an itu dan untuk Pak SBY...LANJUTKAN!!... Apapun yang terjadi jangan pernah gentar...
>Minggu, 12 Juli 2009 aku berkunjung ke Museum BI. Sayangnya begitu sampai di sana ada beberapa ruangan yang sedang di renovasi. Jadi, hanya bisa masuk ke ruang coin, ruang kasir di bagian depan dan ruang sejarah. Sisa ruangan yang lain bisa dilihat pas tanggal 21 Juli, karena di tanggal itu ada acara grand opening Museum BI.

Yang lucu di ruang coin, waktu itu aku sama temen ngintip2 di depan ruangannya yang tertutup tirai gitu. Soalnya ruangannya gelap gitu, di dalamnya ada big screen yang ada coin2 beterbangan. Akhirnya ada petugas yang mengarahkan kita dan ternyata layarnya itu pakai sensor bayangan tangan. Jadi, kalau kita mau tau sejarah coin2 itu, kita arahkan tangan kita ke atas kepala dan tangkap coin yang kita tuju nanti otomatis akan muncul informasi coin tersebut.

Dari Museum BI, aku ke museum Bank Mandiri. Di sana ada pameran rajutan dari komunitas merajut. Setelah itu kita berencana pulang. Setelah beli tiket kereta, ternyata dapat kereta yang jam setengah 4 sore sementara waktu itu baru jam setengah 3, akhirnya kita memutuskan untuk sesi photo di MSJ hehehe.

Jujur ya buat aku, wisata ke Kota Tua itu ga pernah ngebosenin. Meskipun berkali2 ke sana tapi seneng aja tuh bisa jalan2 di sana. Mungkin untuk sebagian orang jalan2 ke Kota Tua itu ga berarti apa2 karena ya gedung yang dilihat itu lagi itu lagi, tapi buat aku tetep punya daya tarik tersendiri.

Sabtu, 18 Juli aku sama temen berencana ke Museum Nasional, Monas dan seperti biasa berakhir di Kota Tua hehehe.

Setelah ini aku sama temenku juga berencana ke Kebun Raya, Bogor selain jalan2 ada sesi photo2 dan aku ingin belajar fotografi meskipun pake digital kamera.

Jangan pernah bosen untuk belajar sejarah deh, ga rugi juga kok ^_^
Minggu, 12 Juli 2009 aku berkunjung ke Museum BI. Sayangnya begitu sampai di sana ada beberapa ruangan yang sedang di renovasi. Jadi, hanya bisa masuk ke ruang coin, ruang kasir di bagian depan dan ruang sejarah. Sisa ruangan yang lain bisa dilihat pas tanggal 21 Juli, karena di tanggal itu ada acara grand opening Museum BI.

Yang lucu di ruang coin, waktu itu aku sama temen ngintip2 di depan ruangannya yang tertutup tirai gitu. Soalnya ruangannya gelap gitu, di dalamnya ada big screen yang ada coin2 beterbangan. Akhirnya ada petugas yang mengarahkan kita dan ternyata layarnya itu pakai sensor bayangan tangan. Jadi, kalau kita mau tau sejarah coin2 itu, kita arahkan tangan kita ke atas kepala dan tangkap coin yang kita tuju nanti otomatis akan muncul informasi coin tersebut.

Dari Museum BI, aku ke museum Bank Mandiri. Di sana ada pameran rajutan dari komunitas merajut. Setelah itu kita berencana pulang. Setelah beli tiket kereta, ternyata dapat kereta yang jam setengah 4 sore sementara waktu itu baru jam setengah 3, akhirnya kita memutuskan untuk sesi photo di MSJ hehehe.

Jujur ya buat aku, wisata ke Kota Tua itu ga pernah ngebosenin. Meskipun berkali2 ke sana tapi seneng aja tuh bisa jalan2 di sana. Mungkin untuk sebagian orang jalan2 ke Kota Tua itu ga berarti apa2 karena ya gedung yang dilihat itu lagi itu lagi, tapi buat aku tetep punya daya tarik tersendiri.

Sabtu, 18 Juli aku sama temen berencana ke Museum Nasional, Monas dan seperti biasa berakhir di Kota Tua hehehe.

Setelah ini aku sama temenku juga berencana ke Kebun Raya, Bogor selain jalan2 ada sesi photo2 dan aku ingin belajar fotografi meskipun pake digital kamera.

Jangan pernah bosen untuk belajar sejarah deh, ga rugi juga kok ^_^
>

Katanya kematian Michael Jackson masih menyimpan misteri, sampai2 keluarganya menginginkan adanya second autopsi (autopsi kedua) supaya sebabnya jelas.


Kalau benar kematiannya karena adanya over dosis, tragis sekali...

Memang belakangan ini (sebelum berita kematiannya) kita jarang mendengar kabar terbaru kegiatan MJ dan tiba2 secara mendadak dunia dikejutkan dengan berita yang menggemparkan dari MJ.


Meskipun tidak mengikuti berita tentang MJ secara detail tapi, karya2nya patutlah kita kenang.

Lagu2nya bagus apalagi "Heal The World" itu kena banget untuk membawa pesan perdamaian, terus "Black or White" soal rasialisme.


Semoga MJ mendapatkan ketenangan di sisi-Nya dan karya-karyanya tetap abadi...


Katanya kematian Michael Jackson masih menyimpan misteri, sampai2 keluarganya menginginkan adanya second autopsi (autopsi kedua) supaya sebabnya jelas.


Kalau benar kematiannya karena adanya over dosis, tragis sekali...

Memang belakangan ini (sebelum berita kematiannya) kita jarang mendengar kabar terbaru kegiatan MJ dan tiba2 secara mendadak dunia dikejutkan dengan berita yang menggemparkan dari MJ.


Meskipun tidak mengikuti berita tentang MJ secara detail tapi, karya2nya patutlah kita kenang.

Lagu2nya bagus apalagi "Heal The World" itu kena banget untuk membawa pesan perdamaian, terus "Black or White" soal rasialisme.


Semoga MJ mendapatkan ketenangan di sisi-Nya dan karya-karyanya tetap abadi...
>











Sabtu, 27-06-09 di Metro TV ada acara Metro Files dan disitu lagi ngebahas soal sejarah Jakarta. Jujur sekarang ini aku tertarik banget belajar lagi sejarah Indonesia padahal dulu waktu sekolah juga diajarin tapi sekarang sambil lihat2 sendiri tempat bersejarahnya jadi menarik :)

Memang sih jaman Belanda dulu jaman perbudakan tapi, ternyata kita juga harus bersyukur karena tanpa adanya mereka, kita ga tahu apakah jalur pantura itu bisa ada apa ga, model2 arsitektur gedung2 pemerintahan kita yang gaya eropa itu. Anyway, thanks to gubernur Daendles yang nyiptain jalur pantura :) jadi buat yang pulang kampung waktu lebaran ga susah kan hehehe

Rasanya ingin sekali mengunjungi secara langsung gedung2 yang bernilai sejarah itu. Hanya saja untuk saat ini yang sudah boleh untuk dikunjungi secara umum baru Istana Negara, itupun harus mengikuti tata tertib protokoler. Pakaian yang dikenakan tidak bisa sembarangan harus rapi. Beberapa gedung masih dipakai untuk kegiatan pemerintahan, seperti Gedung DepKeu, yang dulu dikenal dengan sebutan "White House". Jadi bukan hanya Amerika yang punya White House, Jakarta pun punya hanya saja tidak semua orang tahu :)

Pokoknya banyak peninggalan jaman Belanda yang mengilhami bentuk bangunan2 yang ada di Jakarta ini. Seru deh, kalo bisa tahu dan mengenal lagi sejarah bangsa ini. Mungkin untuk sebagaian orang melestarikan sejarah bangsa itu suatu hal yang membosankan dan ga ada artinya tapi, buat ku asik dan menyenangkan.

Don't ever forget your history because it will become a heritage someday...












Sabtu, 27-06-09 di Metro TV ada acara Metro Files dan disitu lagi ngebahas soal sejarah Jakarta. Jujur sekarang ini aku tertarik banget belajar lagi sejarah Indonesia padahal dulu waktu sekolah juga diajarin tapi sekarang sambil lihat2 sendiri tempat bersejarahnya jadi menarik :)

Memang sih jaman Belanda dulu jaman perbudakan tapi, ternyata kita juga harus bersyukur karena tanpa adanya mereka, kita ga tahu apakah jalur pantura itu bisa ada apa ga, model2 arsitektur gedung2 pemerintahan kita yang gaya eropa itu. Anyway, thanks to gubernur Daendles yang nyiptain jalur pantura :) jadi buat yang pulang kampung waktu lebaran ga susah kan hehehe

Rasanya ingin sekali mengunjungi secara langsung gedung2 yang bernilai sejarah itu. Hanya saja untuk saat ini yang sudah boleh untuk dikunjungi secara umum baru Istana Negara, itupun harus mengikuti tata tertib protokoler. Pakaian yang dikenakan tidak bisa sembarangan harus rapi. Beberapa gedung masih dipakai untuk kegiatan pemerintahan, seperti Gedung DepKeu, yang dulu dikenal dengan sebutan "White House". Jadi bukan hanya Amerika yang punya White House, Jakarta pun punya hanya saja tidak semua orang tahu :)

Pokoknya banyak peninggalan jaman Belanda yang mengilhami bentuk bangunan2 yang ada di Jakarta ini. Seru deh, kalo bisa tahu dan mengenal lagi sejarah bangsa ini. Mungkin untuk sebagaian orang melestarikan sejarah bangsa itu suatu hal yang membosankan dan ga ada artinya tapi, buat ku asik dan menyenangkan.

Don't ever forget your history because it will become a heritage someday...
>
Today whole world cries for Michael Jackson's death.
His death in age 50 at UCLA Hospital coz cardio arrest.

Now, the whole radio station plays the legend's songs for honor him.
Even couple years ago there's bad news about him but, his songs still become legend.

Well...his death brings sadness to pop world and I think like when Elvis Prestley died, MJ funeral will take many followers. For me this news is really shocking. Like JFK assassination.

Anyway...have rest in peace MJ, your music will always in our heart...

Today whole world cries for Michael Jackson's death.
His death in age 50 at UCLA Hospital coz cardio arrest.

Now, the whole radio station plays the legend's songs for honor him.
Even couple years ago there's bad news about him but, his songs still become legend.

Well...his death brings sadness to pop world and I think like when Elvis Prestley died, MJ funeral will take many followers. For me this news is really shocking. Like JFK assassination.

Anyway...have rest in peace MJ, your music will always in our heart...
>

Tour keliling Kota Tua Jakarta tgl. 21 Juni 2009 bener2 asik. Buat aku yang pertama kali join bener-bener nyenengin.

Peserta yang ikut sekitar 700orang. Dibagi berkelompok, satu kelompok 20 orang dengan 1 pemandu. Rute perjalanan dimulai dari Taman Fatahillah lalu lanjut ke Gedung Chartered Bank, menyusuri Kali Besar, Toko Merah, Gedung Athena, Hotel Batavia, Jembatan Kota Intan, Gedung Cipta Niaga dan berakhir di Museum Seni Rupa dan Keramik.

Selesai acara aku dan temen2 berlanjut touring sendiri hehehe. Ke Museum Sejarah Jakarta dan Museum Bank Mandiri. Ternyata Museum Bank Mandiri itu luaaaaas aja.
Terus waktu di MSJ nonton pemutaran film Indonesia abad 19. Ternyata Indonesia itu dulu hampir seperti di luar2 negerti gitu deh. Transportasi dalam kota pake 'trem' dan di dalam trem itu ada 3 gerbong yang ternyata dibagi 3 kelas. Gerbong yang pertama itu khusus untuk orang Belanda, gerbong kedua khusus etnis Tionghoa sedang gerbong ketiga untuk pribumi. Meskipun orang pribumi itu kaya raya tetap tidak bisa duduk di gerbong pertama.

Ternyata daerah Kota itu banyak sekali menyimpan sejarah dan buat aku seneng banget bisa belajar sejarah Jakarta dari deket. Setelah ini aku jadi tertarik untuk ikutan Volunteer di Komunitas Historia Indonesia. Aku denger2 KHI mau adain acara lagi di Pulau Onrust dan rencananya akan menginap dengan tenda disana wow...pasti seru tuh :)

Terus ya...aku juga baru tahu kalau Gedung Cipta Niaga itu dipakai untuk shooting film Ayat Ayat Cinta, film2 horor bahkan video clip Mulan Jameela (Makhluk Tuhan paling seksi) juga diambil disana.

Pokoknya belajar sejarah Indonesia itu ga ada ruginya. Memang sih kita lama dijajah Belanda tapi, dengan kedatangan mereka malah akhirnya meninggalkan banyak kenangan dan daerah Kota itulah cikal bakal Jakarta yang sekarang menjadi kota yang sibuk dan ga pernah mati.

Pantes aja jaman dulu itu suasana-nya asri dan polusi ga terlalu menggila seperti sekarang karena transportasi dulu tidak banyak mobil dan kendaraan bermotor lainnya mereka lebih banyak memakai kereta kuda, trem dan yang lainnya.

Berpetualang menyusuri kota Jakarta itu ga cukup waktu sehari. Aku masih ingin pergi ke Museum Bahari, Pelabuhan Sunda Kelapa (pusat perdagangan sebelum ada Pelabuhan Tg. Priok), dan masih banyaklah tempat2 sejarah lain yang menarik untuk di-explore

Kesimpulan perjalanan kemarin menyenangkan, hanya saja kurang lama dan tempatnya kurang banyak hehehe...

Aku masih menunggu kabar2i dari KHI untuk next activity


Tour keliling Kota Tua Jakarta tgl. 21 Juni 2009 bener2 asik. Buat aku yang pertama kali join bener-bener nyenengin.

Peserta yang ikut sekitar 700orang. Dibagi berkelompok, satu kelompok 20 orang dengan 1 pemandu. Rute perjalanan dimulai dari Taman Fatahillah lalu lanjut ke Gedung Chartered Bank, menyusuri Kali Besar, Toko Merah, Gedung Athena, Hotel Batavia, Jembatan Kota Intan, Gedung Cipta Niaga dan berakhir di Museum Seni Rupa dan Keramik.

Selesai acara aku dan temen2 berlanjut touring sendiri hehehe. Ke Museum Sejarah Jakarta dan Museum Bank Mandiri. Ternyata Museum Bank Mandiri itu luaaaaas aja.
Terus waktu di MSJ nonton pemutaran film Indonesia abad 19. Ternyata Indonesia itu dulu hampir seperti di luar2 negerti gitu deh. Transportasi dalam kota pake 'trem' dan di dalam trem itu ada 3 gerbong yang ternyata dibagi 3 kelas. Gerbong yang pertama itu khusus untuk orang Belanda, gerbong kedua khusus etnis Tionghoa sedang gerbong ketiga untuk pribumi. Meskipun orang pribumi itu kaya raya tetap tidak bisa duduk di gerbong pertama.

Ternyata daerah Kota itu banyak sekali menyimpan sejarah dan buat aku seneng banget bisa belajar sejarah Jakarta dari deket. Setelah ini aku jadi tertarik untuk ikutan Volunteer di Komunitas Historia Indonesia. Aku denger2 KHI mau adain acara lagi di Pulau Onrust dan rencananya akan menginap dengan tenda disana wow...pasti seru tuh :)

Terus ya...aku juga baru tahu kalau Gedung Cipta Niaga itu dipakai untuk shooting film Ayat Ayat Cinta, film2 horor bahkan video clip Mulan Jameela (Makhluk Tuhan paling seksi) juga diambil disana.

Pokoknya belajar sejarah Indonesia itu ga ada ruginya. Memang sih kita lama dijajah Belanda tapi, dengan kedatangan mereka malah akhirnya meninggalkan banyak kenangan dan daerah Kota itulah cikal bakal Jakarta yang sekarang menjadi kota yang sibuk dan ga pernah mati.

Pantes aja jaman dulu itu suasana-nya asri dan polusi ga terlalu menggila seperti sekarang karena transportasi dulu tidak banyak mobil dan kendaraan bermotor lainnya mereka lebih banyak memakai kereta kuda, trem dan yang lainnya.

Berpetualang menyusuri kota Jakarta itu ga cukup waktu sehari. Aku masih ingin pergi ke Museum Bahari, Pelabuhan Sunda Kelapa (pusat perdagangan sebelum ada Pelabuhan Tg. Priok), dan masih banyaklah tempat2 sejarah lain yang menarik untuk di-explore

Kesimpulan perjalanan kemarin menyenangkan, hanya saja kurang lama dan tempatnya kurang banyak hehehe...

Aku masih menunggu kabar2i dari KHI untuk next activity
>


Wow...ternyata Jakarta itu banyak menyimpan sejarah ya, apalagi di daerah kota. Aku baru baca majalah Femina dan di situ ada satu artikel Oleh-oleh dan mengulas tentang bagian pusat Jakarta.

Aku seneng banget dan exciting ingin menjelajah kota tua tgl. 21 nanti. Aku juga ikutan di Komunitas Historic Indonesia. Waktu aku lihat kegiatan mereka, wow...seru-seru. Sebenernya aku pengen sih ikutan jadi volunteer tour guide tgl. 21 nanti, tapi...masih belum PeDe hehehe

Cuma sayangnya, keadaan Jakarta sekarang apalagi di daerah kota itu kondisi kali-nya beda banget sama waktu jaman Belanda dulu. Kali yang ada di bawah Jembatan Kota Intan itu dulu bening sekarang hitam dan banyak sampah. Mungkin pengaruh dari pertambahan penduduk kota Jakarta dan cara hidup yang berbeda dulu dan sekarang.

Duh...jadi ga sabar banget nih pengen lihat langsung bangunan bangunan bersejarah itu. Apalagi untuk harga tiket masuk ke museum museum itu sangat terjangkau. Jadi...kalau mau berlibur mending keliling Jakarta, mengunjungi tempat tempat yang bisa nambah pengetahuan dan menurut aku ga "old fashion" lah jalan-jalan ke tempat seperti museum museum itu.

Nah, sebagai perbandingan Jakarta Tempo Doeloe sama Jakarta sekarang, aku punya beberapa gambar. Mungkin ada yang sudah pernah lihat, tapi kalo diperhatikan lagi gambar-gambarnya sepertinya Jakarta dulu memang lebih asri dari sekarang :)






Wow...ternyata Jakarta itu banyak menyimpan sejarah ya, apalagi di daerah kota. Aku baru baca majalah Femina dan di situ ada satu artikel Oleh-oleh dan mengulas tentang bagian pusat Jakarta.

Aku seneng banget dan exciting ingin menjelajah kota tua tgl. 21 nanti. Aku juga ikutan di Komunitas Historic Indonesia. Waktu aku lihat kegiatan mereka, wow...seru-seru. Sebenernya aku pengen sih ikutan jadi volunteer tour guide tgl. 21 nanti, tapi...masih belum PeDe hehehe

Cuma sayangnya, keadaan Jakarta sekarang apalagi di daerah kota itu kondisi kali-nya beda banget sama waktu jaman Belanda dulu. Kali yang ada di bawah Jembatan Kota Intan itu dulu bening sekarang hitam dan banyak sampah. Mungkin pengaruh dari pertambahan penduduk kota Jakarta dan cara hidup yang berbeda dulu dan sekarang.

Duh...jadi ga sabar banget nih pengen lihat langsung bangunan bangunan bersejarah itu. Apalagi untuk harga tiket masuk ke museum museum itu sangat terjangkau. Jadi...kalau mau berlibur mending keliling Jakarta, mengunjungi tempat tempat yang bisa nambah pengetahuan dan menurut aku ga "old fashion" lah jalan-jalan ke tempat seperti museum museum itu.

Nah, sebagai perbandingan Jakarta Tempo Doeloe sama Jakarta sekarang, aku punya beberapa gambar. Mungkin ada yang sudah pernah lihat, tapi kalo diperhatikan lagi gambar-gambarnya sepertinya Jakarta dulu memang lebih asri dari sekarang :)



>Ternyata jalan-jalan ala ransel itu seru banget. Aku punya pengalaman pertama dan seru banget soal jalan2 ala ransel.

Minggu lalu, tgl. 6 June aku sama temen jalan2 ke Bandung. Kita berangkat naik kereta parahyangan yang jam 9.00 pagi sampe Bandung jam 12-an. Harga tiket 30ribu aja. Sebelumnya aku dah cari-cari info tentang hotel-hotel yang cukup murah untuk nginep. Akhirnya aku dapet di daerah Surapati harganya not bad-lah 132ribu twin bed untuk 2 orang cukuplah :) actually, it's not really hotel tapi, rumah penginapan gitu deh. Cuma letaknya lumayan strategis di belakang gedung sate.

Sampai Bandung aku dijemput temenku yang superrrrr baik. Padahal kita baru kenal tapi respon-nya baik banget. Kita ke penginapan dulu, taruh tas terus temen 'baik'-ku itu anter aku dan temen ke daerah riau. Berhubung temen 'baik'-ku itu mau antar ponakannya les jadi ga bisa nemenin. Terus aku sama temenku jalan menyusuri sepanjang jl. riau jadi kita FO to FO. Semua perjalanan dilakukan dengan jalan kaki. Pokoknya seru abis!

Yang ga terlupakan sama aku yaitu mie baso darokdok pangsit yang ada di depan FO D' Coral. Harganya terjangkau banget, 8ribu dan rasanya enak. Buat yang seneng jalan ke bandung jangan lupa mampir, cobain :)

Perjalanan berlanjut dari sepanjang RE. Martadinata, ke jl. sultan syahrir dan mampirlah di Ouval. Gila, waktu kita kesana pas lagi ada diskonan up to 70% alhasil tuh ouval rameee banget, bayar aja ampe ngantri.

Dari ouval lanjut lagi ke jl. merdeka. Oh ya, kita jalan itu start-nya kurang lebih jam 1 siang gitu. Sampe jl. merdeka (BIP) kira2 dah jam 7 malem dan kita makan di hokben seberang BIP. Abis itu mampir ke BIP, Soes Merdeka. Abis itu kita memutuskan untuk balik ke penginapan.

Kita kembali lagi ke arah RE.Martadinata, Riau terus aku lupa kalo temen 'baik'-ku itu pernah kasih tau kalo malem jgn lupa makan nasi kalong. Pas lewat aku lihat tuh spanduk Nasi Kalong, akhirnya kita mampir deh. Aku bilang sama temen kita pesen satu aja berdua soalnya tadi kan dah makan Hokben. Itu yang namanya nasi kalong, antriiii panjangggg banget. Nasi-nya unik sih, beras merah dicampur kluwek (kalo ga salah) jadi warnanya dah ga merah lagi tapi agak keungu-an gitu deh. Enak dan emang di bandung nasi kalong itu terkenal.
Sayang di jakarta ga ada cabangnya kalo ga pecinta wiskul bisa nyobain. Tapi, kalo ke bandung jangan lupa lah mampir makan nasi kalong. Warungnya hanya buka di malam hari cuma dari jam berapa-nya lupa ga nanya hehehe.

Habis makan nasi kalong, kita jalan balik ke penginapan, itu sekitar jam setengah sepuluhan sampai penginapan. Kita mandi, bersih-bersih, ga lama kemudian kita keluar lagi jalan-jalan sekitar gedung sate. Kalo malem minggu di Bandung itu rame, banyak geng motor jalan :) Tadinya kita mau jalan ke Dago, tapi karena ragu-ragu akhirnya ga jadi takut nyasar. Balik ke penginapan sekitar jam 12 malem. Wii...seru deh :)

Pengen si ke Bandung lagi tapi nanti lah atur jadwal lagi :) Soalnya sekarang yang ada di pikiran untuk next destination-nya mau ke Jogja. Mungkin next year bisa jadi target waktu untuk bagpack lagi ke Jogja (jadi bisa nabung dari sekarang hehehe)

Wow...ternyata bagpack itu seru sekali apalagi kalo kita jalan sama temen2 yang se-hobi itu sangat2 menyenangkan. Kayak waktu ke bandung, temen-ku yang ikut juga orangnya asik jadi jalan kaki selama 11 jam menjadi menyenangkan :)
Pokoknya seru lah...



Ternyata jalan-jalan ala ransel itu seru banget. Aku punya pengalaman pertama dan seru banget soal jalan2 ala ransel.

Minggu lalu, tgl. 6 June aku sama temen jalan2 ke Bandung. Kita berangkat naik kereta parahyangan yang jam 9.00 pagi sampe Bandung jam 12-an. Harga tiket 30ribu aja. Sebelumnya aku dah cari-cari info tentang hotel-hotel yang cukup murah untuk nginep. Akhirnya aku dapet di daerah Surapati harganya not bad-lah 132ribu twin bed untuk 2 orang cukuplah :) actually, it's not really hotel tapi, rumah penginapan gitu deh. Cuma letaknya lumayan strategis di belakang gedung sate.

Sampai Bandung aku dijemput temenku yang superrrrr baik. Padahal kita baru kenal tapi respon-nya baik banget. Kita ke penginapan dulu, taruh tas terus temen 'baik'-ku itu anter aku dan temen ke daerah riau. Berhubung temen 'baik'-ku itu mau antar ponakannya les jadi ga bisa nemenin. Terus aku sama temenku jalan menyusuri sepanjang jl. riau jadi kita FO to FO. Semua perjalanan dilakukan dengan jalan kaki. Pokoknya seru abis!

Yang ga terlupakan sama aku yaitu mie baso darokdok pangsit yang ada di depan FO D' Coral. Harganya terjangkau banget, 8ribu dan rasanya enak. Buat yang seneng jalan ke bandung jangan lupa mampir, cobain :)

Perjalanan berlanjut dari sepanjang RE. Martadinata, ke jl. sultan syahrir dan mampirlah di Ouval. Gila, waktu kita kesana pas lagi ada diskonan up to 70% alhasil tuh ouval rameee banget, bayar aja ampe ngantri.

Dari ouval lanjut lagi ke jl. merdeka. Oh ya, kita jalan itu start-nya kurang lebih jam 1 siang gitu. Sampe jl. merdeka (BIP) kira2 dah jam 7 malem dan kita makan di hokben seberang BIP. Abis itu mampir ke BIP, Soes Merdeka. Abis itu kita memutuskan untuk balik ke penginapan.

Kita kembali lagi ke arah RE.Martadinata, Riau terus aku lupa kalo temen 'baik'-ku itu pernah kasih tau kalo malem jgn lupa makan nasi kalong. Pas lewat aku lihat tuh spanduk Nasi Kalong, akhirnya kita mampir deh. Aku bilang sama temen kita pesen satu aja berdua soalnya tadi kan dah makan Hokben. Itu yang namanya nasi kalong, antriiii panjangggg banget. Nasi-nya unik sih, beras merah dicampur kluwek (kalo ga salah) jadi warnanya dah ga merah lagi tapi agak keungu-an gitu deh. Enak dan emang di bandung nasi kalong itu terkenal.
Sayang di jakarta ga ada cabangnya kalo ga pecinta wiskul bisa nyobain. Tapi, kalo ke bandung jangan lupa lah mampir makan nasi kalong. Warungnya hanya buka di malam hari cuma dari jam berapa-nya lupa ga nanya hehehe.

Habis makan nasi kalong, kita jalan balik ke penginapan, itu sekitar jam setengah sepuluhan sampai penginapan. Kita mandi, bersih-bersih, ga lama kemudian kita keluar lagi jalan-jalan sekitar gedung sate. Kalo malem minggu di Bandung itu rame, banyak geng motor jalan :) Tadinya kita mau jalan ke Dago, tapi karena ragu-ragu akhirnya ga jadi takut nyasar. Balik ke penginapan sekitar jam 12 malem. Wii...seru deh :)

Pengen si ke Bandung lagi tapi nanti lah atur jadwal lagi :) Soalnya sekarang yang ada di pikiran untuk next destination-nya mau ke Jogja. Mungkin next year bisa jadi target waktu untuk bagpack lagi ke Jogja (jadi bisa nabung dari sekarang hehehe)

Wow...ternyata bagpack itu seru sekali apalagi kalo kita jalan sama temen2 yang se-hobi itu sangat2 menyenangkan. Kayak waktu ke bandung, temen-ku yang ikut juga orangnya asik jadi jalan kaki selama 11 jam menjadi menyenangkan :)
Pokoknya seru lah...



>Tgl. 21 Juni nanti aku dan komunitas pecinta sejarah kota tua Jakarta akan jalan-jalan gratis menyambut ulang tahun kota Jakarta. Ternyata kalau kita mau sedikit mengenal sejarah Jakarta, acara ini sangat menarik. Mungkin dulu waktu kita sekolah yang namanya pelajaran serajah nggak semuanya suka. Tapi, kalau udah lihat sendiri terus mengamati sendiri ternyata menyenangkan. At least apa yang udah dipelajari di sekolah kita bisa lihat langsung bukti nyatanya.

Aku sih seneng banget jalan-jalan museum to museum. Sementara yang udah aku kunjungin museum Fatahillah sama museum Wayang. Waktu itu pernah mau ke museum Seni Rupa yang ada di seberang Fatahillah tapi, karena keadaan sepi dan agak-agak gelap jadi ga jadi masuk deh hehehe...

Next destination, museum Gajah, museum MH.Thamrin, dll. Sebenernya koleksi museum kita banyak loh. Aku juga pengen ke planetarium, Cikini. Tapi, yang pasti aku ga mau ke museum prasasti sama satria mandala, lubang buaya, seyem... :)

Aku pernah cerita sama temen kalo pengen tuh ngunjungin pulau yang ada benteng belanda-nya. Sori namanya lupa ni, cuma kalo nggak salah letaknya di kep.seribu deh. Tapi temen-ku itu ga nyaranin soalnya dia bilang tempatnya agak angker gitu, jadi ya udah...ga masuk dalam daftar next destination :)

Mungkin buat sebagian orang hobi jalan2-ku itu sedikit aneh dan ga penting tapi, buat aku itu menyenangkan and it's cool man...soalnya kita bisa mengenal sejarah kota kita ini. Dan menurut aku kota tua Jakarta itu exotic dan masih ada sisa-sisa jaman Belanda dulu.

Nah...cerita selanjutnya tunggu aja ya abis aku nyusurin kota tua Jakarta tgl. 21 nanti.
Tgl. 21 Juni nanti aku dan komunitas pecinta sejarah kota tua Jakarta akan jalan-jalan gratis menyambut ulang tahun kota Jakarta. Ternyata kalau kita mau sedikit mengenal sejarah Jakarta, acara ini sangat menarik. Mungkin dulu waktu kita sekolah yang namanya pelajaran serajah nggak semuanya suka. Tapi, kalau udah lihat sendiri terus mengamati sendiri ternyata menyenangkan. At least apa yang udah dipelajari di sekolah kita bisa lihat langsung bukti nyatanya.

Aku sih seneng banget jalan-jalan museum to museum. Sementara yang udah aku kunjungin museum Fatahillah sama museum Wayang. Waktu itu pernah mau ke museum Seni Rupa yang ada di seberang Fatahillah tapi, karena keadaan sepi dan agak-agak gelap jadi ga jadi masuk deh hehehe...

Next destination, museum Gajah, museum MH.Thamrin, dll. Sebenernya koleksi museum kita banyak loh. Aku juga pengen ke planetarium, Cikini. Tapi, yang pasti aku ga mau ke museum prasasti sama satria mandala, lubang buaya, seyem... :)

Aku pernah cerita sama temen kalo pengen tuh ngunjungin pulau yang ada benteng belanda-nya. Sori namanya lupa ni, cuma kalo nggak salah letaknya di kep.seribu deh. Tapi temen-ku itu ga nyaranin soalnya dia bilang tempatnya agak angker gitu, jadi ya udah...ga masuk dalam daftar next destination :)

Mungkin buat sebagian orang hobi jalan2-ku itu sedikit aneh dan ga penting tapi, buat aku itu menyenangkan and it's cool man...soalnya kita bisa mengenal sejarah kota kita ini. Dan menurut aku kota tua Jakarta itu exotic dan masih ada sisa-sisa jaman Belanda dulu.

Nah...cerita selanjutnya tunggu aja ya abis aku nyusurin kota tua Jakarta tgl. 21 nanti.