>

Katanya kematian Michael Jackson masih menyimpan misteri, sampai2 keluarganya menginginkan adanya second autopsi (autopsi kedua) supaya sebabnya jelas.


Kalau benar kematiannya karena adanya over dosis, tragis sekali...

Memang belakangan ini (sebelum berita kematiannya) kita jarang mendengar kabar terbaru kegiatan MJ dan tiba2 secara mendadak dunia dikejutkan dengan berita yang menggemparkan dari MJ.


Meskipun tidak mengikuti berita tentang MJ secara detail tapi, karya2nya patutlah kita kenang.

Lagu2nya bagus apalagi "Heal The World" itu kena banget untuk membawa pesan perdamaian, terus "Black or White" soal rasialisme.


Semoga MJ mendapatkan ketenangan di sisi-Nya dan karya-karyanya tetap abadi...


Katanya kematian Michael Jackson masih menyimpan misteri, sampai2 keluarganya menginginkan adanya second autopsi (autopsi kedua) supaya sebabnya jelas.


Kalau benar kematiannya karena adanya over dosis, tragis sekali...

Memang belakangan ini (sebelum berita kematiannya) kita jarang mendengar kabar terbaru kegiatan MJ dan tiba2 secara mendadak dunia dikejutkan dengan berita yang menggemparkan dari MJ.


Meskipun tidak mengikuti berita tentang MJ secara detail tapi, karya2nya patutlah kita kenang.

Lagu2nya bagus apalagi "Heal The World" itu kena banget untuk membawa pesan perdamaian, terus "Black or White" soal rasialisme.


Semoga MJ mendapatkan ketenangan di sisi-Nya dan karya-karyanya tetap abadi...
>











Sabtu, 27-06-09 di Metro TV ada acara Metro Files dan disitu lagi ngebahas soal sejarah Jakarta. Jujur sekarang ini aku tertarik banget belajar lagi sejarah Indonesia padahal dulu waktu sekolah juga diajarin tapi sekarang sambil lihat2 sendiri tempat bersejarahnya jadi menarik :)

Memang sih jaman Belanda dulu jaman perbudakan tapi, ternyata kita juga harus bersyukur karena tanpa adanya mereka, kita ga tahu apakah jalur pantura itu bisa ada apa ga, model2 arsitektur gedung2 pemerintahan kita yang gaya eropa itu. Anyway, thanks to gubernur Daendles yang nyiptain jalur pantura :) jadi buat yang pulang kampung waktu lebaran ga susah kan hehehe

Rasanya ingin sekali mengunjungi secara langsung gedung2 yang bernilai sejarah itu. Hanya saja untuk saat ini yang sudah boleh untuk dikunjungi secara umum baru Istana Negara, itupun harus mengikuti tata tertib protokoler. Pakaian yang dikenakan tidak bisa sembarangan harus rapi. Beberapa gedung masih dipakai untuk kegiatan pemerintahan, seperti Gedung DepKeu, yang dulu dikenal dengan sebutan "White House". Jadi bukan hanya Amerika yang punya White House, Jakarta pun punya hanya saja tidak semua orang tahu :)

Pokoknya banyak peninggalan jaman Belanda yang mengilhami bentuk bangunan2 yang ada di Jakarta ini. Seru deh, kalo bisa tahu dan mengenal lagi sejarah bangsa ini. Mungkin untuk sebagaian orang melestarikan sejarah bangsa itu suatu hal yang membosankan dan ga ada artinya tapi, buat ku asik dan menyenangkan.

Don't ever forget your history because it will become a heritage someday...












Sabtu, 27-06-09 di Metro TV ada acara Metro Files dan disitu lagi ngebahas soal sejarah Jakarta. Jujur sekarang ini aku tertarik banget belajar lagi sejarah Indonesia padahal dulu waktu sekolah juga diajarin tapi sekarang sambil lihat2 sendiri tempat bersejarahnya jadi menarik :)

Memang sih jaman Belanda dulu jaman perbudakan tapi, ternyata kita juga harus bersyukur karena tanpa adanya mereka, kita ga tahu apakah jalur pantura itu bisa ada apa ga, model2 arsitektur gedung2 pemerintahan kita yang gaya eropa itu. Anyway, thanks to gubernur Daendles yang nyiptain jalur pantura :) jadi buat yang pulang kampung waktu lebaran ga susah kan hehehe

Rasanya ingin sekali mengunjungi secara langsung gedung2 yang bernilai sejarah itu. Hanya saja untuk saat ini yang sudah boleh untuk dikunjungi secara umum baru Istana Negara, itupun harus mengikuti tata tertib protokoler. Pakaian yang dikenakan tidak bisa sembarangan harus rapi. Beberapa gedung masih dipakai untuk kegiatan pemerintahan, seperti Gedung DepKeu, yang dulu dikenal dengan sebutan "White House". Jadi bukan hanya Amerika yang punya White House, Jakarta pun punya hanya saja tidak semua orang tahu :)

Pokoknya banyak peninggalan jaman Belanda yang mengilhami bentuk bangunan2 yang ada di Jakarta ini. Seru deh, kalo bisa tahu dan mengenal lagi sejarah bangsa ini. Mungkin untuk sebagaian orang melestarikan sejarah bangsa itu suatu hal yang membosankan dan ga ada artinya tapi, buat ku asik dan menyenangkan.

Don't ever forget your history because it will become a heritage someday...
>
Today whole world cries for Michael Jackson's death.
His death in age 50 at UCLA Hospital coz cardio arrest.

Now, the whole radio station plays the legend's songs for honor him.
Even couple years ago there's bad news about him but, his songs still become legend.

Well...his death brings sadness to pop world and I think like when Elvis Prestley died, MJ funeral will take many followers. For me this news is really shocking. Like JFK assassination.

Anyway...have rest in peace MJ, your music will always in our heart...

Today whole world cries for Michael Jackson's death.
His death in age 50 at UCLA Hospital coz cardio arrest.

Now, the whole radio station plays the legend's songs for honor him.
Even couple years ago there's bad news about him but, his songs still become legend.

Well...his death brings sadness to pop world and I think like when Elvis Prestley died, MJ funeral will take many followers. For me this news is really shocking. Like JFK assassination.

Anyway...have rest in peace MJ, your music will always in our heart...
>

Tour keliling Kota Tua Jakarta tgl. 21 Juni 2009 bener2 asik. Buat aku yang pertama kali join bener-bener nyenengin.

Peserta yang ikut sekitar 700orang. Dibagi berkelompok, satu kelompok 20 orang dengan 1 pemandu. Rute perjalanan dimulai dari Taman Fatahillah lalu lanjut ke Gedung Chartered Bank, menyusuri Kali Besar, Toko Merah, Gedung Athena, Hotel Batavia, Jembatan Kota Intan, Gedung Cipta Niaga dan berakhir di Museum Seni Rupa dan Keramik.

Selesai acara aku dan temen2 berlanjut touring sendiri hehehe. Ke Museum Sejarah Jakarta dan Museum Bank Mandiri. Ternyata Museum Bank Mandiri itu luaaaaas aja.
Terus waktu di MSJ nonton pemutaran film Indonesia abad 19. Ternyata Indonesia itu dulu hampir seperti di luar2 negerti gitu deh. Transportasi dalam kota pake 'trem' dan di dalam trem itu ada 3 gerbong yang ternyata dibagi 3 kelas. Gerbong yang pertama itu khusus untuk orang Belanda, gerbong kedua khusus etnis Tionghoa sedang gerbong ketiga untuk pribumi. Meskipun orang pribumi itu kaya raya tetap tidak bisa duduk di gerbong pertama.

Ternyata daerah Kota itu banyak sekali menyimpan sejarah dan buat aku seneng banget bisa belajar sejarah Jakarta dari deket. Setelah ini aku jadi tertarik untuk ikutan Volunteer di Komunitas Historia Indonesia. Aku denger2 KHI mau adain acara lagi di Pulau Onrust dan rencananya akan menginap dengan tenda disana wow...pasti seru tuh :)

Terus ya...aku juga baru tahu kalau Gedung Cipta Niaga itu dipakai untuk shooting film Ayat Ayat Cinta, film2 horor bahkan video clip Mulan Jameela (Makhluk Tuhan paling seksi) juga diambil disana.

Pokoknya belajar sejarah Indonesia itu ga ada ruginya. Memang sih kita lama dijajah Belanda tapi, dengan kedatangan mereka malah akhirnya meninggalkan banyak kenangan dan daerah Kota itulah cikal bakal Jakarta yang sekarang menjadi kota yang sibuk dan ga pernah mati.

Pantes aja jaman dulu itu suasana-nya asri dan polusi ga terlalu menggila seperti sekarang karena transportasi dulu tidak banyak mobil dan kendaraan bermotor lainnya mereka lebih banyak memakai kereta kuda, trem dan yang lainnya.

Berpetualang menyusuri kota Jakarta itu ga cukup waktu sehari. Aku masih ingin pergi ke Museum Bahari, Pelabuhan Sunda Kelapa (pusat perdagangan sebelum ada Pelabuhan Tg. Priok), dan masih banyaklah tempat2 sejarah lain yang menarik untuk di-explore

Kesimpulan perjalanan kemarin menyenangkan, hanya saja kurang lama dan tempatnya kurang banyak hehehe...

Aku masih menunggu kabar2i dari KHI untuk next activity


Tour keliling Kota Tua Jakarta tgl. 21 Juni 2009 bener2 asik. Buat aku yang pertama kali join bener-bener nyenengin.

Peserta yang ikut sekitar 700orang. Dibagi berkelompok, satu kelompok 20 orang dengan 1 pemandu. Rute perjalanan dimulai dari Taman Fatahillah lalu lanjut ke Gedung Chartered Bank, menyusuri Kali Besar, Toko Merah, Gedung Athena, Hotel Batavia, Jembatan Kota Intan, Gedung Cipta Niaga dan berakhir di Museum Seni Rupa dan Keramik.

Selesai acara aku dan temen2 berlanjut touring sendiri hehehe. Ke Museum Sejarah Jakarta dan Museum Bank Mandiri. Ternyata Museum Bank Mandiri itu luaaaaas aja.
Terus waktu di MSJ nonton pemutaran film Indonesia abad 19. Ternyata Indonesia itu dulu hampir seperti di luar2 negerti gitu deh. Transportasi dalam kota pake 'trem' dan di dalam trem itu ada 3 gerbong yang ternyata dibagi 3 kelas. Gerbong yang pertama itu khusus untuk orang Belanda, gerbong kedua khusus etnis Tionghoa sedang gerbong ketiga untuk pribumi. Meskipun orang pribumi itu kaya raya tetap tidak bisa duduk di gerbong pertama.

Ternyata daerah Kota itu banyak sekali menyimpan sejarah dan buat aku seneng banget bisa belajar sejarah Jakarta dari deket. Setelah ini aku jadi tertarik untuk ikutan Volunteer di Komunitas Historia Indonesia. Aku denger2 KHI mau adain acara lagi di Pulau Onrust dan rencananya akan menginap dengan tenda disana wow...pasti seru tuh :)

Terus ya...aku juga baru tahu kalau Gedung Cipta Niaga itu dipakai untuk shooting film Ayat Ayat Cinta, film2 horor bahkan video clip Mulan Jameela (Makhluk Tuhan paling seksi) juga diambil disana.

Pokoknya belajar sejarah Indonesia itu ga ada ruginya. Memang sih kita lama dijajah Belanda tapi, dengan kedatangan mereka malah akhirnya meninggalkan banyak kenangan dan daerah Kota itulah cikal bakal Jakarta yang sekarang menjadi kota yang sibuk dan ga pernah mati.

Pantes aja jaman dulu itu suasana-nya asri dan polusi ga terlalu menggila seperti sekarang karena transportasi dulu tidak banyak mobil dan kendaraan bermotor lainnya mereka lebih banyak memakai kereta kuda, trem dan yang lainnya.

Berpetualang menyusuri kota Jakarta itu ga cukup waktu sehari. Aku masih ingin pergi ke Museum Bahari, Pelabuhan Sunda Kelapa (pusat perdagangan sebelum ada Pelabuhan Tg. Priok), dan masih banyaklah tempat2 sejarah lain yang menarik untuk di-explore

Kesimpulan perjalanan kemarin menyenangkan, hanya saja kurang lama dan tempatnya kurang banyak hehehe...

Aku masih menunggu kabar2i dari KHI untuk next activity
>


Wow...ternyata Jakarta itu banyak menyimpan sejarah ya, apalagi di daerah kota. Aku baru baca majalah Femina dan di situ ada satu artikel Oleh-oleh dan mengulas tentang bagian pusat Jakarta.

Aku seneng banget dan exciting ingin menjelajah kota tua tgl. 21 nanti. Aku juga ikutan di Komunitas Historic Indonesia. Waktu aku lihat kegiatan mereka, wow...seru-seru. Sebenernya aku pengen sih ikutan jadi volunteer tour guide tgl. 21 nanti, tapi...masih belum PeDe hehehe

Cuma sayangnya, keadaan Jakarta sekarang apalagi di daerah kota itu kondisi kali-nya beda banget sama waktu jaman Belanda dulu. Kali yang ada di bawah Jembatan Kota Intan itu dulu bening sekarang hitam dan banyak sampah. Mungkin pengaruh dari pertambahan penduduk kota Jakarta dan cara hidup yang berbeda dulu dan sekarang.

Duh...jadi ga sabar banget nih pengen lihat langsung bangunan bangunan bersejarah itu. Apalagi untuk harga tiket masuk ke museum museum itu sangat terjangkau. Jadi...kalau mau berlibur mending keliling Jakarta, mengunjungi tempat tempat yang bisa nambah pengetahuan dan menurut aku ga "old fashion" lah jalan-jalan ke tempat seperti museum museum itu.

Nah, sebagai perbandingan Jakarta Tempo Doeloe sama Jakarta sekarang, aku punya beberapa gambar. Mungkin ada yang sudah pernah lihat, tapi kalo diperhatikan lagi gambar-gambarnya sepertinya Jakarta dulu memang lebih asri dari sekarang :)






Wow...ternyata Jakarta itu banyak menyimpan sejarah ya, apalagi di daerah kota. Aku baru baca majalah Femina dan di situ ada satu artikel Oleh-oleh dan mengulas tentang bagian pusat Jakarta.

Aku seneng banget dan exciting ingin menjelajah kota tua tgl. 21 nanti. Aku juga ikutan di Komunitas Historic Indonesia. Waktu aku lihat kegiatan mereka, wow...seru-seru. Sebenernya aku pengen sih ikutan jadi volunteer tour guide tgl. 21 nanti, tapi...masih belum PeDe hehehe

Cuma sayangnya, keadaan Jakarta sekarang apalagi di daerah kota itu kondisi kali-nya beda banget sama waktu jaman Belanda dulu. Kali yang ada di bawah Jembatan Kota Intan itu dulu bening sekarang hitam dan banyak sampah. Mungkin pengaruh dari pertambahan penduduk kota Jakarta dan cara hidup yang berbeda dulu dan sekarang.

Duh...jadi ga sabar banget nih pengen lihat langsung bangunan bangunan bersejarah itu. Apalagi untuk harga tiket masuk ke museum museum itu sangat terjangkau. Jadi...kalau mau berlibur mending keliling Jakarta, mengunjungi tempat tempat yang bisa nambah pengetahuan dan menurut aku ga "old fashion" lah jalan-jalan ke tempat seperti museum museum itu.

Nah, sebagai perbandingan Jakarta Tempo Doeloe sama Jakarta sekarang, aku punya beberapa gambar. Mungkin ada yang sudah pernah lihat, tapi kalo diperhatikan lagi gambar-gambarnya sepertinya Jakarta dulu memang lebih asri dari sekarang :)



>Ternyata jalan-jalan ala ransel itu seru banget. Aku punya pengalaman pertama dan seru banget soal jalan2 ala ransel.

Minggu lalu, tgl. 6 June aku sama temen jalan2 ke Bandung. Kita berangkat naik kereta parahyangan yang jam 9.00 pagi sampe Bandung jam 12-an. Harga tiket 30ribu aja. Sebelumnya aku dah cari-cari info tentang hotel-hotel yang cukup murah untuk nginep. Akhirnya aku dapet di daerah Surapati harganya not bad-lah 132ribu twin bed untuk 2 orang cukuplah :) actually, it's not really hotel tapi, rumah penginapan gitu deh. Cuma letaknya lumayan strategis di belakang gedung sate.

Sampai Bandung aku dijemput temenku yang superrrrr baik. Padahal kita baru kenal tapi respon-nya baik banget. Kita ke penginapan dulu, taruh tas terus temen 'baik'-ku itu anter aku dan temen ke daerah riau. Berhubung temen 'baik'-ku itu mau antar ponakannya les jadi ga bisa nemenin. Terus aku sama temenku jalan menyusuri sepanjang jl. riau jadi kita FO to FO. Semua perjalanan dilakukan dengan jalan kaki. Pokoknya seru abis!

Yang ga terlupakan sama aku yaitu mie baso darokdok pangsit yang ada di depan FO D' Coral. Harganya terjangkau banget, 8ribu dan rasanya enak. Buat yang seneng jalan ke bandung jangan lupa mampir, cobain :)

Perjalanan berlanjut dari sepanjang RE. Martadinata, ke jl. sultan syahrir dan mampirlah di Ouval. Gila, waktu kita kesana pas lagi ada diskonan up to 70% alhasil tuh ouval rameee banget, bayar aja ampe ngantri.

Dari ouval lanjut lagi ke jl. merdeka. Oh ya, kita jalan itu start-nya kurang lebih jam 1 siang gitu. Sampe jl. merdeka (BIP) kira2 dah jam 7 malem dan kita makan di hokben seberang BIP. Abis itu mampir ke BIP, Soes Merdeka. Abis itu kita memutuskan untuk balik ke penginapan.

Kita kembali lagi ke arah RE.Martadinata, Riau terus aku lupa kalo temen 'baik'-ku itu pernah kasih tau kalo malem jgn lupa makan nasi kalong. Pas lewat aku lihat tuh spanduk Nasi Kalong, akhirnya kita mampir deh. Aku bilang sama temen kita pesen satu aja berdua soalnya tadi kan dah makan Hokben. Itu yang namanya nasi kalong, antriiii panjangggg banget. Nasi-nya unik sih, beras merah dicampur kluwek (kalo ga salah) jadi warnanya dah ga merah lagi tapi agak keungu-an gitu deh. Enak dan emang di bandung nasi kalong itu terkenal.
Sayang di jakarta ga ada cabangnya kalo ga pecinta wiskul bisa nyobain. Tapi, kalo ke bandung jangan lupa lah mampir makan nasi kalong. Warungnya hanya buka di malam hari cuma dari jam berapa-nya lupa ga nanya hehehe.

Habis makan nasi kalong, kita jalan balik ke penginapan, itu sekitar jam setengah sepuluhan sampai penginapan. Kita mandi, bersih-bersih, ga lama kemudian kita keluar lagi jalan-jalan sekitar gedung sate. Kalo malem minggu di Bandung itu rame, banyak geng motor jalan :) Tadinya kita mau jalan ke Dago, tapi karena ragu-ragu akhirnya ga jadi takut nyasar. Balik ke penginapan sekitar jam 12 malem. Wii...seru deh :)

Pengen si ke Bandung lagi tapi nanti lah atur jadwal lagi :) Soalnya sekarang yang ada di pikiran untuk next destination-nya mau ke Jogja. Mungkin next year bisa jadi target waktu untuk bagpack lagi ke Jogja (jadi bisa nabung dari sekarang hehehe)

Wow...ternyata bagpack itu seru sekali apalagi kalo kita jalan sama temen2 yang se-hobi itu sangat2 menyenangkan. Kayak waktu ke bandung, temen-ku yang ikut juga orangnya asik jadi jalan kaki selama 11 jam menjadi menyenangkan :)
Pokoknya seru lah...



Ternyata jalan-jalan ala ransel itu seru banget. Aku punya pengalaman pertama dan seru banget soal jalan2 ala ransel.

Minggu lalu, tgl. 6 June aku sama temen jalan2 ke Bandung. Kita berangkat naik kereta parahyangan yang jam 9.00 pagi sampe Bandung jam 12-an. Harga tiket 30ribu aja. Sebelumnya aku dah cari-cari info tentang hotel-hotel yang cukup murah untuk nginep. Akhirnya aku dapet di daerah Surapati harganya not bad-lah 132ribu twin bed untuk 2 orang cukuplah :) actually, it's not really hotel tapi, rumah penginapan gitu deh. Cuma letaknya lumayan strategis di belakang gedung sate.

Sampai Bandung aku dijemput temenku yang superrrrr baik. Padahal kita baru kenal tapi respon-nya baik banget. Kita ke penginapan dulu, taruh tas terus temen 'baik'-ku itu anter aku dan temen ke daerah riau. Berhubung temen 'baik'-ku itu mau antar ponakannya les jadi ga bisa nemenin. Terus aku sama temenku jalan menyusuri sepanjang jl. riau jadi kita FO to FO. Semua perjalanan dilakukan dengan jalan kaki. Pokoknya seru abis!

Yang ga terlupakan sama aku yaitu mie baso darokdok pangsit yang ada di depan FO D' Coral. Harganya terjangkau banget, 8ribu dan rasanya enak. Buat yang seneng jalan ke bandung jangan lupa mampir, cobain :)

Perjalanan berlanjut dari sepanjang RE. Martadinata, ke jl. sultan syahrir dan mampirlah di Ouval. Gila, waktu kita kesana pas lagi ada diskonan up to 70% alhasil tuh ouval rameee banget, bayar aja ampe ngantri.

Dari ouval lanjut lagi ke jl. merdeka. Oh ya, kita jalan itu start-nya kurang lebih jam 1 siang gitu. Sampe jl. merdeka (BIP) kira2 dah jam 7 malem dan kita makan di hokben seberang BIP. Abis itu mampir ke BIP, Soes Merdeka. Abis itu kita memutuskan untuk balik ke penginapan.

Kita kembali lagi ke arah RE.Martadinata, Riau terus aku lupa kalo temen 'baik'-ku itu pernah kasih tau kalo malem jgn lupa makan nasi kalong. Pas lewat aku lihat tuh spanduk Nasi Kalong, akhirnya kita mampir deh. Aku bilang sama temen kita pesen satu aja berdua soalnya tadi kan dah makan Hokben. Itu yang namanya nasi kalong, antriiii panjangggg banget. Nasi-nya unik sih, beras merah dicampur kluwek (kalo ga salah) jadi warnanya dah ga merah lagi tapi agak keungu-an gitu deh. Enak dan emang di bandung nasi kalong itu terkenal.
Sayang di jakarta ga ada cabangnya kalo ga pecinta wiskul bisa nyobain. Tapi, kalo ke bandung jangan lupa lah mampir makan nasi kalong. Warungnya hanya buka di malam hari cuma dari jam berapa-nya lupa ga nanya hehehe.

Habis makan nasi kalong, kita jalan balik ke penginapan, itu sekitar jam setengah sepuluhan sampai penginapan. Kita mandi, bersih-bersih, ga lama kemudian kita keluar lagi jalan-jalan sekitar gedung sate. Kalo malem minggu di Bandung itu rame, banyak geng motor jalan :) Tadinya kita mau jalan ke Dago, tapi karena ragu-ragu akhirnya ga jadi takut nyasar. Balik ke penginapan sekitar jam 12 malem. Wii...seru deh :)

Pengen si ke Bandung lagi tapi nanti lah atur jadwal lagi :) Soalnya sekarang yang ada di pikiran untuk next destination-nya mau ke Jogja. Mungkin next year bisa jadi target waktu untuk bagpack lagi ke Jogja (jadi bisa nabung dari sekarang hehehe)

Wow...ternyata bagpack itu seru sekali apalagi kalo kita jalan sama temen2 yang se-hobi itu sangat2 menyenangkan. Kayak waktu ke bandung, temen-ku yang ikut juga orangnya asik jadi jalan kaki selama 11 jam menjadi menyenangkan :)
Pokoknya seru lah...



>Tgl. 21 Juni nanti aku dan komunitas pecinta sejarah kota tua Jakarta akan jalan-jalan gratis menyambut ulang tahun kota Jakarta. Ternyata kalau kita mau sedikit mengenal sejarah Jakarta, acara ini sangat menarik. Mungkin dulu waktu kita sekolah yang namanya pelajaran serajah nggak semuanya suka. Tapi, kalau udah lihat sendiri terus mengamati sendiri ternyata menyenangkan. At least apa yang udah dipelajari di sekolah kita bisa lihat langsung bukti nyatanya.

Aku sih seneng banget jalan-jalan museum to museum. Sementara yang udah aku kunjungin museum Fatahillah sama museum Wayang. Waktu itu pernah mau ke museum Seni Rupa yang ada di seberang Fatahillah tapi, karena keadaan sepi dan agak-agak gelap jadi ga jadi masuk deh hehehe...

Next destination, museum Gajah, museum MH.Thamrin, dll. Sebenernya koleksi museum kita banyak loh. Aku juga pengen ke planetarium, Cikini. Tapi, yang pasti aku ga mau ke museum prasasti sama satria mandala, lubang buaya, seyem... :)

Aku pernah cerita sama temen kalo pengen tuh ngunjungin pulau yang ada benteng belanda-nya. Sori namanya lupa ni, cuma kalo nggak salah letaknya di kep.seribu deh. Tapi temen-ku itu ga nyaranin soalnya dia bilang tempatnya agak angker gitu, jadi ya udah...ga masuk dalam daftar next destination :)

Mungkin buat sebagian orang hobi jalan2-ku itu sedikit aneh dan ga penting tapi, buat aku itu menyenangkan and it's cool man...soalnya kita bisa mengenal sejarah kota kita ini. Dan menurut aku kota tua Jakarta itu exotic dan masih ada sisa-sisa jaman Belanda dulu.

Nah...cerita selanjutnya tunggu aja ya abis aku nyusurin kota tua Jakarta tgl. 21 nanti.
Tgl. 21 Juni nanti aku dan komunitas pecinta sejarah kota tua Jakarta akan jalan-jalan gratis menyambut ulang tahun kota Jakarta. Ternyata kalau kita mau sedikit mengenal sejarah Jakarta, acara ini sangat menarik. Mungkin dulu waktu kita sekolah yang namanya pelajaran serajah nggak semuanya suka. Tapi, kalau udah lihat sendiri terus mengamati sendiri ternyata menyenangkan. At least apa yang udah dipelajari di sekolah kita bisa lihat langsung bukti nyatanya.

Aku sih seneng banget jalan-jalan museum to museum. Sementara yang udah aku kunjungin museum Fatahillah sama museum Wayang. Waktu itu pernah mau ke museum Seni Rupa yang ada di seberang Fatahillah tapi, karena keadaan sepi dan agak-agak gelap jadi ga jadi masuk deh hehehe...

Next destination, museum Gajah, museum MH.Thamrin, dll. Sebenernya koleksi museum kita banyak loh. Aku juga pengen ke planetarium, Cikini. Tapi, yang pasti aku ga mau ke museum prasasti sama satria mandala, lubang buaya, seyem... :)

Aku pernah cerita sama temen kalo pengen tuh ngunjungin pulau yang ada benteng belanda-nya. Sori namanya lupa ni, cuma kalo nggak salah letaknya di kep.seribu deh. Tapi temen-ku itu ga nyaranin soalnya dia bilang tempatnya agak angker gitu, jadi ya udah...ga masuk dalam daftar next destination :)

Mungkin buat sebagian orang hobi jalan2-ku itu sedikit aneh dan ga penting tapi, buat aku itu menyenangkan and it's cool man...soalnya kita bisa mengenal sejarah kota kita ini. Dan menurut aku kota tua Jakarta itu exotic dan masih ada sisa-sisa jaman Belanda dulu.

Nah...cerita selanjutnya tunggu aja ya abis aku nyusurin kota tua Jakarta tgl. 21 nanti.