>FEELING BLUE...

0 Comments
>Hari ini semua terasa menyedihkan. Ini lah efek di hari senin. Hari ini aku follow up apa yang menjadi tugasku dan hasilnya malah aku dimarahin huhuhuhu... :-( apakah salah kalau aku menjalankan tugasku?

Inilah sebenarnya yang aku nggak suka. Jadi marketing itu sebenarnya bukan kesenanganku. Dua kali aku merasakan menjadi marketing dan ternyata memang aku tidak menyukai bidang yang satu ini. Aku harus berhadapan dengan orang-orang yang pabrik yang aku juga nggak menguasai mekanisme mereka di lapangan seperti apa. Apalagi aku berkantor berbeda tempat dengan pabrik jadi, makin nggak jelaslah seperti apa keadaan di sana. Yang aku tahu aku hanya menjalankan tugasku follow up apa yang harusnya aku follow up tapi, pada kenyataannya malah aku yang di marahin. Terkadang aku nggak mengerti harusnya alurnya seperti apa? Rasanya aku sudah mengikuti apa yang jadi kesepakatan bersama, tapi...ujung-ujungnya harus berakhir dengan rasa kesal. Sementara apakah pihak pabrik mau mengerti kalau sampai berujung tidak puasnya buyer dengan keadaan seperti ini? Semua berjalan begitu lama dan lagi-lagi memang libur lebaran kemarin menjadi alasan terhambatnya semua prosedur.

Benar-benar minggu ini diawali dengan hari yang tidak menyenangkan. Berharap esok hari akan lebih baik dari hari ini. Cuaca diluar sana juga sedang mendung, sama seperti cuaca hatiku yang juga mendung. Kesal, karena semua beban follow up itu ada padaku. Sekarang kalau dari pihak intern tidak bisa mendukung, bagaimana? Dulu sewaktu di pabrik kayu, aku bisa langsung curhat sama GM-ku karena aku memang langsung dibawah supervisi GM dan begitu GM-ku bertindak baru semua departemen terkait akan menjalankan tugasnya. Kalau sekarang? Siapa yang akan mendengarkan curhatku?

Aku benar-benar nggak tahu harus bagaimana lagi. Sekarang kalau semua sample lama, sampai produksi pun tertunda apakah salahku juga? Aku sudah berusaha semaksimal mungkin mengikuti perkembangan yang ada tapi, kalau pada akhirnya kesalahan ditimpakan padaku aku harus bagaimana? Hanya pasrah jalan satu-satunya. Hanya berharap kebenaran akan berpihak. Jujur hari ini terasa pahit bagiku. Semangat kerja sama sekali tak ada. Kalaupun sampai ditegur karena kinerja kerja menurun tak apa, karena memang inilah keadaan yang ada.

Semua orang bilang nggak mau tahu. Terus siapa yang mau tahu? Beban aku lagi akhirnya. Kalau lihat keadaan seperti ini, aku juga bisa nggak mau tahu. Kalau yang lain boleh nggak pusing dan nggak mau mikirin, kenapa aku harus menyibukkan diri?

Tuhan...kenapa hari ini awalnya tidak baik ya?? Mimpi apa aku semalam? (pertanyaan klise terucap akhirnya) Rasanya disaat-saat seperti sekarang ini, ingin aku curhat dengan teman-ku tapi, apa dia mau ya dengar curhatku? Sementara aku tahu dia sendiri sedang sibuk dan banyak hal yang harus dia kerjain. Entahlah...biar aja semua berlalu seiringnya waktu. Aku ikutin aja alurnya seperti apa. Mungkin semua ini sudah satu paket dengan salary yang aku terima, semua all-in termasuk dimarah-marahin yang bukan pada porsinya.


Tulisan Lainnya:

Tidak ada komentar: