>Hari ini tepat seminggu yang lalu aku mengantarnya ke bandara Soekarno-Hatta. Melepasnya untuk shortcourse selama 3 minggu di Belanda. Dia mendapat beasiswa stuNed untuk shortcourse ini. Shortcourse ini bertujuan untuk memperdalam kontribusi jurnalisme multimedia terhadap independensi media. Kursus singkat ini diadakan di Radio Netherland Training Centre (RNTC) Hilversum, Belanda.

Kelasnya dimulai tgl. 26/4/10 yang lalu dan berakhir tgl. 14/5/10. Sebagai teman aku bangga melepasnya pergi untuk belajar di luar negeri, meskipun aku belum mengenalnya terlalu dalam feeling-ku mengatakan bahwa dia adalah orang yang sangat ingin memberikan kontribusinya di dunia jurnalisme. Dia ingin menjadi seorang reporter yang baik. Aku salut padanya. Keinginannya untuk belajar lebih dalam lagi dunia jurnalistik aku dukung 100%. Sejak mengenalnya juga aku jadi tertarik dunia jurnalistik, karena selama ini aku hanya menulis cerpen yang biasa-biasa saja sekarang aku belajar untuk menulis menyampaikan opini terkait isu-isu yang sedang beredar saat ini juga prosa-prosa, cerita singkat melalui media blog kompasiana.com.

Seperti pernah disampaikan Nurul Arifin bahwa jika kita ingin maju kita harus berada di lingkungan orang-orang yang maju. Jadi tak salah bila saat ini hasratku menulis harus terus dilakukan karena aku berada di antara orang-orang jurnalisme yang sehari-harinya menulis dan belajar menjadi seorang jurnalis yang kritis dan mengikuti perkembangan informasi yang ada saat ini.

Seminggu ini aku belum mendapat kabar darinya padahal aku sudah berkirim email padanya. Mungkin saja di sana dia sibuk dengan studi-nya. Dari berita yang aku lihat di web-nya Neso Indonesia bahwa disana para jurnalis (18 wartawan AJI) akan mendalami perkembangan terkini multimedia/ new media dan memperoleh kesempatan melakukan kunjungan ke beberapa organisasi terkait di Belanda.

Senangnya bisa mendapat kesempatan belajar media di Hilversum, Belanda yang terkenal dengan julukan "kota media". Setelah kembali ke tanah airpun para jurnalis yang mengikuti shortcourse tersebut diminta menyebarluaskan pengetahuan yang telah mereka peroleh selama pendidikan melalui blog atau website interaktif. Duhhh...jadi tak sabar menunggu tulisannya yang akan menjabarkan apa saja yang sudah diperolehnya disana sehingga teman-teman jurnalis lain juga aku bisa di-edukasi oleh mereka.

Mengenalnya ternyata begitu menginspirasi aku. Jadi buat aku, dirinya adalah inspirasiku, motivatorku (tanpa disadarinya). Aku terpacu sendiri karena aku berada dilingkungan jurnalisme. Aku berada di antara teman-teman yang dunianya begitu dinamis dengan pemberitaan disana-sini. Menyesal ada sih...kenapa tidak dari dulu aku mempunyai teman-teman yang positif seperti ini. Tapi, disyukuri saja lah karena lebih baik terlambat melakukannya daripada tidak sama sekali :-)

Perkenalan kami yang tidak sengaja ini seperti bait pertama lagu Gigi yang berjudul "My Facebook": berawal dari facebook baruku, kau datang dengan cara tiba-tiba. Tapi memang tiba-tiba sih, karena aku lagi cari teman-teman SMP tahu-tahu muncul request pertemanan darinya. Aku sempat berpikir apa teman SMP atau bukan. Akhirnya aku konfirm saja dan setelah lihat profilnya...alamaakkk...ternyata dia jurnalis salah satu TV swasta nasional dan hobinya pun sama denganku. Hmm...tanpa ragu-ragu ku kirim pesan di inbox-nya. Ternyata anaknya memang baik, bersahabat meskipun belum kenal.

Dari akhir Desember 2008 sampai sekitar April 2009 komunikasi via facebook tidak terlalu dekat. Baru dekat sekitar pertengahan atau mau ke akhir Mei 2009 karena aku mau ke Bandung dan menginap jadi minta referensi hotel yang murah. Lalu dia mengenalkan aku pada temannya yang pada akhirnya membantu perjalananku di Bandung.

Sejak itulah aku mulai komunikasi dengannya by sms dan YM. Senanglah punya teman seperti dirinya dan aku berharap pertemanan ini akan abadi, tak lekang oleh waktu (halah...puitis banget)
Hari ini tepat seminggu yang lalu aku mengantarnya ke bandara Soekarno-Hatta. Melepasnya untuk shortcourse selama 3 minggu di Belanda. Dia mendapat beasiswa stuNed untuk shortcourse ini. Shortcourse ini bertujuan untuk memperdalam kontribusi jurnalisme multimedia terhadap independensi media. Kursus singkat ini diadakan di Radio Netherland Training Centre (RNTC) Hilversum, Belanda.

Kelasnya dimulai tgl. 26/4/10 yang lalu dan berakhir tgl. 14/5/10. Sebagai teman aku bangga melepasnya pergi untuk belajar di luar negeri, meskipun aku belum mengenalnya terlalu dalam feeling-ku mengatakan bahwa dia adalah orang yang sangat ingin memberikan kontribusinya di dunia jurnalisme. Dia ingin menjadi seorang reporter yang baik. Aku salut padanya. Keinginannya untuk belajar lebih dalam lagi dunia jurnalistik aku dukung 100%. Sejak mengenalnya juga aku jadi tertarik dunia jurnalistik, karena selama ini aku hanya menulis cerpen yang biasa-biasa saja sekarang aku belajar untuk menulis menyampaikan opini terkait isu-isu yang sedang beredar saat ini juga prosa-prosa, cerita singkat melalui media blog kompasiana.com.

Seperti pernah disampaikan Nurul Arifin bahwa jika kita ingin maju kita harus berada di lingkungan orang-orang yang maju. Jadi tak salah bila saat ini hasratku menulis harus terus dilakukan karena aku berada di antara orang-orang jurnalisme yang sehari-harinya menulis dan belajar menjadi seorang jurnalis yang kritis dan mengikuti perkembangan informasi yang ada saat ini.

Seminggu ini aku belum mendapat kabar darinya padahal aku sudah berkirim email padanya. Mungkin saja di sana dia sibuk dengan studi-nya. Dari berita yang aku lihat di web-nya Neso Indonesia bahwa disana para jurnalis (18 wartawan AJI) akan mendalami perkembangan terkini multimedia/ new media dan memperoleh kesempatan melakukan kunjungan ke beberapa organisasi terkait di Belanda.

Senangnya bisa mendapat kesempatan belajar media di Hilversum, Belanda yang terkenal dengan julukan "kota media". Setelah kembali ke tanah airpun para jurnalis yang mengikuti shortcourse tersebut diminta menyebarluaskan pengetahuan yang telah mereka peroleh selama pendidikan melalui blog atau website interaktif. Duhhh...jadi tak sabar menunggu tulisannya yang akan menjabarkan apa saja yang sudah diperolehnya disana sehingga teman-teman jurnalis lain juga aku bisa di-edukasi oleh mereka.

Mengenalnya ternyata begitu menginspirasi aku. Jadi buat aku, dirinya adalah inspirasiku, motivatorku (tanpa disadarinya). Aku terpacu sendiri karena aku berada dilingkungan jurnalisme. Aku berada di antara teman-teman yang dunianya begitu dinamis dengan pemberitaan disana-sini. Menyesal ada sih...kenapa tidak dari dulu aku mempunyai teman-teman yang positif seperti ini. Tapi, disyukuri saja lah karena lebih baik terlambat melakukannya daripada tidak sama sekali :-)

Perkenalan kami yang tidak sengaja ini seperti bait pertama lagu Gigi yang berjudul "My Facebook": berawal dari facebook baruku, kau datang dengan cara tiba-tiba. Tapi memang tiba-tiba sih, karena aku lagi cari teman-teman SMP tahu-tahu muncul request pertemanan darinya. Aku sempat berpikir apa teman SMP atau bukan. Akhirnya aku konfirm saja dan setelah lihat profilnya...alamaakkk...ternyata dia jurnalis salah satu TV swasta nasional dan hobinya pun sama denganku. Hmm...tanpa ragu-ragu ku kirim pesan di inbox-nya. Ternyata anaknya memang baik, bersahabat meskipun belum kenal.

Dari akhir Desember 2008 sampai sekitar April 2009 komunikasi via facebook tidak terlalu dekat. Baru dekat sekitar pertengahan atau mau ke akhir Mei 2009 karena aku mau ke Bandung dan menginap jadi minta referensi hotel yang murah. Lalu dia mengenalkan aku pada temannya yang pada akhirnya membantu perjalananku di Bandung.

Sejak itulah aku mulai komunikasi dengannya by sms dan YM. Senanglah punya teman seperti dirinya dan aku berharap pertemanan ini akan abadi, tak lekang oleh waktu (halah...puitis banget)
>
Tanggal 25 April 2010 lalu PT Asuransi Jiwasraya menggelar acara "FUN WALK". Acara tersebut diadakan sebagai ajang silahturahmi antara pensiunan dan karyawan Jiwasraya. Peserta yang ikut kurang lebih sekitar 3500 orang dan Fun Walk tersebut dimulai dari halaman PT Asuransi Jiwasraya Pusat di Jl. Ir. Juanda dan rute yang ditempuh adalah Jl. Veteran, Thamrin - Bundaran Hotel Indonesia dan berakhir di halaman Monas.

Acara ini sudah dipersiapkan oleh panitia yang berjumlah 10 orang semenjak awal tahun 2010. Menurut saya acara ini berjalan sukses dan semua peserta merasa senang dengan adanya acara seperti ini, terlihat dari wajah-wajah bahagia tiap orang yang mungkin saja sudah lama tidak bertemu dengan teman lama dan saling mengenalkan keluarga masing-masing baik antar pensiunan maupun dengan karyawan yang masih aktif bekerja. Semua menikmati acara yang disuguhkan sambil menunggu door prize yang diantaranya ada handphone Black Berry, Nokia, sepeda lipat dan hadiah utama sebuah motor Yamaha Mio.

Selain ajang silahturahmi juga menyehatkan karena acara ini dimulai jam 07.00 - 11.00 jadi, panas matahari tidak terlalu menyengat. Mudah-mudahan tahun depan ajang seperti ini bisa dilakukan lagi.

Tanggal 25 April 2010 lalu PT Asuransi Jiwasraya menggelar acara "FUN WALK". Acara tersebut diadakan sebagai ajang silahturahmi antara pensiunan dan karyawan Jiwasraya. Peserta yang ikut kurang lebih sekitar 3500 orang dan Fun Walk tersebut dimulai dari halaman PT Asuransi Jiwasraya Pusat di Jl. Ir. Juanda dan rute yang ditempuh adalah Jl. Veteran, Thamrin - Bundaran Hotel Indonesia dan berakhir di halaman Monas.

Acara ini sudah dipersiapkan oleh panitia yang berjumlah 10 orang semenjak awal tahun 2010. Menurut saya acara ini berjalan sukses dan semua peserta merasa senang dengan adanya acara seperti ini, terlihat dari wajah-wajah bahagia tiap orang yang mungkin saja sudah lama tidak bertemu dengan teman lama dan saling mengenalkan keluarga masing-masing baik antar pensiunan maupun dengan karyawan yang masih aktif bekerja. Semua menikmati acara yang disuguhkan sambil menunggu door prize yang diantaranya ada handphone Black Berry, Nokia, sepeda lipat dan hadiah utama sebuah motor Yamaha Mio.

Selain ajang silahturahmi juga menyehatkan karena acara ini dimulai jam 07.00 - 11.00 jadi, panas matahari tidak terlalu menyengat. Mudah-mudahan tahun depan ajang seperti ini bisa dilakukan lagi.
>
Perhatikan gambar disamping ini, menurut saya ini salah satu pemandangan kontras yang ada di ibu kota Jakarta dimana seorang bocah tertidur pulas beratapkan langit saat suasana begitu hiruk pikuk di bundaran Hotel Indonesia hari Minggu (25/4/10) pagi. Gambar ini saya ambil saat melintas di jembatan penyeberangan busway di depan hotel Grand Hyatt, Plaza Indonesia.

Keadaan seperti ini tidak hanya dapat ditemui di sana, masih banyak tempat lagi bahkan di sepanjang jalan raya kita bisa melihat bagaimana anak-anak yang berkeliaran di jalan dengan kecrekan atau hanya nyanyi tepuk-tepuk tangan dan mengharapkan imbalan uang receh-receh.

Bagaimana pemerintah kota menanggapinya?

Perhatikan gambar disamping ini, menurut saya ini salah satu pemandangan kontras yang ada di ibu kota Jakarta dimana seorang bocah tertidur pulas beratapkan langit saat suasana begitu hiruk pikuk di bundaran Hotel Indonesia hari Minggu (25/4/10) pagi. Gambar ini saya ambil saat melintas di jembatan penyeberangan busway di depan hotel Grand Hyatt, Plaza Indonesia.

Keadaan seperti ini tidak hanya dapat ditemui di sana, masih banyak tempat lagi bahkan di sepanjang jalan raya kita bisa melihat bagaimana anak-anak yang berkeliaran di jalan dengan kecrekan atau hanya nyanyi tepuk-tepuk tangan dan mengharapkan imbalan uang receh-receh.

Bagaimana pemerintah kota menanggapinya?
>
Mendengar, melihat sosok Nurul Arifin tidak ada seorangpun yang tidak mengenalnya. Kiprahnya di dunia hiburan sejak tahun 1984 sudah menghasilkan belasan judul film dan citranya sebagai artis tidak diragukan lagi. Tahun 1991 menikah dengan seorang jurnalis Mayong Suryo Laksono dan dikaruniai 2 orang anak.

Kiprah Nurul dipanggung politik dimulai sejak tahun 1997, saat itu beliau sebagai aktifis perempuan dan pada akhirnya memilih fokus berpolitik. Saat ini selain tercatat di Komisi II DPR, beliau juga masih beraktivitas menyuarakan kepedulian AIDS dan Narkoba.

Saat beliau menjadi pembicara di acara Kompasiana Modis (24/4/10) lalu beliau begitu jujur, terbuka dengan masa-masa beliau berkampanye sampai masalah dengan putrinya yang sudah sebulan ini tidak bertegur sapa. Kepeduliannya terhadap kaum perempuan dikarenakan perkataan ibu Kartini bahwa pendidikan pertama anak ada di pangkuan ibu. Jadi bila seorang perempuan tidak dibekali pendidikan yang cukup bagaimana bisa menjadi pendidik yang baik bagi keluarganya? Atas dasar itulah Nurul ingin menjadikan perempuan Indonesia sosok yang mengerti akan perannya dan juga beliau ingin perempuan Indonesia mendapatkan kedudukan yang sama di tingkat parlemen.

Menurut saya istilah dapur, sumur, kasur yang diidentikkan bagi kaum perempuan mungkin masih berlaku di daerah pedesaan tapi tidak berlaku bagi kaum perempuan di daerah perkotaan yang dinamis dan modern. Untuk itulah Nurul sebagai aktivis perempuan diharapkan bisa memajukan atau memodernisasi kaum perempuan di daerah-daerah yang belum terjangkau informasi. Bahkan beliau mengatakan bahwa demokrasi itu berawal dari kasur.

Memang tepat acara Modis kemarin menghadirkan Nurul Arifin sebagai pembicara. Istilah di balik laki-laki yang kuat ada wanita yang hebat itu sudah biasa. Tapi, melihat sosok Nurul justru di balik wanita yang kuat ada pria yang hebat. Semua kegiatan Nurul di dunia politik didukung sepenuhnya oleh sang suami, Mayong. Bahkan dalam kesempatan Modis kemarin Nurul sempat mengatakan bahwa beliau banyak belajar sabar dari Mayong. Kombinasi yang baik dimana disatu pihak Nurul adalah orang yang tidak sabaran sementara Mayong orang yang sabar.

Terkait dengan maraknya artis yang mencalonkan diri menjadi politisi, Nurul juga mengatakan bahwa untuk menjadi seorang politisi itu tidak mudah banyak hal yang perlu diperhatikan tidak hanya mengandalkan popularitas. Tidak bisa instan, harus bisa menguasai masalah dan memberikan solusi. Ada benarnya pendapat Nurul karena, bila seorang politisi hanya mengandalkan popularitas tanpa tahu bagaimana mengatasi masalah yang ada apa jadinya daerah yang dipimpinnya itu?

Seperti halnya Nurul untuk menunjukkan kesungguhannya terjun di dunia politik, beliau melanjutkan pendidikan S2 di UI mengambil jurusan Ilmu Politik. Nurul benar-benar membekali dirinya dengan pengetahuan yang mendukung karirnya di politik. Mungkin para artis yang ingin terjun di dunia politik bisa belajar dari Nurul.

Saat ini saya melihat Nurul bukan lagi dari sosok ke-artisan-nya tapi sebagai tokoh politik yang mewakili suara rakyat di gedung yang bergengsi itu. Mudah-mudahan semakin banyak perempuan yang tertarik terjun di dunia politik seperti Nurul Arifin.





Mendengar, melihat sosok Nurul Arifin tidak ada seorangpun yang tidak mengenalnya. Kiprahnya di dunia hiburan sejak tahun 1984 sudah menghasilkan belasan judul film dan citranya sebagai artis tidak diragukan lagi. Tahun 1991 menikah dengan seorang jurnalis Mayong Suryo Laksono dan dikaruniai 2 orang anak.

Kiprah Nurul dipanggung politik dimulai sejak tahun 1997, saat itu beliau sebagai aktifis perempuan dan pada akhirnya memilih fokus berpolitik. Saat ini selain tercatat di Komisi II DPR, beliau juga masih beraktivitas menyuarakan kepedulian AIDS dan Narkoba.

Saat beliau menjadi pembicara di acara Kompasiana Modis (24/4/10) lalu beliau begitu jujur, terbuka dengan masa-masa beliau berkampanye sampai masalah dengan putrinya yang sudah sebulan ini tidak bertegur sapa. Kepeduliannya terhadap kaum perempuan dikarenakan perkataan ibu Kartini bahwa pendidikan pertama anak ada di pangkuan ibu. Jadi bila seorang perempuan tidak dibekali pendidikan yang cukup bagaimana bisa menjadi pendidik yang baik bagi keluarganya? Atas dasar itulah Nurul ingin menjadikan perempuan Indonesia sosok yang mengerti akan perannya dan juga beliau ingin perempuan Indonesia mendapatkan kedudukan yang sama di tingkat parlemen.

Menurut saya istilah dapur, sumur, kasur yang diidentikkan bagi kaum perempuan mungkin masih berlaku di daerah pedesaan tapi tidak berlaku bagi kaum perempuan di daerah perkotaan yang dinamis dan modern. Untuk itulah Nurul sebagai aktivis perempuan diharapkan bisa memajukan atau memodernisasi kaum perempuan di daerah-daerah yang belum terjangkau informasi. Bahkan beliau mengatakan bahwa demokrasi itu berawal dari kasur.

Memang tepat acara Modis kemarin menghadirkan Nurul Arifin sebagai pembicara. Istilah di balik laki-laki yang kuat ada wanita yang hebat itu sudah biasa. Tapi, melihat sosok Nurul justru di balik wanita yang kuat ada pria yang hebat. Semua kegiatan Nurul di dunia politik didukung sepenuhnya oleh sang suami, Mayong. Bahkan dalam kesempatan Modis kemarin Nurul sempat mengatakan bahwa beliau banyak belajar sabar dari Mayong. Kombinasi yang baik dimana disatu pihak Nurul adalah orang yang tidak sabaran sementara Mayong orang yang sabar.

Terkait dengan maraknya artis yang mencalonkan diri menjadi politisi, Nurul juga mengatakan bahwa untuk menjadi seorang politisi itu tidak mudah banyak hal yang perlu diperhatikan tidak hanya mengandalkan popularitas. Tidak bisa instan, harus bisa menguasai masalah dan memberikan solusi. Ada benarnya pendapat Nurul karena, bila seorang politisi hanya mengandalkan popularitas tanpa tahu bagaimana mengatasi masalah yang ada apa jadinya daerah yang dipimpinnya itu?

Seperti halnya Nurul untuk menunjukkan kesungguhannya terjun di dunia politik, beliau melanjutkan pendidikan S2 di UI mengambil jurusan Ilmu Politik. Nurul benar-benar membekali dirinya dengan pengetahuan yang mendukung karirnya di politik. Mungkin para artis yang ingin terjun di dunia politik bisa belajar dari Nurul.

Saat ini saya melihat Nurul bukan lagi dari sosok ke-artisan-nya tapi sebagai tokoh politik yang mewakili suara rakyat di gedung yang bergengsi itu. Mudah-mudahan semakin banyak perempuan yang tertarik terjun di dunia politik seperti Nurul Arifin.




>
Kemarin (22/4/10) diperingati sebagai hari bumi. Sebenarnya sejak kapan ya hari bumi ini diperingati? Apa sejak ozon mulai menipis? Beramai-ramai orang di seluruh dunia menyerukan pembatasan penggunaan bahan-bahan yang membuat lapisan ozon makin menipis. Mengurangi pemakaian listrik yang berlebihan, mengurangi pemakaian kantung plastik dan lain sebagainya.

Sebenarnya perkara menjaga bumi ini sudah disuarakan dari kapan-kapan bahkan almarhum Michael Jackson lewat lagu-lagunya pun sudah menyuarakan untuk menjaga bumi ini agar ekosistemnya tidak punah. Hanya saja manusia terlalu menggampangkan banyak hal. Membuang sampah sembarangan juga sudah menjadi satu hobi atau suatu kebiasaan. Pada akhirnya jika banjir mulai melanda kepanikan dan mulai saling menyalahkan terjadi.

Tapi, memang dirasa-rasa belakangan ini sengatan matahari benar-benar seperti menembus kulit dan itu yang berbahaya bisa menimbulkan kanker kulit. Memang mengerikan kalau matahari panasnya sudah menyengat begitu, lapisan es di kutub utara pun bisa meleleh. Kalau lapisan es meleleh wihh...entah apa yang terjadi dengan bumi ini pastinya daratan-daratan akan tenggelam.

Seperti banyaknya gempa bumi yang terjadi dari tahun 2009, pergeseran-pergeseran lempeng bumi ini menandakan apa?

Langkah yang bisa diambil untuk menyelamatkan bumi ini diantaranya dengan mengurangi polusi suara, polusi udara, radiasi, polusi cahaya, pemakaian kantung plastik karena bahan bahan plastik yang digunakan tidak semuanya bisa hancur dalam waktu tertentu, itu yang berbahaya karena tanah tidak bisa menyerapnya. Jadi cobalah dengar kembali lagu-lagu alm. Michael Jackson tentang penyelamatan bumi ini karena bumi ini adalah tempat tinggal kita dan nantinya juga akan tetap didiami anak cucu kita. Sama-sama kita jaga kelestariannya.

Kemarin (22/4/10) diperingati sebagai hari bumi. Sebenarnya sejak kapan ya hari bumi ini diperingati? Apa sejak ozon mulai menipis? Beramai-ramai orang di seluruh dunia menyerukan pembatasan penggunaan bahan-bahan yang membuat lapisan ozon makin menipis. Mengurangi pemakaian listrik yang berlebihan, mengurangi pemakaian kantung plastik dan lain sebagainya.

Sebenarnya perkara menjaga bumi ini sudah disuarakan dari kapan-kapan bahkan almarhum Michael Jackson lewat lagu-lagunya pun sudah menyuarakan untuk menjaga bumi ini agar ekosistemnya tidak punah. Hanya saja manusia terlalu menggampangkan banyak hal. Membuang sampah sembarangan juga sudah menjadi satu hobi atau suatu kebiasaan. Pada akhirnya jika banjir mulai melanda kepanikan dan mulai saling menyalahkan terjadi.

Tapi, memang dirasa-rasa belakangan ini sengatan matahari benar-benar seperti menembus kulit dan itu yang berbahaya bisa menimbulkan kanker kulit. Memang mengerikan kalau matahari panasnya sudah menyengat begitu, lapisan es di kutub utara pun bisa meleleh. Kalau lapisan es meleleh wihh...entah apa yang terjadi dengan bumi ini pastinya daratan-daratan akan tenggelam.

Seperti banyaknya gempa bumi yang terjadi dari tahun 2009, pergeseran-pergeseran lempeng bumi ini menandakan apa?

Langkah yang bisa diambil untuk menyelamatkan bumi ini diantaranya dengan mengurangi polusi suara, polusi udara, radiasi, polusi cahaya, pemakaian kantung plastik karena bahan bahan plastik yang digunakan tidak semuanya bisa hancur dalam waktu tertentu, itu yang berbahaya karena tanah tidak bisa menyerapnya. Jadi cobalah dengar kembali lagu-lagu alm. Michael Jackson tentang penyelamatan bumi ini karena bumi ini adalah tempat tinggal kita dan nantinya juga akan tetap didiami anak cucu kita. Sama-sama kita jaga kelestariannya.
>
Semalam aku menerima berita duka dari salah satu rekan kerja yang mana ibunya meninggal dunia. Mendengar kata-kata Kematian mungkin membuat kita semua bergidik. Bagaimana tidak, kata-kata itu bagai kata-kata tabu yang tidak boleh sembarangan diucapkan. Padahal kenyataannya semua orang akan mengalami kematian dan tidak ada yang kekal di muka bumi ini. Tapi jujur, buat aku mendengar kata "kematian" juga membuat bulu kuduk berdiri apalagi kalau menyangkut orang terdekat atau orang terkasih.

Ramai terdengar gonjang ganjing soal kiamat yang katanya bumi akan hancur di tahun 2012. Berbondong-bondong orang ingin tahu dari film yang sempat membuat antrian panjang di bioskop-bioskop seperti apa sih kiamat 2012 nanti? Sebenarnya berita tentang akhir jaman itu kan sudah dari kapan-kapan marak juga dibicarakan orang tapi begitu sudah ditetapkan tahunnya orang semakin kasak-kusuk. Kematian, kepunahan manusia sudah semakin dekat. Padahal menurut alkitab tidak ada seorang pun yang tahu kapan kiamat itu akan datang. Yang pasti saat ini manusia sudah berada di akhir jaman. Tanda-tanda akhir jaman yang tertulis di alkitab pun satu per satu di genapi.

Kalau kita semua sudah tahu bahwa suatu saat bumi ini akan berakhir harusnya masing-masing kita mempersiapkan diri. Mungkin dari amal dan perbuatannya sudah mulai diperbaiki. Kalau ditanya orang per orang mengenai kematian pada umumnya kata yang keluar adalah takut, belum siap. Saya pun akan menjawab hal yang sama. Siapa juga belum ada yang siap menyambut kematian kecuali orang yang sudah sakit parah biasanya mereka lebih berpasrah pada kematian, tapi kalau kematian itu sudah menjemput siapa yang kuasa untuk menolaknya? Beda dengan orang yang menawarkan dirinya pada malaikat kematian alias bunuh diri. Orang yang bunuh diri itupun pasti ada rasa takut pada kematian hanya saja semua itu dilawannya kalau mengingat pada beban hidup, rasa sakit hati dan memilih mengakhiri hidup daripada harus menghadapi persoalan hidup.

KEMATIAN...kematian adalah awal kehidupan baru setelah di bumi. Bila amal ibadah perbuatan kita semasa hidup baik maka surga/nirwana akan menerima kita dengan tangan terbuka. Sekalipun raga ini sudah tak mampu bergerak, ruh ini akan tetap hidup kekal dan terbebas dari rasa sakit, sedih, penderitaan. Tetapi bila amal ibadah perbuatan kita semasa hidup tidak baik, seperti yang kita semua sudah tahu bahwa pintu neraka pun tak kalah lebarnya menyambut jiwa-jiwa yang siap untuk dihanguskan, mengalami pencucian jiwa yang abadi.

Pertanyaannya apakah kita sudah siap jika kematian menjemput? Apakah bekal rohani yang sudah disiapkan untuk menghadap-Nya?

Semalam aku menerima berita duka dari salah satu rekan kerja yang mana ibunya meninggal dunia. Mendengar kata-kata Kematian mungkin membuat kita semua bergidik. Bagaimana tidak, kata-kata itu bagai kata-kata tabu yang tidak boleh sembarangan diucapkan. Padahal kenyataannya semua orang akan mengalami kematian dan tidak ada yang kekal di muka bumi ini. Tapi jujur, buat aku mendengar kata "kematian" juga membuat bulu kuduk berdiri apalagi kalau menyangkut orang terdekat atau orang terkasih.

Ramai terdengar gonjang ganjing soal kiamat yang katanya bumi akan hancur di tahun 2012. Berbondong-bondong orang ingin tahu dari film yang sempat membuat antrian panjang di bioskop-bioskop seperti apa sih kiamat 2012 nanti? Sebenarnya berita tentang akhir jaman itu kan sudah dari kapan-kapan marak juga dibicarakan orang tapi begitu sudah ditetapkan tahunnya orang semakin kasak-kusuk. Kematian, kepunahan manusia sudah semakin dekat. Padahal menurut alkitab tidak ada seorang pun yang tahu kapan kiamat itu akan datang. Yang pasti saat ini manusia sudah berada di akhir jaman. Tanda-tanda akhir jaman yang tertulis di alkitab pun satu per satu di genapi.

Kalau kita semua sudah tahu bahwa suatu saat bumi ini akan berakhir harusnya masing-masing kita mempersiapkan diri. Mungkin dari amal dan perbuatannya sudah mulai diperbaiki. Kalau ditanya orang per orang mengenai kematian pada umumnya kata yang keluar adalah takut, belum siap. Saya pun akan menjawab hal yang sama. Siapa juga belum ada yang siap menyambut kematian kecuali orang yang sudah sakit parah biasanya mereka lebih berpasrah pada kematian, tapi kalau kematian itu sudah menjemput siapa yang kuasa untuk menolaknya? Beda dengan orang yang menawarkan dirinya pada malaikat kematian alias bunuh diri. Orang yang bunuh diri itupun pasti ada rasa takut pada kematian hanya saja semua itu dilawannya kalau mengingat pada beban hidup, rasa sakit hati dan memilih mengakhiri hidup daripada harus menghadapi persoalan hidup.

KEMATIAN...kematian adalah awal kehidupan baru setelah di bumi. Bila amal ibadah perbuatan kita semasa hidup baik maka surga/nirwana akan menerima kita dengan tangan terbuka. Sekalipun raga ini sudah tak mampu bergerak, ruh ini akan tetap hidup kekal dan terbebas dari rasa sakit, sedih, penderitaan. Tetapi bila amal ibadah perbuatan kita semasa hidup tidak baik, seperti yang kita semua sudah tahu bahwa pintu neraka pun tak kalah lebarnya menyambut jiwa-jiwa yang siap untuk dihanguskan, mengalami pencucian jiwa yang abadi.

Pertanyaannya apakah kita sudah siap jika kematian menjemput? Apakah bekal rohani yang sudah disiapkan untuk menghadap-Nya?
>
Siapa yang tidak kenal dengan sosok ibu Kartini, seorang tokoh perjuangan emansipasi wanita yang menjadikan kaum wanita di Indonesia memiliki kesetaraan dengan kaum pria dalam hal menimba ilmu dan juga mempertahankan haknya sebagai wanita.

Kartini lahir tanggal 21 April 1879. Terlahir dari keluarga golongan priyayi, ayahnya RM. Adipati Aryo Sosroningrat adalah bupati Jepara. Meskipun keluarganya tergolong mampu tapi karena adat tradisi Jawa yang pada akhirnya menghambat kemerdekaan Kartini dalam melanjutkan jenjang pendidikannya. Hingga usia 12 tahun Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School) dan beliau pun pandai berbahasa Belanda. Setelah usia 12 tahun Kartini tidak melanjutkan pendidikannya lagi karena sudah dipingit.

Dengan kepandaiannya berbahasa Belanda itulah beliau mulai berkorespondensi dengan teman-temannya yang berasal dari Belanda. Salah satunya Rosa Abendanon. Kartini tertarik dengan kemajuan berpikir wanita Eropa dan beliau berkeinginan untuk memajukan kaum wanita pribumi karena dilihatnya kaum wanita pribumi berada pada status sosial yang rendah.

Beliau begitu prihatin dan sedih pada saat itu dimana kaum wanita itu terkungkung oleh adat istiadat, tidak boleh berpendidikan tinggi, dipingit, dinikahkan dengan pria yang tidak dikenal dan harus mau dimadu. Hal-hal itu dirasakan Kartini sebagai pembunuhan hak bagi kaum wanita. Beliau ingin wanita itu memiliki kebebasan yang sama dengan pria.

Kartini sendiripun mengalami pernikahan yang didasari perjodohan. Saat itu Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Beruntungnya suami Kartini memberikan kebebasan dan dukungan kepada Kartini untuk mendirikan sekolah bagi kaum wanita. Kartini meninggal saat berusia 25 tahun.

Setelah Kartini meninggal suami dari Rosa Abendanon mengumpulkan surat-surat Kartini dan menjadikannya buku "Habis Gelap Terbitlah Terang". Tidak hanya dengan Rosa, Kartini juga berkirim surat dengan Stella Zeehandelaar beliau berbicara banyak hal mengenai sosial, budaya, agama bahkan korupsi.

Patutlah bersyukur dengan lahirnya tokoh Kartini kaum wanita saat ini sudah tidak lagi hidup terkungkung oleh adat istiadat yang mematikan hak-hak kaum wanita dan mengangkat derajat kaum wanita. Saat ini banyak sudah beberapa profesi yang tidak hanya di dominasi kaum pria tetapi kaum wanita pun bisa seperti; supir, pilot sampai tukang ojek pun ada yang dilakoni oleh kaum wanita. Karena itu Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.

Sumber: Wikipedia

Siapa yang tidak kenal dengan sosok ibu Kartini, seorang tokoh perjuangan emansipasi wanita yang menjadikan kaum wanita di Indonesia memiliki kesetaraan dengan kaum pria dalam hal menimba ilmu dan juga mempertahankan haknya sebagai wanita.

Kartini lahir tanggal 21 April 1879. Terlahir dari keluarga golongan priyayi, ayahnya RM. Adipati Aryo Sosroningrat adalah bupati Jepara. Meskipun keluarganya tergolong mampu tapi karena adat tradisi Jawa yang pada akhirnya menghambat kemerdekaan Kartini dalam melanjutkan jenjang pendidikannya. Hingga usia 12 tahun Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School) dan beliau pun pandai berbahasa Belanda. Setelah usia 12 tahun Kartini tidak melanjutkan pendidikannya lagi karena sudah dipingit.

Dengan kepandaiannya berbahasa Belanda itulah beliau mulai berkorespondensi dengan teman-temannya yang berasal dari Belanda. Salah satunya Rosa Abendanon. Kartini tertarik dengan kemajuan berpikir wanita Eropa dan beliau berkeinginan untuk memajukan kaum wanita pribumi karena dilihatnya kaum wanita pribumi berada pada status sosial yang rendah.

Beliau begitu prihatin dan sedih pada saat itu dimana kaum wanita itu terkungkung oleh adat istiadat, tidak boleh berpendidikan tinggi, dipingit, dinikahkan dengan pria yang tidak dikenal dan harus mau dimadu. Hal-hal itu dirasakan Kartini sebagai pembunuhan hak bagi kaum wanita. Beliau ingin wanita itu memiliki kebebasan yang sama dengan pria.

Kartini sendiripun mengalami pernikahan yang didasari perjodohan. Saat itu Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Beruntungnya suami Kartini memberikan kebebasan dan dukungan kepada Kartini untuk mendirikan sekolah bagi kaum wanita. Kartini meninggal saat berusia 25 tahun.

Setelah Kartini meninggal suami dari Rosa Abendanon mengumpulkan surat-surat Kartini dan menjadikannya buku "Habis Gelap Terbitlah Terang". Tidak hanya dengan Rosa, Kartini juga berkirim surat dengan Stella Zeehandelaar beliau berbicara banyak hal mengenai sosial, budaya, agama bahkan korupsi.

Patutlah bersyukur dengan lahirnya tokoh Kartini kaum wanita saat ini sudah tidak lagi hidup terkungkung oleh adat istiadat yang mematikan hak-hak kaum wanita dan mengangkat derajat kaum wanita. Saat ini banyak sudah beberapa profesi yang tidak hanya di dominasi kaum pria tetapi kaum wanita pun bisa seperti; supir, pilot sampai tukang ojek pun ada yang dilakoni oleh kaum wanita. Karena itu Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.

Sumber: Wikipedia
>Hari ini buatku adalah hari yang full carbo alias hari yang penuh dengan karbohidrat. Gimana nggak, dari pagi aku makan nasi dengan pecel dan siang aku makan nasi lagi tapi dengan menu yang beraneka ragam ada sayur, ayam, seafood, sup (psst...menu makan siang beraneka ragam karena Manager-ku traktir hehehe) dan siang ini benar-benar full tank. Belum lagi tadi pagi temanku membagi nasi uduk-nya tapi masih tersimpan rapi di piring kecil dan ku taruh di laci "pandora" ku ^^ entah apa yang akan ku lakukan dengan nasi uduk itu. Kasihan sih kalau dibuang tapi sumpah sepertinya sudah tidak ada ruang lagi diperutku ini.

Hasil full tank hari ini adalah NGANTUK...mataku sudah mulai berat padahal ada segelas ice Latte yang menemaniku tapi rupa-rupanya nggak mempan. Aku pikir aku harus melakukan sesuatu nih supaya mataku tidak tertutup akhirnya ya...ini aku menuliskan kejadian hari ini ^^. Untung hari ini hari terakhir kerja ya..agak sedikit malas-malas lah (padahal tiap hari juga hehehe...)

Besok libur, mm...rencananya besok aku mau jalan-jalan ke Kota Toea sama papaku dan kemana lagi ya?? mmm...oh ya mau ajak beliau makan "Bebek Kaleyo" ^^, hampir lupa mau ke Roxy juga mau benerin charger "BB" wanna be-ku yang sepertinya sudah mampus nggak tahu kenapa. Mumpung masih ada garansinya karena belum setahun aku pakai sudah bermasalah, tapi nggak tahu ya apakah untuk charger ada garansi apa nggak. Mau ke pameran batik di JCC tapi nggak tahu papaku mau apa nggak. Kebanyakan acara nih hehehe...ya..mumpung ada waktunya.
Hari ini buatku adalah hari yang full carbo alias hari yang penuh dengan karbohidrat. Gimana nggak, dari pagi aku makan nasi dengan pecel dan siang aku makan nasi lagi tapi dengan menu yang beraneka ragam ada sayur, ayam, seafood, sup (psst...menu makan siang beraneka ragam karena Manager-ku traktir hehehe) dan siang ini benar-benar full tank. Belum lagi tadi pagi temanku membagi nasi uduk-nya tapi masih tersimpan rapi di piring kecil dan ku taruh di laci "pandora" ku ^^ entah apa yang akan ku lakukan dengan nasi uduk itu. Kasihan sih kalau dibuang tapi sumpah sepertinya sudah tidak ada ruang lagi diperutku ini.

Hasil full tank hari ini adalah NGANTUK...mataku sudah mulai berat padahal ada segelas ice Latte yang menemaniku tapi rupa-rupanya nggak mempan. Aku pikir aku harus melakukan sesuatu nih supaya mataku tidak tertutup akhirnya ya...ini aku menuliskan kejadian hari ini ^^. Untung hari ini hari terakhir kerja ya..agak sedikit malas-malas lah (padahal tiap hari juga hehehe...)

Besok libur, mm...rencananya besok aku mau jalan-jalan ke Kota Toea sama papaku dan kemana lagi ya?? mmm...oh ya mau ajak beliau makan "Bebek Kaleyo" ^^, hampir lupa mau ke Roxy juga mau benerin charger "BB" wanna be-ku yang sepertinya sudah mampus nggak tahu kenapa. Mumpung masih ada garansinya karena belum setahun aku pakai sudah bermasalah, tapi nggak tahu ya apakah untuk charger ada garansi apa nggak. Mau ke pameran batik di JCC tapi nggak tahu papaku mau apa nggak. Kebanyakan acara nih hehehe...ya..mumpung ada waktunya.
>Di ujung jalan sana nampak bayang sosok seorang laki-laki. Berjalan gontai dengan menyampirkan jaket di pundaknya. Ku lihat samar kepulan asap ke udara, hmm...sedang merokok dia rupanya. Ku perhatikan langkahnya makin dekat ke arahku yang sedang duduk santai di pos ronda. Malam ini dingin karena habis hujan.

"Mas...", ku sapa laki-laki itu.

"Mari mampir mas. Kebetulan saya punya kopi panas.", sambil ku acungkan termos tanggung yang tadi sengaja ku bawa untuk menemaniku jaga malam.

"Dari mana mas?", ku perhatikan laki-laki ini masih bungkam, hanya kepulan asap yang keluar dari mulutnya. Jaket lusuhnya seperti sudah berbulan-bulan tak dicuci. Lalu ku tuangkan kopi dari termos ke dalam gelas kosong yang ada di sebelah gelasku. Ku angsurkan gelas itu ke dekat kakinya. Masih tanpa reaksi laki-laki itu meneguk isi gelasnya. Kalau dilihat dari penampilannya dengan memakai kaos abu-abu, jins setengah belel dan sepatu kets warna hitam, aku menaksir umur laki-laki ini masih dibawah 30 tahun, hanya saja karena rambutnya yang sedikit gondrong, kumisan seperti nampak usia 30 tahun.

"Saya belum pernah melihat mas, sepertinya mas bukan warga sini ya?", tanyaku dengan harapan akan keluar kata-kata pengganti kepulan asap. Ku dengar tarikan nafasnya.

"Iya, saya mau ke rumah teman saya di perempatan jalan sana." Fiuh...akhirnya keluar juga kata-kata dari mulutnya, berarti laki-laki ini tidak bisu. Kuulurkan tanganku untuk berkenalan.

"War...", katanya.

"Dan...", kataku.

"Terima kasih untuk kopinya.", dengan nada datar War mengucap terima kasih.

"Mmmm...kalau boleh tahu mas War mau ketemu siapa?", tanyaku ingin tahu.

"Saya mau ketemu Sigit."

"Ooo...Sigit sang pujangga." satu RT kami ini siapa yang tidak kenal Sigit, seniman nyentrik yang masih setia dengan celana model cutbrai, baju ketat dipadu vest dan tak lupa topi petnya. Tapi, sepertinya War ini teman barunya Sigit karena aku tahu siapa-siapa saja yang suka nongkrong di rumah Sigit.

"Tapi mas kalau sudah tengah malam begini orangnya sudah tidur. Kalau nggak keberatan masnya bisa istirahat di sini, nanti kalau matahari sudah muncul baru ke rumah Sigit." Setelah mendengar penawaranku War lalu mencopot sepatunya dan menyenderkan badannya di tembok pos ronda. Ku lihat tatapan matanya seperti tak bergairah, raut wajahnya menyiratkan beban hidup yang berat sedang ditanggungnya.

Kami berdua terdiam dalam sepi. Aku penasaran tapi...entah apa yang akan ku tanyakan. Laki-laki ini diam tapi air mukanya seakan bercerita dan aku bisa membaca apa yang terjadi. Sepertinya War sedang punya masalah dengan pasangan. Lelah, sedih nampak berbaur jadi satu. Jangan-jangan habis putus cinta...

Perempuan itu sepertinya tidak tahan dengan gaya hidup War yang bebas tanpa aturan, berusaha berubah tapi tak berubah. War sayang dengan perempuan itu, dia nggak mau kehilangannya tapi apa daya...perempuan itu...

"Mas..mas...", aku merasa ada tepukan di pundakku. Aku lalu mengerjapkan mata dan ya ampun...kenapa aku jadi bernarasi sendiri?

"Kenapa mas Dan dari tadi memandangi saya seperti melihat orang aneh?"

"Mmm...maaf mas. Sepertinya mas War sedang ada masalah ya?"

"Tahu darimana kamu?"

"Maaf mas, raut wajah mas mengisyaratkan seperti itu."

War terdiam dan menghela nafas panjang. Waduh...aku salah bicara sepertinya. Hembusan nafas panjangnya seperti mengeluarkan beban beratnya dan kembali terdiam beberapa saat.

"Sepi mas...", tiba-tiba deretan kata itu keluar dari mulutnya.

"Apanya yang sepi mas?"

"Kamu pernah merasakan kehilangan?"

"Mmm...pernah."

"Seperti apa rasanya?"

"Hampa, kosong, sedih."

"Lalu kamu berusaha mencari yang hilang nggak?"

"Ya...saya cari dulu mas."

"Kalau nggak ketemu?"

"Ya...saya ikhlaskan."

Kembali ku dengar tarikan nafas panjang, lalu ku dengar dia menggumamkan kata ikhlas. Ku katakan padanya bila kita kehilangan, kita harus mengikhlaskannya karena pasti akan ada penggantinya yang jauh lebih baik. Buat War ikhlas itu berat, saat ini hatinya sepi, gamang dan entah apa yang akan dikisahkannya dengan Sigit.

Pagi itu ternyata terakhir kalinya aku melihat War, karena beberapa hari kemudian ku dengar dari Sigit War mengakhiri hidupnya di lintasan kereta api. Tragis...lelaki sunyi itu memilih jalan tidak terhormat hanya karena masalah hati. Ternyata masih ada laki-laki bodoh yang rela mengorbankan hidupnya karena perempuan. Memang belajar ikhlas itu tidak mudah. War, si lelaki sunyi...sudah memilih jalan hidupnya. Semoga Tuhan mengampuni dan janganlah seperti War yang pendek pikirannya.
Di ujung jalan sana nampak bayang sosok seorang laki-laki. Berjalan gontai dengan menyampirkan jaket di pundaknya. Ku lihat samar kepulan asap ke udara, hmm...sedang merokok dia rupanya. Ku perhatikan langkahnya makin dekat ke arahku yang sedang duduk santai di pos ronda. Malam ini dingin karena habis hujan.

"Mas...", ku sapa laki-laki itu.

"Mari mampir mas. Kebetulan saya punya kopi panas.", sambil ku acungkan termos tanggung yang tadi sengaja ku bawa untuk menemaniku jaga malam.

"Dari mana mas?", ku perhatikan laki-laki ini masih bungkam, hanya kepulan asap yang keluar dari mulutnya. Jaket lusuhnya seperti sudah berbulan-bulan tak dicuci. Lalu ku tuangkan kopi dari termos ke dalam gelas kosong yang ada di sebelah gelasku. Ku angsurkan gelas itu ke dekat kakinya. Masih tanpa reaksi laki-laki itu meneguk isi gelasnya. Kalau dilihat dari penampilannya dengan memakai kaos abu-abu, jins setengah belel dan sepatu kets warna hitam, aku menaksir umur laki-laki ini masih dibawah 30 tahun, hanya saja karena rambutnya yang sedikit gondrong, kumisan seperti nampak usia 30 tahun.

"Saya belum pernah melihat mas, sepertinya mas bukan warga sini ya?", tanyaku dengan harapan akan keluar kata-kata pengganti kepulan asap. Ku dengar tarikan nafasnya.

"Iya, saya mau ke rumah teman saya di perempatan jalan sana." Fiuh...akhirnya keluar juga kata-kata dari mulutnya, berarti laki-laki ini tidak bisu. Kuulurkan tanganku untuk berkenalan.

"War...", katanya.

"Dan...", kataku.

"Terima kasih untuk kopinya.", dengan nada datar War mengucap terima kasih.

"Mmmm...kalau boleh tahu mas War mau ketemu siapa?", tanyaku ingin tahu.

"Saya mau ketemu Sigit."

"Ooo...Sigit sang pujangga." satu RT kami ini siapa yang tidak kenal Sigit, seniman nyentrik yang masih setia dengan celana model cutbrai, baju ketat dipadu vest dan tak lupa topi petnya. Tapi, sepertinya War ini teman barunya Sigit karena aku tahu siapa-siapa saja yang suka nongkrong di rumah Sigit.

"Tapi mas kalau sudah tengah malam begini orangnya sudah tidur. Kalau nggak keberatan masnya bisa istirahat di sini, nanti kalau matahari sudah muncul baru ke rumah Sigit." Setelah mendengar penawaranku War lalu mencopot sepatunya dan menyenderkan badannya di tembok pos ronda. Ku lihat tatapan matanya seperti tak bergairah, raut wajahnya menyiratkan beban hidup yang berat sedang ditanggungnya.

Kami berdua terdiam dalam sepi. Aku penasaran tapi...entah apa yang akan ku tanyakan. Laki-laki ini diam tapi air mukanya seakan bercerita dan aku bisa membaca apa yang terjadi. Sepertinya War sedang punya masalah dengan pasangan. Lelah, sedih nampak berbaur jadi satu. Jangan-jangan habis putus cinta...

Perempuan itu sepertinya tidak tahan dengan gaya hidup War yang bebas tanpa aturan, berusaha berubah tapi tak berubah. War sayang dengan perempuan itu, dia nggak mau kehilangannya tapi apa daya...perempuan itu...

"Mas..mas...", aku merasa ada tepukan di pundakku. Aku lalu mengerjapkan mata dan ya ampun...kenapa aku jadi bernarasi sendiri?

"Kenapa mas Dan dari tadi memandangi saya seperti melihat orang aneh?"

"Mmm...maaf mas. Sepertinya mas War sedang ada masalah ya?"

"Tahu darimana kamu?"

"Maaf mas, raut wajah mas mengisyaratkan seperti itu."

War terdiam dan menghela nafas panjang. Waduh...aku salah bicara sepertinya. Hembusan nafas panjangnya seperti mengeluarkan beban beratnya dan kembali terdiam beberapa saat.

"Sepi mas...", tiba-tiba deretan kata itu keluar dari mulutnya.

"Apanya yang sepi mas?"

"Kamu pernah merasakan kehilangan?"

"Mmm...pernah."

"Seperti apa rasanya?"

"Hampa, kosong, sedih."

"Lalu kamu berusaha mencari yang hilang nggak?"

"Ya...saya cari dulu mas."

"Kalau nggak ketemu?"

"Ya...saya ikhlaskan."

Kembali ku dengar tarikan nafas panjang, lalu ku dengar dia menggumamkan kata ikhlas. Ku katakan padanya bila kita kehilangan, kita harus mengikhlaskannya karena pasti akan ada penggantinya yang jauh lebih baik. Buat War ikhlas itu berat, saat ini hatinya sepi, gamang dan entah apa yang akan dikisahkannya dengan Sigit.

Pagi itu ternyata terakhir kalinya aku melihat War, karena beberapa hari kemudian ku dengar dari Sigit War mengakhiri hidupnya di lintasan kereta api. Tragis...lelaki sunyi itu memilih jalan tidak terhormat hanya karena masalah hati. Ternyata masih ada laki-laki bodoh yang rela mengorbankan hidupnya karena perempuan. Memang belajar ikhlas itu tidak mudah. War, si lelaki sunyi...sudah memilih jalan hidupnya. Semoga Tuhan mengampuni dan janganlah seperti War yang pendek pikirannya.
>

Tanggal 28 Maret 2010 saya hadir di acara "Talkshow Buku-Buku Travelling" yang diadakan di Melly's Garden, Jl. KH. Wahid Hasyim No. 88, Jakarta Pusat. Acara ini memberikan wawasan bagi kita yang ingin jalan-jalan keluar negeri tanpa biaya mahal dengan istilah backpacker (jalan-jalan ala "gembel") dan tak hanya pengalaman baru yang akan di dapat, kita juga bisa berpeluang memiliki jaringan pertemanan yang lebih luas lagi dari mancanegara.

Pembicara-pembicaranya adalah orang-orang yang mengalami sendiri bagaimana serunya, asiknya ber-backpack di negeri orang dan pengalaman-pengalaman mereka ini tertuang dalam buku-buku yang begitu menginspirasi.


Elok Dyah

Beliau adalah seorang penulis dan wartawan harian KOMPAS. Beliau sudah menaklukan Indonesia dengan cara ber-backpack dan juga sudah menjelajah Asia, Australia. Saat ini beliau berkeinginan untuk menjelajah Eropa. Beliau sudah menerbitkan bukunya yang berjudul "BACKPACKING HEMAT ke AUSTRALIA", dalam buku itu anda akan membaca pengalaman serta tips-tips yang diberikan mba Elok tentang tiket murah, penginapan murah sampai penginapan gratis.

Andrei Budiman


Pemuda dari Banjar ini memiliki mimpi untuk bisa melihat menara Eifel di Perancis dan mimpinya ini pernah ditertawakan oleh teman-temannya semasa sekolah dulu. Justru dengan modal mimpi dan hanya mengantongi uang USD 10.00 Andrei sudah menjajakkan kakinya di Perancis dan sudah berpose di depan menara Eifel yang selama ini dimimpikannya. Pengalaman serunya dapat anda baca dalam bukunya "TRAVELLOUS a Travel Journal". Membaca bukunya membuat saya berkaca-kaca, senyum, tertawa bahkan serasa ikut Andrei jalan-jalan.



Nancy Margaretha


Saya salut dengan ibu 3 anak ini yang sudah menjelajah 30 negera dengan hitch-hiking. Beliau juga sudah menerbitkan bukunya "BACKPACKING MODAL JEMPOL - Jelajah Eropa 500rb-an/bln" dalam bukunya beliau berbagi pengalaman juga tips-tips ber-backpacking yang baik dan benar juga rincian pengeluaran bila kita hendak berkeliling Eropa. Hanya sayangnya buku tersebut belum beredar di toko-toko buku, baru bisa dibeli oleh para backpacker.

Pengalaman para penulis ini sungguh luar biasa dimana mereka bermula dari keinginan menjelajah dunia, bermula dari mimpi akhirnya mewujudkannya dalam bentuk backpacker. Seru juga ternyata menjelajah negeri orang dengan modal yang seadanya yaitu dengan cara mencari tiket-tiket penerbangan yang murah dan untuk akomodasi, kita bisa mencari di jaringan silaturahmi yang menyediakan data para host (rumah yang bersedia menerima penjelajah) yang tersebar di berbagai negara. Dengan demikian makin berkurang lagi biaya untuk menginap.

Selain itu bisa mempelajari kebudayaan negara yang dikunjungi dan juga kebiasaan-kebiasaan yang ada di sana. Seperti kata Nancy, dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung jangan bawa budaya/kebiasaan kita di negara lain, ikuti budaya/kebiasaan di negara kita berpijak. Kalau mba Elok dan Nancy ber-backpack dengan itenarary dan juga budgeting sebelumnya, beda dengan pengalaman Andrei yang saat itu tanpa itenarary apapun yang penting hanya bertujuan ke Paris untuk mengikuti workshop perfilman dengan modal yang seadanya tapi, akhirnya kesampaian juga mewujudkan mimpi yang selama ini diangankannya.

Bermimpi itu perlu. Jadi jangan sepelekan mimpi itu dan biarlah orang lain mencibir mimpi kita tapi, dengan berbekal kemauan dan kesempatan yang ada raihlah mimpi itu dan jalan akan terbuka untuk menuju ke sana.

Bagi teman-teman yang ingin tahu bisa bergabung di www.couchsurfing.org. dan juga bisa join di groupnya di facebook : couchsurfing Jakarta. "Jadi apa yang kita dengar, kita baca akan berbeda dengan apa yang kita rasakan", begitu kata Andrei Budiman tentang pengalamannya saat ada di Paris.


Gambar : facebook, googling


Tanggal 28 Maret 2010 saya hadir di acara "Talkshow Buku-Buku Travelling" yang diadakan di Melly's Garden, Jl. KH. Wahid Hasyim No. 88, Jakarta Pusat. Acara ini memberikan wawasan bagi kita yang ingin jalan-jalan keluar negeri tanpa biaya mahal dengan istilah backpacker (jalan-jalan ala "gembel") dan tak hanya pengalaman baru yang akan di dapat, kita juga bisa berpeluang memiliki jaringan pertemanan yang lebih luas lagi dari mancanegara.

Pembicara-pembicaranya adalah orang-orang yang mengalami sendiri bagaimana serunya, asiknya ber-backpack di negeri orang dan pengalaman-pengalaman mereka ini tertuang dalam buku-buku yang begitu menginspirasi.


Elok Dyah

Beliau adalah seorang penulis dan wartawan harian KOMPAS. Beliau sudah menaklukan Indonesia dengan cara ber-backpack dan juga sudah menjelajah Asia, Australia. Saat ini beliau berkeinginan untuk menjelajah Eropa. Beliau sudah menerbitkan bukunya yang berjudul "BACKPACKING HEMAT ke AUSTRALIA", dalam buku itu anda akan membaca pengalaman serta tips-tips yang diberikan mba Elok tentang tiket murah, penginapan murah sampai penginapan gratis.

Andrei Budiman


Pemuda dari Banjar ini memiliki mimpi untuk bisa melihat menara Eifel di Perancis dan mimpinya ini pernah ditertawakan oleh teman-temannya semasa sekolah dulu. Justru dengan modal mimpi dan hanya mengantongi uang USD 10.00 Andrei sudah menjajakkan kakinya di Perancis dan sudah berpose di depan menara Eifel yang selama ini dimimpikannya. Pengalaman serunya dapat anda baca dalam bukunya "TRAVELLOUS a Travel Journal". Membaca bukunya membuat saya berkaca-kaca, senyum, tertawa bahkan serasa ikut Andrei jalan-jalan.



Nancy Margaretha


Saya salut dengan ibu 3 anak ini yang sudah menjelajah 30 negera dengan hitch-hiking. Beliau juga sudah menerbitkan bukunya "BACKPACKING MODAL JEMPOL - Jelajah Eropa 500rb-an/bln" dalam bukunya beliau berbagi pengalaman juga tips-tips ber-backpacking yang baik dan benar juga rincian pengeluaran bila kita hendak berkeliling Eropa. Hanya sayangnya buku tersebut belum beredar di toko-toko buku, baru bisa dibeli oleh para backpacker.

Pengalaman para penulis ini sungguh luar biasa dimana mereka bermula dari keinginan menjelajah dunia, bermula dari mimpi akhirnya mewujudkannya dalam bentuk backpacker. Seru juga ternyata menjelajah negeri orang dengan modal yang seadanya yaitu dengan cara mencari tiket-tiket penerbangan yang murah dan untuk akomodasi, kita bisa mencari di jaringan silaturahmi yang menyediakan data para host (rumah yang bersedia menerima penjelajah) yang tersebar di berbagai negara. Dengan demikian makin berkurang lagi biaya untuk menginap.

Selain itu bisa mempelajari kebudayaan negara yang dikunjungi dan juga kebiasaan-kebiasaan yang ada di sana. Seperti kata Nancy, dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung jangan bawa budaya/kebiasaan kita di negara lain, ikuti budaya/kebiasaan di negara kita berpijak. Kalau mba Elok dan Nancy ber-backpack dengan itenarary dan juga budgeting sebelumnya, beda dengan pengalaman Andrei yang saat itu tanpa itenarary apapun yang penting hanya bertujuan ke Paris untuk mengikuti workshop perfilman dengan modal yang seadanya tapi, akhirnya kesampaian juga mewujudkan mimpi yang selama ini diangankannya.

Bermimpi itu perlu. Jadi jangan sepelekan mimpi itu dan biarlah orang lain mencibir mimpi kita tapi, dengan berbekal kemauan dan kesempatan yang ada raihlah mimpi itu dan jalan akan terbuka untuk menuju ke sana.

Bagi teman-teman yang ingin tahu bisa bergabung di www.couchsurfing.org. dan juga bisa join di groupnya di facebook : couchsurfing Jakarta. "Jadi apa yang kita dengar, kita baca akan berbeda dengan apa yang kita rasakan", begitu kata Andrei Budiman tentang pengalamannya saat ada di Paris.


Gambar : facebook, googling
>
Salzburg...ini adalah salah satu kota favoritku di Austria. Aku suka kota ini karena kota ini adalah latar belakang cerita "The Sound of Music". Kota yang di latar belakangi dengan pegunungan-pegunungan, juga arsitektur bangunannya yang berukir unik dan entah kenapa buat saya kota-kota seperti Salzburg, Annecy terkesan romantis. Mungkin suasana kotanya, pemandangannya membuat kesan nyaman di kota-kota ini.

Jadi sewaktu menonton film The Sound of Music itu selain mengikuti alur ceritanya aku juga menikmati pemandangan kota Salzburg. Wah...cita-citaku jalan-jalan keluar negeri itu mau mengunjungi Salzburg dan Annecy ^_^ semoga tercapai ya...

Aku sudah berangan akan mengunjungi tempat-tempat bersejarah, mengabadikan bangunan-bangunannya, pemandangannya dan tak lupa mencicipi kuliner khas di kota itu. Oh ya sedikit informasi mengenai kota Salzburg, kota ini berpenduduk 150,000 orang (data 2006) dan juga kota ini dikenal dengan sebutan "Kota Garam" hal ini merujuk kepada pos bea yang pernah ada di kota ini pada Abad Pertengahan, di mana transportasi garam yang melewati kota ini harus membayar bea.

Biasanya kota kecil dengan populasi yang tidak padat membuat kota itu terasa nyaman dan penduduknya ramah-ramah (ini pendapatku loh ^^ ) Tetap sabar menunggu mimpi ini terwujud :-)


Sumber data : Wikipedia
Gambar : Googling

Salzburg...ini adalah salah satu kota favoritku di Austria. Aku suka kota ini karena kota ini adalah latar belakang cerita "The Sound of Music". Kota yang di latar belakangi dengan pegunungan-pegunungan, juga arsitektur bangunannya yang berukir unik dan entah kenapa buat saya kota-kota seperti Salzburg, Annecy terkesan romantis. Mungkin suasana kotanya, pemandangannya membuat kesan nyaman di kota-kota ini.

Jadi sewaktu menonton film The Sound of Music itu selain mengikuti alur ceritanya aku juga menikmati pemandangan kota Salzburg. Wah...cita-citaku jalan-jalan keluar negeri itu mau mengunjungi Salzburg dan Annecy ^_^ semoga tercapai ya...

Aku sudah berangan akan mengunjungi tempat-tempat bersejarah, mengabadikan bangunan-bangunannya, pemandangannya dan tak lupa mencicipi kuliner khas di kota itu. Oh ya sedikit informasi mengenai kota Salzburg, kota ini berpenduduk 150,000 orang (data 2006) dan juga kota ini dikenal dengan sebutan "Kota Garam" hal ini merujuk kepada pos bea yang pernah ada di kota ini pada Abad Pertengahan, di mana transportasi garam yang melewati kota ini harus membayar bea.

Biasanya kota kecil dengan populasi yang tidak padat membuat kota itu terasa nyaman dan penduduknya ramah-ramah (ini pendapatku loh ^^ ) Tetap sabar menunggu mimpi ini terwujud :-)


Sumber data : Wikipedia
Gambar : Googling
>
Annecy...aku tahu kota ini sejak aku baca buku "Travellous: a Traveler Journal" karya Andrei Budiman. Annecy kota yang terletak 35KM selatan Genewa ini menyuguhkan pemandangan yang indah, dimana ditengah kota ini terdapat danau dan kota ini dikelilingi oleh tiga pegunungan Le Mont Verier, Le Semnoz, La Tournette and the Parmelan.

Kota kecil ini berpenduduk 52,890 (2006). Aku salut sama Andrei yang sudah sampai menjelajah kota ini hanya dengan bermodalkan mimpi dan cita-cita. Saat ini aku juga hendak bermimpi seperti Andrei dan semoga saja Tuhan menjawab mimpiku ini hingga suatu saat nanti aku bisa berkeliling Eropa dan pastinya aku akan mengunjungi Annecy.

Sekarang aku hanya cukup senang memandang foto-foto yang aku unduh dari hasil googling sambil berangan aku akan backpack ke sana dengan kekasih hati dan menikmati pemandangan di sana. Yah...melihat sisi lain dunia lah selain berkutat saja di Indonesia, menghirup udara segar dengan pemandangan pegunungan yang diliputi salju hmm...indahnya...beramah tamah dengan orang di sekitarnya dan yang tak ketinggalan menikmati kulinernya.

Menjelajah Eropa dengan backpack bersama kekasih hati hmm...nikmatnya...^_^
Semoga saja mimpi ini bisa menjadi kenyataan...



Sumber data: Wikipedia
Gambar : Googling

Annecy...aku tahu kota ini sejak aku baca buku "Travellous: a Traveler Journal" karya Andrei Budiman. Annecy kota yang terletak 35KM selatan Genewa ini menyuguhkan pemandangan yang indah, dimana ditengah kota ini terdapat danau dan kota ini dikelilingi oleh tiga pegunungan Le Mont Verier, Le Semnoz, La Tournette and the Parmelan.

Kota kecil ini berpenduduk 52,890 (2006). Aku salut sama Andrei yang sudah sampai menjelajah kota ini hanya dengan bermodalkan mimpi dan cita-cita. Saat ini aku juga hendak bermimpi seperti Andrei dan semoga saja Tuhan menjawab mimpiku ini hingga suatu saat nanti aku bisa berkeliling Eropa dan pastinya aku akan mengunjungi Annecy.

Sekarang aku hanya cukup senang memandang foto-foto yang aku unduh dari hasil googling sambil berangan aku akan backpack ke sana dengan kekasih hati dan menikmati pemandangan di sana. Yah...melihat sisi lain dunia lah selain berkutat saja di Indonesia, menghirup udara segar dengan pemandangan pegunungan yang diliputi salju hmm...indahnya...beramah tamah dengan orang di sekitarnya dan yang tak ketinggalan menikmati kulinernya.

Menjelajah Eropa dengan backpack bersama kekasih hati hmm...nikmatnya...^_^
Semoga saja mimpi ini bisa menjadi kenyataan...



Sumber data: Wikipedia
Gambar : Googling