>Mengenalnya...

0 Comments
>Hari ini tepat seminggu yang lalu aku mengantarnya ke bandara Soekarno-Hatta. Melepasnya untuk shortcourse selama 3 minggu di Belanda. Dia mendapat beasiswa stuNed untuk shortcourse ini. Shortcourse ini bertujuan untuk memperdalam kontribusi jurnalisme multimedia terhadap independensi media. Kursus singkat ini diadakan di Radio Netherland Training Centre (RNTC) Hilversum, Belanda.

Kelasnya dimulai tgl. 26/4/10 yang lalu dan berakhir tgl. 14/5/10. Sebagai teman aku bangga melepasnya pergi untuk belajar di luar negeri, meskipun aku belum mengenalnya terlalu dalam feeling-ku mengatakan bahwa dia adalah orang yang sangat ingin memberikan kontribusinya di dunia jurnalisme. Dia ingin menjadi seorang reporter yang baik. Aku salut padanya. Keinginannya untuk belajar lebih dalam lagi dunia jurnalistik aku dukung 100%. Sejak mengenalnya juga aku jadi tertarik dunia jurnalistik, karena selama ini aku hanya menulis cerpen yang biasa-biasa saja sekarang aku belajar untuk menulis menyampaikan opini terkait isu-isu yang sedang beredar saat ini juga prosa-prosa, cerita singkat melalui media blog kompasiana.com.

Seperti pernah disampaikan Nurul Arifin bahwa jika kita ingin maju kita harus berada di lingkungan orang-orang yang maju. Jadi tak salah bila saat ini hasratku menulis harus terus dilakukan karena aku berada di antara orang-orang jurnalisme yang sehari-harinya menulis dan belajar menjadi seorang jurnalis yang kritis dan mengikuti perkembangan informasi yang ada saat ini.

Seminggu ini aku belum mendapat kabar darinya padahal aku sudah berkirim email padanya. Mungkin saja di sana dia sibuk dengan studi-nya. Dari berita yang aku lihat di web-nya Neso Indonesia bahwa disana para jurnalis (18 wartawan AJI) akan mendalami perkembangan terkini multimedia/ new media dan memperoleh kesempatan melakukan kunjungan ke beberapa organisasi terkait di Belanda.

Senangnya bisa mendapat kesempatan belajar media di Hilversum, Belanda yang terkenal dengan julukan "kota media". Setelah kembali ke tanah airpun para jurnalis yang mengikuti shortcourse tersebut diminta menyebarluaskan pengetahuan yang telah mereka peroleh selama pendidikan melalui blog atau website interaktif. Duhhh...jadi tak sabar menunggu tulisannya yang akan menjabarkan apa saja yang sudah diperolehnya disana sehingga teman-teman jurnalis lain juga aku bisa di-edukasi oleh mereka.

Mengenalnya ternyata begitu menginspirasi aku. Jadi buat aku, dirinya adalah inspirasiku, motivatorku (tanpa disadarinya). Aku terpacu sendiri karena aku berada dilingkungan jurnalisme. Aku berada di antara teman-teman yang dunianya begitu dinamis dengan pemberitaan disana-sini. Menyesal ada sih...kenapa tidak dari dulu aku mempunyai teman-teman yang positif seperti ini. Tapi, disyukuri saja lah karena lebih baik terlambat melakukannya daripada tidak sama sekali :-)

Perkenalan kami yang tidak sengaja ini seperti bait pertama lagu Gigi yang berjudul "My Facebook": berawal dari facebook baruku, kau datang dengan cara tiba-tiba. Tapi memang tiba-tiba sih, karena aku lagi cari teman-teman SMP tahu-tahu muncul request pertemanan darinya. Aku sempat berpikir apa teman SMP atau bukan. Akhirnya aku konfirm saja dan setelah lihat profilnya...alamaakkk...ternyata dia jurnalis salah satu TV swasta nasional dan hobinya pun sama denganku. Hmm...tanpa ragu-ragu ku kirim pesan di inbox-nya. Ternyata anaknya memang baik, bersahabat meskipun belum kenal.

Dari akhir Desember 2008 sampai sekitar April 2009 komunikasi via facebook tidak terlalu dekat. Baru dekat sekitar pertengahan atau mau ke akhir Mei 2009 karena aku mau ke Bandung dan menginap jadi minta referensi hotel yang murah. Lalu dia mengenalkan aku pada temannya yang pada akhirnya membantu perjalananku di Bandung.

Sejak itulah aku mulai komunikasi dengannya by sms dan YM. Senanglah punya teman seperti dirinya dan aku berharap pertemanan ini akan abadi, tak lekang oleh waktu (halah...puitis banget)


Tulisan Lainnya:

Tidak ada komentar: