Siapa Bilang Keluar Negeri Itu Mahal?

0 Comments


Tanggal 28 Maret 2010 saya hadir di acara "Talkshow Buku-Buku Travelling" yang diadakan di Melly's Garden, Jl. KH. Wahid Hasyim No. 88, Jakarta Pusat. Acara ini memberikan wawasan bagi kita yang ingin jalan-jalan keluar negeri tanpa biaya mahal dengan istilah backpacker (jalan-jalan ala "gembel") dan tak hanya pengalaman baru yang akan di dapat, kita juga bisa berpeluang memiliki jaringan pertemanan yang lebih luas lagi dari mancanegara.

Pembicara-pembicaranya adalah orang-orang yang mengalami sendiri bagaimana serunya, asiknya ber-backpack di negeri orang dan pengalaman-pengalaman mereka ini tertuang dalam buku-buku yang begitu menginspirasi.


Elok Dyah

Beliau adalah seorang penulis dan wartawan harian KOMPAS. Beliau sudah menaklukan Indonesia dengan cara ber-backpack dan juga sudah menjelajah Asia, Australia. Saat ini beliau berkeinginan untuk menjelajah Eropa. Beliau sudah menerbitkan bukunya yang berjudul "BACKPACKING HEMAT ke AUSTRALIA", dalam buku itu anda akan membaca pengalaman serta tips-tips yang diberikan mba Elok tentang tiket murah, penginapan murah sampai penginapan gratis.

Andrei Budiman


Pemuda dari Banjar ini memiliki mimpi untuk bisa melihat menara Eifel di Perancis dan mimpinya ini pernah ditertawakan oleh teman-temannya semasa sekolah dulu. Justru dengan modal mimpi dan hanya mengantongi uang USD 10.00 Andrei sudah menjajakkan kakinya di Perancis dan sudah berpose di depan menara Eifel yang selama ini dimimpikannya. Pengalaman serunya dapat anda baca dalam bukunya "TRAVELLOUS a Travel Journal". Membaca bukunya membuat saya berkaca-kaca, senyum, tertawa bahkan serasa ikut Andrei jalan-jalan.



Nancy Margaretha


Saya salut dengan ibu 3 anak ini yang sudah menjelajah 30 negera dengan hitch-hiking. Beliau juga sudah menerbitkan bukunya "BACKPACKING MODAL JEMPOL - Jelajah Eropa 500rb-an/bln" dalam bukunya beliau berbagi pengalaman juga tips-tips ber-backpacking yang baik dan benar juga rincian pengeluaran bila kita hendak berkeliling Eropa. Hanya sayangnya buku tersebut belum beredar di toko-toko buku, baru bisa dibeli oleh para backpacker.

Pengalaman para penulis ini sungguh luar biasa dimana mereka bermula dari keinginan menjelajah dunia, bermula dari mimpi akhirnya mewujudkannya dalam bentuk backpacker. Seru juga ternyata menjelajah negeri orang dengan modal yang seadanya yaitu dengan cara mencari tiket-tiket penerbangan yang murah dan untuk akomodasi, kita bisa mencari di jaringan silaturahmi yang menyediakan data para host (rumah yang bersedia menerima penjelajah) yang tersebar di berbagai negara. Dengan demikian makin berkurang lagi biaya untuk menginap.

Selain itu bisa mempelajari kebudayaan negara yang dikunjungi dan juga kebiasaan-kebiasaan yang ada di sana. Seperti kata Nancy, dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung jangan bawa budaya/kebiasaan kita di negara lain, ikuti budaya/kebiasaan di negara kita berpijak. Kalau mba Elok dan Nancy ber-backpack dengan itenarary dan juga budgeting sebelumnya, beda dengan pengalaman Andrei yang saat itu tanpa itenarary apapun yang penting hanya bertujuan ke Paris untuk mengikuti workshop perfilman dengan modal yang seadanya tapi, akhirnya kesampaian juga mewujudkan mimpi yang selama ini diangankannya.

Bermimpi itu perlu. Jadi jangan sepelekan mimpi itu dan biarlah orang lain mencibir mimpi kita tapi, dengan berbekal kemauan dan kesempatan yang ada raihlah mimpi itu dan jalan akan terbuka untuk menuju ke sana.

Bagi teman-teman yang ingin tahu bisa bergabung di www.couchsurfing.org. dan juga bisa join di groupnya di facebook : couchsurfing Jakarta. "Jadi apa yang kita dengar, kita baca akan berbeda dengan apa yang kita rasakan", begitu kata Andrei Budiman tentang pengalamannya saat ada di Paris.


Gambar : facebook, googling


Tulisan Lainnya:

Tidak ada komentar: