>INSPIRING WOMAN (NURUL ARIFIN)

0 Comments
>
Mendengar, melihat sosok Nurul Arifin tidak ada seorangpun yang tidak mengenalnya. Kiprahnya di dunia hiburan sejak tahun 1984 sudah menghasilkan belasan judul film dan citranya sebagai artis tidak diragukan lagi. Tahun 1991 menikah dengan seorang jurnalis Mayong Suryo Laksono dan dikaruniai 2 orang anak.

Kiprah Nurul dipanggung politik dimulai sejak tahun 1997, saat itu beliau sebagai aktifis perempuan dan pada akhirnya memilih fokus berpolitik. Saat ini selain tercatat di Komisi II DPR, beliau juga masih beraktivitas menyuarakan kepedulian AIDS dan Narkoba.

Saat beliau menjadi pembicara di acara Kompasiana Modis (24/4/10) lalu beliau begitu jujur, terbuka dengan masa-masa beliau berkampanye sampai masalah dengan putrinya yang sudah sebulan ini tidak bertegur sapa. Kepeduliannya terhadap kaum perempuan dikarenakan perkataan ibu Kartini bahwa pendidikan pertama anak ada di pangkuan ibu. Jadi bila seorang perempuan tidak dibekali pendidikan yang cukup bagaimana bisa menjadi pendidik yang baik bagi keluarganya? Atas dasar itulah Nurul ingin menjadikan perempuan Indonesia sosok yang mengerti akan perannya dan juga beliau ingin perempuan Indonesia mendapatkan kedudukan yang sama di tingkat parlemen.

Menurut saya istilah dapur, sumur, kasur yang diidentikkan bagi kaum perempuan mungkin masih berlaku di daerah pedesaan tapi tidak berlaku bagi kaum perempuan di daerah perkotaan yang dinamis dan modern. Untuk itulah Nurul sebagai aktivis perempuan diharapkan bisa memajukan atau memodernisasi kaum perempuan di daerah-daerah yang belum terjangkau informasi. Bahkan beliau mengatakan bahwa demokrasi itu berawal dari kasur.

Memang tepat acara Modis kemarin menghadirkan Nurul Arifin sebagai pembicara. Istilah di balik laki-laki yang kuat ada wanita yang hebat itu sudah biasa. Tapi, melihat sosok Nurul justru di balik wanita yang kuat ada pria yang hebat. Semua kegiatan Nurul di dunia politik didukung sepenuhnya oleh sang suami, Mayong. Bahkan dalam kesempatan Modis kemarin Nurul sempat mengatakan bahwa beliau banyak belajar sabar dari Mayong. Kombinasi yang baik dimana disatu pihak Nurul adalah orang yang tidak sabaran sementara Mayong orang yang sabar.

Terkait dengan maraknya artis yang mencalonkan diri menjadi politisi, Nurul juga mengatakan bahwa untuk menjadi seorang politisi itu tidak mudah banyak hal yang perlu diperhatikan tidak hanya mengandalkan popularitas. Tidak bisa instan, harus bisa menguasai masalah dan memberikan solusi. Ada benarnya pendapat Nurul karena, bila seorang politisi hanya mengandalkan popularitas tanpa tahu bagaimana mengatasi masalah yang ada apa jadinya daerah yang dipimpinnya itu?

Seperti halnya Nurul untuk menunjukkan kesungguhannya terjun di dunia politik, beliau melanjutkan pendidikan S2 di UI mengambil jurusan Ilmu Politik. Nurul benar-benar membekali dirinya dengan pengetahuan yang mendukung karirnya di politik. Mungkin para artis yang ingin terjun di dunia politik bisa belajar dari Nurul.

Saat ini saya melihat Nurul bukan lagi dari sosok ke-artisan-nya tapi sebagai tokoh politik yang mewakili suara rakyat di gedung yang bergengsi itu. Mudah-mudahan semakin banyak perempuan yang tertarik terjun di dunia politik seperti Nurul Arifin.






Tulisan Lainnya:

Tidak ada komentar: