Bosan

0 Comments
Hmm...hari ini hari terakhir kerja karena besok libur nasional dan hari ini juga aku, Cia, Meta, Risa dan Fanny sudah bersiap-siap mau jalan-jalan ke Jogja untuk melepas penat setelah sebulan penuh berkutat dengan pekerjaan (udah kayak puasa aja sebulan penuh hehehehe...) Rencananya perjalanan ke Jogja hari ini akan ditempuh dengan mobil sewaan karena tiket kereta, tiket bis semua sudah habis meskipun sebulan sebelumnya kami sudah mencari tahu kesana kemari. Untung penginapan nggak ikutan semrawut juga karena kami akan menginap di rumah kakenya Cia. Tapi...semua ada sangkut pautnya sama Fanny sih, padahal sudah dikasih tahu jauh-jauh hari tiket kendaraan itu sudah harus dipesan tapi Fanny dengan pe-de nya bilang "Nggak usah segitunya kali. Dua minggu sebelumnya juga masih bisa." akhirnya kami pun mengalah dan hasil yang didapat apa? semua tiket habis dan akhirnya sewa mobil. Untung saja mobil yang mau disewa masih ada dan tinggal satu-satunya. Long weekend begini semua moda transportasi rata-rata sudah laris manis.

Semua sudah siap dengan gembolan masing-masing. Kali ini yang ditugasi untuk mengurus mobil Risa karena Risa lebih mendingan dibanding Fanny yang selalu menggampangkan situasi dan kondisi. Sekarang yang jadi masalah mobil sewaan itu yang seharusnya sudah nongkrong di kantor jam 6 sore belum muncul-muncul juga. Risa bolak balik telepon ke supirnya menanyakan posisi mobil. Dengar punya dengar ternyata mobil itu terjebak macet di tol dalam kota dan diperkirakan baru tiba di kantor sekitar jam 9 malam. Alamakkk...masih tiga jam lagi, apakah yang akan kami perbuat?

Si Boss yang masih kedengeran suaranya tiba-tiba menghampiri mejaku.
"Vanya, kamu nggak jadi berangkat ke Jogja? katanya jam 6 mau jalan, ini sudah jam 7 kamu masih di sini?"
"Iya nih pak, mobilnya kena macet di tol dalam kota katanya jam 9an baru sampai."
"Oooo...ya sudah. Sebentar lagi saya pulang, kamu jangan lupa ya nanti matikan semua lampu dan kunci pintu yang benar soalnya kita libur 3 hari nih."
"Kalau soal itu beres pak, tidak perlu khawatir.", jawabku sambil senyum-senyum.

Jam 19.30 si Boss meninggalkan ruangannya. OB nggak ada, alhasil nanti jadi tugasku sepenuhnya untuk mengunci kantor.
"Woiii teman-temans...nggak ada yang lapar ya?" teriakku memenuhi seisi ruangan, karena memang tinggal kami ber-5.
"Mau makan apa Van?", tanya Cia.
"Nasi goreng kek, apa kek yang penting isi perut dulu nih."
Akhirnya Cia, Meta, Risa dan Fanny menghampiri cubical aku.

Sambil mengisi waktu kami makan malam dulu, sesekali Risa memantau posisi mobil sewaan itu.
"Teman-temans, syukurlah mobilnya sudah hampir sampai kira-kira setengah jam lagi."
"Horeee...", kami menyambut dengan sukacita.

Pucuk dicinta ulampun tiba. Mobil yang akan mengangkut kami ke Jogja sampai juga. Buru-buru kami siapkan semua gembolan, matikan lampu-lampu kemudian yang paling terakhir kunci pintu. Lift masih nyala sampai batas terakhir jam 22.00.

"Maaf ya mbak-mbak, macetnya minta ampuuunnn...", ucapan pertama yang diucapkan si supir untuk menenangkan hati kami dan gaya ngomongnya itu loh...seru aja hehehe.
"Iya pak, nggak apa-apa yang penting sudah sampai dengan selamat dan sekarang siap mengantar kami semua.", ujarku dengan senyuman.

Menunggu itu memang pekerjaan yang membosankan. Sekarang kami semua sudah dimobil dan perjalananpun dimulai. Hmmm...leganya...


Tulisan Lainnya:

Tidak ada komentar: