Oeroeg: Potret Keambangan Identitas

1 Comments

Buku Oeroeg ditulis oleh Hella S. Haasse, seorang Belanda yang lahir di Batavia (Jakarta) 12 Februari 1918 dan sampai sekarang beliau masih ada dan bermukim di Belanda. Buku ini ditulis beliau karena latar belakang sosial yang ada pada saat itu.

Sedikit tentang penulis, debut pertama beliau adalah "Oeroeg" yang terbit tahun 1948, lalu beliau juga menulis tentang autobiografi tentang kehidupannya selama di Hindia Timur "Krassen Op Een Rots" tahun 1970. Ibu Hella seorang pianis Katherina Diehm Winzenhohler, ayahnya seorang Inspektur Keuangan Pemerintah Kolonial Belanda Willem Hendrik Haasse, karena pekerjaan ayahnya itulah Hella sempat tinggal di Batavia selama 20 tahun. Hella memakai nama tokoh "Oeroeg" yang sebenarnya tidak terdengar seperti nama orang Sunda karena memiliki kenangan bawah sadar yang tidak bisa dilepaskan dari ingatan. Makna dari nama Oeroeg adalah menyimpan, menimbun kenangan.

Oeroeg adalah cerita tentang persahabatan, kesetiaan maupun kesetaraan antara orang pribumi dengan orang Belanda antara Oeroeg dan Aku bermula di Kebon Jati. Persahabatan itu tumbuh sejak mereka kecil bahkan Aku merasa kenapa Oeroeg harus dibedakan dengan dirinya? Saat mulai menginjak usia sekolah, Aku belajar private dengan Mijnheer Bollineger sementara Oeroeg hanya melihat dari kejauhan.

Tokoh Aku ini merasakan tidak ada perbedaan ras antara dirinya dan Oeroeg karena begitu menyatunya mereka. Sampai untuk pertama kalinya Aku menyadari perbedaan antara Oeroeg dengan dirinya dan orang tuanya menimbulkan cemoohan dan penolakan antara para pembantu rumah tangga.

Oeroeg bisa bersekolah tinggi di MULO (setara dengan SMA) atas balasan terhadap jasa ayah Oeroeg yang sudah menyelamatkan Aku saat hendak tenggelam di Telaga Hideung. Lulus dari MULO Oeroeg melanjutkan ke Nederlands Indische Artsenschool di Surabaya. Karena Lida (guru private Oeroeg) penampilan Oeroeg bisa berubah, saat itulah Oeroeg merasa identitasnya menjadi bagian dari orang kulit putih. Bertahun-tahun sekolah di MULO Oeroeg kehilangan semua sifat yang di Sukabumi yang menunjukkan ia anak desa. Ia hanya berbahasa Belanda, pakaiannya kebarat-baratan. Oeroeg rela melakukan apapun demi menjadi anak Indo bahkan Oeroeg sempat ingin memakai nama keluarga Lida. Begitu inginnya Oeroeg berasimilasi dengan dunia Eropa.

Persahabatan Aku dan Oeroeg mulai rusak ketika Oeroeg mulai menyadari sikap Belanda yang suka merendahkan bangsa pribumi, seperti saat mereka menonton film dimana ras pribumi menonton di balik layar sehingga semua tulisan terbaca terbalik sementara ras kulit putih menonton dengan posisi normal. Saat kuliah di kedokteran Oeroeg berkembang menjadi seorang orator.

Beginilah gambaran tentang kisah antara Aku dan Oeroeg.

Beberapa perbedaan di dalam filmnya

Di filmnya tokoh Aku ini bernama Johan. Film OEROEG yang dibuat tahun 1993 dan dibintangi diantaranya oleh Ayu Azhari, Tuti Heru ini menurut saya seperti melupakan detil yang ada dibukunya. Cerita Oeroeg ini kan berlatar belakang daerah Sukabumi dimana penduduknya berbahasa Sunda, tetapi ibu Oeroeg berlogat Jawa. Begitu juga dengan tokoh Oeroeg sendiri, logat Sunda-nya tidak kentara. Lalu pertemuan antara Oeroeg dan Johan saat terjadi pertukaran tawanan itu tidak tergambar di dalam buku.

Agresi Militer Belanda itu tidak terlalu di tonjolkan dalam bukunya. Malah di dalam buku itu hanya diceritakan saat Johan pergi untuk belajar ke Holland dan ketika kembali ke Hindia Timur menemukan keadaan yang begitu kacau, bahkan mengunjungi Kebon Jatipun suasana di sana sudah banyak berubah. Kedatangannya kembali ingin bertemu dengan Oeroeg sahabat dan "saudara"nya.


Sumber: buku "OEROEG", Wikipedia.com, indonesiabuku.com, rumahbaca.wordpress.com, sudahkahkaubaca.multiply.com


Tulisan Lainnya:

1 komentar:

  1. Kayanya aku pernah baca potongan cerita dari novel ini pas dulu jaman SMA di pelajaran bahasa Indonesia. Haha,masih inget aja.. Udah lama pengen baca buku ini. Saking lamanya sampe lupa pengen baca. Gara-gara baca postingan ini jadi inget lagi.. Ini terbitan Gramedia kah? Btw salam kenal ya Mbak :)

    BalasHapus