Traveler's Tale: Perjalanan Empat Sahabat

0 Comments

Buku hasil kolaborasi empat penulis yang juga traveler: Adhitya Mulya, Alaya Setya, Iman Hidajat dan Ninit Yunita membuatku seperti ikut bersama mereka berkeliling negara-negara dari Asia, Afrika, Eropa.

Gara-gara Undangan Pernikahan

Empat orang sahabat Farah, Jusuf, Retno dan Francis sudah saling mengenal sejak mereka masih di Sekolah Dasar. Meskipun kebersamaan itu tidak lagi menjadi rutinitas karena mereka bekerja di belahan dunia yang berbeda tak menyulutkan niat mereka untuk menghadiri pernikahan Francis. Francis...gara-gara undangan pernikahan darinya membuat tiga sahabat lainnya memutuskan untuk menghadirinya. Tak ayal undangan pernikahan itu membuat Farah dan Retno kecewa, karena diam-diam Farah menyimpan rasa terhadap Francis dan penyesalan Retno yang dulu sempat dua kali menolak Francis hanya karena berbeda keyakinan. Hmm...peyesalan memang selalu datang belakangan.

Dari Hoi An - Nairobi - Kopenhagen - New York - Barcelona

Kisah dimulai dari Farah yang ditugaskan dan menetap di Hoi An, Vietnam oleh Boss-nya ditugaskan untuk menghadiri meeting di Amman dan Budapest. Saat mengecek e-mail dan mendapat undangan dari Francis, Farah langsung mencari info biaya perjalanan dari Budapest ke Barcelona.

Lalu berlanjut dengan Jusuf yang bekerja di perusahaan jasa kirim surat cabang Cape Town ditugaskan oleh kantornya untuk mengecek performa sales di Nairobi. Setelah menerima e-mail Francis mulai menghitung-hitung biaya perjalan ke Barcelona.

Lain lagi cerita Retno yang bekerja sebagai staff KBRI di Kopenhagen, Denmark. Setelah menerima undangan dari Francis menjadi sedih tapi tetap memutuskan untuk datang selain bisa bertemu dengan dua sahabat lainnya. Untuk itu Retno memutuskan untuk melakukan perjalanan ke beberapa negara di Eropa. Perjalanan akan dimulai dari Amsterdam dan berakhir di Barcelona.

Francis sang calon pengantin, adalah seorang pianis yang menetap di Kansas City, Amerika dan setelah itu akan terbang ke Barcelona untuk menikah. Perkenalannya dengan Inez, calon isterinya yang berasal dari Catalunya berawal saat Francis sedang berlatih Chopin Etude Opus 10 no.3 di Practice Room Conservatory of Music University of Missouri. Francis kesal karena tidak bisa memainkannya dengan mulus hingga berteriak dan suaranya memenuhi lorong sepanjang ruangan itu. Saat itulah Francis berkenalan dengan Inez.

Perasaan dan Perasaan

Empat sahabat yang sudah saling mengenal sejak kecil ini ternyata setelah belasan tahun bersama-sama menyembulkan benih-benih kasih yang tak terduga satu sama lain. Farah memendam rasa cintanya pada Francis sejak masih SD, Francis menyukai Retno bahkan sempat dua kali menyatakan perasaannya dan dua kali itu juga ditolak Retno. Sementara Jusuf yang menyukai Farah harus rela menjadi tempat curhat Farah soal Francis.

Pengakuan perasaan ini terkuak saat mereka bertemu di Starbuck La Rambla. Di kafe ini jugalah Francis menyatakan satu hal yang mengejutkan ketiga sahabatnya.

Trip and Trip

Yang membuat aku terkesan dengan buku ini adalah catatan perjalan masing-masing sahabat menuju Barcelona.

Jusuf dalam perjalanannya dari Kenya ke Abidjan sempat mengalami pendaratan di rumput (grass landing) di Aeroport International Felix Houphouet-Boigny karena pesawat yang ditumpanginya mengalami kerusakan mesin. Lalu dari Abidjan menuju Casablanca, Maroko menumpang pesawat Hercules. Mereka sempat istirahat 1 hari di Dakar. Ternyata menuju Barcelona tidaklah mudah, butuh perjuangan karena sambung menyambung moda transportasi. Sesampai di Casablanca Jusuf melanjutkan perjalanan dengan kereta api menuju Rabat, Tangier dan dari sana lanjut dengan kapal feri ke Algeciras atau Salamanca. Sesampainya di sana Jusuf akan mencari transportasi lain ke Barcelona. Tiba di Puerte de Algeciras Jusuf disambut dengan tidak ramah bahkan sempat disetrum segala karena namanya dan dia berasal dari Indonesia, maka pihak imigran mengira Jusuf termasuk jaringan Al-Qaeda. Ada nikmat dibalik musibah karena insiden itu Jusuf bisa menginap 3 hari di kamar suite Novotel Algeciras, tiket kelas bisnis ke Barcelona dan uang 2000 Euro.

Retno Perjalanan Retno dimulai dari Amsterdam. Retno sempat menyusuri daerah Red Light (daerah terlarang untuk disinggahi) lalu mampir ke museum Nusantara di Delft dan Euro Mast di Rotterdam. Setelah Belanda Retno menyambangi Milan, Italia. Di Milan ini Retno ingin melihat lukisan terkenalnya Leonardo da Vinci "The Last Supper" di Piazza S. Maria delle Grazie. Untuk melihat lukisan ini tidak sembarangan harus booking dulu dan pengunjung juga dibatasi hanya 25 orang setiap 15 menit. Wow...
Setelah itu mengunjungi Katedral The Duomo yang bisa dikatakan sebagai simbol kota Milan. Dari Milan menuju Venesia dengan kereta. Moda transportasi di Venesia yang dikenal dengan kota terapung adalah bus air dan gondola. Dari Venesia Retno kembali ke Milan dan lanjut ke Seville, Spanyol. Di Seville terdapat makam Christopher Colombus di depan The Gate of San Cristobal. Dari Seville Retno sampai di tujuan akhir yaitu Barcelona.

Francis Karena Francis seorang pianis dia banyak mengikuti konser seperti dari Cleaveland, Georgia menuju Miami untuk konser berikutnya setelah itu menuju New York untuk sebuah resital duo dan juga mengurus jas pengantinnya. Setelah 9 jam mengudara dari New York, Francis tiba juga di Barcelona. Francis diundang Friends of Pablo Picasso untuk mengadakan sebuah konser di Museu Picasso.

Farah melakukan perjalanan dengan kereta api dari Budapest ke Paris. Dalam perjalanan Farah berkenalan dengan Andre, dari Brazil yang satu kompartemen dengannya. Andre in ternyata akan bertemu teman-temannya di Wina lalu akan menuju daerah-daerah di Andalusia, Spanyol dengan mobil dan akan melintasi Barcelona juga. Farahpun bersedia gabung.

Masing-masing sahabat ini pergi untuk berkumpul dengan membawa perasaan yang entah harus senang atau sedih. Semua akan terjawab di bagian akhir buku. Mungkin pernyataan kalau sudah lama bersahabat tidak akan ada rasa cinta tidak berlaku untuk Farah, Jusuf, Retno dan Francis.


Tulisan Lainnya:

Tidak ada komentar: