>Wew...hari ini aku terbangun dari tidur tapi tidak di tempat tidur ku sendiri hehehe.. Aku nginep di tempat Roos (anak GRI yg baru 3 bulan lalu). She's nice dan aku seneng bisa temenan sama dia. Baik dan tidak sombong anaknya.

Koleksi bukunya booo...banyak gila...aku aja minder ngeliatnya. Apartemen Roos a.k.a kosan di Jl. Tanah Kusir 2, Ra-Dal. Kamarnya bener2 di penthouse a.k.a lantai paling atas hehehe...tapi enak. Kamarnya nyaman (AC bow..) dah kayak stay di hotel nih aku.

Apa aja ada terutama buku (ya iyalah anak GRI gitu loh) rencananya mau pinjem beberapa buku nih dari Roos (padahal utang baca masih buanyak hehehe) habis jujur aku kalo liat buku ijo banget matanya (padahal bacanya ntar-ntaran).

Thanks ya Roos. Even dirimu tak bisa baca tulisanku ini, tapi aku senang berteman denganmu (apalagi kalo boleh pinjem buku2nya hehehe)you are the best lah. Senangnya punya rumah kedua nih hehehe...
Wew...hari ini aku terbangun dari tidur tapi tidak di tempat tidur ku sendiri hehehe.. Aku nginep di tempat Roos (anak GRI yg baru 3 bulan lalu). She's nice dan aku seneng bisa temenan sama dia. Baik dan tidak sombong anaknya.

Koleksi bukunya booo...banyak gila...aku aja minder ngeliatnya. Apartemen Roos a.k.a kosan di Jl. Tanah Kusir 2, Ra-Dal. Kamarnya bener2 di penthouse a.k.a lantai paling atas hehehe...tapi enak. Kamarnya nyaman (AC bow..) dah kayak stay di hotel nih aku.

Apa aja ada terutama buku (ya iyalah anak GRI gitu loh) rencananya mau pinjem beberapa buku nih dari Roos (padahal utang baca masih buanyak hehehe) habis jujur aku kalo liat buku ijo banget matanya (padahal bacanya ntar-ntaran).

Thanks ya Roos. Even dirimu tak bisa baca tulisanku ini, tapi aku senang berteman denganmu (apalagi kalo boleh pinjem buku2nya hehehe)you are the best lah. Senangnya punya rumah kedua nih hehehe...
>
Film kartun animasi yang berdurasi kurang lebih 90 menit ini menurut saya memiliki jalan cerita yang simple, sederhana. Berkisah tentang seorang penjahat nomor 2 bernama Gru yang sudah berhasil mencuri patung Liberti, menara Eifel, layar besar di kota New York dengan bantuan tentara minion miliknya. Kali ini Gru mempunyai misi untuk mengalahkan pesaingnya poenjahat nomor 1 bernama Vector untuk mencuri bulan.

Keadaan justru sedikit demi sedikit berubah saat Gru mengadopsi tiga gadis kecil yatim piatu (Margo, Edith dan Agnes). Ternyata Gru mempunyai naluri orang tua yang baik saat mengasuh ketiga anak adopsinya. Keasikannya berperan sebagai seorang ayah hampir menggagalkan misinya mencuri bulan. Sampai-sampai profesor yang membantu Gru terpaksa memulangkan kembali ketiga gadis kecil itu ke panti asuhannya, melihat Gru kehilangan konsentrasi.

Hal yang menarik dan menyentuh yaitu, saat misi Gru mencuri bulan berhasil bertepatan dengan resital balet ketiga putrinya, Gru berusaha untuk menghadirinya tapi sayang Gru terlambat, acara sudah selesai dan ketiga anaknya diculik oleh Vector.

Demi membebaskan anak-anaknya, Gru rela memberi bulan yang dicurinya pada Vektor. Dengan segala cara Gru berupaya membebaskan ketiga anaknya. Sayang alat yang digunakan untuk mengecilkan bulan itu (hasil curiannya dari Vector) tidak membuat kecil permanen sehingga dalam waktu yang mungkin tidak terlalu lama bulan itupun kembali ke ukuran aslinya dan pada posisinya semula.

Cerita berakhir dengan Gru mulai bisa lebih enjoy menjadi seorang ayah, membacakan cerita sebelum tidur, memberi ciuman selamat malam untuk ketiga putrinya. Sampai-sampai tentara minionnya juga minta diberi ciuman selamat malam.

Adegan-adegan lucu saat Gru menemani ketiga putrinya bermain di taman hiburan dan tingkah polah pasukan minionnya membuat film ini cukup menghibur dan mengundang tawa penontonnya termasuk saya.

Satu hal yang saya lihat dari film ini bahwa tingkah polah anak kecil yang polos, ceria bisa membawa perubahan sikap sekalipun ia seorang penjahat.

Film kartun animasi yang berdurasi kurang lebih 90 menit ini menurut saya memiliki jalan cerita yang simple, sederhana. Berkisah tentang seorang penjahat nomor 2 bernama Gru yang sudah berhasil mencuri patung Liberti, menara Eifel, layar besar di kota New York dengan bantuan tentara minion miliknya. Kali ini Gru mempunyai misi untuk mengalahkan pesaingnya poenjahat nomor 1 bernama Vector untuk mencuri bulan.

Keadaan justru sedikit demi sedikit berubah saat Gru mengadopsi tiga gadis kecil yatim piatu (Margo, Edith dan Agnes). Ternyata Gru mempunyai naluri orang tua yang baik saat mengasuh ketiga anak adopsinya. Keasikannya berperan sebagai seorang ayah hampir menggagalkan misinya mencuri bulan. Sampai-sampai profesor yang membantu Gru terpaksa memulangkan kembali ketiga gadis kecil itu ke panti asuhannya, melihat Gru kehilangan konsentrasi.

Hal yang menarik dan menyentuh yaitu, saat misi Gru mencuri bulan berhasil bertepatan dengan resital balet ketiga putrinya, Gru berusaha untuk menghadirinya tapi sayang Gru terlambat, acara sudah selesai dan ketiga anaknya diculik oleh Vector.

Demi membebaskan anak-anaknya, Gru rela memberi bulan yang dicurinya pada Vektor. Dengan segala cara Gru berupaya membebaskan ketiga anaknya. Sayang alat yang digunakan untuk mengecilkan bulan itu (hasil curiannya dari Vector) tidak membuat kecil permanen sehingga dalam waktu yang mungkin tidak terlalu lama bulan itupun kembali ke ukuran aslinya dan pada posisinya semula.

Cerita berakhir dengan Gru mulai bisa lebih enjoy menjadi seorang ayah, membacakan cerita sebelum tidur, memberi ciuman selamat malam untuk ketiga putrinya. Sampai-sampai tentara minionnya juga minta diberi ciuman selamat malam.

Adegan-adegan lucu saat Gru menemani ketiga putrinya bermain di taman hiburan dan tingkah polah pasukan minionnya membuat film ini cukup menghibur dan mengundang tawa penontonnya termasuk saya.

Satu hal yang saya lihat dari film ini bahwa tingkah polah anak kecil yang polos, ceria bisa membawa perubahan sikap sekalipun ia seorang penjahat.