>PT. Televisi Transformasi Indonesia atau Trans TV buat saya adalah pelopor lahirnya jurnalis-jurnalis di Indonesia. Dengan adanya Broadcaster Development Programme, dimana di sini adalah ajang untuk menjaring anak-anak muda yag berminat dengan dunia jurnalistik dari berbagai disiplin ilmu.

Program rekrutmen ini sangat diminati, terbukti peserta Jakarta yang ikut lebih dari 10,000 orang, Bandung dan Jogja kurang lebih 2,500 orang. Dari belasan ribu peserta disaring lagi hingga menghasilkan ratusan orang yang nantinya akan menjadi jurnalis-jurnalis yang kompeten.

Seperti dikutip dari salah satu blog karyawan Trans TV hasil Dari BDP, Komisaris Trans TV mengatakan: "Trans TV adalah sekolah yang mencetak broadcaster-broadcaster Indonesia yang kompeten." Hanya di Trans TV yang menyelenggarakan pelatihan bagi jurnalis-jurnalis muda yang belum berpengalaman hingga mereka menjadi seorang jurnalis yang handal.

Saya salut dengan cara Trans TV dalam menimbulkan minat jurnalistik dikalangan muda. Trans TV adalah salah satu stasiun televisi yang ber-image energic dan inovatif, begitu banyak anak-anak muda yang bisa menunjukkan kemampuan mereka di berbagai program tayangan sehingga menghasilkan tayangan yang enak ditonton dan menjadi unggulan.

Saya berharap program perekrutan seperti ini tidak akan dihentikan oleh pihak Trans TV sehingga setiap tahunnya banyak bermunculan ide-ide baru yang segar dari jurnalis-jurnalis atau broadcaster-broadcaster muda.
PT. Televisi Transformasi Indonesia atau Trans TV buat saya adalah pelopor lahirnya jurnalis-jurnalis di Indonesia. Dengan adanya Broadcaster Development Programme, dimana di sini adalah ajang untuk menjaring anak-anak muda yag berminat dengan dunia jurnalistik dari berbagai disiplin ilmu.

Program rekrutmen ini sangat diminati, terbukti peserta Jakarta yang ikut lebih dari 10,000 orang, Bandung dan Jogja kurang lebih 2,500 orang. Dari belasan ribu peserta disaring lagi hingga menghasilkan ratusan orang yang nantinya akan menjadi jurnalis-jurnalis yang kompeten.

Seperti dikutip dari salah satu blog karyawan Trans TV hasil Dari BDP, Komisaris Trans TV mengatakan: "Trans TV adalah sekolah yang mencetak broadcaster-broadcaster Indonesia yang kompeten." Hanya di Trans TV yang menyelenggarakan pelatihan bagi jurnalis-jurnalis muda yang belum berpengalaman hingga mereka menjadi seorang jurnalis yang handal.

Saya salut dengan cara Trans TV dalam menimbulkan minat jurnalistik dikalangan muda. Trans TV adalah salah satu stasiun televisi yang ber-image energic dan inovatif, begitu banyak anak-anak muda yang bisa menunjukkan kemampuan mereka di berbagai program tayangan sehingga menghasilkan tayangan yang enak ditonton dan menjadi unggulan.

Saya berharap program perekrutan seperti ini tidak akan dihentikan oleh pihak Trans TV sehingga setiap tahunnya banyak bermunculan ide-ide baru yang segar dari jurnalis-jurnalis atau broadcaster-broadcaster muda.
>Hari ini, adalah hari yang kurang beruntung buatku sekaligus jd pelajaran, bahwa tidak boleh bergantung pada manusia.

Jujur saja aku kecewa sama kebaikan yang diberikan temanku. Kejdannya minggu lalu, saat itu aku ke toko sepatu Charles&Keith dan lihat ada sepatu yg lagi diskon. Secara aku pingin jg pny sepatu branded cuman harganya ga nyampe.

Akhirnya temenku bilang kalo aku mau, dia nalangin dulu then aku cicil ke dia terserah aku. Ya sudah, karena ada penawaran spt itu akhirnya aku beli.

Sayang disayang, hari ini saat aku ingin bayar cicilan pertama tiba-tiba temanku dengan dalih bla..bla..bla..yg menurutku alasan yg dibuat2 memintaku bayar full tanpa cicilan.

Langsung lemes aku, bayangin aja aku udah atur2 biaya untuk bulan ini akhirnya jd berantakan hny karena sepatu branded. Kecewanya aku, kalo memang kiranya ga bisa kasih cicilan ya udah jgn memberiku harapan, toh kalo ga bisa aku jg akan beli sepatu ini.

Pelajaran yg sangat berharga. Berdirilah diatas kemampuan sendiri, jgn mengandalkan orang lain. Kelicikannya membuatku harus super hati2 dan menjaga jarak dengannya.

Biar Tuhan saja yg memenuhi kebutuhanku bukan orang lain. Siapa menabur, dia akan menuai.
Hari ini, adalah hari yang kurang beruntung buatku sekaligus jd pelajaran, bahwa tidak boleh bergantung pada manusia.

Jujur saja aku kecewa sama kebaikan yang diberikan temanku. Kejdannya minggu lalu, saat itu aku ke toko sepatu Charles&Keith dan lihat ada sepatu yg lagi diskon. Secara aku pingin jg pny sepatu branded cuman harganya ga nyampe.

Akhirnya temenku bilang kalo aku mau, dia nalangin dulu then aku cicil ke dia terserah aku. Ya sudah, karena ada penawaran spt itu akhirnya aku beli.

Sayang disayang, hari ini saat aku ingin bayar cicilan pertama tiba-tiba temanku dengan dalih bla..bla..bla..yg menurutku alasan yg dibuat2 memintaku bayar full tanpa cicilan.

Langsung lemes aku, bayangin aja aku udah atur2 biaya untuk bulan ini akhirnya jd berantakan hny karena sepatu branded. Kecewanya aku, kalo memang kiranya ga bisa kasih cicilan ya udah jgn memberiku harapan, toh kalo ga bisa aku jg akan beli sepatu ini.

Pelajaran yg sangat berharga. Berdirilah diatas kemampuan sendiri, jgn mengandalkan orang lain. Kelicikannya membuatku harus super hati2 dan menjaga jarak dengannya.

Biar Tuhan saja yg memenuhi kebutuhanku bukan orang lain. Siapa menabur, dia akan menuai.