>Kemarin sore ada kejadian yang membuat saya senyum2 sendiri di kantor.

Tiga rekan saya berfoto untuk pembuatan ID card di gedung baru (karena kami mau pindah gedung), foto yang berbackground dinding kantor juga tak luput dari manager tim kami. Dengan poni yang dijepit ke belakang dan kacamata tebalnya beliau berdiri tegak menyiapkan diri.

Hanya saja sebelum di foto beliau berceloteh,
"Masih mengkilap ga? (wajahnya)
kacamatanya miring ga? Bahunya udah rata belum?" hehehe...celotehannya mengingatkanku pada sosok pemimpin negara ini yang menurut mantan wartawan kepresidenan adalah seorang perfeksionis.

Memakai peci miring saja sudah membuatnya gelisah barangkali dan benar2 ingin terlihat sempurna di mata rakyatnya. Kejadian kemarin sore itu seperti repetisi buat saya. Apakah menjadi seorang pemimpin itu harus perfeksionis? Apakah ke-kritisannya pada hal2 kecil di penampilan menjadi satu titik sorot yang tidak boleh bercela? Apakah seseorang yang tadinya biasa2 saja ketika menjadi pemimpin tiba2 bisa menjadi seorang perfeksionis? Hanya yang bersangkutan yang tahu :)
Kemarin sore ada kejadian yang membuat saya senyum2 sendiri di kantor.

Tiga rekan saya berfoto untuk pembuatan ID card di gedung baru (karena kami mau pindah gedung), foto yang berbackground dinding kantor juga tak luput dari manager tim kami. Dengan poni yang dijepit ke belakang dan kacamata tebalnya beliau berdiri tegak menyiapkan diri.

Hanya saja sebelum di foto beliau berceloteh,
"Masih mengkilap ga? (wajahnya)
kacamatanya miring ga? Bahunya udah rata belum?" hehehe...celotehannya mengingatkanku pada sosok pemimpin negara ini yang menurut mantan wartawan kepresidenan adalah seorang perfeksionis.

Memakai peci miring saja sudah membuatnya gelisah barangkali dan benar2 ingin terlihat sempurna di mata rakyatnya. Kejadian kemarin sore itu seperti repetisi buat saya. Apakah menjadi seorang pemimpin itu harus perfeksionis? Apakah ke-kritisannya pada hal2 kecil di penampilan menjadi satu titik sorot yang tidak boleh bercela? Apakah seseorang yang tadinya biasa2 saja ketika menjadi pemimpin tiba2 bisa menjadi seorang perfeksionis? Hanya yang bersangkutan yang tahu :)
>Sepertinya saya akan tuntaskan tulisan mas Inu tentang pak Beye di bulan Oktober 2008, karena di bulan2 berikutnya tulisan mas Inu banyak sekali dan bila saya uraikan satu per satu akan menjadi berbuku-buku seperti yg nantinya akan diterbitkan.

20 Okt 2008, Demokrat Tanpa Pak Beye.
Tidak terbayangkan bagaimana jadinya Demokrat tanpa pak Beye. Lagi2 pak Beye sangat bertekad untuk maju lagi di putaran pilpres 2009. Ternyata pak Beye ini diam2 seorang musisi juga. Sejumlah lagu beliau hasilkan untuk partainya. Yang menarik lagi yaitu slogan ulang tahun ke-7 partai demokrat "tujuh tahun demokrat bersama SBY berjuang untuk rakyat." Kalau diinterpretasi ke thn 2010 ini, masihkah beliau dan demokrat berjuang untuk rakyat?

22 Okt 2008, Pak Beye dan Koleksi Batik Birunya.
Begitu cintanya beliau dengan partai demokrat (pastinya, karena beliau pendirinya :)) sampai koleksi batikpun senada dgn warna lambang partainya. Bahkan paspampres pun ikut berganti warna. Menarik sekali mas Inu..

23 Okt 2008, Tinju Maya Pak Beye dan Pak Kalla.
Mengibaratkan pilpres 2009 sebagai ajang bertinju. Pak Beye ibarat siapa ya? Mike Tyson? Hmm..rasa2nya pak Beye bukan tipe orang yg akan menggigit lawan politiknya secara terang2an. Sepertinya isu kerenggangan antara pak Beye dan pak Kalla makin santer jelang pilpres 2009 dengan pak Kalla sbg rival beliau berpasangan dgn Wiranto.

30 Okt 2008, Aulia dan Berkah Yang Dibawanya.
Tidak ikut campurnya pak Beye atas kasus Aulia Pohan pada waktu itu menunjukkan bahwa pak Beye serius ingin memberantas korupsi. Tapi sekarang? Sepertinya gaung2 berantas korupsi melemah dengan maju mundurnya kasus century.

Saya akan membeli bukunya dan kemudian akan saya tulis kembali sebagai referensi pribadi.

Beruntung tulisan2 mas Inu tentang ke-gelisahannya berlangsung di era reformasi, andai saja tulisan seperti ini beredar di era Soeharto, bisa2 mas Inu diciduk.

Saya juga sebenarnya gelisah seperti mas Inu, hanya saja tidak tahu mengungkapkannya seperti bahasa2 penulisan mas Inu. Yang pasti saya juga miris melihat pemerintahan SBY jilid II ini, makin ga jelas mau kemana sebenarnya negeri ini.
Sepertinya saya akan tuntaskan tulisan mas Inu tentang pak Beye di bulan Oktober 2008, karena di bulan2 berikutnya tulisan mas Inu banyak sekali dan bila saya uraikan satu per satu akan menjadi berbuku-buku seperti yg nantinya akan diterbitkan.

20 Okt 2008, Demokrat Tanpa Pak Beye.
Tidak terbayangkan bagaimana jadinya Demokrat tanpa pak Beye. Lagi2 pak Beye sangat bertekad untuk maju lagi di putaran pilpres 2009. Ternyata pak Beye ini diam2 seorang musisi juga. Sejumlah lagu beliau hasilkan untuk partainya. Yang menarik lagi yaitu slogan ulang tahun ke-7 partai demokrat "tujuh tahun demokrat bersama SBY berjuang untuk rakyat." Kalau diinterpretasi ke thn 2010 ini, masihkah beliau dan demokrat berjuang untuk rakyat?

22 Okt 2008, Pak Beye dan Koleksi Batik Birunya.
Begitu cintanya beliau dengan partai demokrat (pastinya, karena beliau pendirinya :)) sampai koleksi batikpun senada dgn warna lambang partainya. Bahkan paspampres pun ikut berganti warna. Menarik sekali mas Inu..

23 Okt 2008, Tinju Maya Pak Beye dan Pak Kalla.
Mengibaratkan pilpres 2009 sebagai ajang bertinju. Pak Beye ibarat siapa ya? Mike Tyson? Hmm..rasa2nya pak Beye bukan tipe orang yg akan menggigit lawan politiknya secara terang2an. Sepertinya isu kerenggangan antara pak Beye dan pak Kalla makin santer jelang pilpres 2009 dengan pak Kalla sbg rival beliau berpasangan dgn Wiranto.

30 Okt 2008, Aulia dan Berkah Yang Dibawanya.
Tidak ikut campurnya pak Beye atas kasus Aulia Pohan pada waktu itu menunjukkan bahwa pak Beye serius ingin memberantas korupsi. Tapi sekarang? Sepertinya gaung2 berantas korupsi melemah dengan maju mundurnya kasus century.

Saya akan membeli bukunya dan kemudian akan saya tulis kembali sebagai referensi pribadi.

Beruntung tulisan2 mas Inu tentang ke-gelisahannya berlangsung di era reformasi, andai saja tulisan seperti ini beredar di era Soeharto, bisa2 mas Inu diciduk.

Saya juga sebenarnya gelisah seperti mas Inu, hanya saja tidak tahu mengungkapkannya seperti bahasa2 penulisan mas Inu. Yang pasti saya juga miris melihat pemerintahan SBY jilid II ini, makin ga jelas mau kemana sebenarnya negeri ini.
>Melanjut tulisan mas Inu tentang pak Beye selama Oktober 2008.

3 Okt 2008, Open House di Tahun Politik.
Mas Inu menyoroti open house yg kali ini pak Beye dikunjungi tamu istimewa, yaitu Gus Dur. Pak Beye juga mengatakan janji kampanye pemilu 2004 akan diulangi utk disempurnakan dlm kampanye 2009. Tp semua janji tinggal janji, biasanya kan semua calon pemimpin yg sdng berkampanye byk mengobral janji (pendpt saya loh bukan mas Inu :))

4 Okt 2008, Kisah Audi Baru di Istana.
Ckckck..decak kagum saya dgn moda transportasi yg mejeng di istana dan yg dimiliki oleh pejabat2 negara sampai anak bungsu pak Beye. Pdhal rakyat bwh tidak mau tahu soal mobil2 mwah itu, mereka hanya ingin keadilan dan perut mereka dpt terisi dgn layak.

6 Okt 2008, Melihat Pak Beye Gak Pede.
Ternyt pak Beye ga pede dgn perintahnya sendiri utk mengkampanyekan secara besar2an utk mengkonsumsi produk dalam negeri, sementara menurut mas Inu persentase barang2 yg melekat di tubuh para pejabat tdk lbh 40% produk dlm negeri. Hehehe..

9 Okt 2008, Laskar Pelangi dan Laskar Pacitan.
Hmm..ide yg bagus mas Inu jika sisi perjalanan masa muda pak Beye difilmkan. Pasti seluruh pendukungnya akan setuju dan rakyat menjadi tahu spt apa SBY muda :) *bs dipakai utk mencari simpatisan di pemilu pilpres 2014.

10 Okt 2008, Meredupnya Sorot Kamera.
Sampai perlu ber "drama" utk mencalonkan diri kembali sebagai capres 2009. Kalau di-drama begini, bgmana rakyat bisa yakin dgn pemerntahannya?

12 Okt 2008, Senyum Sempurna di Tahun Politik.
Mas Inu ini org yg teliti, sampai tahi lalat pak Beye pun beliau perhatikan. Membaca isinya terasa sekali aroma kampanye pak Beye. Hmm..masa jabatan belum berakhir, kuda2 kampanye sdh disiapkan.

15 Okt 2008, Cara Mencari Pak Beye.
Ternyt begitu ya kalau cari dukungan suara, sampai blesek2 ke tmpt yg tdk pernah dikunjungi sebelumnya. Bendera partai menjd pertanda keberadaan pak Beye. Apakah beliau akan berlaku sama utk 2014?

17 Okt 2008, Pak Beye "update".
Lagi2 upaya pak Beye mencari dukungan dilancarkan, kali ini mendekati media, sehingga beliau kerap muncul di layar kaca bak artis yg mempopulerkan namanya. *persiapan jelang pilpres 2009.
Melanjut tulisan mas Inu tentang pak Beye selama Oktober 2008.

3 Okt 2008, Open House di Tahun Politik.
Mas Inu menyoroti open house yg kali ini pak Beye dikunjungi tamu istimewa, yaitu Gus Dur. Pak Beye juga mengatakan janji kampanye pemilu 2004 akan diulangi utk disempurnakan dlm kampanye 2009. Tp semua janji tinggal janji, biasanya kan semua calon pemimpin yg sdng berkampanye byk mengobral janji (pendpt saya loh bukan mas Inu :))

4 Okt 2008, Kisah Audi Baru di Istana.
Ckckck..decak kagum saya dgn moda transportasi yg mejeng di istana dan yg dimiliki oleh pejabat2 negara sampai anak bungsu pak Beye. Pdhal rakyat bwh tidak mau tahu soal mobil2 mwah itu, mereka hanya ingin keadilan dan perut mereka dpt terisi dgn layak.

6 Okt 2008, Melihat Pak Beye Gak Pede.
Ternyt pak Beye ga pede dgn perintahnya sendiri utk mengkampanyekan secara besar2an utk mengkonsumsi produk dalam negeri, sementara menurut mas Inu persentase barang2 yg melekat di tubuh para pejabat tdk lbh 40% produk dlm negeri. Hehehe..

9 Okt 2008, Laskar Pelangi dan Laskar Pacitan.
Hmm..ide yg bagus mas Inu jika sisi perjalanan masa muda pak Beye difilmkan. Pasti seluruh pendukungnya akan setuju dan rakyat menjadi tahu spt apa SBY muda :) *bs dipakai utk mencari simpatisan di pemilu pilpres 2014.

10 Okt 2008, Meredupnya Sorot Kamera.
Sampai perlu ber "drama" utk mencalonkan diri kembali sebagai capres 2009. Kalau di-drama begini, bgmana rakyat bisa yakin dgn pemerntahannya?

12 Okt 2008, Senyum Sempurna di Tahun Politik.
Mas Inu ini org yg teliti, sampai tahi lalat pak Beye pun beliau perhatikan. Membaca isinya terasa sekali aroma kampanye pak Beye. Hmm..masa jabatan belum berakhir, kuda2 kampanye sdh disiapkan.

15 Okt 2008, Cara Mencari Pak Beye.
Ternyt begitu ya kalau cari dukungan suara, sampai blesek2 ke tmpt yg tdk pernah dikunjungi sebelumnya. Bendera partai menjd pertanda keberadaan pak Beye. Apakah beliau akan berlaku sama utk 2014?

17 Okt 2008, Pak Beye "update".
Lagi2 upaya pak Beye mencari dukungan dilancarkan, kali ini mendekati media, sehingga beliau kerap muncul di layar kaca bak artis yg mempopulerkan namanya. *persiapan jelang pilpres 2009.
>Jangan salah tafsir dulu tentang judul tulisan saya ini. Saya menulis judul seperti ini dikarenakan Wisnu Nugroho (mas Inu-sapaan akrabnya) adalah wartawan KOMPAS sekaligus kompasianer paling aktif, pernah bertugas meliput kegiatan2 presiden SBY selama satu periode masa jabatan beliau (2004-2009).

Entah akan berapa seri tulisan saya ini terkait tulisan mas Inu di kompasiana yang sekiranya akan menjadi catatan pribadi saya sendiri tentang kehidupan istana dan pak Beye (panggilan mas Inu untuk pak SBY). Mas Inu sendiri sudah meluncurkan 2 buku dari tetralogi sisi lain SBY, yaitu Pak Beye dan Istananya, Pak Beye dan Politiknya.

Tulisan2 dalam buku tersebut adlh gabungan tulisan2 mas Inu di kompasiana sejak beliau gabung September 2008. Saya pun akan merinci tulisan2 mas Inu seputar pak Beye dalam catatan saya.

Secara pribadi saya belum pernah bertemu atau ngobrol secara langsung dengan mas Inu, hanya di kompasiana beliau ada di list teman saya :). Saya pun baru tahu beliau lulusan filsafat dari sepenggal kecil tulisan tentang penulis di halaman belakang buku pertamanya. Yang saya tahu beliau adalah wartawan KOMPAS.

Berikut catatan yang akan saya mulai.

15 Sept 2008, Kisah Pak Beye, Super Toy dan Super HL.
Menceritakan tentang kasus Blue Energy yg masih menjadi misteri.

16 Sept 2008, Mencari Cesare Paciotti.
Ini cerita yg menurut saya jg lucu. Pejabat yg kala itu dtng ke istana utk buka puasa bersama, melepaskan sepatunya dan dibungkus dgn kantong plastik. Sampai segitunya para pejabat menyembunyikan merek sepatu yg dikenakan? Maksudnya apa coba?

22 Sept 2008, Pak Beye Kehilangan Almira.
Ini momen mengharukan bagi pak Beye krn harus kehilangan cucu pertamanya yg diboyong orang tuanya ke Karawang. Rupanya selain sebagai kepala negara beliau juga menikmati perannya sebagai kakek :)

23 Sept 2008, "Lapangan Golf" pak Beye.
Mas Inu mengulas tentang kegemaran pak Beye berolah raga. Sampai2 halaman tengah istana negarapun dijadikan lapangan golf mini. Hmmm...

29 Sept 2008, Menunggu Pak Beye Bertinju.
Cerita tentang keinginan pak Beye menjadi capres 2009. Pernyataan mas Inu, "Agak aneh, gagal mewujudkan janji dalam lima tahun kok masih mencalonkan lagi?" saya setuju. Yg jadi pertanyaan kalau periode ke-2 pak Beye masih gagal, apakah beliau masih akan mencalonkan lg di pemilu 2014 dgn dalih untuk memperbaiki?

30 Sept 2008, Dari Mana Pak Beye Berasal?
Waktu membaca judulnya, saya pikir mas Inu akan bercerita tentang asal usul pak Beye yg berasal dari Pacitan, tp ternyata mas Inu bercerita ttg panggilan pak "Beye" berasal :), yaitu dari seorang petani miskin di Cikeas Udik yg tinggal di belakang Puri Cikeas, pak Mayar namanya.

Inilah tulisan2 mas Inu selama bulan September. Bagaimana di bulan berikutnya?
Jangan salah tafsir dulu tentang judul tulisan saya ini. Saya menulis judul seperti ini dikarenakan Wisnu Nugroho (mas Inu-sapaan akrabnya) adalah wartawan KOMPAS sekaligus kompasianer paling aktif, pernah bertugas meliput kegiatan2 presiden SBY selama satu periode masa jabatan beliau (2004-2009).

Entah akan berapa seri tulisan saya ini terkait tulisan mas Inu di kompasiana yang sekiranya akan menjadi catatan pribadi saya sendiri tentang kehidupan istana dan pak Beye (panggilan mas Inu untuk pak SBY). Mas Inu sendiri sudah meluncurkan 2 buku dari tetralogi sisi lain SBY, yaitu Pak Beye dan Istananya, Pak Beye dan Politiknya.

Tulisan2 dalam buku tersebut adlh gabungan tulisan2 mas Inu di kompasiana sejak beliau gabung September 2008. Saya pun akan merinci tulisan2 mas Inu seputar pak Beye dalam catatan saya.

Secara pribadi saya belum pernah bertemu atau ngobrol secara langsung dengan mas Inu, hanya di kompasiana beliau ada di list teman saya :). Saya pun baru tahu beliau lulusan filsafat dari sepenggal kecil tulisan tentang penulis di halaman belakang buku pertamanya. Yang saya tahu beliau adalah wartawan KOMPAS.

Berikut catatan yang akan saya mulai.

15 Sept 2008, Kisah Pak Beye, Super Toy dan Super HL.
Menceritakan tentang kasus Blue Energy yg masih menjadi misteri.

16 Sept 2008, Mencari Cesare Paciotti.
Ini cerita yg menurut saya jg lucu. Pejabat yg kala itu dtng ke istana utk buka puasa bersama, melepaskan sepatunya dan dibungkus dgn kantong plastik. Sampai segitunya para pejabat menyembunyikan merek sepatu yg dikenakan? Maksudnya apa coba?

22 Sept 2008, Pak Beye Kehilangan Almira.
Ini momen mengharukan bagi pak Beye krn harus kehilangan cucu pertamanya yg diboyong orang tuanya ke Karawang. Rupanya selain sebagai kepala negara beliau juga menikmati perannya sebagai kakek :)

23 Sept 2008, "Lapangan Golf" pak Beye.
Mas Inu mengulas tentang kegemaran pak Beye berolah raga. Sampai2 halaman tengah istana negarapun dijadikan lapangan golf mini. Hmmm...

29 Sept 2008, Menunggu Pak Beye Bertinju.
Cerita tentang keinginan pak Beye menjadi capres 2009. Pernyataan mas Inu, "Agak aneh, gagal mewujudkan janji dalam lima tahun kok masih mencalonkan lagi?" saya setuju. Yg jadi pertanyaan kalau periode ke-2 pak Beye masih gagal, apakah beliau masih akan mencalonkan lg di pemilu 2014 dgn dalih untuk memperbaiki?

30 Sept 2008, Dari Mana Pak Beye Berasal?
Waktu membaca judulnya, saya pikir mas Inu akan bercerita tentang asal usul pak Beye yg berasal dari Pacitan, tp ternyata mas Inu bercerita ttg panggilan pak "Beye" berasal :), yaitu dari seorang petani miskin di Cikeas Udik yg tinggal di belakang Puri Cikeas, pak Mayar namanya.

Inilah tulisan2 mas Inu selama bulan September. Bagaimana di bulan berikutnya?
>Siapa yg tidak kenal lagu 'Hero' yg dipopulerkan oleh Mariah Carey, lagu ini bercerita tentang seorang manusia yg tidak boleh pesimis menghadapi hidup. Apapun dan bagaimanapun keadaan kita, kita harus tetap berjuang menaklukkan hidup.

Bagi orang2 yg memiliki keterbatasan secara fisik (tunanetra, tunarungu, tunawicara, tunadaksa) biasanya mempunyai rasa minder dan pesimis untuk menghadapi hidup. Hal ini bisa disebabkan oleh faktor lingkungan yg memandang sebelah mata orang2 yg memiliki keterbatasan secara fisik (difabel=different abilities). Padahal para difabel ini bisa melahirkan prestasi yg tak kalah dari orang2 normal. Contohnya saja, Sukrawan seorang tunanetra asal Bali memiliki keahlian dalam menabuh drum, alm. Gizka (putri Dewi Yull) tunarungu yg pandai melukis, Hirotada Ototake tunadaksa (tanpa tangan dan kaki) seorang penulis dari Jepang dan bukunya begitu menginspirasi, Stevie Wonder dan Ray Charles penyanyi tunanetra yg legendaris di Hollywood.

Orang2 difabel ini lebih bisa mandiri dan tidak mau dikasihani begitu saja hanya karena keterbatasan yg mereka miliki. Justru aku sedih dengan org2 difabel yg pesimis, merasa hanya menjadi sampah masyarakat dan meratapi keadaannya tanpa berbuat sesuatu, pdhal banyak hal yg bisa dikerjakan walaupun ruang gerak mereka terbatasi. Semua memang tergantung kepada individu masing2, siapa yg mau berkembang dan maju mereka akan berusaha apapun caranya.

Aku suka refrain lagu 'Hero' itu:
"And then the hero comes along, with the strength to carry on. And you cast your fears aside and you know you can survive. So when you feel like hope is gone, look inside you and be strong. And you'll finally see the truth, that a hero lies in you.." Jadi kita tidak boleh menyerah, bertahan dan jadilah tangguh sekalipun fisik terbatas, karena dibalik keterbatasan itu terdapat kelebihan.

Mungkin dalam hal pekerjaan reguler (kantoran) mereka tidak bisa bersaing, tp mereka bisa berwiraswasta, berprestasi dalam seni maupun olah raga. Tp aku salut ya sama salah satu restoran frenchaise yg terkenal di Jakarta mau mempekerjakan orang2 difabel, memang posisi mereka tidak ditempatkan dibagian yg berinteraksi dengan konsumen tp paling tidak mereka bisa bekerja di bagian dapurnya.

Tuhan memberikan keterbatasan ini bukan untuk disesali ataupun menjadikan protes pada Sang Pencipta melainkan untuk menunjukkan kebesaran Tuhan. Jadi sikapilah keterbatasan yg dimiliki secara positif, mudah2an dalam menjalani hidup pun akan selalu menghasilkan yang positif. Jangan jadikan keterbatasan itu sebagai suatu penghalang karena, dengan begitu hidup pun tidak akan maju dan hanya menghasilkan ke-negatif-an.
Siapa yg tidak kenal lagu 'Hero' yg dipopulerkan oleh Mariah Carey, lagu ini bercerita tentang seorang manusia yg tidak boleh pesimis menghadapi hidup. Apapun dan bagaimanapun keadaan kita, kita harus tetap berjuang menaklukkan hidup.

Bagi orang2 yg memiliki keterbatasan secara fisik (tunanetra, tunarungu, tunawicara, tunadaksa) biasanya mempunyai rasa minder dan pesimis untuk menghadapi hidup. Hal ini bisa disebabkan oleh faktor lingkungan yg memandang sebelah mata orang2 yg memiliki keterbatasan secara fisik (difabel=different abilities). Padahal para difabel ini bisa melahirkan prestasi yg tak kalah dari orang2 normal. Contohnya saja, Sukrawan seorang tunanetra asal Bali memiliki keahlian dalam menabuh drum, alm. Gizka (putri Dewi Yull) tunarungu yg pandai melukis, Hirotada Ototake tunadaksa (tanpa tangan dan kaki) seorang penulis dari Jepang dan bukunya begitu menginspirasi, Stevie Wonder dan Ray Charles penyanyi tunanetra yg legendaris di Hollywood.

Orang2 difabel ini lebih bisa mandiri dan tidak mau dikasihani begitu saja hanya karena keterbatasan yg mereka miliki. Justru aku sedih dengan org2 difabel yg pesimis, merasa hanya menjadi sampah masyarakat dan meratapi keadaannya tanpa berbuat sesuatu, pdhal banyak hal yg bisa dikerjakan walaupun ruang gerak mereka terbatasi. Semua memang tergantung kepada individu masing2, siapa yg mau berkembang dan maju mereka akan berusaha apapun caranya.

Aku suka refrain lagu 'Hero' itu:
"And then the hero comes along, with the strength to carry on. And you cast your fears aside and you know you can survive. So when you feel like hope is gone, look inside you and be strong. And you'll finally see the truth, that a hero lies in you.." Jadi kita tidak boleh menyerah, bertahan dan jadilah tangguh sekalipun fisik terbatas, karena dibalik keterbatasan itu terdapat kelebihan.

Mungkin dalam hal pekerjaan reguler (kantoran) mereka tidak bisa bersaing, tp mereka bisa berwiraswasta, berprestasi dalam seni maupun olah raga. Tp aku salut ya sama salah satu restoran frenchaise yg terkenal di Jakarta mau mempekerjakan orang2 difabel, memang posisi mereka tidak ditempatkan dibagian yg berinteraksi dengan konsumen tp paling tidak mereka bisa bekerja di bagian dapurnya.

Tuhan memberikan keterbatasan ini bukan untuk disesali ataupun menjadikan protes pada Sang Pencipta melainkan untuk menunjukkan kebesaran Tuhan. Jadi sikapilah keterbatasan yg dimiliki secara positif, mudah2an dalam menjalani hidup pun akan selalu menghasilkan yang positif. Jangan jadikan keterbatasan itu sebagai suatu penghalang karena, dengan begitu hidup pun tidak akan maju dan hanya menghasilkan ke-negatif-an.
>Teringat lagu 'I Love You Daddy' yg dinyanyiin Ricardo&Friends, aku selalu sedih kalo nyanyiin lagu ini, air mata pasti mengalir. Lirik lagunya dalem banget dimana seorang ayah itu yg mengajar kita berdoa, bermain dan menjd pemandu di dlm gelap.

Di negeri barat merayakan hari ibu dan juga hari ayah, sementara di Indonesia hanya merayakan hari ibu. Menurut aku peran ayah itu tidak kalah pentingnya. Pendidikan budi pekerti seorang anak itu diajarkan oleh orang tua, ibu dan ayah, tidak hanya berat pada seorang ibu.

Dalam sebuah keluarga tugas orang tua dalam mendidik anak2nya harus seimbang. Memang tugas ayah dalam keluarga sebagai kepala rumah, juga tidak boleh lupa perannya sebagai pendidik mendampingi ibu. Karena tingkah polah anak adalah cerminan didikan orang tua.

Aku salut sama papaku, beliau itu sabar, tegas dan tegar. Beliau hampir tidak pernah mengeluh menghadapi pahit manisnya hidup. Kesetiaan beliau nungguin mama di rmh sakit sampai ketegaran beliau menghadapi kematian mama membuat aku juga tegar melepas mama menghadap Sang Khalik. Menurutku kisah pak Habibie dan alm. Ibu Ainun sama seperti orang tuaku.

Papa adalah tiangku, pilar hidupku di dunia ini. Karena itu setiap kali aku nyanyi lagu 'I Love You Daddy' itu aku pasti menangis. But, i never stop trying to be your number one, i will be my daddy's girl..

Di usianya yg semakin senja tidak pernah beliau berhenti menjaga aku dan adikku. Pokoknya buat kami his number one, dan aku semaksimal mungkin membahagiakannya.

I love you daddy...you always in my heart and you are my hero and superstar..
Teringat lagu 'I Love You Daddy' yg dinyanyiin Ricardo&Friends, aku selalu sedih kalo nyanyiin lagu ini, air mata pasti mengalir. Lirik lagunya dalem banget dimana seorang ayah itu yg mengajar kita berdoa, bermain dan menjd pemandu di dlm gelap.

Di negeri barat merayakan hari ibu dan juga hari ayah, sementara di Indonesia hanya merayakan hari ibu. Menurut aku peran ayah itu tidak kalah pentingnya. Pendidikan budi pekerti seorang anak itu diajarkan oleh orang tua, ibu dan ayah, tidak hanya berat pada seorang ibu.

Dalam sebuah keluarga tugas orang tua dalam mendidik anak2nya harus seimbang. Memang tugas ayah dalam keluarga sebagai kepala rumah, juga tidak boleh lupa perannya sebagai pendidik mendampingi ibu. Karena tingkah polah anak adalah cerminan didikan orang tua.

Aku salut sama papaku, beliau itu sabar, tegas dan tegar. Beliau hampir tidak pernah mengeluh menghadapi pahit manisnya hidup. Kesetiaan beliau nungguin mama di rmh sakit sampai ketegaran beliau menghadapi kematian mama membuat aku juga tegar melepas mama menghadap Sang Khalik. Menurutku kisah pak Habibie dan alm. Ibu Ainun sama seperti orang tuaku.

Papa adalah tiangku, pilar hidupku di dunia ini. Karena itu setiap kali aku nyanyi lagu 'I Love You Daddy' itu aku pasti menangis. But, i never stop trying to be your number one, i will be my daddy's girl..

Di usianya yg semakin senja tidak pernah beliau berhenti menjaga aku dan adikku. Pokoknya buat kami his number one, dan aku semaksimal mungkin membahagiakannya.

I love you daddy...you always in my heart and you are my hero and superstar..