>Wisnu Nugroho dan Pak Beye (3)

0 Comments
>Sepertinya saya akan tuntaskan tulisan mas Inu tentang pak Beye di bulan Oktober 2008, karena di bulan2 berikutnya tulisan mas Inu banyak sekali dan bila saya uraikan satu per satu akan menjadi berbuku-buku seperti yg nantinya akan diterbitkan.

20 Okt 2008, Demokrat Tanpa Pak Beye.
Tidak terbayangkan bagaimana jadinya Demokrat tanpa pak Beye. Lagi2 pak Beye sangat bertekad untuk maju lagi di putaran pilpres 2009. Ternyata pak Beye ini diam2 seorang musisi juga. Sejumlah lagu beliau hasilkan untuk partainya. Yang menarik lagi yaitu slogan ulang tahun ke-7 partai demokrat "tujuh tahun demokrat bersama SBY berjuang untuk rakyat." Kalau diinterpretasi ke thn 2010 ini, masihkah beliau dan demokrat berjuang untuk rakyat?

22 Okt 2008, Pak Beye dan Koleksi Batik Birunya.
Begitu cintanya beliau dengan partai demokrat (pastinya, karena beliau pendirinya :)) sampai koleksi batikpun senada dgn warna lambang partainya. Bahkan paspampres pun ikut berganti warna. Menarik sekali mas Inu..

23 Okt 2008, Tinju Maya Pak Beye dan Pak Kalla.
Mengibaratkan pilpres 2009 sebagai ajang bertinju. Pak Beye ibarat siapa ya? Mike Tyson? Hmm..rasa2nya pak Beye bukan tipe orang yg akan menggigit lawan politiknya secara terang2an. Sepertinya isu kerenggangan antara pak Beye dan pak Kalla makin santer jelang pilpres 2009 dengan pak Kalla sbg rival beliau berpasangan dgn Wiranto.

30 Okt 2008, Aulia dan Berkah Yang Dibawanya.
Tidak ikut campurnya pak Beye atas kasus Aulia Pohan pada waktu itu menunjukkan bahwa pak Beye serius ingin memberantas korupsi. Tapi sekarang? Sepertinya gaung2 berantas korupsi melemah dengan maju mundurnya kasus century.

Saya akan membeli bukunya dan kemudian akan saya tulis kembali sebagai referensi pribadi.

Beruntung tulisan2 mas Inu tentang ke-gelisahannya berlangsung di era reformasi, andai saja tulisan seperti ini beredar di era Soeharto, bisa2 mas Inu diciduk.

Saya juga sebenarnya gelisah seperti mas Inu, hanya saja tidak tahu mengungkapkannya seperti bahasa2 penulisan mas Inu. Yang pasti saya juga miris melihat pemerintahan SBY jilid II ini, makin ga jelas mau kemana sebenarnya negeri ini.


Tulisan Lainnya:

Tidak ada komentar: