Inspiring Book

Inspiring Book

"Lewat katalah aku hidup. Hidup lewat katalah yang ingin aku tiupkan kepada orang-orang putus asa. Aku hidup di mana-mana, di setiap sudut kota di Indonesia lewat novel-novelku." Begitulah kalimat yang ada di cover depan buku Menggenggam Dunia karya Gol A Gong.

Dari awal membaca aku langsung terkagum sama kisah yang ditorehkan oleh beliau. Mulai dari kutukan ari-ari, lahirnya Rumah Dunia sampai kisah-kisah sejarah, pemaparan tentang perkembangan Banten.

Kecintaan Gol A Gong pada kota tempat beliau dibesarkan, Banten begitu besar. Keterbatasan fisik tidak menghalangi Gol A Gong untuk menggenggam dunia. Semua berkat dukungan orang tua dan keinginannya yang kuat untuk membangun lingkungannya. Ditambah dengan seorang istri yang begitu bersinergi, Tias Tatanka makin hiduplah keinginan untuk mencerdaskan masyarakat Serang, Banten.

Kepedulian Gol A Gong akan budaya membaca, budaya menulis melahirkan Rumah Dunia yang terbuka bagi siapa saja yang ingin menyalurkan minat membaca, menulis dan jurnalistik. Rumah Dunia lahir dengan penuh cinta, tumbuh dan berkembang dengan cinta kasih semua orang yang peduli akan kota Serang yang maju dan cerdas masyarakatnya.

Pemaparan Gol A Gong tentang minimnya budaya baca yang tidak hanya terjadi di Banten, tapi sudah menggejala di mana-mana. Juga penelitian Taufik Ismail mengenai pengajaran sastra dan mengarang di SMU di 13 negara, hasilnya sungguh membuatku terkejut. Indonesia adalah negara yang menugasi siswanya membaca novel sastra sebanyak "0" (nol) judul! , masih kalah dibanding negara Singapura, Brunei, Thailand, Jepang bahkan negara Eropa dan Amerika. Sementara dalam ranking negeri korup, Indonesia berada di divisi utama! Ini menandakan budaya korupsi lebih menarik dibanding budaya membaca. Miris memang...

Melihat hal inilah Rumah Dunia hadir. Gol A Gong juga masih menginginkan suatu saat nanti bisa membangun Civic Centre. Beliau ingin membangun kios-kios seperti di Pasar Seni Ancol, membangun stan-stan permanen untuk pameran buku sekelas Ikapi Book Fair, Islamic Book Fair, Gramedia Book Fair dan World Book Day. Selain itu juga ingin membangun lapangan basket dan panggung terbuka.

Beruntunglah Banten yang memiliki Gol A Gong. Kalau hanya mengandalkan pemerintah setempat, Banten tidak bisa berkembang dalam hal budaya dan sastra.

Ohya, aku juga ikut merasa ngilu saat membaca bab III : Tanganku Patah, Patah! Lalu entah kenapa kalau aku mendengar nama Gol A Gong pasti dipikiranku selalu terbayang juga Hilman. Mungkin karena di era 90'an cerita Balada Si Roy dan Lupus sama-sama ngetopnya. Tapi, jujur aku lebih memilih membaca Lupus ketimbang Balada Si Roy :)

Sekarang setelah baca Menggenggam Dunia, aku salut sama Gol A Gong dan ini adalah buku pertama karya beliau yang aku baca :) Bagiku kisah perjalanan hidup Gol A Gong dan Rumah Dunia-nya keren banget, menginspirasi.

Beruntung juga Gol A Gong yang lahir dari orang tua yang pendidik sehingga mendapat keleluasaan dalam hal membaca dan akhirnya mengantarkan beliau menjadi seorang penulis yang hebat. Juga aku terkesan dengan ucapan ayah beliau di halaman 61, "Bung Karno hanya meminta 10 pemuda yang sehat dan pintar untuk mengguncang dunia! Nah, kelak jika sudah besar, kamu harus mengumpulkan orang sehat, pintar dan jujur, maka kamu bisa mengguncangkan Banten! Dan ingat, kamu harus berani jika benar dan pantang mundur walau ada aral melintang!" Menurutku ini adalah kalimat 'sakti' yang akhirnya menjadikan Gol A Gong seorang sosok yang berhasil menghadapi segala resiko hidup tanpa melupakan nilai-nilai kemanusiaan.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Mimpi...bicara mimpi biasanya terkait dengan tidur. Pengalaman bawah sadar yang dialami saat tidur. Tapi, sekarang gue ga akan ngomongin mimpi yang artinya bunga tidur. Gue akan ngomongin mimpi yang menurut gue adalah harapan, cita-cita, keinginan.

Gue suka banget lirik awal lagu "Laskar Pelangi" by Nidji yang menjadi theme song film dengan judul yang sama.
"Mimpi adalah kunci,
untuk kita menaklukkan dunia..."
Mimpi...Untuk memacu semangat hidup, manusia perlu punya mimpi.

Cukuplah ya gue sok-sok an bicara tentang definisi mimpi yang ga jelas gitu hehehe...
Yang sekarang gue tahu, gue punya mimpi untuk Pulau Bawean bisa menjadi seperti Pulau Bali.

Pulau Bawean. Buat teman-teman yang belum tahu, Pulau Bawean itu adalah sebuah pulau yang terletak sekitar 150km sebelah utara Pulau Jawa. Pulau ini secara administratif masuk dalam Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Pulau ini hanya mempunyai dua kecamatan, yaitu Sangakapura dan Tambak. Jumlah penduduknya sekitar 70,000 jiwa yang bermata pencaharian sebagai nelayan atau petani selain menjadi TKI di Malaysia dan Singapura.

Jujur memang gue sendiri belum pernah ke Pulau Bawean. Gue tahu Pulau Bawean ini dari teman-teman Pengajar Muda (Indonesia Mengajar) yang bertugas mengajar selama 1 tahun di desa-desa pelosok di sana.

Melihat foto-foto teman-teman Pengajar Muda yang sedang bermain-main di pantai Pulau Gili, pasirnya putih dan airnya biru jernih membuat gue juga ingin ke sana. Pemandangan indah yang bisa gue lihat walau hanya lewat foto. Pulau Bawean juga mempunyai danau, namanya danau Kastoba (jangan ketuker sama danau Toba ya hehehe). Dari situ gue penasaran, ada apa lagi ya di Pulau Bawean yang bisa dijadikan sebagai obyek wisata? Gue mulai searching-searching dan gue menemukan web tentang Pulau Bawean mulai dari www.bawean.net sampai www.pulaubawean.com

Di sana gue menemukan beberapa informasi mengenai Pulau Bawean. Terutama di website www.pulaubawean.com. Ternyata ada juga orang yang bermimpi sama seperti gue, menginginkan suatu saat Pulau Bawean bisa menjadi seperti Pulau Bali. Walaupun saat ini ada juga turis mancanegara yang singgah di Pulau Bawean, tapi pulau tersebut belum setenar Pulau Bali yang hampir seluruh bangsa di dunia ini tahu Pulau Bali.

Menurut penuturan penulis Surabaya Post yang dikutip di web pulaubawean itu, pulau itu terkesan di-anak tirikan oleh Pemkab setempat. Pembangunan infrastruktur, seperti jalan dan listrik yang tidak memadai, serta susahnya transportasi menuju Bawean menjadi penghambat pengembagan potensi. (pulaubawean.com, 4 Mei 2010)

Hal yang sama juga dituturkan oleh teman-teman Pengajar Muda yang melihat dan merasakan langsung bagaimana infrastruktur di Pulau Bawean itu. Jarak 81 mil dari Gresik itu diseberangi memakai kapal penumpang yang saat ini hanya ada 2 armada, yaitu Kapal Motor Penumpang (KMP) Express Bahari dan KMP Dharma Kartika.

Waktu tempuh KMP Express Bahari dari Gresik ke Pulau Bawean sekitar 3 jam, sementara dengan KMP Dharma Kartika bisa memakan waktu sekitar 6 jam. Karena itu KMP Express Bahari menjadi moda transportasi yang lebih diminati menuju Pulau Bawean.

Pulau Bawean juga dikelilingi oleh pulau-pulau kecil lagi di sekitarnya. Sebelah Timur Pulau Bawean ada Pulau Gili. Sebelah Selatan ada Pulau Selayar, Pulau Noko, Pulau Menuri dan Pulau Beci. Sebelah Barat ada Pulau Nusa, Pulau Birang-Birang dan Pulau Tanjung Cina. Sebelah Barat Daya ada Pulau Karangbilla. Ada 9 pulau kecil yang mengelilingi Pulau Bawean dan mereka punya keindahan masing-masing.

Mengetahui hal ini, gue jadi kepikiran kenapa Pulau Bawean ini belum ada yang meng-eksplor obyek-obyek wisatanya. Dinas Pariwisata pusat dan daerah tahu ga ya ada Pulau Bawean? Pernah ga ya terpikir oleh mereka mengembangkan daerah ini? Padahal ya di Pulau Bawean ini ada penangkaran rusa loh.

Seandainya ada pihak pengembang daerah pariwisata yang ingin bekerja sama memajukan Bawean, gw yakin pulau ini lama-lama akan dikenal banyak orang. Akan semakin banyak menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Yang artinya aliran devisa akan bertambah lagi kan dari sektor pariwisata yang disumbangkan oleh Pulau Bawean. Terus, membuka peluang kerja untuk masyarakat setempat dan mengurangi jumlah tenaga kerja yang bekerja di Singapura dan Malaysia. Masyarakat di Pulau Bawean pun akan lebih mengenal dunia luar.

Selama ini kaum laki-laki yang ada di Pulau Bawean lebih banyak merantau, meninggalkan keluarga dan tinggalah lebih banyak wanita-wanita dan anak-anak. Karena itu juga dikenal dengan sebutan Pulau Putri.

Jujur gue ga ngerti dengan sikap Pemkab setempat yang belum memperbaiki infrasturktur, listrik dan lainnya. Mudah-mudahan setelah ini akan banyak orang-orang yang ingin mengenal Pulau Bawean dan setelah itu sama-sama mimpi seperti gue ingin merubah Bawean menjadi Bali :)

Di bawah ini gue sertakan link yang bisa temen-temen baca untuk mengenal Pulau Bawean dan bagi yang suka pantai, pantai di Pulau Bawean itu tak kalah indah dari pantai Kuta dan bisa melihat langsung terbit dan terbenanmnya matahari. It's very lovely..

http://www.indonesiamengajar.org/cerita-pm/maisya-farhati/aadb-ada-apa-di-bawean-bagian-2


http://www.pulaubawean.com/2010/05/mimpi-bawean-menjadi-bali.html

Jangan pernah takut bermimpi dan berbagi mimpi itu. Karena, tidak akan pernah ada yang tahu dari berbagi mimpi itu akan ada perwujudannya yang mana waktunya kita sendiri tidak pernah tahu :) Hanya optimis yang bisa gue bawa dalam pikiran gue, bahwa nama Pulau Bawean akan disebut-sebut orang seperti Pulau Bali dan akan ada buku-buku tentang Bawean di toko-toko buku.



inilah Danau Kastoba, Pulau Bawean

Hari ini, 5 Juni 2011. Jam 04.45 papa udah bangunin aku. Setengah sadar aku ingat aku kerja tapi, setelah ku ingat lagi oh iya hari ini masih hari Minggu dan kami mau pergi ke Bogor.

Jam 05.00 mandi, setelah itu pergi beli sarapan dulu, pulang dan makan. Jam 06.00 kami berangkat. Sebelumnya aku tanya papa mau lewat jalan mana? (karena banyak jalan menuju Bogor. Saealaah ^_^). Beliau memutuskan untuk lewat Narongong, Jonggol.

Dari rumah, papa mengarahkan motor melintasi pasar kranji, perumahan galaxi dan keluar menuju jalan raya narogong melalui kompleks kemang pratama.

Perjalanan lanjut terus sampai melewati jalan raya jonggol, melintas di depan pabrik semen Holcim. Sambil melintas, aku sempat berkhayal, "sepertinya enak ya kalo kerja di holcim. Kesejahteraan karyawan sepertinya terjamin. Holcim punya sekolah, ada komplek perumahan juga." Tapi, khayalanku buyar kala laju motor papa makin menjauh dari pabrik semen holcim. Mulai melewati jalan raya gunung putri.

Duh.. Entah di kilometer berapa di jalan raya gunung putri itu ada jalanan rusak yang ditambal dengan batu-batu setengah besar. Mana kondisi jalan becek, entah karena hujan atau genangan air akibat jalannya air yang tak lancar. Pokoknya buat aku kondisi jalan itu ga banget dan membuat kakiku belepotan kena cipratan-cipratannya.

Lolos dari jalan raya gunung putri, kami melewati jalan raya citereup. Kondisi jalan lumayan lancar hanya tersendat saat melintas di depan pasar. Biasa...angkot pada ngetem sesuka hati tanpa menghiraukan pengguna jalan lainnya.

Sekarang sudah jam 08.00 dan kami baru saja lolos melintasi macet di depan pasar cibinong. Mantabb.. Belum masuk kota Bogor, perjalanan masih panjang sepertinya. Sekarang aku lagi cari ATM dan pom bensin untuk kasih minum si supra. Off dulu ya :)
Akhirnya 08.30-an sudah sampai di bogor kota. Setelah tadi ribet cari ATM, sekarang sudah tenang dan si supra juga sudah minum :)

sekarang kami berada di pasar di pinggiran plaza bogor. Papaku ke bogor sebenarnya bertujuan untuk membeli cempedak, karena di bekasi sulit untuk menemukan cempedak.

Sementara aku menunggu sama si supra, aku lagi mikir nih setelah ini mau lanjut kemana ya? Mau cari kuliner, keliling-keliling aja atau... Hmm.. Masih belum kepikiran :)

Rupanya transaksi cempedak belum berakhir. Aku sih ga suka cempedak, wanginya nyengat. Nangka sih masih mending, tapi juga ga suka-suka amat. Ramai juga nih kota bogor. Mungkin karena hari terakhir libur ya? Mobil, motor dengan plat B banyak berseliweran :)

akhirnya transaksi cempedak selesai juga. Entah berapa harga yg disepakati. Lalu kami lanjutkan perjalanan. Kali ini kemana ya.. Ya sudahlah kami menyusuri saja sepanjang jalan pinggiran plaza bogor. Ternyata banyak kaki lima yang menjajakan makanan. Hmm..beraneka ragam. Ada soto, mie ayam, dan katanya nih yang terkenal di bogor itu ngohiang.

[caption id="attachment_190" align="alignleft" width="300" caption="dok.pribadi"][/caption]

Berjalan menyusuri, mataku tertuju pada gerobak yang bertuliskan 'sate babi'. Wow..di bekasi tidak ada nih gerobak yang bertuliskan seperti ini :) Sebenarnya indah loh kalo kita mau saling bertoleransi. Apalagi kalo urusan perut itu kan selera ya. Kalo yang merasa haram ya jangan makan, kalo yang merasa halal ya silahkan makan dan bisa pesan juga :)

kami menyusur lagi. Kali ini papaku ingin mencoba cakwe, aku turun untuk beli dan ternyata di sebelahnya ada penjual kue rangi. Horee.. I'm craving this snack lately.

[caption id="attachment_188" align="alignright" width="300" caption="dok.pribadi"][/caption]

[caption id="attachment_189" align="alignleft" width="300" caption="dok.pribadi ini dia soto kuning"][/caption]

Setelah itu lanjut lagi penyisiran. Kali ini aku melihat sepanjang jalan itu banyak penjual soto kuning. Apa sih soto kuning. Aku mengajak papa untuk mampir sebentar ke warung yang menjual soto kuning. Setelah dicoba ternyata rasanya tak beda dengan soto betaw biasa, hanya ditambah kunyit aja biar kuning. Isinya pun sangat simpel, pilih sendiri daging, kaki atau jeroan sapi. Tanpa irisan tomat dan kentang, soto kuning sudah tersaji dan siap santap. Ohya, harga variasi kisaran 10,000 sampai 15,000 tergantung daging yang dipilih.
Akhirnya 08.30-an sudah sampai di bogor kota. Setelah tadi ribet cari ATM, sekarang sudah tenang dan si supra juga sudah minum :)

sekarang kami berada di pasar di pinggiran plaza bogor. Papaku ke bogor sebenarnya bertujuan untuk membeli cempedak, karena di bekasi sulit untuk menemukan cempedak.

Sementara aku menunggu sama si supra, aku lagi mikir nih setelah ini mau lanjut kemana ya? Mau cari kuliner, keliling-keliling aja atau... Hmm.. Masih belum kepikiran :)

Rupanya transaksi cempedak belum berakhir. Aku sih ga suka cempedak, wanginya nyengat. Nangka sih masih mending, tapi juga ga suka-suka amat. Ramai juga nih kota bogor. Mungkin karena hari terakhir libur ya? Mobil, motor dengan plat B banyak berseliweran :)

akhirnya transaksi cempedak selesai juga. Entah berapa harga yg disepakati. Lalu kami lanjutkan perjalanan. Kali ini kemana ya.. Ya sudahlah kami menyusuri saja sepanjang jalan pinggiran plaza bogor. Ternyata banyak kaki lima yang menjajakan makanan. Hmm..beraneka ragam. Ada soto, mie ayam, dan katanya nih yang terkenal di bogor itu ngohiang.

Berjalan menyusuri, mataku tertuju pada gerobak yang bertuliskan 'sate babi'. Wow..di bekasi tidak ada nih gerobak yang bertuliskan seperti ini :) Sebenarnya indah loh kalo kita mau saling bertoleransi. Apalagi kalo urusan perut itu kan selera ya. Kalo yang merasa haram ya jangan makan, kalo yang merasa halal ya silahkan makan dan bisa pesan juga :)

kami menyusur lagi. Kali ini papaku ingin mencoba cakwe, aku turun untuk beli dan ternyata di sebelahnya ada penjual kue rangi. Horee.. I'm craving this snack lately.

Setelah itu lanjut lagi penyisiran. Kali ini aku melihat sepanjang jalan itu banyak penjual soto kuning. Apa sih soto kuning. Aku mengajak papa untuk mampir sebentar ke warung yang menjual soto kuning. Setelah dicoba ternyata rasanya tak beda dengan soto betaw biasa, hanya ditambah kunyit aja biar kuning. Isinya pun sangat simpel, pilih sendiri daging, kaki atau jeroan sapi. Tanpa irisan tomat dan kentang, soto kuning sudah tersaji dan siap santap. Ohya, harga variasi kisaran 10,000 sampai 15,000 tergantung daging yang dipilih.
Hari ini, 5 Juni 2011. Jam 04.45 papa udah bangunin aku. Setengah sadar aku ingat aku kerja tapi, setelah ku ingat lagi oh iya hari ini masih hari Minggu dan kami mau pergi ke Bogor.

Jam 05.00 mandi, setelah itu pergi beli sarapan dulu, pulang dan makan. Jam 06.00 kami berangkat. Sebelumnya aku tanya papa mau lewat jalan mana? (karena banyak jalan menuju Bogor. Saealaah ^_^). Beliau memutuskan untuk lewat Narongong, Jonggol.

Dari rumah, papa mengarahkan motor melintasi pasar kranji, perumahan galaxi dan keluar menuju jalan raya narogong melalui kompleks kemang pratama.

Perjalanan lanjut terus sampai melewati jalan raya jonggol, melintas di depan pabrik semen Holcim. Sambil melintas, aku sempat berkhayal, "sepertinya enak ya kalo kerja di holcim. Kesejahteraan karyawan sepertinya terjamin. Holcim punya sekolah, ada komplek perumahan juga." Tapi, khayalanku buyar kala laju motor papa makin menjauh dari pabrik semen holcim. Mulai melewati jalan raya gunung putri.

Duh.. Entah di kilometer berapa di jalan raya gunung putri itu ada jalanan rusak yang ditambal dengan batu-batu setengah besar. Mana kondisi jalan becek, entah karena hujan atau genangan air akibat jalannya air yang tak lancar. Pokoknya buat aku kondisi jalan itu ga banget dan membuat kakiku belepotan kena cipratan-cipratannya.

Lolos dari jalan raya gunung putri, kami melewati jalan raya citereup. Kondisi jalan lumayan lancar hanya tersendat saat melintas di depan pasar. Biasa...angkot pada ngetem sesuka hati tanpa menghiraukan pengguna jalan lainnya.

Sekarang sudah jam 08.00 dan kami baru saja lolos melintasi macet di depan pasar cibinong. Mantabb.. Belum masuk kota Bogor, perjalanan masih panjang sepertinya. Sekarang aku lagi cari ATM dan pom bensin untuk kasih minum si supra. Off dulu ya :)
Kalau cuaca panas-panas paling enak minum es jeruk ya. Segerrr... :) Jeruk yang warnanya orange gitu, eye catching. Kesan segernya dapat banget.

Orange, kalo menurut bahasa indonesianya oranye. Oranye mengadaptasi bahasa belanda yang penulisannya oranje (ejaan lama kalau menurut pelajaran bahasa indonesia). Bagi orang belanda warna oranye itu punya makna inovatif, enerjik, cemerlang, dinamis.

Aku bukan pecinta oranye sejati. Aku menyukai oranye saat melihat timnas belanda berlaga di piala dunia 2010. Melihat timnas belanda di lapangan hijau, seperti melihat jeruk bergulir-gulir. Suegerrr :)

Aku penyuka warna pink dan warna soft lainnya. Tapi, sebenarnya tanpa aku sadari, aku menyukai warna oranye. Buktinya aku suka sunset. Melihat matahari tenggelam kesannya romantis gimana gitu. Lalu saat semua bentuk terlihat seperti bayangan. Nampak terlihat siluet-siluet, bagiku itu indah. Oranye di sunset seperti memberi tanda saat siang tak lagi berkuasa, malam mulai merayap menggeser perannya, saat itu aktivitas tak lagi bersemangat. Tanda raga minta rehat sejenak.

Aku juga suka sunrise. Walau warna oranye saat matahari mulai menyembul malu tak setegas saat matahari merunduk, aku suka. Saat tanda penghuni-penghuni bumi bergeliat, disitulah makna oranye terlihat.

Orange, oranye. Aku menyukai warna itu. Semoga aku bisa seperti filosofi oranye di kehidupan. Oranye tidak akan menjadi sendu biru.
Kantor di Sudirman, rumah di Bekasi. Hmm...jarak yang tidak dekat bukan? Bayangkan setiap hari aku harus melakukan rute yang sama. Awalnya jam kantor 08.30 - 17.30, aku pun nebeng dengan manager-ku yang rumahnya di daerah Galaxi, Bekasi. Kami pas 3 orang, jadi ga melanggar 3 in 1. Sempat merasakan macet yang ga karu-karuan selama beberapa bulan. Sampai kantor pasti lewat jam 08.30 bahkan pernah jam 09.30 baru tiba di kantor. Fiuuuhh...benar-benar perjuangan dan bikin bete. Selama perjalanan aku hanya tidur, karena kalau melihat macetnya jalan bisa stress.

Mungkin lama kelamaan manager aku juga ngerasa ga enak sama teman-teman yang lain, akhirnya beliau memutuskan untuk mencoba moda transportasi yang lebih cepat, yaitu kereta. Akhirnya setiap berangkat kami naik kereta dari stasiun yang berbeda dan jenis kereta yang berbeda pula, yang penting sampai di kantor masih bisa sarapan atau sekedar ngobrol-ngobrol. Terasa sekali sih perbedaan waktunya.

Tapi, kalau pulang masih bareng managerku untuk menghindari 3 in 1. Keadaan ini berjalan berbulan-bulan sampai di awal bulan Mei ini, jam kantor berubah menjadi jam 08.00 - 17.00. Akupun menyambut dengan sangat antusias perubahan jam kerja ini. Suatu ketika aku coba pulang jam 5 lewat lah, saat itu aku hendak naik TransJ. Waktu sampai di halte dukuh atas, alamak..itu antrian udah lebih dari uler naga panjangnya deh. Parah. Akhirnya aku lanjutkan ke stasiun Sudirman (naik kereta ekspres). Pas aku sampai, kereta juga sampai. Buru-buru ku langkahkan kaki, walaupun kereta penuh dan berdiri tak mengapa bagiku, yang penting terangkut dan bisa tiba di rumah cepat.

Benar aja, sampai rumah bisa 18.30. Mantap kan? Sejak itu aku merasakan enaknya pulang dengan kereta yang jam 17.25. Alhasil aku harus meninggalkan manager-ku dan tidak pernah nebeng beliau lagi. Sekarang aku berpikir gini, jam kerja sudah berakhir jam 5 kalau aku tetap bareng manager sama aja bohong. Kalau pekerjaan sudah bisa ditinggal, buat apa menunggu lama-lama di kantor hanya untuk bareng dengan managerku yang kalau pulang bisa jam 6-an. Dengan berat hati ku katakan pada beliau kalau aku sekarang lebih memilih pulang dengan kereta. Walaupun mengeluarkan ongkos lebih, tapi aku bisa punya banyak waktu di rumah. Kecuali ada pekerjaan yang harus selesai hari itu, mau tak mau aku tidak bisa pulang on time. Itu sudah menjadi bagian tanggung jawab.

Sekarang yang aku lebih baik mengorbankan uang untuk mendapatkan waktu. Bagiku waktu begitu berharga. Aku tidak mau menghabiskan waktu berlama-lama di jalan. Lebih cepat sampai rumah, lebih baik.
Minggu lalu, tepatnya tanggal 30 April 2011. Aku dan papaku mengunjungi Indonesia dalam bentuk mini di Taman Mini Indonesia Indah.

Hmm...sudah lama sekali aku tidak ke sana. Terakhir ke sana itu... waktu aku masih SMP (kalau tidak salah ingat). Tidak ada perubahan yang berarti di lingkungan Taman Mini Indonesia Indah itu. Semuanya masih tampak sama. Mungkin tiket masuknya saja yang mengalami perubahan. Dulu aku tidak ingat lagi berapa harga tiket masuknya. Kalau sekarang per orang dikenakan biaya Rp 9,000, motor Rp 6000 dan mobil Rp 10,000.

Dengan luas tanah kurang lebih 100 hektar dan atas prakarsa ibu Tien Soeharto, dibangunlah Taman Mini Indonesia Indah. Pembangunan TMII ini berlangsung selama 3 tahun (30 Juni 1972 - 20 April 1975). Ibu Tien Soeharto sebagai penggagas berdirinya TMII ini sepertinya berkeinginan membangkitkan rasa nasionalitas dan kecintaan terhadap tanah air, Indonesia.

Di atas tanah yang luas ini dibangunlah miniatur rumah-rumah adat dari 27 propinsi (kala itu) yang ada di Indonesia. Ada museum-museum, seperti : museum perangko, museum penerangan, museum alat transportasi, museum reptil, dan lain-lain. Juga ada anjungan untuk anak-anak, Istana Anak. Komplek rumah-rumah ibadat seperti: pura, gereja, vihara. Ada juga taman apotik hidup, tempat-tempat rekreasi lainnya, hotel dan tempat-tempat makan. Yang menjadi ciri khas TMII adalah Teater Imax Keong Mas. Teater Imax Keong Mas ini berbentuk seperti keong raksasa berwarna kuning emas, dimana di dalamnya disediakan ruang pertunjukan dengan layar raksasa dengan menggunakan kecanggihan teknologi sinematografi modem proyektor IMAX. Menonton film di teater ini, penonton seperti ikut berperan dan bermain di dalamnya.

Disediakan pula fasilitas kereta gantung (skylift) dan kereta mono rail. Jadi, kalau kita mau melihat secara keseluruhan area TMII, tinggal memilih salah satu fasilitas transportasi itu. Apalagi kalau ingin melihat pulau-pulau yang ada di Indonesia di tengah-tengah danau di area TMII, dengan fasilitas Skylift akan terlihat jelas dan indah. Tak hanya itu, ada juga penyewaan motor untuk mengelilingi kompleks TMII bagi pengunjung yang tidak membawa kendaraan sendiri.

Konsep mengenalkan Indonesia dengan segala macam bentuk kebudayaan, keragaman suku, adat istiadat dan juga keragaman kepercayaan yang dianut masyarakatnya begitu mengena dan sangat berterima kasih pada almarhum ibu Tien Soeharto. Dimana saat gagasan ini dilontarkan beliau dan menuai berbagai macam bentuk protes tapi, beliau tetap melaksanakan pembangunan TMII ini. Tapi, pada akhirnya masyarakat juga menikmati adanya TMII ini sebagai sarana hiburan dan bila ada turis dari mancanegara, mereka bisa melihat keseluruhan  Indonesia di sini.

Hanya saja seperti yang aku lihat, kondisi dari gedung-gedung museum terlihat seperti kurang perawatan. Lalu waktu aku mengunjungi museum reptil (komodo), aku melihat ada seekor kura-kura buaya yang tempurungnya itu seperti lumutan, tak terawat. Ada juga kura-kura yang tempurungnya retak-retak. Hmm...sedikit miris sih, tapi pengelola TMII pastinya sudah menjalankan tugasnya sebaik mungkin.

Sebagai informasi, untuk masuk ke anjungan-anjungan daerah tidak dipungut biaya alias gratis. Tapi, kalau masuk ke museum-museum atau area rekreasi akan dikenakan biaya yang kisarannya berbeda ditiap-tiap tempat. Seperti beberapa tempat yang aku kunjungi, museum reptil (komodo) dikenakan biaya Rp 10,000/orang, museum alat transportasi Rp 2,000/orang, istana anak Rp 5,000/orang, kereta gantung (skylift) Rp 25,000/orang, teater imax keong mas Rp 30,000/orang.

Menarik buatku saat mengunjungi museum alat transportasi, di sana bisa dilihat kereta api yang pernah mengangkut Presiden dan Wakil Presiden I RI (Soekarno - Hatta) saat hijrah dari Jakarta menuju Yogyakarta. Ada juga pesawat Garuda DC-9, helikopter tim SAR, bis PPD dan bis tingkat yang pertama ada di Jakarta. Pokoknya kita bisa bernostalgia dengan alat-alat transportasi di era-era masa orde lama sampai orde baru.

Jadi, daripada weekend dipergunakan hanya untuk jalan-jalan ke mal, yuk sekali-kali dipakai untuk berjalan-jalan mengunjungi seluruh Indonesia, mengenal ragam budaya, suku dan agama di negara yang kita diami ini. Tidak rugi kok, malah akan menambah pengetahuan.
"...Silence is golden, golden.
But my eyes still see.
Talkin' is cheap
People follow like sheep.
Even tho' there is nowhere to go..."

Sepenggal lagu diatas ada benarnya juga. Diam adalah emas. Itu ungkapan banyak orang. Diam, tak banyak bicara.

Seharusnya memang itu yang dilakukan. Terkadang banyak bicara, kita tidak tahu apakah lawan bicaranya itu bisa dipercaya atau tidak. Yang ada bisa menimbulkan fitnah atau adu domba. Berarti harus pandai-pandai memilih apa yang akan diucapkan, karena kita tidak tahu efek yang ditimbulkan akibat banyak bicara.

Sulit awalnya bagi orang yang biasa 'rame' menjadi orang yang tidak banyak bicara. Orang yang terbiasa ekstrovert menjadi introvert. Tapi, belajar dari pengalaman yang tidak menyenangkan akibat banyak bicara, sedikit demi sedikit bisa mengubah perilaku. Entah benar atau tidak, hanya yang bersangkutan yang bisa merasakan.

Ah...entahlah...mungkin ini hanya cerita galau aku karena, berada dilingkungan yang tidak nyaman dan menjadikan aku mau tak mau belajar untuk menjadi orang yang tak 'bawel'. Mungkin aku harus melihat situasi dan kondisi kapan dan dimana aku bisa bawel, kapan dan dimana ke-bawelanku itu dikendalikan.
Sekedar berbagi. Kereta KRL Ekonomi Lingkar Tanah Abang dari Bekasi setiap hari ku pakai jasanya untuk mengantarku ke stasiun Sudirman. Ongkosnya hanya Rp 1,500 ekonomis sekali kan?

Dengan harga yang sangat ekonomis dan jam yang begitu pagi (jam 06.22 dari st. cakung) membuat kereta ini menjadi favorit. Semua jenis pekerja ada di situ. Yang keren, yang biasa saja, yang cuman mas mas dengan baju lusuh juga ada. Semua menjadi satu, ada yang duduk dan yang paling banyak BERDIRI. Kenapa aku tulis dengan huruf kapital? Karena memang itu lah kenyataan yang ada. Terlalu banyak manusia yang berdiri. Yang bisa kebagian pegangan, bisa menopang tubuhnya saat kereta mengayun ke kiri atau ke kanan. Kalau yang ga kebagian pegangan, ya sudah... pasrah, mengikuti arus.

Belum lagi bila berhenti di tiap-tiap stasiun kecil, penumpang lain mendesak masuk supaya terangkut dan itu membuat kondisi di dalam yang sudah berdesakan, makin terhimpit. Aku pernah merasakan semua kondisi, kalau pas ga dapat pegangan ya sudah...menyandar pada punggung orang atau benar-benar bertumpu pada kakiku.

Kadang keretaku terlambat, kadang lebih cepat. Tapi, kebanyakan terlambat. Aku juga pernah mengalami kereta yang kutumpangi mogok di stasiun Jatinegara. Itu kali pertama aku merasakan kereta mogok. Akhirnya aku mengikuti arus dan bertanya-tanya untuk menyambung kereta apa lagi untuk sampai di stasiun Sudirman.

Seperti hari ini, kereta yang ku tumpangi tiba di stasiun Cakung hampir jam setengah 7 pagi. Sempat di tahan beberapa saat karena ada kereta langsung yang lewat. Setelah kereta jalan, beberapa kali tadi berhenti sekitar 3 - 5menit-an sebelum tiba di stasiun Klender Baru dan Buaran. Keadaan kereta yang penuh sesak ditambah berhenti-berhenti dengan waktu 5-10 menit, pastinya membuat gerah seluruh penumpang. Karena hanya mengandalkan angin cepoi-cepoi.

Mau protes? Susah juga, namanya kereta ceng-go (Rp 1,500)  ya...begitu deh keadaannya. Mau nyaman dan cepat? Naik kereta ekspress dan berani bayar mahal, sayangnya tidak  berhenti di stasiun Cakung. Kalau berhenti, pastinya penumpang-penumpang yang tidak mau berdesakan akan memilih naik kereta ekspres walaupun merogoh kocek sedikit dalam. Soalnya meskipun empet-empetan masih ada AC-nya (air condition bukan angin cepoi cepoi hihihihi)

Ya...begitulah nasib penumpang kereta ceng-go. Jadi, servis pelayanannya ya seharga ceng-go juga :)
Dari judul menarik ya "1 Perempuan 14 Laki-laki" terus lanjut ke sinopsis di belakang judul, menarik juga. Ya sudah aku memutuskan membeli buku ini. Apalagi ini buku pertama mba Djenar yang ku baca.

Setelah membaca ternyata maksud dari judul buku ini yaitu, duet menulis mba Djenar dengan 14 laki-laki yang bertalenta di dunia tulis menulis. Kebanyakan ceritanya tentang indahnya hubungan antara laki-laki dan perempuan yang ditulis dengan bahasa yang sedikit vulgar, detail.

Keciri sekali duet mba Djenar dengan Sujiwo Tejo, Butet Kartaredjasa dan Romo Mudji Sutrisno. Kalo dengan Sujiwo Tejo tertanda dengan nama-nama pewayangan secara beliau adalah seorang dalang juga. Dengan Butet Kartaredjasa tertanda dengan bahasa-bahasa jawa yang buatku itu Butet banget. Dengan Romo Mudji tertanda dengan adanya unsur-unsur keagamaan.

Yang ga ada kata-kata vulgar hanya duet mba Djenar dengan Lukman Sardi yang bercerita tentang masa lalu seorang suami dimana ternyata waktu masa SMA dulu pernah menyukai perempuan lain teman sekelasnya tapi, menikahi pacar setianya semasa SMA. Curhat-an si suami diketahui istrinya lewat buku hariannya setelah puluhan tahun berlalu.

Pada bab "Kupunyakupu" ada filosofi tentang bagaimana meraih sebuah impian, begini katanya:
"Sebelum kamu menggenggam bola, ia hanyalah imajinasimu. Dan ketika kamu mendapatkannya, ia menjadi obsesimu. Namun keduanya tetap tidak akan menjadi nyata ketika kamu tidak dapat melihatnya karena terhalang oleh karton itu. Karton itu adalah dirimu. Dan diri sendiri adalah musuh terbesar pada setiap manusia. Penghalang kita untuk belajar melepaskan sesuatu yang sebenarnya hanyalah imajinasi dan obsesi saja. Tidak nyata."
Berapa hari belakangan ini aku mencoba berada di dunia lain, bukan dunia "lain" itu loh :) Tapi, aku mencoba beradaptasi dengan lingkungan yang sunyi, tanpa hingar bingar hiburan media elektronik.

Aku mencoba bagaimana rasanya seharian tanpa tivi, ternyata fine fine aja tuh. Kegiatan aku alihkan ke hal lain, baca, nge-blog atau eksis di twitterland. Selain menghemat listrik, aku bisa konsen dengan bacaan. Atau tiba-tiba keingetan mau nulis apa gitu.

Aku itu termasuk orang yang gemar sekali nonton tivi. Dulu, seneng nonton sinetron. Di stasiun tivi mana aja yang nayangin sinetron aku ikutin. Yang namanya berita...boro-boro aku ikutin. Males. Tapi, semenjak punya banyak teman di dunia pemberitaan aku pun jadi mulai ikutan update tontonan (walaupun masih jauh ketinggalan). Semenjak setahun hampir dua tahun ini deh, tontonan sinetron pelan-pelan ku tinggalkan (inget lagu Kotak: pelan pelan saja hehehe). Aku sekarang mulai sering nongkrong di stasiun tivi yang menyiarkan berita-berita, talk show politik gitu deh.

Kali ini aku ingin mencoba bagaimana rasanya di dunia tanpa tivi, dimana hampir semua orang pastinya senang nonton tivi. Katanya kalo ga nonton tivi ketinggalan berita, padahal sekarang berita itu bisa diakses dengan banyak cara. Apalagi era teknologi canggih seperti sekarang. Bisa baca berita lewat internet, headline headline di twitter, koran. Jadi, buatku kalo soal mengakses berita ga harus lewat tivi. Ya...paling kalo mau liat secara visual nya.

Selain itu, aku bisa denger lagu lewat radio di handphone. Waktu hanya ku habiskan di kamar, atau sekedar keluar cari makan dan jajan. Sepertinya aku mulai terbiasa nih hidup tanpa tivi hehehe. Mungkin aku bisa dibilang latah ya, karena aku mencoba mengikuti kebiasaan teman-temanku yang bekerja di media, bahwa mereka itu juga jarang sekali dan ada yang ga pernah nonton tivi. Dalam hatiku, ya iya lah kalian jarang dan hampir ga pernah nonton tivi karena kerjaan kalian cari berita untuk menghias tivi :)

Mudah-mudahan aku bisa betah di dunia tanpa tivi ini. Utang baca masih banyak banget bo :)

Salam sunyi,

 
Siang, panas di dalam angkot. Awalnya sih biasa aja ya, sampai di suatu pinggir jalan angkot yang kunaiki berhenti. Rupanya ada seorang mba mba dan mas mas naik.

Si mba duduk di sampingku dengan posisi miring dan dengkulnya merapat ke dengkulku. Si mba ber rok pendek ini sedikit mengesalkan tingkahnya.

Siapa suruh pakai rok pendek, batinku. Posisi duduk okelah, tapi tangannya itu loh. Sikutnya, lengannya mengenai pinggangku yang notabene aku ini orangnya geli-an. Entah buka tas, tutup tas ada-ada saja yang dikerjakannya.

Aku berdecak tanda kesal. Untung ga lama lagi turun, batinku. Sesampainya di suatu mal, aku berjalan-jalan. Ya...kurang lebih adalah sekitar setengah jam, aku memutuskan mencari tempat makan.

Duduk sambil menyantap hidangan di hadapan, mataku berjalan ke kiri dan ke depan. Saat itu juga mataku melihat si mba yang tadi diangkot dan pasangannya.

Hawa panas yang tadi diangkot muncul lagi, apalagi melihat tingkah tengilnya si mba itu. Siang panas nan nge-jreng ini rupanya pandai memainkan emosiku. Aku terusik. Kebetulan hidangan sudah tandas.

Sambil berdiri, ku jinjing tasku dan ku hampiri meja si mba dan si mas. "Permisi mba, boleh ga ku tampar pipimu yang menantang?" tangankupun mendarat, taarrr...

Si mba mba rese bingung, akupun berlalu. Terima kasih siang yang panas nan nge-jreng.
Minggu lalu, pagi-pagi aku denger di radio ada modus penipuan baru yang memakai anak sebagai umpan.

Kan modus penipuan mama, papa atau om/tante yang minta pulsa kan udah ga kena nih maksudnya orang udah ga percaya lagi sama sms sms begitu. Nah, sepertinya ada modus baru (tapi, ga tau ya menurut pembaca ini modus baru atau lama) yaitu, memakai anak sebagai umpan. Biasanya ibu-ibu nih korbannya.

Maksudnya gimana sih? Maksudnya gini, si penipu telpon ke korban bilang kalo anaknya kecelakaan, sekarang di rumah sakit dan butuh biaya. Dalam hal ini, artis Claudia Harahap pernah jadi korban, hanya penyiar radio ga nyebutin berapa nilai yang diminta si penipu. Setelah dicek ke sekolah anaknya Claudia sehat-sehat saja.

Itu paginya, siangnya temen kantorku sebelum istirahat cerita kalau adiknya baru kena tipu. Temenku bilang, ada yang telpon ke rumahnya kalo ponakan temenku itu jatuh dari tangga sekolah, banyak darah, keadaan kritis dan dirawat di RS Husada. Dokter yang menangani butuh alat yang harganya 17,2 juta. Alhasil karena panik, adik temenku itu langsung ikutin perintah si penelpon. Cuman adik temenku itu salah denger, yang ke transfer 7,2juta itu ditransfer via m-banking. Kata si penelpon sisa 10juta transfer aja lewat ATM. Setelah itu adik temenku  telpon pacarnya sambil mengarah ke ATM, lalu kata pacarnya itu penipuan kali. Jadi 10juta itu tidak sampai di transfer.

Setelah dicek ke sekolah, ponakan temanku itu sehat-sehat saja dan belajar seperti biasa. Hanya keanehannya, si penipu itu tahu nama ponakan temenku, cuman data yang salah di sekolahannya itu tidak ada tangga.

Tapi, namanya orang panik tidak akan sempat berfikir panjang, apalagi yang diatas namakan anak kecil. Cuman kata temenku, sepertinya adiknya itu dihipnotis, soalnya waktu ditanya lagi, ga ingat banyak gimana runutan awal kejadiannya.

Kasus penipuan seperti ini pastilah ada sindikatnya. Kata temenku kejadian penipuan itu seminggu sebelumnya pernah terjadi di sekolah yang sama hanya saja orang tua anak SMP yang menjadi korban. Hmm...apakah ada kerjasama orang dalam sekolah? (hanya menebak saja).

Semoga cepat tertangkap pelakunya. Dan bagi orang tua, sebelum bertindak cek ke sekolah dan usahakan jangan panik.
K dan S namanya. Mereka temanku, teman satu kantor dan satu departemen. Mereka semua baik dan sayang padaku. Terutama S, dia itu selalu kunyanyikan lagu: you know me so well, lagu band baru yang sedang booming. Karena S adalah orang yang mengerti aku.

Sementara K, adalah orang yang sangat baik, suka memberi padaku.

Satu hal yang tak kusadari sampai satu orang teman yang lain, F namanya. Dia mengingatkanku betapa K dan S ini lucu. Lucu? Apanya yang lucu? Tanyaku. Lalu F meminta K dan S berdiri berdampingan. Lalu F berkata padaku, lihat deh lucu kan? Ku amat-amati lalu aku tersenyum dan tertawa. Iya, mereka lucu. Ternyata F benar. K dan S pun ikut tertawa.

Sampai suatu kali aku yang kebetulan duduk di meja resepsionis, ngobrol dengan K dan S. Sambil tertawa cekikikan, mereka sudah tahu apa yang ku maksud. Mereka sih ga marah, karena mereka tahu maksudku hanya menggoda saja.

Baru kali ini kulihat ada yang seperti K dan S. Mereka sama tinggi dan modelnya tapi tidak sama rupa.

Aku punya cerita, cerita tentang teman tidurku. Dia kunamakan si mungil. Entah apa yang mendasari aku memanggilnya itu. Setiap malam selalu kepeluk, kuciumi dia.

Bau khasnya setelah kucium dia membuatku menjadi rileks. Kepeluk lagi, kucium lagi. Meskipun dia tidak bicara, tapi dia lah saksi hidupku. Saat aku senang, sedih. Apalagi di saat sedih, airmataku kerap membasahinya. Dia tahu itu..

Sempat terbesit di pikiranku, ketika ku mati aku ingin si mungil ada di peti matiku. Aku ingin ditemaninya tak hanya saat ku hidup, tapi sampai ku mati.

Si mungil namanya, setiap malam selalu kupeluk, selalu kucium. Bila pagi datang, rasanya enggan aku meninggalkannya. Kalau aku sakit, aku manja sekali padanya. Ku peluk terus dia erat-erat. Bau khasnya membuatku tak henti untuk selalu menciumnya. Dia seakan jimat sebelum tidurku.

Dialah mungilku, teman tidurku, kesayanganku..
Minggu lalu, pagi-pagi aku denger di radio ada modus penipuan baru yang memakai anak sebagai umpan.

Kan modus penipuan mama, papa atau om yang minta pulsa kan udah ga kena nih maksudnya orang udah ga percaya lagi sama sms sms begitu. Nah, sepertinya ada modus baru (tapi, ga tau ya menurut pembaca ini modus baru atau lama) yaitu, memakai anak sebagai umpan. Biasanya ibu-ibu nih korbannya.

Maksudnya gimana sih? Maksudnya gini, si penipu telpon ke korban bilang kalo anaknya kecelakaan, sekarang di rumah sakit dan butuh biaya. Dalam hal ini, artis Claudia Harahap pernah jadi korban, hanya penyiar radio ga nyebutin berapa nilai yang diminta si penipu. Setelah dicek ke sekolah anaknya Claudia sehat-sehat saja.

Itu paginya, siangnya temen kantorku sebelum istirahat cerita kalau adiknya baru kena tipu. Temenku bilang, ada yang telpon ke rumahnya kalo ponakan temenku itu jatuh dari tangga sekolah, banyak darah, keadaan kritis dan dirawat di RS Husada. Dokter yang menangani butuh alat yang harganya 17,2 juta. Alhasil karena panik, adik temenku itu langsung ikutin perintah si penelpon. Cuman adik temenku itu salah denger, yang ke transfer 7,2juta itu ditransfer via m-banking. Kata si penelpon sisa 10juta transfer aja lewat ATM. Setelah itu adik temenku telpon pacarnya. Jadi 10juta itu tidak sampai di transfer.

Setelah dicek ke sekolah, ponakan temanku itu sehat-sehat saja dan belajar seperti biasa. Hanya keanehannya, si penipu itu tahu nama ponakan temenku, cuman data yang salah di sekolahannya itu tidak ada tangga.

Tapi, namanya orang panik tidak akan sempat berfikir panjang, apalagi yang diatasnamakan anak kecil. Cuman kata temenku, sepertinya adiknya itu dihipnotis, soalnya waktu ditanya lagi, ga ingat banyak gimana runutan awal kejadiannya.

Kasus penipuan seperti ini pastilah ada sindikatnya. Kata temenku kejadian penipuan itu seminggu sebelumnya pernah terjadi di sekolah yang sama hanya saja orang tua anak SMP yang menjadi korban.

Semoga cepat tertangkap pelakunya. Dan bagi orang tua, sebelum bertindak cek ke sekolah dan usahakan jangan panik.
Aku punya teman di kantor, cowok. Orangnya apik, resik. Dia paling ga suka buang sampah sembaranga dan ga suka liat orang buang sampah sembarangan. Dia suka ngoceh-ngoceh kalau ada berita banjir di suatu tempat. Dia bilang, itu salah manusianya. Ada tempat sampah kenapa buang sampah sembarangan. Apa sih susahnya buang sampah di tempatnya. Kalo udah banjir ribet sendiri.

Aku termasuk orang yang taat buang sampah pada tempatnya, kadang  buang sampah sembarangan juga tergantung sikon :) hanya saja entah kenapa, temanku itu seperti jadi alarm di otak ini. Setiap aku mau buang sampah sembarangan pasti di pikiranku tuh seperti ada suara "kalau ada dia pasti bakalan ngomel nih aku buang sampah sembarangan." Kalo udah pikiran gitu niat mau buang sampah sembarangan tuh ga jadi.

Pernah kejadian minggu lalu, aku dan teman-teman kerjaku termasuk cowok resik ini jajan di gedung sebelah. Selesai minum es kelapa tanpa kusadari, kubuang aja plastiknya di deket gerobak si abang. Setelah itu, habislah aku diocehin si teman cowok ini. "Itu kan ada tempat sampah, emang susah ya buang di situ. bla..bla..bla.." Kataku, "Iya, sori..sori...ga sengaja.." Dalam hatiku, ada gitu ya buang sampah sembarangan ga sengaja. Excuse yang ga banget :)

Karena itu aku selalu ingat dan ingat kalo mau buang sampah ga boleh sembarangan. Harus buang pada tempatnya. Kalo ga ada tempat sampah, biasanya aku kantongin atau masuk dalam tas sampai ada tempat sampah baru ku buang. Tapi, suka lupa. Alhasil tuh sampah-sampah bisa berdiam di tas entah berapa lama. Biasanya sih bungkus permen, ga mungkin sampah organik.

Eh, tapi pernah ya aku punya pengalaman yang ga banget dan ga terlupakan. Waktu itu aku ikutan gerak jalan bareng dari kantor lain (undangan temen) nah, kami dikasih bekal minum dan kue-kue. Tas gemblok ku kiri kanan ada kantongnya. Di kantong kiri aku taro teh kotak, kantong kanan ada risol yang dibungkus. Jalan punya jalan, pasca berapa hari tuh aku bingung kok kalo aku taruh tas gemblok ku di kantor (diatas dus di bawah meja), dus nya itu seperti ada bekas minyak. Terus agak ada bau-bau ga sedap gitu. Aku lupa deh udah seminggu atau selisih berapa hari dari acara gerak jalan itu. Akupun investigasi, bau darimana itu.

Setelah diselidiki, ternyata... alamak.. bau itu berasal dari risol yang masih ada di kantong kanan tasku yang tertindih teh kotak lagi. Astaga dragonnn...itu baunya busuk abiezzz. Sampai mau muntah aku ngeluarin dan bersihin kantong itu.

Lupa makan akhirnya jadi sampah. Lupa buang akhirnya jadi busuk. Itulah pengalaman terburuk tentang sampah.

Jadi, buang sampah pada tempatnya itu banyak untungnya. Lagian buang sampah sembarangan itu tidak berarti memberikan pekerjaan bagi pekerja pembersih jalanan. Terlalu banyak sampah berserakan juga membuat petugas dinas kebersihan ga istirahat dong sekalipun mereka dibayar untuk itu.

Yuk, mulai biasakan hidup bersih :)
Ini postingan tadi siang :)

Sabtu sabtu gini, baru gajian pula emang paling asik jalan ke mal. Mal yang ku tujupun adalah mal favorit, MKG. Sampai di mal pas mendekati makan siang. Udah gitu, nih si hape cilik juga ikut-ikutan teriak minta diisi.

Alhasil langsung ku tuju cafe tempat biasa aku nongkrong juga. Ku cari meja yang dekat dengan colokan listrik supaya aku bisa kasih makan si hape cilik. Setelah si hape cilik mulai mengisi, aku juga ikutan mengisi. Ku pesan segelas es coklat jeruk kegemaranku, untuk makan ku pesan yang tidak terlalu berat, sup krim ayam. Sup krim ayam cafe ini buatku is the best.

Sambil seruput, nyam nyam mataku puas berkeliling ke kiri dan ke kanan. Akhirnya mataku bertemu dengan meja yang berisi seorang ibu dan anak perempuannyanya, kira-kira anaknya berumur 3 tahunlah.

Mataku tak bisa tak melirik, karena anaknya lucu. Untung si ibu membelakangiku, jadi aku bisa puas melirik ke arah anaknya :)

Rupanya si ibu memesankan anaknya segelas besar es coklat yang di blender. Demi dapat menyendok es coklatnya, si anak berdiri lalu mulai menyendoki es nya.

Sambil tetap ku sedot es coklat jerukku, aku tetap melirik ke meja itu. Ibunya asik dengan blackberry nya, si anak menikmati es coklatnya yang masih tampak penuh. Si ibu mulai menikmati santapannya, setelah itu si anakpun siap menikmati santapannya. Sepiring besar fettucini sepertinya. Si ibu mengaduk-aduk fettucini itu supaya rata dengan sausnya.

Si anak masih duduk-duduk memandang sekelilingnya, lalu muncul seorang laki-laki yang mengambil tempat tepat di depan si ibu. Oo..rupanya itu ayah si anak.

Jadi, segelas besar coklat dan sepiring besar fettucini itu?? Aku jadi senyum-senyum sendiri. Ku sedot lagi es coklat jerukku dan tak berani ku lirik lagi meja yang ada anak perempuan kecil, si ibu dan si ayah :)
Sabtu sabtu gini, baru gajian pula emang paling asik jalan ke mal. Mal yang ku tujupun adalah mal favorit, MKG. Sampai di mal pas mendekati makan siang. Udah gitu, nih si hape cilik juga ikut-ikutan teriak minta diisi.

Alhasil langsung ku tuju cafe tempat biasa aku nongkrong juga. Ku cari meja yang dekat dengan colokan listrik supaya aku bisa kasih makan si hape cilik. Setelah si hape cilik mulai mengisi, aku juga ikutan mengisi. Ku pesan segelas es coklat jeruk kegemaranku, untuk makan ku pesan yang tidak terlalu berat, sup krim ayam. Sup krim ayam cafe ini buatku is the best.

Sambil seruput, nyam nyam mataku puas berkeliling ke kiri dan ke kanan. Akhirnya mataku bertemu dengan meja yang berisi seorang ibu dan anak perempuannyanya, kira-kira anaknya berumur 3 tahunlah.

Mataku tak bisa tak melirik, karena anaknya lucu. Untung si ibu membelakangiku, jadi aku bisa puas melirik ke arah anaknya :)

Rupanya si ibu memesankan anaknya segelas besar es coklat yang di blender. Demi dapat menyendok es coklatnya, si anak berdiri lalu mulai menyendoki es nya.

Sambil tetap ku sedot es coklat jerukku, aku tetap melirik ke meja itu. Ibunya asik dengan blackberry nya, si anak menikmati es coklatnya yang masih tampak penuh. Si ibu mulai menikmati santapannya, setelah itu si anakpun siap menikmati santapannya. Sepiring besar fettucini sepertinya. Si ibu mengaduk-aduk fettucini itu supaya rata dengan sausnya.

Si anak masih duduk-duduk memandang sekelilingnya, lalu muncul seorang laki-laki yang mengambil tempat tepat di depan si ibu. Oo..rupanya itu ayah si anak.

Jadi, segelas besar coklat dan sepiring besar fettucini itu?? Aku jadi senyum-senyum sendiri. Ku sedot lagi es coklat jerukku dan tak berani ku lirik lagi meja yang ada anak perempuan kecil, si ibu dan si ayah :)
[caption id="attachment_139" align="alignleft" width="300" caption="buku baruku 30/03/2011"][/caption]

Ngomongin soal buku, hmmm...berapa buku ya yang aku miliki tapi masih terbungkus rapi a.k.a belum dibuka segelnya? :) Aku senang membaca, terlebih lagi senang membeli buku. Tiap bulan ada aja buku yang aku beli entah satu atau dua. Jenisnya pun variatif. Tapi, dulu waktu jaman-jaman SMA sampai udah kerja sasaran bacanya genre novel. Tapi, semenjak hampir 2 tahun terakhir ini genre bacaan mulai berubah, novel masih cuman sekarang ditambah yang berbau-bau sosial, sejarah, traveling, sastra.

Apalagi semenjak join di goodreads, dimana itu adalah situs jejaring sosial khusus pencinta buku jadi, tambah banyak lagi dapat referensi-referensi buku yang menarik untuk dibaca. Entah itu rekomendasi teman atau aku baca review dari teman-teman yang terkait denganku.

Biasanya kalau aku ke toko buku, aku bisa betah berlama-lama apalagi kalau tempatnya nyaman dan koleksinya banyak. Toko buku favoritku apalagi kalau bukan Gramedia :) Aku rasa itu juga adalah toko buku favorit semua orang Indonesia. Gramedia yang nyaman menurutku hanya 2, yang di Matraman dan Grand Indonesia.

Kalau ke toko buku biasanya aku lebih senang sendiri, kalaupun ada barengannya itu harus yang sama-sama pecinta buku juga jadi, ga risih kalau harus berlama-lama. Kalau ke mal beramai-ramai juga ga masalah, kalau temen-temen yang mau enjoy cuci mata soal fashion dan lain-lain, aku titipin aja di toko buku nanti kalau sudah selesai kita ketemuan lagi.

Saking gemarnya membeli buku, aku sampai bingung mau baca yang mana dulu ya.. tapi, in the end buku-buku yang baru ku beli bisa kubaca duluan, yang lama-lama masih menumpuk menunggu giliran. Satu keinginan ku yang belum kesampaian yaitu, membeli container untuk nyimpan buku. Soalnya sampai saat ini buku-buku itu masih pada bertengger di lemari bufet, sementara kalau disimpan di container bisa terhindar dari debu dan bisa dipindah-pindah penyimpannya (maklum ruang di rumahku terbatas).

Apalagi kalo denger ada diskon di gramedia, pastilah tak terhindari untuk membeli. Entah dibacanya kapan yang penting beli dulu, mumpung murah hehehe. Kemarin aku ke gramedia, grand indonesia. Mendekati hari terakhir diskon ulang tahun gramedia 20% aku ga menyia-nyiakan. Kubeli 3 buku sekaligus. Buku yang kubeli pastinya bagus dan menarik :) Gambarnya akan kubagikan biar ga penasaran.

Yang suka protes kalau aku beli buku cuman papa. Mungkin karena pengalaman dulu aku juga pernah punya beberapa buku akhirnya semua ludes karena banjir bandang 2007 lalu. Menyesal? Sangat menyesal. Aku beli buku dengan mencicil sebuku demi sebuku. Apalagi buku harry potter-ku. Entah yang tertinggal seri berapa aja (dulu aku punya seri 1-4, seri 5 pinjam, seri 6punya, seri 7 pinjam). Buku cerita berbahasa inggris juga ada. Sekarang aku mulai mencicil untuk mengoleksi lagi.

Buku itu buatku adalah jembatan atau jendela ilmu (ceile...) aku bisa tahu banyak hal lewat membaca. That's why aku suka traveling book. Meskipun aku belum pernah traveling jauh-jauh menjelajah Indonesia dan luar negeri (paling deket Bandung, paling jauh Jember, Surabaya--->karena kampung halaman hehehe) tapi, aku bisa tahu beberapa negara lain seperti Belanda, Paris, Barcelona dll berikut jalan-jalannya, apa aja yang ada disana, kebiasaan orang-orangnya dari membaca itu. Selain juga dengar cerita beberapa teman atau browsing di internet.

Lagipula ya, nanti kan bisa kutunjukin sama anak-anakku dan hobi membaca ini akan kuturunkan pada generasiku kelak. Membaca itu ga akan pernah merugikan apapun. Nilai uang yang dikeluarkan tak sebanding dengan kepuasan akan informasi yang diperoleh.

Salam buku,
>Buku ini berisi 10 kisah yang berbeda-beda (ya iyalah, namanya juga kumpulan cerpen :) ) dengan ending yang mengejutkan. Membaca buku ini mengingatkanku kembali pada buku '100 Kata'.

Modelnya sama, hanya buku '100 Kata' itu adalah kumpulan cerita 100 kata. Ending cerita-ceritanya juga mengejutkan.

Menarik memang, saat membaca cerita disuguhi ending yang tak terduga. Aku ga tau sih, kumpulan cerita-cerita based on true story atau hanya fiksi tapi, kejadiannya bisa saja terjadi di keseharian.

Kisah tentang perselingkuhan, hubungan sesama jenis, horor ada di buku ini. Judul buku ini rupanya diambil dari judul cerita di bab terakhir. Kisah tragis dari seorang wanita kedua yang ingin menguasai harta suaminya, sampai rela mengatur pembunuhannya. Sayang seluruh hartanya jatuh ke tangan istri pertamanya. Kisah ini hadir karena secangkir teh.

Pokoknya kumpulan cerpen ini menarik untuk disimak :)

salam secangkir teh,

Sayang, kelemahannya ada di penerbit menurut aku. Karena ada cerita yang halamannya tertukar jadi, agak sedikit repot membacanya. Harus bolak balik halaman.
Buku ini berisi 10 kisah yang berbeda-beda (ya iyalah, namanya juga kumpulan cerpen :) ) dengan ending yang mengejutkan. Membaca buku ini mengingatkanku kembali pada buku '100 Kata'.

Modelnya sama, hanya buku '100 Kata' itu adalah kumpulan cerita 100 kata. Ending cerita-ceritanya juga mengejutkan.

Menarik memang, saat membaca cerita disuguhi ending yang tak terduga. Aku ga tau sih, kumpulan cerita-cerita based on true story atau hanya fiksi tapi, kejadiannya bisa saja terjadi di keseharian.

Kisah tentang perselingkuhan, hubungan sesama jenis, horor ada di buku ini. Judul buku ini rupanya diambil dari judul cerita di bab terakhir. Kisah tragis dari seorang wanita kedua yang ingin menguasai harta suaminya, sampai rela mengatur pembunuhannya. Sayang seluruh hartanya jatuh ke tangan istri pertamanya. Kisah ini hadir karena secangkir teh.

Pokoknya kumpulan cerpen ini menarik untuk disimak :)

salam secangkir teh,

Sayang, kelemahannya ada di penerbit menurut aku. Karena ada cerita yang halamannya tertukar jadi, agak sedikit repot membacanya. Harus bolak balik halaman.

Kumpulan Cerpen-Kisah Secangkir Teh by Softi Tresna
>Membaca Travellous part 2 tidak semenarik Travellous. Kalau pada buku pertama (Travellous) terasa sekali aroma jalan-jalannya, bagaimana Andrei (Rei) berjuang meraih mimpi kanak-kanaknya untuk melihat menara Eifel, di buku kedua ini lebih pada kisah percintaan Rei.

Jujur aku lebih menyukai buku Travellous pertama dibanding yang kedua. Bukannya tidak menarik kisah percintaan Rei, tapi untuk buku ke-2 mungkin lebih tepat judulnya Travellous of Love. Ada sih kisah perjalanannya yaitu waktu Rei dan teman-temannya nonton konser Pearl Jam dari kota Lyon ke Antwerpen. Juga perjalanan yang lain.

Satu yang menarik, yaitu waktu Rei jadi wartawan gadungan meliput perayaan hari kemerdekaan Indonesia di KBRI Perancis. Awal kenekatan Rei karena, rasa lapar yang mendera. Tapi, hasil akhirnya membanggakan juga karena, liputan Rei menjadi headline di koran lokal Banjarmasin dan membuat ibunya bangga. Jadi, selain dapat makan gratis, bertatap muka langsung dengan orang-orang penting di Eropa, jadi satu-satunya jurnalis dari Indonesia yang meliput, Rei bisa membanggakan orang tuanya :).

Tapi, maaf ya Rei, aku lebih suka Travellous pertama.
Membaca Travellous part 2 tidak semenarik Travellous. Kalau pada buku pertama (Travellous) terasa sekali aroma jalan-jalannya, bagaimana Andrei (Rei) berjuang meraih mimpi kanak-kanaknya untuk melihat menara Eifel, di buku kedua ini lebih pada kisah percintaan Rei.

Jujur aku lebih menyukai buku Travellous pertama dibanding yang kedua. Bukannya tidak menarik kisah percintaan Rei, tapi untuk buku ke-2 mungkin lebih tepat judulnya Travellous of Love. Ada sih kisah perjalanannya yaitu waktu Rei dan teman-temannya nonton konser Pearl Jam dari kota Lyon ke Antwerpen. Juga perjalanan yang lain.

Satu yang menarik, yaitu waktu Rei jadi wartawan gadungan meliput perayaan hari kemerdekaan Indonesia di KBRI Perancis. Awal kenekatan Rei karena, rasa lapar yang mendera. Tapi, hasil akhirnya membanggakan juga karena, liputan Rei menjadi headline di koran lokal Banjarmasin dan membuat ibunya bangga. Jadi, selain dapat makan gratis, bertatap muka langsung dengan orang-orang penting di Eropa, jadi satu-satunya jurnalis dari Indonesia yang meliput, Rei bisa membanggakan orang tuanya :).

Tapi, maaf ya Rei, aku lebih suka Travellous pertama.

Travellous part 2 by Andrei Budiman
>Bicara tentang remaja usia 13-18 tahun, apa yang terbesit? Rebel (pemeberontak) dan pencarian jati diri. Di usia-usia itu rasa keingin tahuan akan hal-hal yang sewaktu kecil tidak boleh diketahuinya mulai dicari tahu. Entah dari teman, buku atau siapa saja yang bisa membantu agar rasa ingin tahunya terpuaskan.

Keadaan seperti itu berjalan terus menerus, dari jaman ke jaman dan dibelahan dunia manapun. Remaja, adalah usia dimana sesorang bukan lagi anak kecil, tapi belum lagi dewasa. Istilah kerennya Anak Baru Gede (ABG).

Mengutip sinopsis di belakang buku ini "Dengarlah Nyanyian Angin bercerita tentang anak-anak muda dalam arus perbenturan nilai-nilai tradisional dan modern di Jepang tahun 1960-1970-an."

Nilai-nilai itu terbaca dari sikap Nezumi, teman si Aku yang tidak menyukai orang kaya (padahal Nezumi anak orang kaya) "kukatakan dengan tegas ya, aku membenci orang kaya karena mereka tidak memikirkan apapun. Jika tidak ada senter dan mistar, tak bakal bisa mereka menggaruk pantat sendiri."

awalnya Nezumu mencemooh Aku yang gemar membaca buku, tapi pada akhirnya Nezumi tertarik juga membaca bahkan bisa menulis novel.

Menurutku penceritaannya maju mundur, cuman Haruki ingin menggambarkan sosok kaum muda Jepang yang antikemapanan dan tidak memiliki bayangan ideal tentang masa depannya.

Ada beberapa kutipan-kutipan yang menurutku menarik. "dimanapun tidak akan ada manusia yang tangguh. Yang ada hanyalah manusia yang pura-pura tangguh.", "orang yang memberi dengan penuh keikhlasan akan selalu memperoleh gantinya.", "orang yang berhati gelap hanya akan melihat mimpi yang gelap. Apabila hatinya lebih gelap lagi, mimpipun dia tak bisa." Kalimat pada kutipan terakhir terkesan menyeramkan ya.

Buku ini baik dibaca oleh anak-anak remaja sebagai referensi bahwa mulai sekarang menetapkan goal atau tujuan di dalam hidup begitu berarti untuk dimasa depan.
Bicara tentang remaja usia 13-18 tahun, apa yang terbesit? Rebel (pemeberontak) dan pencarian jati diri. Di usia-usia itu rasa keingin tahuan akan hal-hal yang sewaktu kecil tidak boleh diketahuinya mulai dicari tahu. Entah dari teman, buku atau siapa saja yang bisa membantu agar rasa ingin tahunya terpuaskan.

Keadaan seperti itu berjalan terus menerus, dari jaman ke jaman dan dibelahan dunia manapun. Remaja, adalah usia dimana sesorang bukan lagi anak kecil, tapi belum lagi dewasa. Istilah kerennya Anak Baru Gede (ABG).

Mengutip sinopsis di belakang buku ini "Dengarlah Nyanyian Angin bercerita tentang anak-anak muda dalam arus perbenturan nilai-nilai tradisional dan modern di Jepang tahun 1960-1970-an."

Nilai-nilai itu terbaca dari sikap Nezumi, teman si Aku yang tidak menyukai orang kaya (padahal Nezumi anak orang kaya) "kukatakan dengan tegas ya, aku membenci orang kaya karena mereka tidak memikirkan apapun. Jika tidak ada senter dan mistar, tak bakal bisa mereka menggaruk pantat sendiri."

awalnya Nezumu mencemooh Aku yang gemar membaca buku, tapi pada akhirnya Nezumi tertarik juga membaca bahkan bisa menulis novel.

Menurutku penceritaannya maju mundur, cuman Haruki ingin menggambarkan sosok kaum muda Jepang yang antikemapanan dan tidak memiliki bayangan ideal tentang masa depannya.

Ada beberapa kutipan-kutipan yang menurutku menarik. "dimanapun tidak akan ada manusia yang tangguh. Yang ada hanyalah manusia yang pura-pura tangguh.", "orang yang memberi dengan penuh keikhlasan akan selalu memperoleh gantinya.", "orang yang berhati gelap hanya akan melihat mimpi yang gelap. Apabila hatinya lebih gelap lagi, mimpipun dia tak bisa." Kalimat pada kutipan terakhir terkesan menyeramkan ya.

Buku ini baik dibaca oleh anak-anak remaja sebagai referensi bahwa mulai sekarang menetapkan goal atau tujuan di dalam hidup begitu berarti untuk dimasa depan.
>Ini adalah buku ke empat alias buku terakhir dari tetralogi sisi lain SBY. Warna sampulnya merah. Seperti yang pernah dijelaskan mas Inu (akun twitternya @beginu) warna merah pada buku terakhir menandakan pertalian darah.

Siapa-siapa saja yang diceritakan di buku ini ya, pastinya keluarga pak beye. Ada kisah tentang orang tua pa beye, kisah tentang ibu Ani, mas Ibas, mas Agus, mba Anisa dan Aira (cucu pertama pak beye).

Menariknya lagi di buku ini, mas Inu menulis tentang bapaknya Nobita di serial doraemon yang model rambutnya mirip pak beye (membuat aku senyum-senyum membayangkannya). Juga bagaimana mas Inu menyebut mas Ibas dengan sebutan 'putra mahkota' keluarga Yudhoyono (jadi teringat pangeran William yang akan menikah nanti).

Terus ada potongan kata-kata pak Jusuf Kalla (JK) mengenai kemacetan. Pak Kalla menyebut sebagai tanda keberhasilan pemerintah meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara. Menarik bukan? :)

Ada juga ditulis mengenai makanan kegemaran pak beye dan bagaimana majunya Cikeas semenjak ada 'puri' di sana. Pembaca juga disuguhkan foto-foto hasil jepretan mas Inu dengan kamera pinjaman kantor yang kerap ngadat (begitu beliau suka memposting kata-kata itu :) ) kegiatan pak beye dan keluarganya.

Menarik untuk disimak kisah sisi lain SBY yang tidak semua orang tahu selain wartawan keprisedan dan mas Inu yang sudah mau membagi secara cuma-cuma pengalaman yang didapatnya secara cuma-cuma juga :). Saya menamakan 4 buku mas Inu ini dengan istilah 4 sehat. Belum menjadi 5 sempurna karena saya belum membaca buku pamungkasnya yang berjudul: Pak Kalla dan Presidennya.

Selamat membaca..
Ini adalah buku ke empat alias buku terakhir dari tetralogi sisi lain SBY. Warna sampulnya merah. Seperti yang pernah dijelaskan mas Inu (akun twitternya @beginu) warna merah pada buku terakhir menandakan pertalian darah.

Siapa-siapa saja yang diceritakan di buku ini ya, pastinya keluarga pak beye. Ada kisah tentang orang tua pa beye, kisah tentang ibu Ani, mas Ibas, mas Agus, mba Anisa dan Aira (cucu pertama pak beye).

Menariknya lagi di buku ini, mas Inu menulis tentang bapaknya Nobita di serial doraemon yang model rambutnya mirip pak beye (membuat aku senyum-senyum membayangkannya). Juga bagaimana mas Inu menyebut mas Ibas dengan sebutan 'putra mahkota' keluarga Yudhoyono (jadi teringat pangeran William yang akan menikah nanti).

Terus ada potongan kata-kata pak Jusuf Kalla (JK) mengenai kemacetan. Pak Kalla menyebut sebagai tanda keberhasilan pemerintah meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara. Menarik bukan? :)

Ada juga ditulis mengenai makanan kegemaran pak beye dan bagaimana majunya Cikeas semenjak ada 'puri' di sana. Pembaca juga disuguhkan foto-foto hasil jepretan mas Inu dengan kamera pinjaman kantor yang kerap ngadat (begitu beliau suka memposting kata-kata itu :) ) kegiatan pak beye dan keluarganya.

Menarik untuk disimak kisah sisi lain SBY yang tidak semua orang tahu selain wartawan keprisedan dan mas Inu yang sudah mau membagi secara cuma-cuma pengalaman yang didapatnya secara cuma-cuma juga :). Saya menamakan 4 buku mas Inu ini dengan istilah 4 sehat. Belum menjadi 5 sempurna karena saya belum membaca buku pamungkasnya yang berjudul: Pak Kalla dan Presidennya.

Selamat membaca..
>Ini adalah postingan kedua dengan judul yang sama, karena postingan sebelumnya hilang karena kesalahan sendiri. Jadi, mohon maaf bila ada perubahan kata-kata atau kalimat dari posting sebelumnya bagi teman-teman yang sempat membacanya.

Siapa yang pernah merasakan kehilangan orang yang dicintai atau dikasihi? Baik itu orang tua, sahabat, saudara, suami/istri, pacar. Apa yang dirasakan saat kehilangan orang yang dikasihi? Pertanyaan seperti ini tidaklah perlu dipertanyakan. Pasti rasa sedih, kehilangan yang dirasakan.

Aku pernah merasakan kehilangan. Kehilangan seorang ibu yang begitu aku kasihi. Penyakit kencing manis sudah merenggut beliau dari sisiku. Saat itu rasa hancur, sedih kurasakan saat aku diminta melihat posisi beliau saat hendak dimasukkan ke peti mati. Aku lemas, menangis meraung raung karena, ibu yang begitu ku kasihi tidak lagi tidur di ranjang kamarnya.

Itulah gambaran rasa sedih kehilangan orang yang dikasihi/dicintai. Epitaph, buku yang ditulis oleh Daniel Mahendra (akun twitternya @penganyamkata) ingin menggambarkan rasa kehilangan itu.

Kisah seorang pemuda, Haikal yang ditinggal mati kekasihnya, Laras dalam kecelakaan helikopter di Sibayak. Bagaimana menyikapi rasa kehilangan yang dirasakan Haikal dan keluarga Laras adalah sama yang dirasakan kebanyakan orang.

Penantian kepastian berita yang ditunggu berbulan-bulan bahkan sampai 2 tahun akhinya terjawab sampai ditemukannya bangkai helikopter dan penumpangnya yang sudah tinggal tulang belulang.

Walaupun cerita ini fiksi, tapi gambaran akan rasa kehilangan itu membuat emosi pembaca terlibat. Perbedaan antara fiksi atau kenyataan terbaca ketika ada catatan-catatan berita dari beberapa media yang memuat kecelakaan helikopter itu.

Ilustrasi buku ini juga seperti melambangkan kedukaan, memoar dibaliknya (gambar jembatan seperti di tengah hutan dengan pohon dikiri kanan serta tanaman perdu, juga warna gambar yang hijau suram).

Dialog antara Haikal dan bapak penjual buah tentang arti menunggu membuatku terkesan. "banyak orang bosan melewati penungguan itu. Bagiku disitulah seninya hidup. Ada harapan yang terus menyala. Itu yang terkadang tak semua otang mau memahami, bahwa menunggu adalah suatu kenikmatan tersendiri. Suatu seni tersendiri..." menarik bukan?

Menurut aku, intisari dari buku ini adalah belajar ikhlas menerima kehilangan orang yang dicintai/dikasihi dan biarkan memoar indah tetap terpatri di hati dan batu nisan mereka.
Ini adalah postingan kedua dengan judul yang sama, karena postingan sebelumnya hilang karena kesalahan sendiri. Jadi, mohon maaf bila ada perubahan kata-kata atau kalimat dari posting sebelumnya bagi teman-teman yang sempat membacanya.

Siapa yang pernah merasakan kehilangan orang yang dicintai atau dikasihi? Baik itu orang tua, sahabat, saudara, suami/istri, pacar. Apa yang dirasakan saat kehilangan orang yang dikasihi? Pertanyaan seperti ini tidaklah perlu dipertanyakan. Pasti rasa sedih, kehilangan yang dirasakan.

Aku pernah merasakan kehilangan. Kehilangan seorang ibu yang begitu aku kasihi. Penyakit kencing manis sudah merenggut beliau dari sisiku. Saat itu rasa hancur, sedih kurasakan saat aku diminta melihat posisi beliau saat hendak dimasukkan ke peti mati. Aku lemas, menangis meraung raung karena, ibu yang begitu ku kasihi tidak lagi tidur di ranjang kamarnya.

Itulah gambaran rasa sedih kehilangan orang yang dikasihi/dicintai. Epitaph, buku yang ditulis oleh Daniel Mahendra (akun twitternya @penganyamkata) ingin menggambarkan rasa kehilangan itu.

Kisah seorang pemuda, Haikal yang ditinggal mati kekasihnya, Laras dalam kecelakaan helikopter di Sibayak. Bagaimana menyikapi rasa kehilangan yang dirasakan Haikal dan keluarga Laras adalah sama yang dirasakan kebanyakan orang.

Penantian kepastian berita yang ditunggu berbulan-bulan bahkan sampai 2 tahun akhinya terjawab sampai ditemukannya bangkai helikopter dan penumpangnya yang sudah tinggal tulang belulang.

Walaupun cerita ini fiksi, tapi gambaran akan rasa kehilangan itu membuat emosi pembaca terlibat. Perbedaan antara fiksi atau kenyataan terbaca ketika ada catatan-catatan berita dari beberapa media yang memuat kecelakaan helikopter itu.

Ilustrasi buku ini juga seperti melambangkan kedukaan, memoar dibaliknya (gambar jembatan seperti di tengah hutan dengan pohon dikiri kanan serta tanaman perdu, juga warna gambar yang hijau suram).

Dialog antara Haikal dan bapak penjual buah tentang arti menunggu membuatku terkesan. "banyak orang bosan melewati penungguan itu. Bagiku disitulah seninya hidup. Ada harapan yang terus menyala. Itu yang terkadang tak semua otang mau memahami, bahwa menunggu adalah suatu kenikmatan tersendiri. Suatu seni tersendiri..." menarik bukan?

Menurut aku, intisari dari buku ini adalah belajar ikhlas menerima kehilangan orang yang dicintai/dikasihi dan biarkan memoar indah tetap terpatri di hati dan batu nisan mereka.
>Hari ini, 25 Maret 2011. Pulang kerja aku ga berniat langsung pulang. Mengingat kondisi antrian TransJ seperti kemarin (panjang abis dan lamaa) so, aku memutuskan untuk mampir ke Grand Indonesia.

Sampe di Grand Indonesia, tanpa basa basi langsung menuju food louver. Meski dana pas-pasan, aku memuaskan perutku dengan menu paket 25ribu di Poke Sushi. Menunya gindara grilled with rice and free ocha pula, lumayan kan :)

Tadinya mau nongkrong di SeVel (seven eleven) cuman dilihat-lihat rame dan ga ada tempat. Ya sudahlah.. (kata Bondan Prakoso)

Ohya, aku mau cerita. Tadi, pas naik jembatan penyebrangan di depan kantorku, aku sempat terharu karena ada seorang bapak, rambutnya sih putih semua. Cuman ku kutaksir umurnya sekitar 40-an gitu deh. Beliau selalu menyapa setiap aku naik. "Selamat sore mbakk.." dengan senyum ramahnya dan terlihat tulus. Akupun menyahutinya "sore..." dengan ramah dan tak lupa senyum.

Pernah suatu kali saat aku pulang dengan kantong berisi makan siang yang sengaja mau kubawa pulang. Ketika melihat bapak itu, akupun langsung memberikan untuknya. Masih teringat reaksi beliau yang kaget, ga menyangka dan menerimanya dengan senyum ramahnya "terima kasih mbakk.." akupun puas melihatnya senang.

Tapi, sapaannya saat aku sampai di ruas jembatan penyebrangan itu bukan karena aku pernah memberikannya nasi, tapi memang bapak itu ramah. Aku ga tahu ya bagaimana ke penyebrang jembatan yang lain. Awal mulanya, aku berpura-pura cuek tapi, lama kelamaan aku merasa bahwa beliau itu hanya menyapa tanpa memaksa untuk membeli dagangannya. Oiya, aku lupa beliau itu berjualan peniti, lem powerglue, dll gitu.

Kali ini keharuan tiba-tiba menyergapku. Ingin nangis rasanya. Tulus senyum dan sapaannya, membuat sore tadi begitu sejuk. Apalagi ditengah macetnya ruas jalan sudirman menuju semanggi.

Ternyata masih ada orang sebaik bapak ini, yang mungkin saja sapaan hangatnya tidak selalu berbalas manis, dimana lalu lalang orang-orang sibuk, yang ingin buru-buru sampai di tempat tujuan.

Bapak itu simbol keramahan orang Indonesia yang kerap disuka oleh turis-turis mancanegara. Di sela keindividuan pekerja-pekerja di ibukota, masih ada sikap hangat dari seorang bapak, penjual asesoris, orang pinggiran yang belum tentu mendapat respon yang ramah juga.

Salam ramah,
Hari ini, 25 Maret 2011. Pulang kerja aku ga berniat langsung pulang. Mengingat kondisi antrian TransJ seperti kemarin (panjang abis dan lamaa) so, aku memutuskan untuk mampir ke Grand Indonesia.

Sampe di Grand Indonesia, tanpa basa basi langsung menuju food louver. Meski dana pas-pasan, aku memuaskan perutku dengan menu paket 25ribu di Poke Sushi. Menunya gindara grilled with rice and free ocha pula, lumayan kan :)

Tadinya mau nongkrong di SeVel (seven eleven) cuman dilihat-lihat rame dan ga ada tempat. Ya sudahlah.. (kata Bondan Prakoso)

Ohya, aku mau cerita. Tadi, pas naik jembatan penyebrangan di depan kantorku, aku sempat terharu karena ada seorang bapak, rambutnya sih putih semua. Cuman ku kutaksir umurnya sekitar 40-an gitu deh. Beliau selalu menyapa setiap aku naik. "Selamat sore mbakk.." dengan senyum ramahnya dan terlihat tulus. Akupun menyahutinya "sore..." dengan ramah dan tak lupa senyum.

Pernah suatu kali saat aku pulang dengan kantong berisi makan siang yang sengaja mau kubawa pulang. Ketika melihat bapak itu, akupun langsung memberikan untuknya. Masih teringat reaksi beliau yang kaget, ga menyangka dan menerimanya dengan senyum ramahnya "terima kasih mbakk.." akupun puas melihatnya senang.

Tapi, sapaannya saat aku sampai di ruas jembatan penyebrangan itu bukan karena aku pernah memberikannya nasi, tapi memang bapak itu ramah. Aku ga tahu ya bagaimana ke penyebrang jembatan yang lain. Awal mulanya, aku berpura-pura cuek tapi, lama kelamaan aku merasa bahwa beliau itu hanya menyapa tanpa memaksa untuk membeli dagangannya. Oiya, aku lupa beliau itu berjualan peniti, lem powerglue, dll gitu.

Kali ini keharuan tiba-tiba menyergapku. Ingin nangis rasanya. Tulus senyum dan sapaannya, membuat sore tadi begitu sejuk. Apalagi ditengah macetnya ruas jalan sudirman menuju semanggi.

Ternyata masih ada orang sebaik bapak ini, yang mungkin saja sapaan hangatnya tidak selalu berbalas manis, dimana lalu lalang orang-orang sibuk, yang ingin buru-buru sampai di tempat tujuan.

Bapak itu simbol keramahan orang Indonesia yang kerap disuka oleh turis-turis mancanegara. Di sela keindividuan pekerja-pekerja di ibukota, masih ada sikap hangat dari seorang bapak, penjual asesoris, orang pinggiran yang belum tentu mendapat respon yang ramah juga.

Salam ramah,
>Udah seminggu ini aku sendirian di rumah, semenjak bokap mudik karena ada saudara jauh yang meninggal.

Hmm...serasa kos deh jadinya. Ga ada nasi, ga ada lauk pauk. Karena cuman sendiri di rumah, makan sesuka hati. Mau makan boleh, ga juga ga apa-apa. Bawaannya malesss..

Angan-angan, cita-cita, keinginan kalo wiken itu mau baca buku, melalap buku-buku yang masih belum tersentuh selalu ada tapi, realisasinya nol.. Selalu kehilangan passion di hari H.

Apalagi sekarang, babe lagi ga di rumah. Mm...sabtu besok mau ngapain ya? Paling melanjut baca Pak Beye dan Keluarganya, disambi nonton tivi. Soal makan, besok makan apa ya? Ohya, gado-gado ah, udah lama ga makan gado-gado :)

Cemilan ada, kopi ada so... besok ga kemana-mana ah. Baca, baca, baca. Beres-beres rumah. Udah tengah bulan gini, udah waktunya berhemat hehehe..

Home alone, ga masalah... Banyak yang bisa dikerjain. Ayo Evi, semangat!! Aku ga boleh kalah sama rasa malas. Dvd juga masih ada yang belum rampung di tonton. Malam ini mau begadang sambil baca juga oke. Thank God its friday lah... Besok mau bangun siangan juga ga apa-apa.

Oke deh, salam semangat!
Udah seminggu ini aku sendirian di rumah, semenjak bokap mudik karena ada saudara jauh yang meninggal.

Hmm...serasa kos deh jadinya. Ga ada nasi, ga ada lauk pauk. Karena cuman sendiri di rumah, makan sesuka hati. Mau makan boleh, ga juga ga apa-apa. Bawaannya malesss..

Angan-angan, cita-cita, keinginan kalo wiken itu mau baca buku, melalap buku-buku yang masih belum tersentuh selalu ada tapi, realisasinya nol.. Selalu kehilangan passion di hari H.

Apalagi sekarang, babe lagi ga di rumah. Mm...sabtu besok mau ngapain ya? Paling melanjut baca Pak Beye dan Keluarganya, disambi nonton tivi. Soal makan, besok makan apa ya? Ohya, gado-gado ah, udah lama ga makan gado-gado :)

Cemilan ada, kopi ada so... besok ga kemana-mana ah. Baca, baca, baca. Beres-beres rumah. Udah tengah bulan gini, udah waktunya berhemat hehehe..

Home alone, ga masalah... Banyak yang bisa dikerjain. Ayo Evi, semangat!! Aku ga boleh kalah sama rasa malas. Dvd juga masih ada yang belum rampung di tonton. Malam ini mau begadang sambil baca juga oke. Thank God its friday lah... Besok mau bangun siangan juga ga apa-apa.

Oke deh, salam semangat!
>Aku tertarik menulis posting ini karena, semalam ada teman baru (kenal di twitter) yang mention di twitterku begini: hello, @Oranjeholic :) kamu sungguh mencintai orange? (akun twitterku @Oranjeholic). Dalam hati aku berkata 'this is the first time ada orang yang menanyakan hal ini padaku.'

Akun twitter ku bernama seperti itu karena semata-mata kesukaanku pada timnas Belanda yang identik dengan warna orange (imbas euphoria piala dunia 2010). Sedangkan orange dalam bahasa Belanda adalah 'oranje' jadilah penulisannya ke-Belanda Belandaan. Kalau warna kesukaan, aku lebih menyukai warna-warna kalem/soft atau yang muda. Aku tidak terlalu suka dengan warna-warna cerah mencolok.

Sementara bagi teman baruku, warna orange itu sudah sampai ke dalam hidupnya, dia pecinta orange. Membaca di blog pribadinya yang baru saja diunduh soal warna orange, ternyata ada filosofinya. Orange itu identik dengan kesegaran, ceria, dan kalau menurut temanku warna orange itu sangat bersahabat, akrab, karib, merangkul, tanpa jarak.

Hm...lagipula aku suka sunset jadi, semestinya aku menyukai warna orange ini ya :) So... Aku ga salah menyukai warna orange dan belajar mencintainya yang selalu memberikan kesegaran, kehangatan dan manfaat bagi penyukanya.

Salam orange,
Aku tertarik menulis posting ini karena, semalam ada teman baru (kenal di twitter) yang mention di twitterku begini: hello, @Oranjeholic :) kamu sungguh mencintai orange? (akun twitterku @Oranjeholic). Dalam hati aku berkata 'this is the first time ada orang yang menanyakan hal ini padaku.'

Akun twitter ku bernama seperti itu karena semata-mata kesukaanku pada timnas Belanda yang identik dengan warna orange (imbas euphoria piala dunia 2010). Sedangkan orange dalam bahasa Belanda adalah 'oranje' jadilah penulisannya ke-Belanda Belandaan. Kalau warna kesukaan, aku lebih menyukai warna-warna kalem/soft atau yang muda. Aku tidak terlalu suka dengan warna-warna cerah mencolok.

Sementara bagi teman baruku, warna orange itu sudah sampai ke dalam hidupnya, dia pecinta orange. Membaca di blog pribadinya yang baru saja diunduh soal warna orange, ternyata ada filosofinya. Orange itu identik dengan kesegaran, ceria, dan kalau menurut temanku warna orange itu sangat bersahabat, akrab, karib, merangkul, tanpa jarak.

Hm...lagipula aku suka sunset jadi, semestinya aku menyukai warna orange ini ya :) So... Aku ga salah menyukai warna orange dan belajar mencintainya yang selalu memberikan kesegaran, kehangatan dan manfaat bagi penyukanya.

Salam orange,
>
Pagi-pagi yang dicari orang apa? Sarapan... Hampir kebanyakan orang setiap pagi, sebelum memulai aktivitas mengisi bahan bakar dulu alias sarapan atau kalo orang bule sana bilang breakfast Sarapan yang dikonsumsi bisa berbeda-beda tergantung selera. Ada yang bawa bekal dari rumah, ada juga yang beli di kedai pinggir jalan, di stasiun atau dimana saja yang menjual kelengkapan pengganjal perut.

Jenis sarapan yang dikonsumsi pun beragam, ada yang ringan hingga yang berat. Yang termasuk sarapan ringan: bubur ayam, roti, goreng-gorengan, kue-kue jajan pasar, lupis, dll. Yang termasuk sarapan berat: nasi uduk, nasi rames, lontong sayur, ketoprak, gado-gado, mie ayam, dll. Akupun termasuk yang terkadang sarapan ringan, terkadang sarapan berat, tergantung mood :)

Menurut ahli gizi, dengan sarapan dulu sebelum beraktivitas akan membuat kita lebih berkonsentrasi. Buat aku sihh...sama aja hehehe. Sarapan itu pilihan, ada yang harus sarapan karena kalo nggak sarapan lemes, ada juga yang nggak terbiasa sarapan, kalo sarapan perutnya sakit.

Kebetulan aku jenis pe-nyarap pagi yang flexibel, bisa makan, bisa juga tidak :)
So, kalau mau konsentrasi kerja di pagi hari.. jangan lupa sarapan ya..

Salam sarapan,

Pagi-pagi yang dicari orang apa? Sarapan... Hampir kebanyakan orang setiap pagi, sebelum memulai aktivitas mengisi bahan bakar dulu alias sarapan atau kalo orang bule sana bilang breakfast Sarapan yang dikonsumsi bisa berbeda-beda tergantung selera. Ada yang bawa bekal dari rumah, ada juga yang beli di kedai pinggir jalan, di stasiun atau dimana saja yang menjual kelengkapan pengganjal perut.

Jenis sarapan yang dikonsumsi pun beragam, ada yang ringan hingga yang berat. Yang termasuk sarapan ringan: bubur ayam, roti, goreng-gorengan, kue-kue jajan pasar, lupis, dll. Yang termasuk sarapan berat: nasi uduk, nasi rames, lontong sayur, ketoprak, gado-gado, mie ayam, dll. Akupun termasuk yang terkadang sarapan ringan, terkadang sarapan berat, tergantung mood :)

Menurut ahli gizi, dengan sarapan dulu sebelum beraktivitas akan membuat kita lebih berkonsentrasi. Buat aku sihh...sama aja hehehe. Sarapan itu pilihan, ada yang harus sarapan karena kalo nggak sarapan lemes, ada juga yang nggak terbiasa sarapan, kalo sarapan perutnya sakit.

Kebetulan aku jenis pe-nyarap pagi yang flexibel, bisa makan, bisa juga tidak :)
So, kalau mau konsentrasi kerja di pagi hari.. jangan lupa sarapan ya..

Salam sarapan,
>Dia.. Dia lagi, dia lagi. Sudah setahun lebih hatiku terisi oleh dia, dia yang selalu kukagumi tapi tak bisa kumiliki.

Dia.. Kalau ingat dia selalu membawaku pada ingatan awal pertama kali aku mengenalnya (hmm..sepertinya bukan aku sih tapi dia dulu yang menemukanku di salah satu jejaring sosial).

Memang aku bukan teman yang mengenalnya sejak lama. Aku hanyalah teman baru yang berkeinginan untuk mengenalnya. Aku pun mengaguminya karena pekerjaan dan juga kecerdasannya.

Waktu berlalu, komunikasi kami juga kadang lancar kadang tidak. Belakangan semenjak kepulangannya dari negeri kincir angin dan negeri asal hitler semua seperti berubah, mungkin hanya perasaanku saja tapi yang kurasa sepertinya jauuhh sekali komunikasi antara aku dan dia.

Dia.. Dia membuatku tertarik dengan dunia pekerjaannya. Sekalipun aku dan dia tidak bisa menjadi teman, aku ga akan berhenti menyukai dunia pekerjaannya karena mash banyak teman-temanku yang lain yang seprofesi dengannya.

Dia.. Mungkin dia tahu perasaanku sehingga membuat dia menjauhi aku. Tapi, tak apa.. Aku ikhlaskan dia menjauh dariku. Memang susah belajar ikhlas karena di jejaring sosial manapun dia ada dan belakangan dia pun mulai rajin berkicau. Hahhh... Walau berat seberat-beratnya aku harus belajar ikhlas untuk kehilangannya sebagai teman.

Salam kehilangan.
Dia.. Dia lagi, dia lagi. Sudah setahun lebih hatiku terisi oleh dia, dia yang selalu kukagumi tapi tak bisa kumiliki.

Dia.. Kalau ingat dia selalu membawaku pada ingatan awal pertama kali aku mengenalnya (hmm..sepertinya bukan aku sih tapi dia dulu yang menemukanku di salah satu jejaring sosial).

Memang aku bukan teman yang mengenalnya sejak lama. Aku hanyalah teman baru yang berkeinginan untuk mengenalnya. Aku pun mengaguminya karena pekerjaan dan juga kecerdasannya.

Waktu berlalu, komunikasi kami juga kadang lancar kadang tidak. Belakangan semenjak kepulangannya dari negeri kincir angin dan negeri asal hitler semua seperti berubah, mungkin hanya perasaanku saja tapi yang kurasa sepertinya jauuhh sekali komunikasi antara aku dan dia.

Dia.. Dia membuatku tertarik dengan dunia pekerjaannya. Sekalipun aku dan dia tidak bisa menjadi teman, aku ga akan berhenti menyukai dunia pekerjaannya karena mash banyak teman-temanku yang lain yang seprofesi dengannya.

Dia.. Mungkin dia tahu perasaanku sehingga membuat dia menjauhi aku. Tapi, tak apa.. Aku ikhlaskan dia menjauh dariku. Memang susah belajar ikhlas karena di jejaring sosial manapun dia ada dan belakangan dia pun mulai rajin berkicau. Hahhh... Walau berat seberat-beratnya aku harus belajar ikhlas untuk kehilangannya sebagai teman.

Salam kehilangan.
>Tahun ini sudah memasuki tahun yang baru, yaitu 2011. Hari ini saya menulis di hari kelima bulan yang pertama di tahun yang baru. Masih tersisa 360 hari lagi. Tidak ada satu manusiapun yang tahu apa yang akan terjadi 360 hari kedepan. Keadaan seperti ini selalu terjadi tahun lepas tahun.

Setiap pergantian tahun selalu ada kemeriahan, selalu ada perayaan mulai dari hotel berbintang sampai di tempat-tempat hiburan seperti Monas, Ancol, Puncak semua tempat penuh dan macet di beberapa ruas jalan. Semua tidak ada yang mau ketinggalan detik-detik pergantian tahun. Bagi kaum sosialita kumpul-kumpul di malam tahun baru sudah menjadi tradisi tapi, untuk saya yang bukan termasuk kaum sosialita melewati malam tahun baru di rumah saja sudah cukup. Tapi setelah lewat pukul 00.00 apa yang akan terjadi? Semua kemeriahan tinggal kemeriahan. Di tempat-tempat umum yang dipakai untuk kemeriahan hanya meninggalkan serakkan sampah-sampah.

Setiap tahun semua manusia termasuk saya selalu berharap yang lebih baik di tahun baru. Berbagai macam asa digantungkan di tahun yang baru. Sekarang yang diinginkan tinggal pencapaiannya saja. Mudah-mudahan apa yang diinginkan, apa yang direncanakan ditahun ini bisa tercapai sesuai harapan. Jangan lupa sertakan Tuhan dalam setiap rencana dan keinginan.

Tahun ini mudah-mudahan pemerintah juga ada perubahan ke arah yang lebih baik, kasus demi kasus bisa diselesaikan bukannya malah tambah kasus dan tambah ruwet.

Maknailah tahun yang baru ini dengan segala macam bentuk kepositifan. Masih ada 360 hari lagi loh :)

Salam meriah & positif
Tahun ini sudah memasuki tahun yang baru, yaitu 2011. Hari ini saya menulis di hari kelima bulan yang pertama di tahun yang baru. Masih tersisa 360 hari lagi. Tidak ada satu manusiapun yang tahu apa yang akan terjadi 360 hari kedepan. Keadaan seperti ini selalu terjadi tahun lepas tahun.

Setiap pergantian tahun selalu ada kemeriahan, selalu ada perayaan mulai dari hotel berbintang sampai di tempat-tempat hiburan seperti Monas, Ancol, Puncak semua tempat penuh dan macet di beberapa ruas jalan. Semua tidak ada yang mau ketinggalan detik-detik pergantian tahun. Bagi kaum sosialita kumpul-kumpul di malam tahun baru sudah menjadi tradisi tapi, untuk saya yang bukan termasuk kaum sosialita melewati malam tahun baru di rumah saja sudah cukup. Tapi setelah lewat pukul 00.00 apa yang akan terjadi? Semua kemeriahan tinggal kemeriahan. Di tempat-tempat umum yang dipakai untuk kemeriahan hanya meninggalkan serakkan sampah-sampah.

Setiap tahun semua manusia termasuk saya selalu berharap yang lebih baik di tahun baru. Berbagai macam asa digantungkan di tahun yang baru. Sekarang yang diinginkan tinggal pencapaiannya saja. Mudah-mudahan apa yang diinginkan, apa yang direncanakan ditahun ini bisa tercapai sesuai harapan. Jangan lupa sertakan Tuhan dalam setiap rencana dan keinginan.

Tahun ini mudah-mudahan pemerintah juga ada perubahan ke arah yang lebih baik, kasus demi kasus bisa diselesaikan bukannya malah tambah kasus dan tambah ruwet.

Maknailah tahun yang baru ini dengan segala macam bentuk kepositifan. Masih ada 360 hari lagi loh :)

Salam meriah & positif
>Mungkin sudah basi, mungkin juga tidak bila baru sekarang saya menuliska tentang pesan natal. Bicara tentang kasih, tema natal tahun ini di gereja saya yaitu KASIH.

Sehebat apapun, sepandai apapun, secantik apapun, seganteng apapun manusia di muka bumi ini tanpa memiliki kasih tidak ada artinya. Dunia ini tanpa kasih akan perang dimana-mana. Untungnya kasih itu masih ada di hati manusia di muka bumi ini. Kalaupun masih ada perang disebagian negara atau daerah, itu hanyalah sebagian manusia yang kehilangan kasih.

Bila kita melakukan segala macam bentuk pekerjaan, bila dilakukan dengan kasih maka hasilnya akan maksimal.

Kalau dilihat dari sisi alkitabiahnya, begitu besar kasih Allah pada manusia sekalipun manusia itu berdosa, Allah mengutus putra-Nya yang tunggal Yesus Kristus untuk menebus dosa manusia. Allah adalah sumber kasih, hendaknya manusia yang diciptakan serupa dengan Allah juga memiliki kasih itu.

Dengan memiliki kasih kita juga bisa mengampuni dan selalu meminta kepada Tuhan supaya rasa kasih itu tetap tinggal di hati kita agar damai selalu ada di bumi ini.

Damai natal tidak hanya di hari natal saja tapi damai natal selalu ada setiap hari.

God bless you..
Mungkin sudah basi, mungkin juga tidak bila baru sekarang saya menuliska tentang pesan natal. Bicara tentang kasih, tema natal tahun ini di gereja saya yaitu KASIH.

Sehebat apapun, sepandai apapun, secantik apapun, seganteng apapun manusia di muka bumi ini tanpa memiliki kasih tidak ada artinya. Dunia ini tanpa kasih akan perang dimana-mana. Untungnya kasih itu masih ada di hati manusia di muka bumi ini. Kalaupun masih ada perang disebagian negara atau daerah, itu hanyalah sebagian manusia yang kehilangan kasih.

Bila kita melakukan segala macam bentuk pekerjaan, bila dilakukan dengan kasih maka hasilnya akan maksimal.

Kalau dilihat dari sisi alkitabiahnya, begitu besar kasih Allah pada manusia sekalipun manusia itu berdosa, Allah mengutus putra-Nya yang tunggal Yesus Kristus untuk menebus dosa manusia. Allah adalah sumber kasih, hendaknya manusia yang diciptakan serupa dengan Allah juga memiliki kasih itu.

Dengan memiliki kasih kita juga bisa mengampuni dan selalu meminta kepada Tuhan supaya rasa kasih itu tetap tinggal di hati kita agar damai selalu ada di bumi ini.

Damai natal tidak hanya di hari natal saja tapi damai natal selalu ada setiap hari.

God bless you..