>Dia.. Dia lagi, dia lagi. Sudah setahun lebih hatiku terisi oleh dia, dia yang selalu kukagumi tapi tak bisa kumiliki.

Dia.. Kalau ingat dia selalu membawaku pada ingatan awal pertama kali aku mengenalnya (hmm..sepertinya bukan aku sih tapi dia dulu yang menemukanku di salah satu jejaring sosial).

Memang aku bukan teman yang mengenalnya sejak lama. Aku hanyalah teman baru yang berkeinginan untuk mengenalnya. Aku pun mengaguminya karena pekerjaan dan juga kecerdasannya.

Waktu berlalu, komunikasi kami juga kadang lancar kadang tidak. Belakangan semenjak kepulangannya dari negeri kincir angin dan negeri asal hitler semua seperti berubah, mungkin hanya perasaanku saja tapi yang kurasa sepertinya jauuhh sekali komunikasi antara aku dan dia.

Dia.. Dia membuatku tertarik dengan dunia pekerjaannya. Sekalipun aku dan dia tidak bisa menjadi teman, aku ga akan berhenti menyukai dunia pekerjaannya karena mash banyak teman-temanku yang lain yang seprofesi dengannya.

Dia.. Mungkin dia tahu perasaanku sehingga membuat dia menjauhi aku. Tapi, tak apa.. Aku ikhlaskan dia menjauh dariku. Memang susah belajar ikhlas karena di jejaring sosial manapun dia ada dan belakangan dia pun mulai rajin berkicau. Hahhh... Walau berat seberat-beratnya aku harus belajar ikhlas untuk kehilangannya sebagai teman.

Salam kehilangan.
Dia.. Dia lagi, dia lagi. Sudah setahun lebih hatiku terisi oleh dia, dia yang selalu kukagumi tapi tak bisa kumiliki.

Dia.. Kalau ingat dia selalu membawaku pada ingatan awal pertama kali aku mengenalnya (hmm..sepertinya bukan aku sih tapi dia dulu yang menemukanku di salah satu jejaring sosial).

Memang aku bukan teman yang mengenalnya sejak lama. Aku hanyalah teman baru yang berkeinginan untuk mengenalnya. Aku pun mengaguminya karena pekerjaan dan juga kecerdasannya.

Waktu berlalu, komunikasi kami juga kadang lancar kadang tidak. Belakangan semenjak kepulangannya dari negeri kincir angin dan negeri asal hitler semua seperti berubah, mungkin hanya perasaanku saja tapi yang kurasa sepertinya jauuhh sekali komunikasi antara aku dan dia.

Dia.. Dia membuatku tertarik dengan dunia pekerjaannya. Sekalipun aku dan dia tidak bisa menjadi teman, aku ga akan berhenti menyukai dunia pekerjaannya karena mash banyak teman-temanku yang lain yang seprofesi dengannya.

Dia.. Mungkin dia tahu perasaanku sehingga membuat dia menjauhi aku. Tapi, tak apa.. Aku ikhlaskan dia menjauh dariku. Memang susah belajar ikhlas karena di jejaring sosial manapun dia ada dan belakangan dia pun mulai rajin berkicau. Hahhh... Walau berat seberat-beratnya aku harus belajar ikhlas untuk kehilangannya sebagai teman.

Salam kehilangan.
>Tahun ini sudah memasuki tahun yang baru, yaitu 2011. Hari ini saya menulis di hari kelima bulan yang pertama di tahun yang baru. Masih tersisa 360 hari lagi. Tidak ada satu manusiapun yang tahu apa yang akan terjadi 360 hari kedepan. Keadaan seperti ini selalu terjadi tahun lepas tahun.

Setiap pergantian tahun selalu ada kemeriahan, selalu ada perayaan mulai dari hotel berbintang sampai di tempat-tempat hiburan seperti Monas, Ancol, Puncak semua tempat penuh dan macet di beberapa ruas jalan. Semua tidak ada yang mau ketinggalan detik-detik pergantian tahun. Bagi kaum sosialita kumpul-kumpul di malam tahun baru sudah menjadi tradisi tapi, untuk saya yang bukan termasuk kaum sosialita melewati malam tahun baru di rumah saja sudah cukup. Tapi setelah lewat pukul 00.00 apa yang akan terjadi? Semua kemeriahan tinggal kemeriahan. Di tempat-tempat umum yang dipakai untuk kemeriahan hanya meninggalkan serakkan sampah-sampah.

Setiap tahun semua manusia termasuk saya selalu berharap yang lebih baik di tahun baru. Berbagai macam asa digantungkan di tahun yang baru. Sekarang yang diinginkan tinggal pencapaiannya saja. Mudah-mudahan apa yang diinginkan, apa yang direncanakan ditahun ini bisa tercapai sesuai harapan. Jangan lupa sertakan Tuhan dalam setiap rencana dan keinginan.

Tahun ini mudah-mudahan pemerintah juga ada perubahan ke arah yang lebih baik, kasus demi kasus bisa diselesaikan bukannya malah tambah kasus dan tambah ruwet.

Maknailah tahun yang baru ini dengan segala macam bentuk kepositifan. Masih ada 360 hari lagi loh :)

Salam meriah & positif
Tahun ini sudah memasuki tahun yang baru, yaitu 2011. Hari ini saya menulis di hari kelima bulan yang pertama di tahun yang baru. Masih tersisa 360 hari lagi. Tidak ada satu manusiapun yang tahu apa yang akan terjadi 360 hari kedepan. Keadaan seperti ini selalu terjadi tahun lepas tahun.

Setiap pergantian tahun selalu ada kemeriahan, selalu ada perayaan mulai dari hotel berbintang sampai di tempat-tempat hiburan seperti Monas, Ancol, Puncak semua tempat penuh dan macet di beberapa ruas jalan. Semua tidak ada yang mau ketinggalan detik-detik pergantian tahun. Bagi kaum sosialita kumpul-kumpul di malam tahun baru sudah menjadi tradisi tapi, untuk saya yang bukan termasuk kaum sosialita melewati malam tahun baru di rumah saja sudah cukup. Tapi setelah lewat pukul 00.00 apa yang akan terjadi? Semua kemeriahan tinggal kemeriahan. Di tempat-tempat umum yang dipakai untuk kemeriahan hanya meninggalkan serakkan sampah-sampah.

Setiap tahun semua manusia termasuk saya selalu berharap yang lebih baik di tahun baru. Berbagai macam asa digantungkan di tahun yang baru. Sekarang yang diinginkan tinggal pencapaiannya saja. Mudah-mudahan apa yang diinginkan, apa yang direncanakan ditahun ini bisa tercapai sesuai harapan. Jangan lupa sertakan Tuhan dalam setiap rencana dan keinginan.

Tahun ini mudah-mudahan pemerintah juga ada perubahan ke arah yang lebih baik, kasus demi kasus bisa diselesaikan bukannya malah tambah kasus dan tambah ruwet.

Maknailah tahun yang baru ini dengan segala macam bentuk kepositifan. Masih ada 360 hari lagi loh :)

Salam meriah & positif
>Mungkin sudah basi, mungkin juga tidak bila baru sekarang saya menuliska tentang pesan natal. Bicara tentang kasih, tema natal tahun ini di gereja saya yaitu KASIH.

Sehebat apapun, sepandai apapun, secantik apapun, seganteng apapun manusia di muka bumi ini tanpa memiliki kasih tidak ada artinya. Dunia ini tanpa kasih akan perang dimana-mana. Untungnya kasih itu masih ada di hati manusia di muka bumi ini. Kalaupun masih ada perang disebagian negara atau daerah, itu hanyalah sebagian manusia yang kehilangan kasih.

Bila kita melakukan segala macam bentuk pekerjaan, bila dilakukan dengan kasih maka hasilnya akan maksimal.

Kalau dilihat dari sisi alkitabiahnya, begitu besar kasih Allah pada manusia sekalipun manusia itu berdosa, Allah mengutus putra-Nya yang tunggal Yesus Kristus untuk menebus dosa manusia. Allah adalah sumber kasih, hendaknya manusia yang diciptakan serupa dengan Allah juga memiliki kasih itu.

Dengan memiliki kasih kita juga bisa mengampuni dan selalu meminta kepada Tuhan supaya rasa kasih itu tetap tinggal di hati kita agar damai selalu ada di bumi ini.

Damai natal tidak hanya di hari natal saja tapi damai natal selalu ada setiap hari.

God bless you..
Mungkin sudah basi, mungkin juga tidak bila baru sekarang saya menuliska tentang pesan natal. Bicara tentang kasih, tema natal tahun ini di gereja saya yaitu KASIH.

Sehebat apapun, sepandai apapun, secantik apapun, seganteng apapun manusia di muka bumi ini tanpa memiliki kasih tidak ada artinya. Dunia ini tanpa kasih akan perang dimana-mana. Untungnya kasih itu masih ada di hati manusia di muka bumi ini. Kalaupun masih ada perang disebagian negara atau daerah, itu hanyalah sebagian manusia yang kehilangan kasih.

Bila kita melakukan segala macam bentuk pekerjaan, bila dilakukan dengan kasih maka hasilnya akan maksimal.

Kalau dilihat dari sisi alkitabiahnya, begitu besar kasih Allah pada manusia sekalipun manusia itu berdosa, Allah mengutus putra-Nya yang tunggal Yesus Kristus untuk menebus dosa manusia. Allah adalah sumber kasih, hendaknya manusia yang diciptakan serupa dengan Allah juga memiliki kasih itu.

Dengan memiliki kasih kita juga bisa mengampuni dan selalu meminta kepada Tuhan supaya rasa kasih itu tetap tinggal di hati kita agar damai selalu ada di bumi ini.

Damai natal tidak hanya di hari natal saja tapi damai natal selalu ada setiap hari.

God bless you..