>Dia..dia..dia..

1 Comments
>Dia.. Dia lagi, dia lagi. Sudah setahun lebih hatiku terisi oleh dia, dia yang selalu kukagumi tapi tak bisa kumiliki.

Dia.. Kalau ingat dia selalu membawaku pada ingatan awal pertama kali aku mengenalnya (hmm..sepertinya bukan aku sih tapi dia dulu yang menemukanku di salah satu jejaring sosial).

Memang aku bukan teman yang mengenalnya sejak lama. Aku hanyalah teman baru yang berkeinginan untuk mengenalnya. Aku pun mengaguminya karena pekerjaan dan juga kecerdasannya.

Waktu berlalu, komunikasi kami juga kadang lancar kadang tidak. Belakangan semenjak kepulangannya dari negeri kincir angin dan negeri asal hitler semua seperti berubah, mungkin hanya perasaanku saja tapi yang kurasa sepertinya jauuhh sekali komunikasi antara aku dan dia.

Dia.. Dia membuatku tertarik dengan dunia pekerjaannya. Sekalipun aku dan dia tidak bisa menjadi teman, aku ga akan berhenti menyukai dunia pekerjaannya karena mash banyak teman-temanku yang lain yang seprofesi dengannya.

Dia.. Mungkin dia tahu perasaanku sehingga membuat dia menjauhi aku. Tapi, tak apa.. Aku ikhlaskan dia menjauh dariku. Memang susah belajar ikhlas karena di jejaring sosial manapun dia ada dan belakangan dia pun mulai rajin berkicau. Hahhh... Walau berat seberat-beratnya aku harus belajar ikhlas untuk kehilangannya sebagai teman.

Salam kehilangan.


Tulisan Lainnya:

1 komentar:

  1. >ah..nggak sebegitunya kalee mbak.biasalah baru pulang...masih jetlag..:Dsemoga Dia membaca blog ini deh, hehe

    BalasHapus