Mba Mba Rese

0 Comments
Siang, panas di dalam angkot. Awalnya sih biasa aja ya, sampai di suatu pinggir jalan angkot yang kunaiki berhenti. Rupanya ada seorang mba mba dan mas mas naik.

Si mba duduk di sampingku dengan posisi miring dan dengkulnya merapat ke dengkulku. Si mba ber rok pendek ini sedikit mengesalkan tingkahnya.

Siapa suruh pakai rok pendek, batinku. Posisi duduk okelah, tapi tangannya itu loh. Sikutnya, lengannya mengenai pinggangku yang notabene aku ini orangnya geli-an. Entah buka tas, tutup tas ada-ada saja yang dikerjakannya.

Aku berdecak tanda kesal. Untung ga lama lagi turun, batinku. Sesampainya di suatu mal, aku berjalan-jalan. Ya...kurang lebih adalah sekitar setengah jam, aku memutuskan mencari tempat makan.

Duduk sambil menyantap hidangan di hadapan, mataku berjalan ke kiri dan ke depan. Saat itu juga mataku melihat si mba yang tadi diangkot dan pasangannya.

Hawa panas yang tadi diangkot muncul lagi, apalagi melihat tingkah tengilnya si mba itu. Siang panas nan nge-jreng ini rupanya pandai memainkan emosiku. Aku terusik. Kebetulan hidangan sudah tandas.

Sambil berdiri, ku jinjing tasku dan ku hampiri meja si mba dan si mas. "Permisi mba, boleh ga ku tampar pipimu yang menantang?" tangankupun mendarat, taarrr...

Si mba mba rese bingung, akupun berlalu. Terima kasih siang yang panas nan nge-jreng.


Tulisan Lainnya:

Tidak ada komentar: