Nasib Kereta Rp 1,500

1 Comments
Sekedar berbagi. Kereta KRL Ekonomi Lingkar Tanah Abang dari Bekasi setiap hari ku pakai jasanya untuk mengantarku ke stasiun Sudirman. Ongkosnya hanya Rp 1,500 ekonomis sekali kan?

Dengan harga yang sangat ekonomis dan jam yang begitu pagi (jam 06.22 dari st. cakung) membuat kereta ini menjadi favorit. Semua jenis pekerja ada di situ. Yang keren, yang biasa saja, yang cuman mas mas dengan baju lusuh juga ada. Semua menjadi satu, ada yang duduk dan yang paling banyak BERDIRI. Kenapa aku tulis dengan huruf kapital? Karena memang itu lah kenyataan yang ada. Terlalu banyak manusia yang berdiri. Yang bisa kebagian pegangan, bisa menopang tubuhnya saat kereta mengayun ke kiri atau ke kanan. Kalau yang ga kebagian pegangan, ya sudah... pasrah, mengikuti arus.

Belum lagi bila berhenti di tiap-tiap stasiun kecil, penumpang lain mendesak masuk supaya terangkut dan itu membuat kondisi di dalam yang sudah berdesakan, makin terhimpit. Aku pernah merasakan semua kondisi, kalau pas ga dapat pegangan ya sudah...menyandar pada punggung orang atau benar-benar bertumpu pada kakiku.

Kadang keretaku terlambat, kadang lebih cepat. Tapi, kebanyakan terlambat. Aku juga pernah mengalami kereta yang kutumpangi mogok di stasiun Jatinegara. Itu kali pertama aku merasakan kereta mogok. Akhirnya aku mengikuti arus dan bertanya-tanya untuk menyambung kereta apa lagi untuk sampai di stasiun Sudirman.

Seperti hari ini, kereta yang ku tumpangi tiba di stasiun Cakung hampir jam setengah 7 pagi. Sempat di tahan beberapa saat karena ada kereta langsung yang lewat. Setelah kereta jalan, beberapa kali tadi berhenti sekitar 3 - 5menit-an sebelum tiba di stasiun Klender Baru dan Buaran. Keadaan kereta yang penuh sesak ditambah berhenti-berhenti dengan waktu 5-10 menit, pastinya membuat gerah seluruh penumpang. Karena hanya mengandalkan angin cepoi-cepoi.

Mau protes? Susah juga, namanya kereta ceng-go (Rp 1,500)  ya...begitu deh keadaannya. Mau nyaman dan cepat? Naik kereta ekspress dan berani bayar mahal, sayangnya tidak  berhenti di stasiun Cakung. Kalau berhenti, pastinya penumpang-penumpang yang tidak mau berdesakan akan memilih naik kereta ekspres walaupun merogoh kocek sedikit dalam. Soalnya meskipun empet-empetan masih ada AC-nya (air condition bukan angin cepoi cepoi hihihihi)

Ya...begitulah nasib penumpang kereta ceng-go. Jadi, servis pelayanannya ya seharga ceng-go juga :)


Tulisan Lainnya:

1 komentar: