Betapa Berharganya Waktu...

0 Comments
Kantor di Sudirman, rumah di Bekasi. Hmm...jarak yang tidak dekat bukan? Bayangkan setiap hari aku harus melakukan rute yang sama. Awalnya jam kantor 08.30 - 17.30, aku pun nebeng dengan manager-ku yang rumahnya di daerah Galaxi, Bekasi. Kami pas 3 orang, jadi ga melanggar 3 in 1. Sempat merasakan macet yang ga karu-karuan selama beberapa bulan. Sampai kantor pasti lewat jam 08.30 bahkan pernah jam 09.30 baru tiba di kantor. Fiuuuhh...benar-benar perjuangan dan bikin bete. Selama perjalanan aku hanya tidur, karena kalau melihat macetnya jalan bisa stress.

Mungkin lama kelamaan manager aku juga ngerasa ga enak sama teman-teman yang lain, akhirnya beliau memutuskan untuk mencoba moda transportasi yang lebih cepat, yaitu kereta. Akhirnya setiap berangkat kami naik kereta dari stasiun yang berbeda dan jenis kereta yang berbeda pula, yang penting sampai di kantor masih bisa sarapan atau sekedar ngobrol-ngobrol. Terasa sekali sih perbedaan waktunya.

Tapi, kalau pulang masih bareng managerku untuk menghindari 3 in 1. Keadaan ini berjalan berbulan-bulan sampai di awal bulan Mei ini, jam kantor berubah menjadi jam 08.00 - 17.00. Akupun menyambut dengan sangat antusias perubahan jam kerja ini. Suatu ketika aku coba pulang jam 5 lewat lah, saat itu aku hendak naik TransJ. Waktu sampai di halte dukuh atas, alamak..itu antrian udah lebih dari uler naga panjangnya deh. Parah. Akhirnya aku lanjutkan ke stasiun Sudirman (naik kereta ekspres). Pas aku sampai, kereta juga sampai. Buru-buru ku langkahkan kaki, walaupun kereta penuh dan berdiri tak mengapa bagiku, yang penting terangkut dan bisa tiba di rumah cepat.

Benar aja, sampai rumah bisa 18.30. Mantap kan? Sejak itu aku merasakan enaknya pulang dengan kereta yang jam 17.25. Alhasil aku harus meninggalkan manager-ku dan tidak pernah nebeng beliau lagi. Sekarang aku berpikir gini, jam kerja sudah berakhir jam 5 kalau aku tetap bareng manager sama aja bohong. Kalau pekerjaan sudah bisa ditinggal, buat apa menunggu lama-lama di kantor hanya untuk bareng dengan managerku yang kalau pulang bisa jam 6-an. Dengan berat hati ku katakan pada beliau kalau aku sekarang lebih memilih pulang dengan kereta. Walaupun mengeluarkan ongkos lebih, tapi aku bisa punya banyak waktu di rumah. Kecuali ada pekerjaan yang harus selesai hari itu, mau tak mau aku tidak bisa pulang on time. Itu sudah menjadi bagian tanggung jawab.

Sekarang yang aku lebih baik mengorbankan uang untuk mendapatkan waktu. Bagiku waktu begitu berharga. Aku tidak mau menghabiskan waktu berlama-lama di jalan. Lebih cepat sampai rumah, lebih baik.


Tulisan Lainnya:

Tidak ada komentar: