Visit Mini Indonesia

0 Comments
Minggu lalu, tepatnya tanggal 30 April 2011. Aku dan papaku mengunjungi Indonesia dalam bentuk mini di Taman Mini Indonesia Indah.

Hmm...sudah lama sekali aku tidak ke sana. Terakhir ke sana itu... waktu aku masih SMP (kalau tidak salah ingat). Tidak ada perubahan yang berarti di lingkungan Taman Mini Indonesia Indah itu. Semuanya masih tampak sama. Mungkin tiket masuknya saja yang mengalami perubahan. Dulu aku tidak ingat lagi berapa harga tiket masuknya. Kalau sekarang per orang dikenakan biaya Rp 9,000, motor Rp 6000 dan mobil Rp 10,000.

Dengan luas tanah kurang lebih 100 hektar dan atas prakarsa ibu Tien Soeharto, dibangunlah Taman Mini Indonesia Indah. Pembangunan TMII ini berlangsung selama 3 tahun (30 Juni 1972 - 20 April 1975). Ibu Tien Soeharto sebagai penggagas berdirinya TMII ini sepertinya berkeinginan membangkitkan rasa nasionalitas dan kecintaan terhadap tanah air, Indonesia.

Di atas tanah yang luas ini dibangunlah miniatur rumah-rumah adat dari 27 propinsi (kala itu) yang ada di Indonesia. Ada museum-museum, seperti : museum perangko, museum penerangan, museum alat transportasi, museum reptil, dan lain-lain. Juga ada anjungan untuk anak-anak, Istana Anak. Komplek rumah-rumah ibadat seperti: pura, gereja, vihara. Ada juga taman apotik hidup, tempat-tempat rekreasi lainnya, hotel dan tempat-tempat makan. Yang menjadi ciri khas TMII adalah Teater Imax Keong Mas. Teater Imax Keong Mas ini berbentuk seperti keong raksasa berwarna kuning emas, dimana di dalamnya disediakan ruang pertunjukan dengan layar raksasa dengan menggunakan kecanggihan teknologi sinematografi modem proyektor IMAX. Menonton film di teater ini, penonton seperti ikut berperan dan bermain di dalamnya.

Disediakan pula fasilitas kereta gantung (skylift) dan kereta mono rail. Jadi, kalau kita mau melihat secara keseluruhan area TMII, tinggal memilih salah satu fasilitas transportasi itu. Apalagi kalau ingin melihat pulau-pulau yang ada di Indonesia di tengah-tengah danau di area TMII, dengan fasilitas Skylift akan terlihat jelas dan indah. Tak hanya itu, ada juga penyewaan motor untuk mengelilingi kompleks TMII bagi pengunjung yang tidak membawa kendaraan sendiri.

Konsep mengenalkan Indonesia dengan segala macam bentuk kebudayaan, keragaman suku, adat istiadat dan juga keragaman kepercayaan yang dianut masyarakatnya begitu mengena dan sangat berterima kasih pada almarhum ibu Tien Soeharto. Dimana saat gagasan ini dilontarkan beliau dan menuai berbagai macam bentuk protes tapi, beliau tetap melaksanakan pembangunan TMII ini. Tapi, pada akhirnya masyarakat juga menikmati adanya TMII ini sebagai sarana hiburan dan bila ada turis dari mancanegara, mereka bisa melihat keseluruhan  Indonesia di sini.

Hanya saja seperti yang aku lihat, kondisi dari gedung-gedung museum terlihat seperti kurang perawatan. Lalu waktu aku mengunjungi museum reptil (komodo), aku melihat ada seekor kura-kura buaya yang tempurungnya itu seperti lumutan, tak terawat. Ada juga kura-kura yang tempurungnya retak-retak. Hmm...sedikit miris sih, tapi pengelola TMII pastinya sudah menjalankan tugasnya sebaik mungkin.

Sebagai informasi, untuk masuk ke anjungan-anjungan daerah tidak dipungut biaya alias gratis. Tapi, kalau masuk ke museum-museum atau area rekreasi akan dikenakan biaya yang kisarannya berbeda ditiap-tiap tempat. Seperti beberapa tempat yang aku kunjungi, museum reptil (komodo) dikenakan biaya Rp 10,000/orang, museum alat transportasi Rp 2,000/orang, istana anak Rp 5,000/orang, kereta gantung (skylift) Rp 25,000/orang, teater imax keong mas Rp 30,000/orang.

Menarik buatku saat mengunjungi museum alat transportasi, di sana bisa dilihat kereta api yang pernah mengangkut Presiden dan Wakil Presiden I RI (Soekarno - Hatta) saat hijrah dari Jakarta menuju Yogyakarta. Ada juga pesawat Garuda DC-9, helikopter tim SAR, bis PPD dan bis tingkat yang pertama ada di Jakarta. Pokoknya kita bisa bernostalgia dengan alat-alat transportasi di era-era masa orde lama sampai orde baru.

Jadi, daripada weekend dipergunakan hanya untuk jalan-jalan ke mal, yuk sekali-kali dipakai untuk berjalan-jalan mengunjungi seluruh Indonesia, mengenal ragam budaya, suku dan agama di negara yang kita diami ini. Tidak rugi kok, malah akan menambah pengetahuan.


Tulisan Lainnya:

Tidak ada komentar: