Hari ini, 5 Juni 2011. Jam 04.45 papa udah bangunin aku. Setengah sadar aku ingat aku kerja tapi, setelah ku ingat lagi oh iya hari ini masih hari Minggu dan kami mau pergi ke Bogor.

Jam 05.00 mandi, setelah itu pergi beli sarapan dulu, pulang dan makan. Jam 06.00 kami berangkat. Sebelumnya aku tanya papa mau lewat jalan mana? (karena banyak jalan menuju Bogor. Saealaah ^_^). Beliau memutuskan untuk lewat Narongong, Jonggol.

Dari rumah, papa mengarahkan motor melintasi pasar kranji, perumahan galaxi dan keluar menuju jalan raya narogong melalui kompleks kemang pratama.

Perjalanan lanjut terus sampai melewati jalan raya jonggol, melintas di depan pabrik semen Holcim. Sambil melintas, aku sempat berkhayal, "sepertinya enak ya kalo kerja di holcim. Kesejahteraan karyawan sepertinya terjamin. Holcim punya sekolah, ada komplek perumahan juga." Tapi, khayalanku buyar kala laju motor papa makin menjauh dari pabrik semen holcim. Mulai melewati jalan raya gunung putri.

Duh.. Entah di kilometer berapa di jalan raya gunung putri itu ada jalanan rusak yang ditambal dengan batu-batu setengah besar. Mana kondisi jalan becek, entah karena hujan atau genangan air akibat jalannya air yang tak lancar. Pokoknya buat aku kondisi jalan itu ga banget dan membuat kakiku belepotan kena cipratan-cipratannya.

Lolos dari jalan raya gunung putri, kami melewati jalan raya citereup. Kondisi jalan lumayan lancar hanya tersendat saat melintas di depan pasar. Biasa...angkot pada ngetem sesuka hati tanpa menghiraukan pengguna jalan lainnya.

Sekarang sudah jam 08.00 dan kami baru saja lolos melintasi macet di depan pasar cibinong. Mantabb.. Belum masuk kota Bogor, perjalanan masih panjang sepertinya. Sekarang aku lagi cari ATM dan pom bensin untuk kasih minum si supra. Off dulu ya :)
Akhirnya 08.30-an sudah sampai di bogor kota. Setelah tadi ribet cari ATM, sekarang sudah tenang dan si supra juga sudah minum :)

sekarang kami berada di pasar di pinggiran plaza bogor. Papaku ke bogor sebenarnya bertujuan untuk membeli cempedak, karena di bekasi sulit untuk menemukan cempedak.

Sementara aku menunggu sama si supra, aku lagi mikir nih setelah ini mau lanjut kemana ya? Mau cari kuliner, keliling-keliling aja atau... Hmm.. Masih belum kepikiran :)

Rupanya transaksi cempedak belum berakhir. Aku sih ga suka cempedak, wanginya nyengat. Nangka sih masih mending, tapi juga ga suka-suka amat. Ramai juga nih kota bogor. Mungkin karena hari terakhir libur ya? Mobil, motor dengan plat B banyak berseliweran :)

akhirnya transaksi cempedak selesai juga. Entah berapa harga yg disepakati. Lalu kami lanjutkan perjalanan. Kali ini kemana ya.. Ya sudahlah kami menyusuri saja sepanjang jalan pinggiran plaza bogor. Ternyata banyak kaki lima yang menjajakan makanan. Hmm..beraneka ragam. Ada soto, mie ayam, dan katanya nih yang terkenal di bogor itu ngohiang.

[caption id="attachment_190" align="alignleft" width="300" caption="dok.pribadi"][/caption]

Berjalan menyusuri, mataku tertuju pada gerobak yang bertuliskan 'sate babi'. Wow..di bekasi tidak ada nih gerobak yang bertuliskan seperti ini :) Sebenarnya indah loh kalo kita mau saling bertoleransi. Apalagi kalo urusan perut itu kan selera ya. Kalo yang merasa haram ya jangan makan, kalo yang merasa halal ya silahkan makan dan bisa pesan juga :)

kami menyusur lagi. Kali ini papaku ingin mencoba cakwe, aku turun untuk beli dan ternyata di sebelahnya ada penjual kue rangi. Horee.. I'm craving this snack lately.

[caption id="attachment_188" align="alignright" width="300" caption="dok.pribadi"][/caption]

[caption id="attachment_189" align="alignleft" width="300" caption="dok.pribadi ini dia soto kuning"][/caption]

Setelah itu lanjut lagi penyisiran. Kali ini aku melihat sepanjang jalan itu banyak penjual soto kuning. Apa sih soto kuning. Aku mengajak papa untuk mampir sebentar ke warung yang menjual soto kuning. Setelah dicoba ternyata rasanya tak beda dengan soto betaw biasa, hanya ditambah kunyit aja biar kuning. Isinya pun sangat simpel, pilih sendiri daging, kaki atau jeroan sapi. Tanpa irisan tomat dan kentang, soto kuning sudah tersaji dan siap santap. Ohya, harga variasi kisaran 10,000 sampai 15,000 tergantung daging yang dipilih.
Akhirnya 08.30-an sudah sampai di bogor kota. Setelah tadi ribet cari ATM, sekarang sudah tenang dan si supra juga sudah minum :)

sekarang kami berada di pasar di pinggiran plaza bogor. Papaku ke bogor sebenarnya bertujuan untuk membeli cempedak, karena di bekasi sulit untuk menemukan cempedak.

Sementara aku menunggu sama si supra, aku lagi mikir nih setelah ini mau lanjut kemana ya? Mau cari kuliner, keliling-keliling aja atau... Hmm.. Masih belum kepikiran :)

Rupanya transaksi cempedak belum berakhir. Aku sih ga suka cempedak, wanginya nyengat. Nangka sih masih mending, tapi juga ga suka-suka amat. Ramai juga nih kota bogor. Mungkin karena hari terakhir libur ya? Mobil, motor dengan plat B banyak berseliweran :)

akhirnya transaksi cempedak selesai juga. Entah berapa harga yg disepakati. Lalu kami lanjutkan perjalanan. Kali ini kemana ya.. Ya sudahlah kami menyusuri saja sepanjang jalan pinggiran plaza bogor. Ternyata banyak kaki lima yang menjajakan makanan. Hmm..beraneka ragam. Ada soto, mie ayam, dan katanya nih yang terkenal di bogor itu ngohiang.

Berjalan menyusuri, mataku tertuju pada gerobak yang bertuliskan 'sate babi'. Wow..di bekasi tidak ada nih gerobak yang bertuliskan seperti ini :) Sebenarnya indah loh kalo kita mau saling bertoleransi. Apalagi kalo urusan perut itu kan selera ya. Kalo yang merasa haram ya jangan makan, kalo yang merasa halal ya silahkan makan dan bisa pesan juga :)

kami menyusur lagi. Kali ini papaku ingin mencoba cakwe, aku turun untuk beli dan ternyata di sebelahnya ada penjual kue rangi. Horee.. I'm craving this snack lately.

Setelah itu lanjut lagi penyisiran. Kali ini aku melihat sepanjang jalan itu banyak penjual soto kuning. Apa sih soto kuning. Aku mengajak papa untuk mampir sebentar ke warung yang menjual soto kuning. Setelah dicoba ternyata rasanya tak beda dengan soto betaw biasa, hanya ditambah kunyit aja biar kuning. Isinya pun sangat simpel, pilih sendiri daging, kaki atau jeroan sapi. Tanpa irisan tomat dan kentang, soto kuning sudah tersaji dan siap santap. Ohya, harga variasi kisaran 10,000 sampai 15,000 tergantung daging yang dipilih.
Hari ini, 5 Juni 2011. Jam 04.45 papa udah bangunin aku. Setengah sadar aku ingat aku kerja tapi, setelah ku ingat lagi oh iya hari ini masih hari Minggu dan kami mau pergi ke Bogor.

Jam 05.00 mandi, setelah itu pergi beli sarapan dulu, pulang dan makan. Jam 06.00 kami berangkat. Sebelumnya aku tanya papa mau lewat jalan mana? (karena banyak jalan menuju Bogor. Saealaah ^_^). Beliau memutuskan untuk lewat Narongong, Jonggol.

Dari rumah, papa mengarahkan motor melintasi pasar kranji, perumahan galaxi dan keluar menuju jalan raya narogong melalui kompleks kemang pratama.

Perjalanan lanjut terus sampai melewati jalan raya jonggol, melintas di depan pabrik semen Holcim. Sambil melintas, aku sempat berkhayal, "sepertinya enak ya kalo kerja di holcim. Kesejahteraan karyawan sepertinya terjamin. Holcim punya sekolah, ada komplek perumahan juga." Tapi, khayalanku buyar kala laju motor papa makin menjauh dari pabrik semen holcim. Mulai melewati jalan raya gunung putri.

Duh.. Entah di kilometer berapa di jalan raya gunung putri itu ada jalanan rusak yang ditambal dengan batu-batu setengah besar. Mana kondisi jalan becek, entah karena hujan atau genangan air akibat jalannya air yang tak lancar. Pokoknya buat aku kondisi jalan itu ga banget dan membuat kakiku belepotan kena cipratan-cipratannya.

Lolos dari jalan raya gunung putri, kami melewati jalan raya citereup. Kondisi jalan lumayan lancar hanya tersendat saat melintas di depan pasar. Biasa...angkot pada ngetem sesuka hati tanpa menghiraukan pengguna jalan lainnya.

Sekarang sudah jam 08.00 dan kami baru saja lolos melintasi macet di depan pasar cibinong. Mantabb.. Belum masuk kota Bogor, perjalanan masih panjang sepertinya. Sekarang aku lagi cari ATM dan pom bensin untuk kasih minum si supra. Off dulu ya :)