Akankah Bawean Menjelma Menjadi Bali?

0 Comments
Mimpi...bicara mimpi biasanya terkait dengan tidur. Pengalaman bawah sadar yang dialami saat tidur. Tapi, sekarang gue ga akan ngomongin mimpi yang artinya bunga tidur. Gue akan ngomongin mimpi yang menurut gue adalah harapan, cita-cita, keinginan.

Gue suka banget lirik awal lagu "Laskar Pelangi" by Nidji yang menjadi theme song film dengan judul yang sama.
"Mimpi adalah kunci,
untuk kita menaklukkan dunia..."
Mimpi...Untuk memacu semangat hidup, manusia perlu punya mimpi.

Cukuplah ya gue sok-sok an bicara tentang definisi mimpi yang ga jelas gitu hehehe...
Yang sekarang gue tahu, gue punya mimpi untuk Pulau Bawean bisa menjadi seperti Pulau Bali.

Pulau Bawean. Buat teman-teman yang belum tahu, Pulau Bawean itu adalah sebuah pulau yang terletak sekitar 150km sebelah utara Pulau Jawa. Pulau ini secara administratif masuk dalam Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Pulau ini hanya mempunyai dua kecamatan, yaitu Sangakapura dan Tambak. Jumlah penduduknya sekitar 70,000 jiwa yang bermata pencaharian sebagai nelayan atau petani selain menjadi TKI di Malaysia dan Singapura.

Jujur memang gue sendiri belum pernah ke Pulau Bawean. Gue tahu Pulau Bawean ini dari teman-teman Pengajar Muda (Indonesia Mengajar) yang bertugas mengajar selama 1 tahun di desa-desa pelosok di sana.

Melihat foto-foto teman-teman Pengajar Muda yang sedang bermain-main di pantai Pulau Gili, pasirnya putih dan airnya biru jernih membuat gue juga ingin ke sana. Pemandangan indah yang bisa gue lihat walau hanya lewat foto. Pulau Bawean juga mempunyai danau, namanya danau Kastoba (jangan ketuker sama danau Toba ya hehehe). Dari situ gue penasaran, ada apa lagi ya di Pulau Bawean yang bisa dijadikan sebagai obyek wisata? Gue mulai searching-searching dan gue menemukan web tentang Pulau Bawean mulai dari www.bawean.net sampai www.pulaubawean.com

Di sana gue menemukan beberapa informasi mengenai Pulau Bawean. Terutama di website www.pulaubawean.com. Ternyata ada juga orang yang bermimpi sama seperti gue, menginginkan suatu saat Pulau Bawean bisa menjadi seperti Pulau Bali. Walaupun saat ini ada juga turis mancanegara yang singgah di Pulau Bawean, tapi pulau tersebut belum setenar Pulau Bali yang hampir seluruh bangsa di dunia ini tahu Pulau Bali.

Menurut penuturan penulis Surabaya Post yang dikutip di web pulaubawean itu, pulau itu terkesan di-anak tirikan oleh Pemkab setempat. Pembangunan infrastruktur, seperti jalan dan listrik yang tidak memadai, serta susahnya transportasi menuju Bawean menjadi penghambat pengembagan potensi. (pulaubawean.com, 4 Mei 2010)

Hal yang sama juga dituturkan oleh teman-teman Pengajar Muda yang melihat dan merasakan langsung bagaimana infrastruktur di Pulau Bawean itu. Jarak 81 mil dari Gresik itu diseberangi memakai kapal penumpang yang saat ini hanya ada 2 armada, yaitu Kapal Motor Penumpang (KMP) Express Bahari dan KMP Dharma Kartika.

Waktu tempuh KMP Express Bahari dari Gresik ke Pulau Bawean sekitar 3 jam, sementara dengan KMP Dharma Kartika bisa memakan waktu sekitar 6 jam. Karena itu KMP Express Bahari menjadi moda transportasi yang lebih diminati menuju Pulau Bawean.

Pulau Bawean juga dikelilingi oleh pulau-pulau kecil lagi di sekitarnya. Sebelah Timur Pulau Bawean ada Pulau Gili. Sebelah Selatan ada Pulau Selayar, Pulau Noko, Pulau Menuri dan Pulau Beci. Sebelah Barat ada Pulau Nusa, Pulau Birang-Birang dan Pulau Tanjung Cina. Sebelah Barat Daya ada Pulau Karangbilla. Ada 9 pulau kecil yang mengelilingi Pulau Bawean dan mereka punya keindahan masing-masing.

Mengetahui hal ini, gue jadi kepikiran kenapa Pulau Bawean ini belum ada yang meng-eksplor obyek-obyek wisatanya. Dinas Pariwisata pusat dan daerah tahu ga ya ada Pulau Bawean? Pernah ga ya terpikir oleh mereka mengembangkan daerah ini? Padahal ya di Pulau Bawean ini ada penangkaran rusa loh.

Seandainya ada pihak pengembang daerah pariwisata yang ingin bekerja sama memajukan Bawean, gw yakin pulau ini lama-lama akan dikenal banyak orang. Akan semakin banyak menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Yang artinya aliran devisa akan bertambah lagi kan dari sektor pariwisata yang disumbangkan oleh Pulau Bawean. Terus, membuka peluang kerja untuk masyarakat setempat dan mengurangi jumlah tenaga kerja yang bekerja di Singapura dan Malaysia. Masyarakat di Pulau Bawean pun akan lebih mengenal dunia luar.

Selama ini kaum laki-laki yang ada di Pulau Bawean lebih banyak merantau, meninggalkan keluarga dan tinggalah lebih banyak wanita-wanita dan anak-anak. Karena itu juga dikenal dengan sebutan Pulau Putri.

Jujur gue ga ngerti dengan sikap Pemkab setempat yang belum memperbaiki infrasturktur, listrik dan lainnya. Mudah-mudahan setelah ini akan banyak orang-orang yang ingin mengenal Pulau Bawean dan setelah itu sama-sama mimpi seperti gue ingin merubah Bawean menjadi Bali :)

Di bawah ini gue sertakan link yang bisa temen-temen baca untuk mengenal Pulau Bawean dan bagi yang suka pantai, pantai di Pulau Bawean itu tak kalah indah dari pantai Kuta dan bisa melihat langsung terbit dan terbenanmnya matahari. It's very lovely..

http://www.indonesiamengajar.org/cerita-pm/maisya-farhati/aadb-ada-apa-di-bawean-bagian-2


http://www.pulaubawean.com/2010/05/mimpi-bawean-menjadi-bali.html

Jangan pernah takut bermimpi dan berbagi mimpi itu. Karena, tidak akan pernah ada yang tahu dari berbagi mimpi itu akan ada perwujudannya yang mana waktunya kita sendiri tidak pernah tahu :) Hanya optimis yang bisa gue bawa dalam pikiran gue, bahwa nama Pulau Bawean akan disebut-sebut orang seperti Pulau Bali dan akan ada buku-buku tentang Bawean di toko-toko buku.



inilah Danau Kastoba, Pulau Bawean



Tulisan Lainnya:

Tidak ada komentar: