Gol A Gong dan Menggenggam Dunia-nya

2 Comments
Inspiring Book

Inspiring Book

"Lewat katalah aku hidup. Hidup lewat katalah yang ingin aku tiupkan kepada orang-orang putus asa. Aku hidup di mana-mana, di setiap sudut kota di Indonesia lewat novel-novelku." Begitulah kalimat yang ada di cover depan buku Menggenggam Dunia karya Gol A Gong.

Dari awal membaca aku langsung terkagum sama kisah yang ditorehkan oleh beliau. Mulai dari kutukan ari-ari, lahirnya Rumah Dunia sampai kisah-kisah sejarah, pemaparan tentang perkembangan Banten.

Kecintaan Gol A Gong pada kota tempat beliau dibesarkan, Banten begitu besar. Keterbatasan fisik tidak menghalangi Gol A Gong untuk menggenggam dunia. Semua berkat dukungan orang tua dan keinginannya yang kuat untuk membangun lingkungannya. Ditambah dengan seorang istri yang begitu bersinergi, Tias Tatanka makin hiduplah keinginan untuk mencerdaskan masyarakat Serang, Banten.

Kepedulian Gol A Gong akan budaya membaca, budaya menulis melahirkan Rumah Dunia yang terbuka bagi siapa saja yang ingin menyalurkan minat membaca, menulis dan jurnalistik. Rumah Dunia lahir dengan penuh cinta, tumbuh dan berkembang dengan cinta kasih semua orang yang peduli akan kota Serang yang maju dan cerdas masyarakatnya.

Pemaparan Gol A Gong tentang minimnya budaya baca yang tidak hanya terjadi di Banten, tapi sudah menggejala di mana-mana. Juga penelitian Taufik Ismail mengenai pengajaran sastra dan mengarang di SMU di 13 negara, hasilnya sungguh membuatku terkejut. Indonesia adalah negara yang menugasi siswanya membaca novel sastra sebanyak "0" (nol) judul! , masih kalah dibanding negara Singapura, Brunei, Thailand, Jepang bahkan negara Eropa dan Amerika. Sementara dalam ranking negeri korup, Indonesia berada di divisi utama! Ini menandakan budaya korupsi lebih menarik dibanding budaya membaca. Miris memang...

Melihat hal inilah Rumah Dunia hadir. Gol A Gong juga masih menginginkan suatu saat nanti bisa membangun Civic Centre. Beliau ingin membangun kios-kios seperti di Pasar Seni Ancol, membangun stan-stan permanen untuk pameran buku sekelas Ikapi Book Fair, Islamic Book Fair, Gramedia Book Fair dan World Book Day. Selain itu juga ingin membangun lapangan basket dan panggung terbuka.

Beruntunglah Banten yang memiliki Gol A Gong. Kalau hanya mengandalkan pemerintah setempat, Banten tidak bisa berkembang dalam hal budaya dan sastra.

Ohya, aku juga ikut merasa ngilu saat membaca bab III : Tanganku Patah, Patah! Lalu entah kenapa kalau aku mendengar nama Gol A Gong pasti dipikiranku selalu terbayang juga Hilman. Mungkin karena di era 90'an cerita Balada Si Roy dan Lupus sama-sama ngetopnya. Tapi, jujur aku lebih memilih membaca Lupus ketimbang Balada Si Roy :)

Sekarang setelah baca Menggenggam Dunia, aku salut sama Gol A Gong dan ini adalah buku pertama karya beliau yang aku baca :) Bagiku kisah perjalanan hidup Gol A Gong dan Rumah Dunia-nya keren banget, menginspirasi.

Beruntung juga Gol A Gong yang lahir dari orang tua yang pendidik sehingga mendapat keleluasaan dalam hal membaca dan akhirnya mengantarkan beliau menjadi seorang penulis yang hebat. Juga aku terkesan dengan ucapan ayah beliau di halaman 61, "Bung Karno hanya meminta 10 pemuda yang sehat dan pintar untuk mengguncang dunia! Nah, kelak jika sudah besar, kamu harus mengumpulkan orang sehat, pintar dan jujur, maka kamu bisa mengguncangkan Banten! Dan ingat, kamu harus berani jika benar dan pantang mundur walau ada aral melintang!" Menurutku ini adalah kalimat 'sakti' yang akhirnya menjadikan Gol A Gong seorang sosok yang berhasil menghadapi segala resiko hidup tanpa melupakan nilai-nilai kemanusiaan.

Posted with WordPress for BlackBerry.



Tulisan Lainnya:

2 komentar:

  1. Hety A. Nurcahyarini13 Juli 2012 07.07

    Eviiiiiii, terima kasih ya. Gara2 buku itu, jadi tahu. Turut larut dalam kebanggaan terhadap gola gong dan pencapaiannya selama ini. Bener2 berguna. Sekali lagi makasih ya vi :)

    BalasHapus
  2. vienavista0927 Juli 2012 08.10

    sama-sama Het... aku senang bisa berbagi dengan kalian. semoga menginspirasi ya Het :)

    BalasHapus