Mutiara Yang Terpendam

0 Comments
Bicara soal pendidikan di negeri ini sepertinya bukan lagi hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah saja, melainkan sudah menjadi tanggung jawab bersama.

Di sinilah aku bersyukur dan berterima kasih atas hadirnya gerakan Indonesia Mengajar yang di-inisiasi oleh pak Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina. Beliau mengajak anak-anak muda Indonesia yang memiliki prestasi akademis untuk mengabdikan dirinya selama satu tahun mengajar di daerah pelosok.

Daerah yang notabene tingkat pendidikannya masih kurang. Bukan berarti daerah tersebut tidak memiliki sekolah sama sekali, tapi gerakan Indonesia Mengajar itu mengajak mengoptimalkan peran guru yang ada di daerah tersebut dengan metode-metode yang sudah dibekali kepada para Pengajar Mudanya (PM).

Konsep tenun kebangsaan yang ingin Pak Anies rajut antara para PM, anak didik dan masyarakat di mana tempat para PM itu mengabdi yang juga aku suka. Para PM itu bukan hanya sekedar mengajar, tapi mereka diajak berbaur, mengenal akar rumput. Dan setiap PM yang masuk di gerakan Indonesia Mengajar pastinya akan memiliki 2 kampung halaman, memiliki keluarga baru.

Dan karena gerakan Indonesia Mengajar juga mulai bermunculan anak-anak yang berprestasi berasal dari tempat di mana PM ditugaskan. 16 kabupaten dari Sabang sampai Merauke Indonesia Mengajar membina daerah tersebut dengan memberangkatkan 120-an lebih anak-anak muda Indonesia berprestasi yang rela meninggalkan segala kenyamannya.

Aku bangga dan haru ketika mendengar bahwa anak-anak dari daerah pelosok mampu berkompetisi dengan anak-anak di kota melalui Olimpiade Sains Kuark. Lalu ada juga anak SD dari Pulau Bawean, Gresik yang tulisannya dimuat di majalah Bobo.

Baru-baru ini aku melihat di televisi anak SD dari Kabupaten Paser, Kalimantan Timur sebagai finalis Kalbe Science Junior. Bulan November nanti akan ada satu perwakilan dari SD di Kabupaten Bengkalis, Riau yang akan menghadiri Konferensi Anak Indonesia. Aku sangat terharu. Mereka berasal dari daerah yang jauh dari perkotaan, tapi mereka sudah berani berkompetisi.

Aku melihat mulai bermunculan mutiara-mutiara yang selama ini terpendam. Teman-teman PM inilah yang membantu terangkatnya mutiara-mutiara ini. Diharapkan ke depannya guru-guru tetap yang ada di daerah penempatan PM bisa menjaga prestasi tersebut atau bahkan bisa menunjukkan lebih lagi, sehingga mutiara-mutiara yang sudah muncul ini tidak akah hilang begitu saja. Kalau bisa akan lebih banyak lagi bermunculan mutiara yang siap di berkompetisi.

Aku yakin, dengan prestasi yang sudah ditorehkan oleh anak-anak di desa pelosok ini tak hanya memberikan kebanggaan bagi sekolahnya dan daerahnya juga memberikan satu memori yang tak akan pernah dilupakan bagi anak itu dan juga orang tua serta masyarakat di sekitarnya. Diharapkan semakin banyak masyarakat yang sadar betapa pentingnya pendidikan akan mengangkat eksistensi daerahnya.

Majulah pendidikan Indonesia!

Posted from Vie-WordPress for BlackBerry.



Tulisan Lainnya:

Tidak ada komentar: