[caption id="attachment_316" align="alignleft" width="225"]dok. pribadi dok. pribadi[/caption]

Semalem gue berkreasi dengan resep baru, yaitu Chicken Nugget. Semua bahan udah dibeli mulai dari ayam giling, roti, sampai keju sementara bahan lain memang udah punya seperti susu, tepung panir, tepung maizena, telur, bawang putih, merica, garam dan gula.

Bikin adonan chicken nugget nya ga terlalu ribet, yang bikin sedikit lama yaitu proses pengukusannya. Tapi, karena prosesnya memang harus begitu, ya harus dijalanin hehehe. Butuh waktu kurang lebih 1,5 jam untuk proses mulai dari ngadonin, kukus sampai dipotong-potong dan diguling-guling di tepung panir.

Setelah semaleman di taruh di kulkas, tadi pagi sebelum berangkat kerja gue goreng deh chicken nugget-nya, sisanya gue masukin kulkas lagi. Gue bawalah ke sekolah, gue kasih coba ke temen-temen gue, house keeping dan komen yang masuk rata-rata bilang enak, lumayan, ga ke asinan, pas asinnya, ga kimiawi rasanya beda sama nugget-nugget yang dijual di supermarket. Wahhh seneng banget gue denger komentarnya. Berhasil! Resep yang gue ikutin ga salah. Selama ngikutin aturan pasti jadi :)

Chicken nugget yang gue bikin pake susu low fat dan tanpa MSG jadi, tergolong sehat. Yang ga sehat cuman pake minyak untuk gorengnya :)

Kalo ada yang mau coba, boleh mesen loh hehehe.. Home Made Chicken Nugget, praktis tinggal goreng, ga perlu repot belepotan di dapur buat bikin dan yang pasti bahan-bahannya fresh dan sehat :) *promo banget nih*
[caption id="attachment_312" align="alignleft" width="300"]dok. www.jotravelguide.com dok. www.jotravelguide.com[/caption]

Dua minggu lalu gue jalan-jalan ke Bandung sama temen. Karena udah lama juga ga ke sana, gue meng-iyakan ajakannya. Yang ada di pikiran gue waktu terima tawaran temen gue itu cuman satu, gue mau ke Braga. Gue kangen banget sama toko roti jadul yang udah established dari tahun 1929, letaknya ga jauh dari huk di jalan masuk ke Jl. Braga dari arah Bank Jabar.

Yang gue kangenin itu es krim rhum, mini bitter ballen sama cemal-cemil lainnya. Yang gue suka dari toko roti ini, tata interior dalam dan luar ga berubah sama sekali. Seakan ga peduli dengan maraknya toko roti-toko roti modern lainnya, toko roti yang satu ini tetap mempertahankan ciri khasnya. Tempat kasirnya juga yang bener-bener jaman dulu banget, dengan model dikelilingin jeruji-jeruji gitu. Timbangan yang dipakai untuk menakar kue kering atau cemilan lain dalam harga per ons, adalah timbangan yang jadul juga yang menurut gue ukurannya ga akan meleset :))  Di saat toko roti-toko roti modern mempekerjakan karyawan yang masih muda-muda dan cantik, toko roti ini justru tidak mengikuti arus yang ada. Mulai dari kasir sampai pelayan-pelayan yang ada semuanya rata-rata ibu-ibu paruh baya sampai yang sudah sepuh. Entah apa yang membuat mereka betah dan nyaman kerja sampai sebegitu lama di toko roti itu, gue belum nyelidikin ^_^

Buat orang Bandung sendiri, toko roti yang satu ini sepertinya juga punya daya tarik tersendiri. Mungkin dari cemilan dan jenis roti atau kue yang ga bisa mereka dapetin di toko roti modern atau juga dari keluarga yang mungkin aja udah dari dulunya turun temurun selalu belanja panganan di toko roti ini. Nama jenis cemilan, kue dan roti yang ada di toko roti ini bernuansa Belanda.

[caption id="attachment_313" align="aligncenter" width="300"]dok. ms-always-hungry.blogspot.com dok. ms-always-hungry.blogspot.com[/caption]

Pokoknya buat gue toko roti ini ga ada dua nya dan akan selalu ngangenin :) Sadayana, kalo ka Bandung teu poho nyak mampir ka Braga ^_^ (bener ga tuh bahasa sundanya hahaha..)
Seperti yang gue bilang kemarin. Hari ini gue berkreasi lagi. Hari ini gue bikin fish and chips. Resepnya gue tanya ama mbah google. Ketemu resep yang simple.

Belanja lah gue ke supermarket. Gue pilah pilih ikan dan bahan-bahan lainnya.

Sampe di rumah, gue mulai kerjain chips nya dulu. Kalo di resep-resep kentangnya di potong bentuk memanjang, gue bikin beda. Gue potong lebar tipis. Gue balurin garem, sisihkan.

Ikan udah gue marinade pake jeruk nipis, garem, merica ama bawang putih parut. Gue diemin di kulkas.

Gue mulai goreng si kentang. Udah beres kentang di goreng, ikan setelah diproses tepung panir, gue goreng.

Setelah mateng semua, siap santap pake mayonaise dan saos sambel.

Tapi, lesson for today. Jangan terlalu berani ber-eksperimen dengan ikannya. Pakai ikan yang udah disarankan di resep. Karena kalo ga, hasilnya di luar ekspektasi. Trust me! :-)

image







Posted from WordPress for Android
Lucu kali ya kalo segede gue gini home alone ala-ala mackulay culkin hahaha...
Ini serius. Gue home alone karena bokap lagi pergi ke China.

Tapi, disela kesendirian gue di rumah, akhirnya gue mutusin ke supermarket untuk belanja. Gue beli baso ayam, bumbu oden, baby buncis, chicken fillet, cabe rawit, beras jepang, selada keriting, sandwich spread, saos tiram sachet, telur puyuh. Banyak ya macemnya hehehe.

Cuman yang gue olah ga semua. Gue bikin oden. Bahan isinya udah ada semua, untung bumbu instant odennya ada jadi, langsung cemplung cemplung :-) harusnya bikin oden kalo cuaca pas dingin. Ujan ujan gitu hehehe..
image





Abis itu gue masak nasi pake beras jepang. Gue juga bikin buncis cah ayam. Temen gorengannya gue goreng tuh baso ayam. Ohya, buncis cah ayamnya gue pakein cabe rawit jadi, ada rasa pedes pedesnya. Hmmm...yummy :-) buncis nya sooo crunchy. Mungkin karena buncis yang gue pake baby buncis perancis. Even udah gue angetin, taste buncisnya masih crunchy.
image





Besok gue akan berkreasi lagi. Tapi, apa itu? Tunggu besok ya :-) sekarang nikmatin dulu makanan hari ini :-)




Posted from WordPress for Android
Ngomongin soal golongan darah, akhirnya gue tau kalo golongan darah gue itu AB+ gegara dua tahun lalu gue sukses jadi pendonor.

Sejak itu ada rasa bangga karena udah tau golongan darahnya apa. Jadi, kalo ditanya "golongan darahnya apa?" Dengan bangga gue bisa jawab "AB rhesus plus!" Mantep kan?! Hehehe.. sebelum tau golongan darah gue apa, kalo ditanya gue suka gelagepan gitu. Bingung. Ga mungkin kan gue asal nebak golongan darah gue? Paling gue bisa jawab "darah biru." Garing banget kan?

Setelah tau golongan darah, ga sengaja gue liat ada akun komunitas darah AB dki jakarta di fb. Udah aja gue add untuk jadi temen, eh di konfirm. Tapi, gue cuman jadi silent reader aja.

Sampe akhirnya bulan lalu gue dateng ke acara kumpulnya komunitas di daerah jakarta selatan. Gue mampir ke booth Komunitas Darah AB dan gue daftar jadi member. Di sanalah gue baru tau kalo ternyata golongan darah AB ini spesial.

Gimana ga spesial? Golongan darah AB dari data yang dilansir PMI tahun 2011 hanya 6.6%. Paling banyak golongan darah O 40.77%, B 26.68% dan A 25.48%.

Dan di booth itu juga gue baru tau kalo pendonor AB tidak disarankan rutin mendonor, karena darah yang di donasi akan terbuang percuma. Secara ya golongan kamu ini minoritas, jadi bukan golongan favorit yang apabila darahnya di stok ga akan laku seperti O, A atau B. Tapi, begitu ada yang memerlukan, darah AB akan sulit ditemukan.

Karena itulah sesama pemilik golongan AB akhirnya membentuk Komunitas Darah AB, yang bertujuan membantu tersedianya golongan AB yang bersih dan berkualitas guna memenuhi kebutuhan anggota dan masyarakat umum yang sedang kritis di Rumah Sakit. Atas dasar prinsip kesukarelaan dan kemanusiaan.

Setelah tau, gue semakin bangga dengan golongan darah gue dan senang sudah menjadi member dari komunitasnya. Paling ga, kalo gue butuh darah, gue tau tempatnya di mana dan ga perlu bingung .

Tapi, mau tetep reguler donor juga ga apa-apa. Cuman setelah tau, gue mungkin akan jadi "cewek panggilan" aja :-) sayang darah gue dibuang-buang. Tapi, begitu nanti ada yang butuh, gue ga bisa memberi.

Yang bergolongan darah AB, yuk segera bergabung dengan komunitas nya. Kita bisa berbagi dan menyelamatkan banyak jiwa.



Posted from WordPress for Android
image



Dua hari berturut-turut yaitu Sabtu dan Minggu (5-6 Oktober 2013) bertempat di E-Convention, Ancol diadakan satu festival yang luar biasa keren. Festival Gerakan Indonesia Mengajar (FGIM). Festival ini bukanlah pameran. Bukan juga seminar, konferensi ataupun workshop. FGIM ini adalah salah satu ruang untuk bekerja sama secara nyata. Di FGIM, ribuan relawan pengunjung akan diajak #KerjaBakti mendukung pendidikan Indonesia dengan membuatkan materi belajar bagi SD-SD di pelosok melalui kelas-kelas aktivitas FGIM.

FGIM berbeda dengan kegiatan sosial lain, karena turun tangan langsung, kolaboratif, kerelawanan, bermakna dan fun :-)

Salah satu wahana yang ingin gue share, yaitu #KotakCakrawala. Di dalam wahana inilah gue terlibat menjadi relawan panitia. Untuk pembaca yang pingin tahu tentang #KotakCakrawala jangan berenti membaca terus kisah berikut ini :-)

Kotak Cakrawala bukanlah kotak Pandora dalam mitos-mitos Yunani yang terlarang untuk dibuka. Kotak Cakrawala  justru wajib dibuka oleh anak-anak negeri ini untik memperluas cakrawala pengetahuan mereka. Melalui buku-buku yang tersimpan di dalam kotak ini, setiap anak di negeri ini dapat belajar mengenal dan mencintai buku.

Dalam FGIM 2013, kotak cakrawal merupakan sebuah kegiatan yang mengajak para relawan untuk ikut membantu proses pengepakan buku bacaan. Terdapat sekitar 50.000 buku dari berbagai kategori yang akan dikemas dalam ribuan kotak. Kotak-kotak ini nantinya akan
Dikirimkan ke 17 kabupaten penempatan Pengajar Muda dan puluhan taman bacaan yang dikelola oleh Indonesia menyala.

Acara festival berakhir dengan sukses. Kotak Cakrawala memenuhi target di hari terakhir, yaitu dengan mengemas 50,000 buku dalam dua hari dan dilakukan oleh 5,000 relawan pengunjung. Amazing kan! :-)

Suatu pencapaian yang luar biasa menurut gue. Setelah itu kami nantinya tinggal menunggu respon adik-adik yang menerima buku-buku tersebut.

Bulan Oktober adalah bulan kerja bakti yang tak terlupakan :-)



Posted from WordPress for Android
Kemaren di sore yang indah *halah* gue nyebrang jembatan di depan sunter mal. Ceritanya abis nyari tempat buat ngeprint warna tapi ga ketemu.

image



Pas lagi menapaki tangga demi tangga buat turun, eh... tiba-tiba kaki kanan gue slip. Alhasil kedengeran bunyi kr├Ętekk! Waduh! Mata di kaki gue bunyi. Gue juga ngerasa lemes dan nyeri.

Gue lanjutin turun dengan tertatih. Gue ngebatin ga papa, ga papa. Udah gue ngerasain nyut-nyutnya.

Mana bis lama, begitu ada penuh ya sudah mau ga mau naek. Perjalanan pulang gue kemaren diwarnai dengan nyut-nyut.

Udah di angkot menuju rumah baru gue intip tuh si mata kaki, yah udah bengkak aja. Sampe rumah gue langsung bilang ke bokap. Langsung malam itu juga bokap gue bawa gue ke tukang urut langganan di ciledug.

Sampe sana udag kebayang ngeri sakitnya. Awal diurut masih nyengir-nyengir ga jelas. Begitu masuk tahap dua gue ga pake malu lagi. Gue teriak sekencengnya. Gimana ga teriak, tuh mata ternyata geser, uratnya juga geser. Jadi dibenerin lagi, ditarik-tarik sampe bunyi krek!krek! Tiga kali.

Hari ini masih bengkak dan masih nyeri.

Gila deh. Kalo mata di kaki lo keseleo beeuuhh bukan main nikmatnya!

Besok gue istirahat kerja dulu. Ini aja pelan-pelan banget untuk nekuk. Masih di tempat tidur, di bidang yang empuk. Ga tau kalo bidangnya keras :-)

Selamat memandang ya temans :-)



Posted from WordPress for Android
image



Jumat kemaren (16/8/13) gue searching-searching lagu di youtube, terus gue ngeliat ada anak 7 tahun yang nyanyiin lagu Amazing Grace dan ada tulisan "plz share". Gue klik play dan ternyata itu anak ya nyaiin lagu Amazing Grace dengan suara sopran yang indah, vibranya juga bagus. Namanya Rhema Marvanne, kelahiran Texas, USA tahun 2002. Video yang diunggah 2010, ga tau direkamnya 2009 atau kapan.

Rhema diusianya yang masih 6 tahun udah kehilangan ibunya karena kanker ovarium. Gue liat terus link-link video yang diunggah youtube. Gue juga liat wawancara Rhema dengan stasiun tv lokal, terus pernah juga jadi bintang tamu di acaranyas Nate Berkus. Dari yang gue liat, Rhema adalah gadis kecil yang tabah, kuat dan ga cengeng. Justru terlihat dewasa dari usianya yang masih 7 tahun.

Keinginannya menjadi penyanyi lagu-lagu gereja,karena melihat almarhum ibunya juga seorang penyani lagu gereja. Rhema juga ngungkapin betapa bersyukurnya dia memiliki ibu seperti almarhum. Rhema sendiri sedari kecil memang tidak pernah ditutupi tetang penyakit ibunya. Rhema melihat sendiri bagaimana ibunya berjuang melawan peyakitnya, bahkan Rhema juga menemani ibunya chemo. Di saat menghembuskan nafas terakhir, Rhema ada di samping ibunya.

Gimana gue ga brebes mili liat rekaman wawancara Rhema. She's so adorable, she's so nice, she's so brave young girl. Udah gitu suaranya itu loh, buat gue suaranya itu seperti malaikat yang sedang bernyanyi. Ayahya yang melihat bakat nyanyi Rhema dari kecil, akhirnya memutuskan untuk melatih, merekam dan mengunggahnya di youtube.

Gue ga tau ya di Indonesia banyak yang tau tentang Rhema atau ga. Yang pasti gue nge-fans banget sama Rhema. Seandainya Rhema ke Indonesia, gue pengen bisa ketemu :-)
Hari ini (11/08/13) gue ama bokap jalan-jalan ke mal Summrecon Bekasi. Mal baru yang letaknya di kawasan perumahan elit Summarecon Bekasi.

Tujuan gue cuman window shopping alias liat-liat aja. Pas lagi jalan di lantai berapa tuh ya, gue lupa. Gue ngeliat ada banner "Pameran Edukasi Sejarah Mesir Kuno 18 Juli-31 Agustus 2013" kayaknya bagus juga nih. HTM-nya sangat terjangkau. Akhirnya gue loket, dengan membayar 20 ribu rupiah untuk dua orang, gue ama bokap udah siap antri. Jam operasionalnya 11.00-22.00.


[caption id="" align="alignnone" width="500" caption="Bokap gue mejeng :-) "]image[/caption]



Lumayan rame juga loh. Sepertinya ada juga yang tertarik dengan sejarah Mesir kuno. Begitu masuk, kita disuguhi video yang menurut gue dari NatGeo tentang penemuan mumi-nya raja Tuthankamen dan cara mumifikasi jenazah.

Proses mumifikasi itu memakan waktu kurang lebih 70 hari lamanya. Sebelum jenazah diawetkan, terlebih dahulu organ-organ tubuh yang mengandung air dikeluarkan, seperti jantung, usus, otak, dikeluarkan supaya tidak membuat jenazah busuk dalam proses pengawetan. Uniknya proses pengeluaran otak melalui hidung. Pengeringan tubuh menggunakan campuran garam yang disebut natron.

Setelah itu tubuh dibungkus dengan kain berwarna putuh dan disetiap lapisan kain disisipkan jimat pelindung. Jenazah kemudian diletakkan di peti mati yang disebut antropoid.

Setelah nonton video singkat itu, gue 'n bokap beranjak ke ruang berikutnya dimana di display miniatur patung dewa-dewa Mesir antara lain Anubis, Osiris, dll. Ada juga replika mumi raja muda Tuthankamen. Ada juga cerita singkat tentang sejarah meninggalnya raja muda tersebut.


image



[caption id="" align="alignnone" width="500" caption="Replika mumi Tuthakamen"]image[/caption]



Abis itu selesai deh perjalanan singkat gue ke Mesir #eh.
Senin kemaren (05/08/13) gue galau mau jalan kemana. Mumpung libur. Akhirnya gue coba kontak temen gue. Gue ajak ketemuan, secara udah beberapa bulan sejak gue pindah kantor ga pernah jalan bareng.

Setelah ketemu, kita lunch bareng di Beautika (resto Menado) yang ada di komplek SCBD, Semanggi. Karena gue suka pedes, so gue oke-in lunch di situ. Temen gue deh yang milih menunya, secara gue ga gitu familiar sama masakan Menado. Gue cuman milih sate cumi yang sepertinya dibumbu pedes baru dibakar.

Temen gue milih cumi masak cabe ijo, tumis terong sama jagung dan kuah asem yang di dalemnya ada ikan marlin. Penutupnya pisang goreng pake sambel roa.

Dengan gaya ala pak Bondan gue mulai nyicipin satu per satu menu yang ada. Pedesnya sih mantep ya. Cuman yang gue suka tuh kuah asem itu. Segernya sih asik gila. Ikan marlinnya empuk, potongan tomatnya gede-gede dan ga layu, ada daun kemangi dan irisan batang daun bawang gede.
image


Baru ngerasain pisang goreng dicocol sambel, ternyata agak-agak aneh juga ya hehehe. Masih lebih enak pisgor cocol pake susu kentel manis :-)

Puji Tuhan kenyang. Tapi temen gue masih mau ngajak gue nyobain mini cake di daerah senopati, namanya Colette&Lola. Oke, kita meluncur ke sana. Nyampe sana, buset ternyata ngantri bok. Pake waiting list segala. Tempatnya memang ga terlalu luas, cuman interiornya apik. Di Colette&Lola tersedia macem-macem cake, mini cake, pop cake macaroon, red velvet cup cake, dll.
image


Karena waitig list gue masih banyak, akhirnya take away aja. Keluar bawa tentengan isi mini carrot cake, mini oreo cake 'n macaroon. Oiya, macaroonnya beli 5 gratis 1 :-) cake-nya enak, tapi kayaknya selain yang flavor coklat, rasanya terlalu manis. Soal rasa relatif deh ya, kalo yang suka manis mungkin cocok. Anyway, overall the taste is good and delicious :-)
image


Dari situ perjalanan lanjut lagi ke mal Kota Kasablanka. Temen gue janjian sama temennya yang lain. Sambil nunggu, kita nongkrong di kedai Bengawan Solo. Sebenerna ga nongkrong sih, tapi duduk hehehe.

Hampir 1 jam nunggu, akhirnya temennya temen gue dateng (agak belibet ye). Kita bertiga pindah tempat. Perhentian terakhir, Roppan. Makan roti sama minum ocha. Jam 9-an jalan-jalan ngunyah gue berakhir. Tujuan akhir, rumah :-)
Ngomongin NKOTB (New Kids On The Block) pasti pada tau dong. Boy band yang di era '90-an begitu gue gandrungi. Waktu ngetop-ngetopnya nih boy band, gue masih SMP. Nah, pada tau kan gw generasi angkatan berapa hehehe

Hari ini iseng gue liat video klip mereka di youtube. Gila! Gue serasa di bawa kembali ke masa-masa lagu mereka yang easy listening banget buat gue. Masa cinta monyet gue hahaha..

Dari 5 personilnya yang lupa nama lengkapnya cuman si Denny (serasa kenal ye gue hihihi), yang laen gue tau semua. Jordan Knight, Jonathan Knight, Joe McIntyre dan Donny Walhbergh (nah yang terakhir ini gue yakin kayaknya salah deh nulis namanye hehehe).

Pas gue liat video klip 'Please Don't Go Girl' gue suka banget sama si unyu Joe. Joe anggota yang paling muda, paling unyu. Satu lagi yang gue suka Jordan Knight. Sebagai lead vocal, dia itu emang keren dah jaman itu. Lengkingan suara soprannya bening, pitch controlnya bagus (lah serasa juri gue), terus gantengnya itu loh, bikin melting.

Kalo Donny sama Danny mah dah tau lah mereka yang enerjik juga, terus yang bagian nge-rap gitu. Kalo Jonathan, jangan ditanya dah, dia si manis yang ga gitu pecicilan. Si kalem :))

Liat video klip mereka tuh jadi keinget waktu awal-awal RCTI on air. Terus gue juga jadi inget temen sekelas gue, Nutria yang kayaknya cukup banyak punya koleksi kasetnya NKOTB, gue suka pinjem dari dia. Jadilah kita pecinta NKOTB.

Ga lupa poster-poster NKOTB ngehiasin kamar gue. Apalagi dulu ada aja kan majalah remaja yang bikin bonus poster gede mereka, atau kalo ga gue beli yang Jordan sendiri atau Joe sendiri. Pokoknya NKOTB grupis deh.

Sampe sekarang sih gue juga masih tetep ngefans sama mereka, cuman kalo sekarang udah ga gitu ngikutin perkembangannya. Lagu-lagu baru mereka juga ga terlalu banyak tau. Waktu itu yang gue tau 'Summer Time' yang kayaknya cuman single kali ya.

Gue udah liat 1 video klip mereka yang '2 In The Morning' di situ gue bisa liat wajah-wajah mereka yang sekarang. Si unyu Joe udah keliatan tambah dewasa (ya iyalah), tapi buat gue dia tetep si kecil Joe :)) Jordan, tetep si ganteng. Pokoknya NKOTB is the best lah! Ga ada boy band yang sekeren mereka, even gue bandingin sama boy band-boy band yang sekarang.

Posted from Vie -WordPress for BlackBerry.

Gue selalu suka hari Minggu, soalnya kalo hari Minggu gue bisa dengerin radio Kis Fm yang isi lagu-lagunya itu 90's semua. Lagu-lagu era 90-an itu easy listening buat gue, terus yang pasti bisa membawa gue inget-inget lagi memory yang pernah ada di lagu yang gue denger.

Lagu-lagu yang udah lama ga pernah gue denger, bisa gue nikmatin di hari Minggu. Pokoknya asik banget deh :) Apalagi kayak minggu sekarang pas gue posting ini, cuacanya ngedukung banget. Mendung-mendung, dingin, terus sambil dengerin lagu Right Here Waiting-nya Richard Marx hmmm... melted rasanya :)

Dengerin lagu Step By Step nya NKOTB itu ngingetin ke jaman gue lagi suka-sukanya sama NKOTB, i love Jordan Knight and Joe McIntyre. Buat gue lagu-lagu era 90 itu long lasting, lots of memory, sweet songs, banyak deh title yang bisa ditambahin buat lagu era 90-an. Oiya lupa, ini untuk lagu-lagu Barat loh ya. Kalo buat lagu Indonesia era 90-an mungkin ada juga tapi, belum ada yang nyantol di ingetan gue, siapa ya? hehehe

Kadang gue suka request lagu juga ke radio 90's ini. Gue suka lagu-lagunya Tommy Page, Debby Gibson (duh..kayaknya ketauan nih angkatan berapa gue heehehe), Richard Marx, Rick Price, Amy Grant, NKOTB, Boyz II Men, masih banyak deh era itu solo singer or boyband yang keren-keren dan lagunya bagus bagus. Bukannya sekarang ga bagus dan keren ya, cuman taste nya aja yang beda kali ya :)

Tanpa bermaksud mendiskriminasi, era 90-an buat gue tetep yang paling keren. Mungkin bisa dibilang batas kejayaan musik kali ya. Soalnya makin ke sini, ga terlalu banyak lagi solo singer atau boyband yang gue suka (faktor usia juga kali ya hehehe).

Tetep jaya radio 90's! :)



Posted by Vie from WordPress for Android
Keinginan gue emang pingin jadi penulis. Gue emang suka baca dan gue jadi kagum sama penulisnya. Apalagi sejak gue baca serial Harry Potter. Gue kagum bener sama JK. Rowling, idenya hebat sampe bisa menghasilkan serial Harry Potter dengan mantra-mantra sihirnya, permainan quiditch nya. Pokoknya jadi penulis itu di mata gue profesi yang menyenangkan.

Dulu nih waktu gue SD yang namanya suruh mengarang itu kurang minat. SD itu gue udah mulai suka baca padahal. Bacaan gue serial Tini Tono, 5 Sekawan, Malory Towers, The Baby Sitter, yah... Gitu-gitu deh. Tapi, emang minat nulis gue belum tumbuh hehehe

Semenjak gue SMA lah mulai nulis-nulis cerpen, tapi emang ga ada yang gue kirim ke majalah. Masih belum pede. Pernah sekali waktu gue kirim ke majalah Anita Cemerlang (majalah kumpulan cerpen), eh... Ga pernah sekalipun gue dapet kabar beritanya. Terbit ga, naskah dibalikin juga ga. Dari situ gue rada-rada males mau kirim-kirim naskah. Mending gue simpen sendiri aja.

Sekarang, di jaman teknologi udah canggih, ada sebuah wadah untuk penulis yang mau menerbitkan bukunya sendiri atau self publisher. Naskah yang di upload akan tersimpan, setelah sudah ada kesepakatan mengenai harga jual, buku tersebut akan di cetak sesuai dengan jumlah yang dipesan. Terbit dan jual secara online.

Gue suka ikut-ikut project nulis juga, pernah ikut kompetisi tapi gagal. Cuman kalo ngoleksi tulisan sendiri ada. Gue kurang berminat bikin novel. Gue lebih seneng bikin cerpen atau cermin. Sekarang gue lagi ikutan project cerfet (cerita estafet).

Terus gue punya partner in crime juga. Namanya Nda. Gue sama dia sama-sama suka baca and nulis. Cita-cita kita berdua sama, pingin suatu saat buku hasil karya kita dipajang di toko-toko buku, di bagian buku-buku baru, terus jadi best seller (ketinggian ga sih? Hehehe). Sekarang ini gue sama Nda lagi nulis bareng. Gue udh ada cerita yang tadinya mau dijadiin cerpen, terus kita mau olah jadi novel. Semoga perjuangan kita berhasil :)

Posted from Vie -WordPress for BlackBerry.

Entah apa yang terjadi sama gue hari ini. Bermula dari makan siang. Tadi, gue sama temen-temen kantor makan siang ke Mal Kelapa Gading. Saat mobil udah masuk parkiran, gue pikir temen gue ga ngeliat ada space kosong. Gue teriak aja, "eh, nih kosong." Terus temen gue yang laen bilang, "iya Epi, ini emang mau parkir di situ." Tuwew... Semobil ketawa semua.

Lanjut lagi kejadian di food court. Temen gue mau beli Shilin (cemilan dari Singapur gitu, gue sih belum pernah beli), sementara gue ke arah Yoshinoya. Udah dong, kami udah siap santap dengan pesanan masing-masing. Lagi enak-enaknya makan gue nanya gini ke temen gue, "Yul, katanya lo mau beli Shilin."
"Udah Pi, udah abis."
"Hah abis?? Cepet amat. Kapan makannya?"
"Tadi, pas gue sempet antri mau beli minum di Yoshinoya."
"Ooo.." Gue lanjut makan lagi.
Tak taunya 2 temen gue yang laen itu mesam mesem ga jelas gitu.

Pas mau pulang temen gue beli
Shilin lagi di take away. Dalam hati gue hanya menggumam, "mantapp.. Tadi udah makan, sekarang beli lagi."

Sore menjelang pulang kantor, temen gue baru buka suara.
"Pi, lo ga nyadar ya. Shilin itu gue baru mesen, belum gue makan."
"Ooo.. Gue kira lo udah makan beli lagi."
"Haduhhh... Oon bener ya lu. Percaya aja omongan gue. Yang laen udah senyum-senyum, lo enak aja lanjut makan."
Masih dengan muka polos gue cengar cengir. Oo.. Ternyata gue dikerjain hehehe.

Posted from Vie -WordPress for BlackBerry.

Blog. Gue punya blog itu sekitar taun berapa ya? Agak-agak lupa. Awal pertama punya blog itu di blogger.com (sampe sekarang akun blogger gue masih ada) gara-gara banyak orang yang punya blog. Yaa semacam latah gitu deh hehehe. Jarang-jarang update, terus gue liat juga yang visit ga banyak, akhirnya gue males banget untuk lanjut nulis di situ. Entah tau dari mana akhirnya gue ketemu sama blog Kompasiana sekitar tahun 2009. Akhirnya gue putusin bikin akun di blog Kompasiana dan mulai posting-posting. Ternyata posting di blog rame-rame gitu lebih seru, banyak yang baca meskipun yang komen terkadang ga terlalu banyak, itu tuh udah bikin gue seneng. Tulisan gue bisa dibaca banyak orang. Komen pro dan kontra gue terima dengan lapang dada *hahaha ngarep dikomen*

Punya pengalaman buruk dengan blogger.com yaitu, beberapa postingan gue secara ga sengaja ke delete sama gue, tapi ga bisa di retreive lagi. Beberapa temen nyaranin gue bikin akun di wordpress ini. Alhasil, sekarang gue punya 2 akun. Kalo soal blog, gue emang belum ahlinya. Masih belum gape. Seperti yang reader bisa liat sendiri, kalo blog gue ini datar kaga ada cakep-cakepnya. Gue juga masih suka copycat gaya nulis orang lain.

Kayak sekarang ini, gue kebawa gaya-gaya si Kambing. Gue setuju aja kalo nulis blog itu ga perlu terlalu formal-formal gitu bahasanya, tapi...tergantung si writer nya juga ya hehehe. Namanya blog yang bisa dibaca siapa aja, bisa diakses siapa aja dan gaya bahasa bebas asal sopan :)) bener kan Mbing? *halah*

Ter-inspirasi si Kambing, rasanya gue perlu update blog nih. Mungkin isinya sedikit absurd, tapi ga ada salahnya untuk terus update biar reader jadi ga kudet hahaha... Blog gue ini isinya macem-macem, ga cuman concern di 1 jenis aja. Misal ada blog yang isinya tentang kuliner semua, fashion semua, Nature semua, kalo punya gue di dalemnya bisa rame  tapi mostly curhatan gue. Jadi ya gitu deh, banyakan yang ga penting hehehe

Sekalipun sepi visitor, gue ga boleh menyerah. Harus tetap semangat nulis. Melatih menulis. Bahkan penulis-penulis terkenal berawal dari sini, dari blog, ya kan Mbing? :))
  



Posted by Vie from WordPress for Android
Raditya Dika. Hari gini ga mungkin ga ada yang kenal sama nama itu. Penulis humor, comic (istilah untuk seorang stand up comedian), pemain film, bintang iklan, blogger, hmm...apa lagi ya? Oiya, kakaknya Edgar hehehe..

Gue belum pernah baca blognya,  belum pernah baca bukunya. Beberapa temen bilang buku dia kocak abis. Buku pertamanya Kambing Jantan jadi best seller, bahkan sampe di film-in. Entah kenapa ga ada hasrat buat gue baca buku-buku dia. Setiap ke toko buku, liat, pegang-pegang, terus gue tarok lagi. Begitu terus. Film Kambing Jantan release pun gue ga kepengen nonton.

Terus sampe suatu ketika *halah* gue pas lagi brosing di youtube, liat ada yang upload film Kambing Jantan. Ya udah gue add dulu aja ke playlist di akun youtube gue. Setelah ngendek seminggu lebih di playlist, sabtu kemaren gue tonton. Gue pikir lumayan lah buat tontonan malem minggu.

Alhasil, setelah nonton tiba-tiba gue jadi mengagumi si Kambing Jantan ini. Kisah nyata si Kambing yang ditulis di blog, dikumpulin jadi buku dan terakhir menjadi tontonan buat semua orang, bikin gue ngakak, bikin gue tetiba suka sama si Kambing, bikin gue berimajinasi seandainya Kambing.... Tuh kan, udah deh.

Kambing Jantan

Ternyata sebenernya banyak kejadian lucu dalam keseharian kita yang secara sadar kita alamin,. atau tanpa sadar. Cuman bagi sebagian orang yang ga pernah nulis pengalamannya, semua itu tuh bakal ilang sendirinya. Ga berbekas apa-apa dan semua itu seperti biasa aja. Tapi, buat orang yang suka nulis, semua kejadian apapun itu akan ditulis. Suatu saat pas lagi nganggur-nganggur, lagi iseng, terus tulisan-tulisan itu dibaca lagi pasti akan jadi hal yang lucu.

Gue ga bisa seperti Kambing, dia bisa nulis semua yang kisah lucunya, bahkan kisah sedihnya bisa jadi bahan ketawaan orang. Sementara gue, gue lebih cenderung nulis hal-hal yang melow (apa karena gue cewek ya?), cerita yang mendayu-dayu. Terus, gue punya blog tapi, ga pernah update. Padahal blog itu kalo sekarang kan sama aja kayak diary, cuman diary yang bisa di baca semua orang. Kalo dulu diary itu cuman dibaca kita sendiri, paling sahabat deket, sekarang semua orang bisa tau lo suka sama siapa, makanan kesukaan lo, kegiatan harian lo. Yang blognya seru (macam blog-nya Kambing) akan banyak yang visit. Bahkan akan banyak yang minta supaya cerita-cerita yang ada di blog dibikin buku.

Hmm...sepertinya sekarang gue mesti maintain blog gue nih. Thanks ya Mbing dah jadi inspirasi buat gue :)



Posted from WordPress for Android
Gue emang belum baca bukunya waktu gue putusin untuk nonton filmnya. Di dorong rasa penasaran pingin tau kayak apa ya filmnya. Ada 5 cerita yang diangkat dari buku Rectoverso-nya Dee. Dari 5 cerita ada 1 cerita yang rasanya gue banget, yaitu Hanya Isyarat.

Hanya Isyarat itu mengisahkan seorang cewek yang lagi jalan-jalan backpackeran bareng anggota komunitas backpacker-an gitu yang terdiri dari 4 orang cowok. Salah satu cowok itu ada yang menarik perhatian si cewek, singkat kata cewek itu jatuh cinta sama si cowok yang dia kagumi diam-diam. Dia ga tau apa warna mata cowok itu, dia hanya bisa mengagumi cowok itu sebatas punggungnya aja. Sampe akhirnya cewek itu ikutan games yang dibikin sama cowok-cowok itu. Games yang isinya mereka satu per satu gantian cerita tentang hal tersedih dalam hidup mereka. Kisah cewek ini mengharukan dan akhirnya dia menang. Karena games itu juga akhirnya dia bisa tau apa warna mata cowok yang diam-diam dia kagumi, yaitu coklat muda dan itu udah cukup buat dia.

Kenapa gue bilang gue banget kisahnya, karena gue sama kayak cewek itu, gue mengagumi seseorang, gue suka sama seseorang dan itu tuh hanya bisa gue rengkuh sebatas punggungnya aja. Gue ga bisa miliki dia seutuhnya, gue ga bisa lebih deket sama dia. So, yang gue bisa lakuin hanya menatap punggungnya aja.

Sounds weird? Maybe... Gue hanya bisa ngirim isyarat ke dia. Semuanya memang sehalus udara, dan gue juga ga tau apakah isyarat gue itu sampai apa ga. Gue hanya bisa nitipin rindu gue ke langit, ke malam. Kalau toh isyarat itu ga sampai, gue akan selalu mengagumi dia. Hanya isyarat... Dia menghilang sebelum tangan ini sanggup mengejar...
image



Jakarta food and Fashion Festival 2013, tadi malam (17/5/2013) menggelar peragaan busana dengan tema "Ramli Dalam Kenangan". Acara ini diselenggarakan di Grand Ballroom Hotel Harris, Kelapa Gading-Jakarta mulai pukul 19.00 - 21.30. Dihadiri kurang lebih sekitar 500-an undangan yang juga adalah sahabat-sahabat dari almarhum Ramli dan  sahabat-sahabat dari Anne Avantie.

Sebagaimana kita tahu bahwa pada Januari, 2013 perancang busana Ramli meninggal dunia karena kanker usus yang dideritanya. Kiprah beliau di dunia fashion/mode dimulai sejak tahun 1976. Karya almarhum Ramli yang juga identik dengan batik, mempunyai tempat tersendiri dihati para sahabat dan juga pecinta rancangan beliau.

Dan untuk mengenang Ramli, Anne Avantie yang juga sahabat almarhum menggelar peragaan busana ini. Elegant, adalah kata yang tepat untuk menggambarkan peragaan busana tersebut. Desain kebaya Anne Avantie yang indah, juga hasil karya Ramli yang anggun.


image



Informasi adanya peragaan busana ini saya dapat dari seorang teman, Tri Ningtyas yang hadir di acara tersebut. Saya juga mendapatkan beberapa gambar dokumentadi dari beliau.


image



Terima kasih mba Tyas yang sudah berbagi info. Semoga JFFF 2013 sukses dan selalu menjadi ajang yang ditunggu-tunggu para pecinta fashion.
image



Dengan mengusung tema "One Decade" Jakarta Food and Festival (JFFF) tahun 2013 ini menyelenggarakan kembali event tersebut. Kali ini area untuk food festivalnya lebih luas, sehingga stand stand makanan dan minumannya jauh lebih beragam.

Event tahunan ini selalu disambut meriah oleh masyarakat, terlihat dari ramainya pengunjung. Antrian terjadi di seputaran stand-stand makanan dan minuman. Kampoeng Tempo Doeloe, begitu nama area kuliner yang ada di JFFF. Model arsitektur dari stand stand yang ada bergaya bangunan Cina, dengan banyaknya lampion-lampion yang tergantung berwarna merah yang juga membantu sebagai penerangan di malam hari.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati jajanan khas Betawi seperti kerak telor, roti buaya, juga ada di sini. Atau ingin menikmati jajanan tempo doeloe dari daerah-daerah lain di Indonesia juga bisa. Untuk pengunjung yang mau minuman sehat seperti jamu, bisa mengunjungi stand kampung jamu, dimana berbagai jenis jamu yang sudah dalam kemasan bisa langsung dibawa pulang, atau yang dalam bentuk siap seduh juga ada.

Bingung mau memilih makanan, jajanan, minuman yang mana? Pastinya. Karena beraneka ragam dan semuanya menawarkan kelezatan yang berbeda-beda. Saya sempat menemukan satu minuman yang unik, namanya Bir Jawa. Dari namanya pasti identik dengan minuman beralkohol ya.. Tapi, dijamin bir yang satu ini dijamin jauh dari alkohol ataupun soda. Justru rasanya itu manis, segar. Ternyata minuman ini adalah campuran air asam jawa dan gula aren. Wiihh segerrr, diblender jadi satu dengan es batu sangat mantap dinikmati disiang hari. Warna coklat dari minuman ini yang terlihat seperti bir. Jangan terkecoh ya... :-)

Tak hanya makanan dan minuman. Ada juga hiburan yang menemani pengunjung saat bersantap, yaitu kesenian Gambang Kromong. Kesenian khas Betawi yang jarang diketahui banyak orang, generasi muda khususnya bisa dinikmati di event JFFF.


image



Selain makanan dan minuman tempo doeleoe, ada satu area lagi yang modern, yaitu area Wine and Cheese. Dimana penyuka wine, keju, coklat, pasta dapat merapat ke sini. Karena saya tidak paham mengenai wine, saya cukup mengagumi beraneka macam botol minuman anggur ini. Saya justru merambah ke stand coklat, keju, youghurt dan lainnya. Karena ini bersifat pameran, harga yang ditawarkan juga berbeda alias ada potongan-potongan harganya :-)


image



Area La Piazza, Kelapa Gading yang dijadikan arena event ini begitu padat, bahkan seperti berada di daerah petak sembilan, kota yang ramai pengunjung sampai berdesak-desakkan.

Sejarah

Satu dekade event JFFF ini digelar. Awal pertama diadakan yaitu Mei, 2004 dengan bertempat di Klub Kelapa Gading, JFFF menggaungkan berbagai program mode dan kuliner yang sarat akan cita rasa Nusantara. Bazar Makanan Nusantara menampilkan aneka kekayaan kuliner tanah air dari 15 propinsi.

Tahun 2005, penyelenggaraan event JFFF beralih tempat ke La Piazza Kelapa Gading.

Serba Serbi

Event tahunan ini selalu mengangkat tema yang berbeda-beda sebagai bentuk apresiasi perkembangan fashion saat ini. Model-model yang berlenggang lenggok di catwalk pun tidak hanya dari Indonesia saja, tapi ada juga yang berasal dari mancanegara.

Muli tahun lalu Jember Fashion Carnival turut meramaikan event JFFF. Dimana kita semua tahu bagaimana keunikan dari JFC yang menampilkan busana-busana unik karya anak bangsa.

Tahun ini JFFF diadakan mulai tanggal 9-26 Mei 2013. So, jangan sampai ketinggalan menyaksikan, menyicipi keragaman fashion dan kuliner Indonesia.

image
dok.www.parkhoteldenhaag.nl
Siapa pernah mendengar atau pernah datang ke acara Tong Tong Fair? Bagi saya ini kali pertama mendengar tentang Tong Tong Fair. Tong Tong Fair adalah suatu festival besar yang diadakan setahun sekali di Belanda dan paling besar untuk Eropa-Indonesia. Festival tersebut sudah mulai diselenggarakan sejak tahun 1959 dan ini merupakan salah satu festival tertua, festival paling besar ke-4 di Belanda.

Sejarah

Tong Tong Fair diinisiasi oleh sekelompok orang keturunan Eropa-Asia (Indos) yang dipulangkan ke Belanda, diikuti dengan berakhirnya masa kepemimpinan Belanda di Indonesia.

Di tahun 1950-an, seorang penulis dan intelektual keturunan Eropa-Asia (Indos) Tjalie Robinson membentuk sebuah organisasi yang menyelenggarakan kebudayaan Indo dan menjadikannya dikenal luas di Belanda. Kali pertama digelar tahun 1959, dikenal dengan nama Pasar Malam Besar, yang berasal dari bahasa Indonesia/Melayu. Pada tahun 2009 berubah nama menjadi Tong Tong Fair untuk menekankan adanya hubungan dengan Yayasan Tong Tong di mana yayasan ini mendorong budaya Hindia Eurasia dan untuk memperluas pemahaman sejarahnya. Budaya Hindia Eurasia adalah budaya berabad-abad, yang dimulai ketika pedagang Eropa berlayar ke kepulauan Indonesia dan mendirikan pos perdagangan mereka.

dok.www.flickr.com
Tentang Tong Tong Fair

Tong Tong Fair diadakan di lahan seluas 22.000 m2 dimana di dalamnya terdiri dari banyak stand-stand makanan dan minuman khas Indonesia, area seni pertunjukan, area bengkel, juga area perdagangan. Acara ini berlangsung selama 12 hari dengan ratusan pertunjukan.

Artis-artis dari Indonesia seperti Waljinah, Anggun, Balawan dan lain lain mengisi acara Tong Tong Fair 2013. Tidak hanya artis yang berasal dari Indonesia saja, tapi ada juga artis mancanegara yang bertambah beberapa tahun belakangan seperti musisi dan penari dari Amerika, Eropa, juga beberapa yang menjadi undangan di Tong Tong Fair. Sejak tahun 1970 Tong Tong Fair konsisten mengundang artis-artis Indonesia untuk meramaikan acara tersebut.

Tahun ini Tong Tong Fair digelar tanggal 22 Mei - 2 Juni 2013, mulai pukul 12.00-22.00 waktu setempat. Tong Tong Fair diselenggarakan di Malieveld, pusat kota Den Haag (Koningskade 1, 2596 AA Den Haag). Lima menit dengan berjalan kaki dari stasiun kereta api pusat di Den Haag, 30 menit dari bandara Schiphol dengan kereta atau mobil, dan dua jam dari Brussels.

Tak Sekedar Festival

Sejak Tong Tong Fair ini digelar, banyak menarik perhatian publik. Bahkan Ratu Beatrix pernah meresmikan permulaan festival ini di tahun 2008.

Putri dari Keraton Solo, anak dari Pakubuwono XII pernah menggelar pertunjukan khusus, yaitu Tari Serimpi di tahun 1985. Itu adalah pertama kali dalam sejarah bahwa tarian tersebut dibawakan di luar Keraton Solo. Selain itu juga ada pertunjukan wayang kulit, wayang orang, bahkan orang-orang asing yang bermain gamelan.

Tak hanya menggelar, memperkenalkan seni budaya dan kuliner dari negara-negara Asia Tenggara, Tong Tong Fair juga membantu pembangunan kembali Keraton Solo yang rusak karena kebakaran tahun 1985, juga membantu korban tsunami di Indonesia tahun 2004 dari keuntungan festival tersebut.

Saya jadi teringat dengan Pekan Raya Jakarta yang ada di Indonesia. Dimana pada acara itu juga terdapat stand-stand makanan dan minuman, area seni dan pertunjukan, juga area perdagangan. Hanya saja waktu penyelenggaraan acara lebih lama, yaitu satu bulan dan diadakan untuk memperingati HUT Jakarta.

                                              dok.Terugblik 54e Tong Tong Fair 2012


tong-tong-fairSiapa pernah mendengar atau pernah datang ke acara Tong Tong Fair? Bagi saya ini kali pertama mendengar tentang Tong Tong Fair. Tong Tong Fair adalah suatu festival besar yang diadakan setahun sekali di Belanda dan paling besar untuk Eropa-Indonesia. Festival tersebut sudah mulai diselenggarakan sejak tahun 1959 dan ini merupakan salah satu festival tertua, festival paling besar ke-4 di Belanda.

Sejarah

Tong Tong Fair diinisiasi oleh sekelompok orang keturunan Eropa-Asia (Indos) yang dipulangkan ke Belanda, diikuti dengan berakhirnya masa kepemimpinan Belanda di Indonesia.

Di tahun 1950-an, seorang penulis dan intelektual keturunan Eropa-Asia (Indos) Tjalie Robinson membentuk sebuah organisasi yang menyelenggarakan kebudayaan Indo dan menjadikannya dikenal luas di Belanda. Kali pertama digelar tahun 1959, dikenal dengan nama Pasar Malam Besar, yang berasal dari bahasa Indonesia/Melayu. Pada tahun 2009 berubah nama menjadi Tong Tong Fair untuk menekankan adanya hubungan dengan Yayasan Tong Tong di mana yayasan ini mendorong budaya Hindia Eurasia dan untuk memperluas pemahaman sejarahnya. Budaya Hindia Eurasia adalah budaya berabad-abad, yang dimulai ketika pedagang Eropa berlayar ke kepulauan Indonesia dan mendirikan pos perdagangan mereka.

Tentang Tong Tong Fair

Tong Tong Fair diadakan di lahan seluas 22.000 m² dimana di dalamnya terdiri dari banyak stand-stand makanan dan minuman khas Indonesia, area seni pertunjukan, area bengkel, juga area perdagangan.  Acara ini berlangsung selama 12 hari dengan ratusan pertunjukan.

Artis-artis yang mengisi acara di Tong Tong Fair tidak hanya berasal dari Indonesia saja, tapi ada juga artis mancanegara yang bertambah beberapa tahun belakangan seperti musisi dan penari dari Amerika, Eropa juga beberapa yang menjadi undangan di acara Tong Tong Fair. Sejak tahun 1970 Tong Tong Fair konsisten mengundang artis-artis Indonesia untuk meramaikan acara tersebut.

Tahun ini Tong Tong Fair digelar tanggal 22 Mei - 2 Juni 2013, mulai pukul 12.00-22.00 waktu setempat.  Tong Tong Fair diselenggarakan di Malieveld, pusat kota Den Haag (Koningskade 1, 2596 AA Den Haag). Lima menit dengan berjalan kaki dari stasiun kereta api pusat di Den Haag. 30 menit dari bandara Schiphol dengan kereta atau mobil, dan dua jam dari Brussels.

1tongtong16Catatan

Sejak Tong Tong Fair ini digelar, banyak menarik perhatian publik. Bahkan Ratu Beatrix pernah meresmikan permulaan festival ini di tahun 2008.

Putri dari Keraton Solo, anak dari Pakubuwono XII pernah menggelar pertunjukan khusus yaitu Tari Serimpi di tahun 1985. Itu adalah pertama kali dalam sejarah bahwa tarian tersebut dibawakan di luar Keraton Solo. Selain itu juga ada pertunjukan wayang kulit, wayang orang, bahkan orang-orang asing yang bermain gamelan.

Tak hanya menggelar, memperkenalkan seni, budaya dan kuliner dari negara-negara Asia Tenggara, Tong Tong Fair juga membantu pembangunan kembali Keraton Solo yang rusak karena kebakaran tahun 1985, juga membantu korban tsunami di Indonesia tahun 2006 dari keuntungan festival tersebut.

Saya jadi teringat dengan Pekan Raya Jakarta yang ada di Indonesia. Dimana pada acara itu juga terdapat stand-stand makanan dan minuman, area seni dan pertunjukan juga area perdagangan. Hanya saja waktu penyelenggaraan acara lebih lama, yaitu satu bulan dan diadakan untuk memperingati HUT Jakarta.
Apa yang terlintas bila mendengar nama Pak Raden? Ya.. Pastinya seorang tokoh orang tua yang memakai blankon, baju beskap dengan alis dan kumis yang tebal, orang tua pelit dan suka marah-marah di serial Si Unyil.

Dibalik tokoh Pak Raden ini adalah seorang bernama Drs. Suyadi, seniman serba bisa yang tak hanya menciptakan karakter tokoh-tokoh di serial Si Unyil, tapi beliau juga seorang ilustrator belasan buku anak, pendongeng, membuat sketsa dan melukis.

Saat ini Pak Raden menyelenggarakan pameran sketsa tentang kehidupan masyarakat di Paris saat beliau belajar animasi tahun 1961-1964. Pameran tersebut berlangsung di Bentara Budaya Jakarta, 25 April-5 Mei 2013. Sketsa-sketsa itu menjadi "buku harian" mengesankan dengan gaya klasiknya.

Coretan sketsa yang dilukiskan oleh Pak Raden begitu deskriptif dengan wajah dan ekspresinya. Sebagai penonton, saya ikut melihat seperti apa kehidupan di kota Paris dari kacamata seorang Pak Raden, orang Jawa yang melukis dan menggambar di tengah gemerlapnya kota Paris.

Pengalaman bertemu dengan banyak hal, dari yang membuatnya tersenyum geli sendiri, juga ada yang membuatnya bertanya-tanya di dalam hati, kadang membuatnya terkejut. Awalnya Pak Raden mau mencurahkannya ke dalam bentuk tulisan, tapi ternyata lebih cepat menggambar.

Gambar-gambar tersebut dituangkannya dalam puluhan kertas. Pak Raden tak hanya membuat 'catatan harian' dalam bentuk sketsa, hasil rekamannya layak dijadikan arsip sosiologi seorang Indonesia di kota seni, Paris di era '60-an.

Banyak kejadian kocak, membingungkan, shock culture, bahkan satir. Kesemuanya memberikan panorama budaya yang kental. Tentunya peristiwa gesekan budaya Perancis dan Jawa dalam diri Pak Raden di era '60-an.

Tema pameran ini dinamakan 'Noir et Blanc' (hitam dan putih), karena karya yang dipamerkan adalah sketsa yang diguratkan dengan batang pinsil. Di mana karya tersebut tidak hanya dinikmati oleh kreatornya tapi, juga dapat dinikmati/dilihat oleh banyak orang. Hidup bukan sekedar 'sketsa' tetapi kongkret.

Selamat menikmati!

Sumber: Katalog Pameran Tunggal Drs. Suyadi (60 Tahun Pak Raden Berkarya)
dok.pribadi

dok.pribadi

dok.pribadi

dok.pribadi

Tanggal 13 April 2013 lalu, gerakan Indonesia Menyala bersama dengan teman-teman Indonesia Mengajar dan JNE mengadakan acara Pack Your Spirit yang ke-2.

Acara yang sama sudah pernah digelar pada tahun 2012. Pada acara Pack Your Spirit pertama, konsepnya adalah sortir buku dan packing bersama volunteer untuk 14 daerah Kabupaten yang ada di jaringan Indonesia Mengajar.

Kali ini konsep Pack Your Spirit (PYS) sedikit berbeda. Kami mengajak volunteer untuk membawa buku baru untuk mereka packing sendiri dan dikirim sendiri ke salah satu daerah dari 17 kabupaten yang ada di jaringan Indonesia Mengajar. Biaya pengiriman sangat terjangkau. Dengan Rp 1,000 para volunteer dapat mengirimkan berapapun jumlah buku yang ingin mereka donasi kepada adik-adik di pelosok.

Fokus Indonesia Menyala kali ini tidak semata mengembangkan penyediaan buku atau perpustakaan, tetapi juga berfokus pada peningkatan perilaku membaca siswa, hingga akhirnya menjadi budaya. Titik beratnya saat ini memang masih pada siswa/anak-anak, namun tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan budaya membaca ini di lingkungan siswa, mulai dari keluarga, guru/kepala sekolah, hingga masyarakat.

Target audiens PYS 2013 secara spesifik adalah kalangan profesional, anak muda, dan keluarga. Pada kesempatan kali ini, kami ingin mengajak volunteer atau yang kita sebut juga sebagai Penyala untuk:
* Mengalami aktivitas mulai dari membeli/membawa, mengemas, menitipkan pesan semangat, sampai mengirim buku.
* Berdiskusi mengenai efektivitas peningkatan minat dan kemampuan membaca melalui program-program yang ada.
* Menjadi duta peningkatan minat baca melalui pendekatan multiaktor.

Yang spesial di acara ini, yaitu hadirnya Pak Raden (Drs. Suyadi). Beliau hadir untuk mendongeng sambil menggambar. Sosok beliau yang sudah berusia 80tahun tidak menyurutkan semangatnya dalam bercerita. Beliau juga membawa beberapa boneka si Unyil yang memang hasil karya beliau sendiri.

Kehadiran Bapak Anies Baswedan yang memberikan informasi Mengetahui problema terkini berkaitan dengan budaya membaca.

Teman-teman Pengajar Muda juga memberikan testimoni bagaimana adik-adik di daerah juga antusias dalam membaca buku.

Untuk adik-adik atau volunteer yang membawa anak-anak, kami juga menyediakan Kid Zone. Di Kid Zone anak-anak diajarkan membuat boneka jari atau finger puppets dan mereka juga belajar bercerita dengan media finger puppets tersebut.

Pack Your Spirit kali ini seru. Banyak ragam acaranya dan yang perlu diingat, acara Pack Your Spirit ini tidak hanya berlangsung di Jakarta tapi, simultan di beberapa kota seperti Jogja, Solo, Malang, Ambon sampai Makassar. Semoga budaya membaca bisa menjadi budaya bangsa Indonesia.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut bisa membacanya di www.indonesia-menyala.org atau bisa follow kami di @Penyala.

Salam membaca!
Ga apa-apa ya judulnya kebarat-baratan tapi, isinya keindonesia-indonesiaan hehehe..

Ngomongin seseorang yang disukai. Aku punya kisah untuk terus mengenang orang ini. Ga perlu sebut nama ya, ga etis jadi aku menamainya mas keren.

Aku mengenal dirinya 3 tahun lalu lewat salah satu jejaring sosial. Perkenalan yang tak disengaja dan akhirnya menjadikan kami berteman bahkan sampai sekarang.

Selama satu tahun pertama aku mengenalnya, timbul suatu rasa di hati ini. Mas keren seseorang yang pintar. Wawasannya luas sekali. Terpesona? Hmm.. Jujur iya. Aku suka dengan pria yang berwawasan luas dan enak diajak ngobrol. Selama setahun mengenalnya kami belum pernah bertemu.

Akhirnya diaturlah waktu untuk kopi darat (kopdar). Sebelumnya memang sudah melihat wajah mas keren dari foto. Dan kekagumanku pada dirinya semakin bertambah saat kami ketemu.

Sosok mas keren sedang-sedang saja. Tidak gemuk dan tingginya mungkin sekitar 170-an cm. Warna kulitnya sawo matang dan rambutnya pendek cepak biasa. Bagiku pribadi selain kepandaiannya, yang ku suka adalah senyumnya. Kalau mas keren tersenyum manis sekali (lebih manis dari gula jawa *lebay* hehehe) dan memperlihatkan deretan rapi gigi geliginya.

Mas keren bisa dibilang seorang pendengar yang baik. Selalu memperhatikan saat aku bercerita. Pun sebaliknya aku. Memandang wajahnya tak pernah bosan.

Aku suka dia, tapi tak pernah bisa diungkapkan. Aku tak ingin kehilangannya, aku ingin selalu bisa melihat senyumnya, menatap matanya. Selama 3 tahun berteman dengannya hanya beberapa kali pertemuan saja, tak pernah bisa melenyapkan rasa ini padanya dan tak akan menghilangkan gambaran wajahnya.

Mas keren selamanya tetap keren buatku :))

Jakarta, 21 April 2013