image



Jakarta food and Fashion Festival 2013, tadi malam (17/5/2013) menggelar peragaan busana dengan tema "Ramli Dalam Kenangan". Acara ini diselenggarakan di Grand Ballroom Hotel Harris, Kelapa Gading-Jakarta mulai pukul 19.00 - 21.30. Dihadiri kurang lebih sekitar 500-an undangan yang juga adalah sahabat-sahabat dari almarhum Ramli dan  sahabat-sahabat dari Anne Avantie.

Sebagaimana kita tahu bahwa pada Januari, 2013 perancang busana Ramli meninggal dunia karena kanker usus yang dideritanya. Kiprah beliau di dunia fashion/mode dimulai sejak tahun 1976. Karya almarhum Ramli yang juga identik dengan batik, mempunyai tempat tersendiri dihati para sahabat dan juga pecinta rancangan beliau.

Dan untuk mengenang Ramli, Anne Avantie yang juga sahabat almarhum menggelar peragaan busana ini. Elegant, adalah kata yang tepat untuk menggambarkan peragaan busana tersebut. Desain kebaya Anne Avantie yang indah, juga hasil karya Ramli yang anggun.


image



Informasi adanya peragaan busana ini saya dapat dari seorang teman, Tri Ningtyas yang hadir di acara tersebut. Saya juga mendapatkan beberapa gambar dokumentadi dari beliau.


image



Terima kasih mba Tyas yang sudah berbagi info. Semoga JFFF 2013 sukses dan selalu menjadi ajang yang ditunggu-tunggu para pecinta fashion.
image



Dengan mengusung tema "One Decade" Jakarta Food and Festival (JFFF) tahun 2013 ini menyelenggarakan kembali event tersebut. Kali ini area untuk food festivalnya lebih luas, sehingga stand stand makanan dan minumannya jauh lebih beragam.

Event tahunan ini selalu disambut meriah oleh masyarakat, terlihat dari ramainya pengunjung. Antrian terjadi di seputaran stand-stand makanan dan minuman. Kampoeng Tempo Doeloe, begitu nama area kuliner yang ada di JFFF. Model arsitektur dari stand stand yang ada bergaya bangunan Cina, dengan banyaknya lampion-lampion yang tergantung berwarna merah yang juga membantu sebagai penerangan di malam hari.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati jajanan khas Betawi seperti kerak telor, roti buaya, juga ada di sini. Atau ingin menikmati jajanan tempo doeloe dari daerah-daerah lain di Indonesia juga bisa. Untuk pengunjung yang mau minuman sehat seperti jamu, bisa mengunjungi stand kampung jamu, dimana berbagai jenis jamu yang sudah dalam kemasan bisa langsung dibawa pulang, atau yang dalam bentuk siap seduh juga ada.

Bingung mau memilih makanan, jajanan, minuman yang mana? Pastinya. Karena beraneka ragam dan semuanya menawarkan kelezatan yang berbeda-beda. Saya sempat menemukan satu minuman yang unik, namanya Bir Jawa. Dari namanya pasti identik dengan minuman beralkohol ya.. Tapi, dijamin bir yang satu ini dijamin jauh dari alkohol ataupun soda. Justru rasanya itu manis, segar. Ternyata minuman ini adalah campuran air asam jawa dan gula aren. Wiihh segerrr, diblender jadi satu dengan es batu sangat mantap dinikmati disiang hari. Warna coklat dari minuman ini yang terlihat seperti bir. Jangan terkecoh ya... :-)

Tak hanya makanan dan minuman. Ada juga hiburan yang menemani pengunjung saat bersantap, yaitu kesenian Gambang Kromong. Kesenian khas Betawi yang jarang diketahui banyak orang, generasi muda khususnya bisa dinikmati di event JFFF.


image



Selain makanan dan minuman tempo doeleoe, ada satu area lagi yang modern, yaitu area Wine and Cheese. Dimana penyuka wine, keju, coklat, pasta dapat merapat ke sini. Karena saya tidak paham mengenai wine, saya cukup mengagumi beraneka macam botol minuman anggur ini. Saya justru merambah ke stand coklat, keju, youghurt dan lainnya. Karena ini bersifat pameran, harga yang ditawarkan juga berbeda alias ada potongan-potongan harganya :-)


image



Area La Piazza, Kelapa Gading yang dijadikan arena event ini begitu padat, bahkan seperti berada di daerah petak sembilan, kota yang ramai pengunjung sampai berdesak-desakkan.

Sejarah

Satu dekade event JFFF ini digelar. Awal pertama diadakan yaitu Mei, 2004 dengan bertempat di Klub Kelapa Gading, JFFF menggaungkan berbagai program mode dan kuliner yang sarat akan cita rasa Nusantara. Bazar Makanan Nusantara menampilkan aneka kekayaan kuliner tanah air dari 15 propinsi.

Tahun 2005, penyelenggaraan event JFFF beralih tempat ke La Piazza Kelapa Gading.

Serba Serbi

Event tahunan ini selalu mengangkat tema yang berbeda-beda sebagai bentuk apresiasi perkembangan fashion saat ini. Model-model yang berlenggang lenggok di catwalk pun tidak hanya dari Indonesia saja, tapi ada juga yang berasal dari mancanegara.

Muli tahun lalu Jember Fashion Carnival turut meramaikan event JFFF. Dimana kita semua tahu bagaimana keunikan dari JFC yang menampilkan busana-busana unik karya anak bangsa.

Tahun ini JFFF diadakan mulai tanggal 9-26 Mei 2013. So, jangan sampai ketinggalan menyaksikan, menyicipi keragaman fashion dan kuliner Indonesia.

image
dok.www.parkhoteldenhaag.nl
Siapa pernah mendengar atau pernah datang ke acara Tong Tong Fair? Bagi saya ini kali pertama mendengar tentang Tong Tong Fair. Tong Tong Fair adalah suatu festival besar yang diadakan setahun sekali di Belanda dan paling besar untuk Eropa-Indonesia. Festival tersebut sudah mulai diselenggarakan sejak tahun 1959 dan ini merupakan salah satu festival tertua, festival paling besar ke-4 di Belanda.

Sejarah

Tong Tong Fair diinisiasi oleh sekelompok orang keturunan Eropa-Asia (Indos) yang dipulangkan ke Belanda, diikuti dengan berakhirnya masa kepemimpinan Belanda di Indonesia.

Di tahun 1950-an, seorang penulis dan intelektual keturunan Eropa-Asia (Indos) Tjalie Robinson membentuk sebuah organisasi yang menyelenggarakan kebudayaan Indo dan menjadikannya dikenal luas di Belanda. Kali pertama digelar tahun 1959, dikenal dengan nama Pasar Malam Besar, yang berasal dari bahasa Indonesia/Melayu. Pada tahun 2009 berubah nama menjadi Tong Tong Fair untuk menekankan adanya hubungan dengan Yayasan Tong Tong di mana yayasan ini mendorong budaya Hindia Eurasia dan untuk memperluas pemahaman sejarahnya. Budaya Hindia Eurasia adalah budaya berabad-abad, yang dimulai ketika pedagang Eropa berlayar ke kepulauan Indonesia dan mendirikan pos perdagangan mereka.

dok.www.flickr.com
Tentang Tong Tong Fair

Tong Tong Fair diadakan di lahan seluas 22.000 m2 dimana di dalamnya terdiri dari banyak stand-stand makanan dan minuman khas Indonesia, area seni pertunjukan, area bengkel, juga area perdagangan. Acara ini berlangsung selama 12 hari dengan ratusan pertunjukan.

Artis-artis dari Indonesia seperti Waljinah, Anggun, Balawan dan lain lain mengisi acara Tong Tong Fair 2013. Tidak hanya artis yang berasal dari Indonesia saja, tapi ada juga artis mancanegara yang bertambah beberapa tahun belakangan seperti musisi dan penari dari Amerika, Eropa, juga beberapa yang menjadi undangan di Tong Tong Fair. Sejak tahun 1970 Tong Tong Fair konsisten mengundang artis-artis Indonesia untuk meramaikan acara tersebut.

Tahun ini Tong Tong Fair digelar tanggal 22 Mei - 2 Juni 2013, mulai pukul 12.00-22.00 waktu setempat. Tong Tong Fair diselenggarakan di Malieveld, pusat kota Den Haag (Koningskade 1, 2596 AA Den Haag). Lima menit dengan berjalan kaki dari stasiun kereta api pusat di Den Haag, 30 menit dari bandara Schiphol dengan kereta atau mobil, dan dua jam dari Brussels.

Tak Sekedar Festival

Sejak Tong Tong Fair ini digelar, banyak menarik perhatian publik. Bahkan Ratu Beatrix pernah meresmikan permulaan festival ini di tahun 2008.

Putri dari Keraton Solo, anak dari Pakubuwono XII pernah menggelar pertunjukan khusus, yaitu Tari Serimpi di tahun 1985. Itu adalah pertama kali dalam sejarah bahwa tarian tersebut dibawakan di luar Keraton Solo. Selain itu juga ada pertunjukan wayang kulit, wayang orang, bahkan orang-orang asing yang bermain gamelan.

Tak hanya menggelar, memperkenalkan seni budaya dan kuliner dari negara-negara Asia Tenggara, Tong Tong Fair juga membantu pembangunan kembali Keraton Solo yang rusak karena kebakaran tahun 1985, juga membantu korban tsunami di Indonesia tahun 2004 dari keuntungan festival tersebut.

Saya jadi teringat dengan Pekan Raya Jakarta yang ada di Indonesia. Dimana pada acara itu juga terdapat stand-stand makanan dan minuman, area seni dan pertunjukan, juga area perdagangan. Hanya saja waktu penyelenggaraan acara lebih lama, yaitu satu bulan dan diadakan untuk memperingati HUT Jakarta.

                                              dok.Terugblik 54e Tong Tong Fair 2012


tong-tong-fairSiapa pernah mendengar atau pernah datang ke acara Tong Tong Fair? Bagi saya ini kali pertama mendengar tentang Tong Tong Fair. Tong Tong Fair adalah suatu festival besar yang diadakan setahun sekali di Belanda dan paling besar untuk Eropa-Indonesia. Festival tersebut sudah mulai diselenggarakan sejak tahun 1959 dan ini merupakan salah satu festival tertua, festival paling besar ke-4 di Belanda.

Sejarah

Tong Tong Fair diinisiasi oleh sekelompok orang keturunan Eropa-Asia (Indos) yang dipulangkan ke Belanda, diikuti dengan berakhirnya masa kepemimpinan Belanda di Indonesia.

Di tahun 1950-an, seorang penulis dan intelektual keturunan Eropa-Asia (Indos) Tjalie Robinson membentuk sebuah organisasi yang menyelenggarakan kebudayaan Indo dan menjadikannya dikenal luas di Belanda. Kali pertama digelar tahun 1959, dikenal dengan nama Pasar Malam Besar, yang berasal dari bahasa Indonesia/Melayu. Pada tahun 2009 berubah nama menjadi Tong Tong Fair untuk menekankan adanya hubungan dengan Yayasan Tong Tong di mana yayasan ini mendorong budaya Hindia Eurasia dan untuk memperluas pemahaman sejarahnya. Budaya Hindia Eurasia adalah budaya berabad-abad, yang dimulai ketika pedagang Eropa berlayar ke kepulauan Indonesia dan mendirikan pos perdagangan mereka.

Tentang Tong Tong Fair

Tong Tong Fair diadakan di lahan seluas 22.000 m² dimana di dalamnya terdiri dari banyak stand-stand makanan dan minuman khas Indonesia, area seni pertunjukan, area bengkel, juga area perdagangan.  Acara ini berlangsung selama 12 hari dengan ratusan pertunjukan.

Artis-artis yang mengisi acara di Tong Tong Fair tidak hanya berasal dari Indonesia saja, tapi ada juga artis mancanegara yang bertambah beberapa tahun belakangan seperti musisi dan penari dari Amerika, Eropa juga beberapa yang menjadi undangan di acara Tong Tong Fair. Sejak tahun 1970 Tong Tong Fair konsisten mengundang artis-artis Indonesia untuk meramaikan acara tersebut.

Tahun ini Tong Tong Fair digelar tanggal 22 Mei - 2 Juni 2013, mulai pukul 12.00-22.00 waktu setempat.  Tong Tong Fair diselenggarakan di Malieveld, pusat kota Den Haag (Koningskade 1, 2596 AA Den Haag). Lima menit dengan berjalan kaki dari stasiun kereta api pusat di Den Haag. 30 menit dari bandara Schiphol dengan kereta atau mobil, dan dua jam dari Brussels.

1tongtong16Catatan

Sejak Tong Tong Fair ini digelar, banyak menarik perhatian publik. Bahkan Ratu Beatrix pernah meresmikan permulaan festival ini di tahun 2008.

Putri dari Keraton Solo, anak dari Pakubuwono XII pernah menggelar pertunjukan khusus yaitu Tari Serimpi di tahun 1985. Itu adalah pertama kali dalam sejarah bahwa tarian tersebut dibawakan di luar Keraton Solo. Selain itu juga ada pertunjukan wayang kulit, wayang orang, bahkan orang-orang asing yang bermain gamelan.

Tak hanya menggelar, memperkenalkan seni, budaya dan kuliner dari negara-negara Asia Tenggara, Tong Tong Fair juga membantu pembangunan kembali Keraton Solo yang rusak karena kebakaran tahun 1985, juga membantu korban tsunami di Indonesia tahun 2006 dari keuntungan festival tersebut.

Saya jadi teringat dengan Pekan Raya Jakarta yang ada di Indonesia. Dimana pada acara itu juga terdapat stand-stand makanan dan minuman, area seni dan pertunjukan juga area perdagangan. Hanya saja waktu penyelenggaraan acara lebih lama, yaitu satu bulan dan diadakan untuk memperingati HUT Jakarta.