Hanya Isyarat (Rectoverso)

0 Comments
Gue emang belum baca bukunya waktu gue putusin untuk nonton filmnya. Di dorong rasa penasaran pingin tau kayak apa ya filmnya. Ada 5 cerita yang diangkat dari buku Rectoverso-nya Dee. Dari 5 cerita ada 1 cerita yang rasanya gue banget, yaitu Hanya Isyarat.

Hanya Isyarat itu mengisahkan seorang cewek yang lagi jalan-jalan backpackeran bareng anggota komunitas backpacker-an gitu yang terdiri dari 4 orang cowok. Salah satu cowok itu ada yang menarik perhatian si cewek, singkat kata cewek itu jatuh cinta sama si cowok yang dia kagumi diam-diam. Dia ga tau apa warna mata cowok itu, dia hanya bisa mengagumi cowok itu sebatas punggungnya aja. Sampe akhirnya cewek itu ikutan games yang dibikin sama cowok-cowok itu. Games yang isinya mereka satu per satu gantian cerita tentang hal tersedih dalam hidup mereka. Kisah cewek ini mengharukan dan akhirnya dia menang. Karena games itu juga akhirnya dia bisa tau apa warna mata cowok yang diam-diam dia kagumi, yaitu coklat muda dan itu udah cukup buat dia.

Kenapa gue bilang gue banget kisahnya, karena gue sama kayak cewek itu, gue mengagumi seseorang, gue suka sama seseorang dan itu tuh hanya bisa gue rengkuh sebatas punggungnya aja. Gue ga bisa miliki dia seutuhnya, gue ga bisa lebih deket sama dia. So, yang gue bisa lakuin hanya menatap punggungnya aja.

Sounds weird? Maybe... Gue hanya bisa ngirim isyarat ke dia. Semuanya memang sehalus udara, dan gue juga ga tau apakah isyarat gue itu sampai apa ga. Gue hanya bisa nitipin rindu gue ke langit, ke malam. Kalau toh isyarat itu ga sampai, gue akan selalu mengagumi dia. Hanya isyarat... Dia menghilang sebelum tangan ini sanggup mengejar...


Tulisan Lainnya:

Tidak ada komentar: