Ngomongin soal golongan darah, akhirnya gue tau kalo golongan darah gue itu AB+ gegara dua tahun lalu gue sukses jadi pendonor.

Sejak itu ada rasa bangga karena udah tau golongan darahnya apa. Jadi, kalo ditanya "golongan darahnya apa?" Dengan bangga gue bisa jawab "AB rhesus plus!" Mantep kan?! Hehehe.. sebelum tau golongan darah gue apa, kalo ditanya gue suka gelagepan gitu. Bingung. Ga mungkin kan gue asal nebak golongan darah gue? Paling gue bisa jawab "darah biru." Garing banget kan?

Setelah tau golongan darah, ga sengaja gue liat ada akun komunitas darah AB dki jakarta di fb. Udah aja gue add untuk jadi temen, eh di konfirm. Tapi, gue cuman jadi silent reader aja.

Sampe akhirnya bulan lalu gue dateng ke acara kumpulnya komunitas di daerah jakarta selatan. Gue mampir ke booth Komunitas Darah AB dan gue daftar jadi member. Di sanalah gue baru tau kalo ternyata golongan darah AB ini spesial.

Gimana ga spesial? Golongan darah AB dari data yang dilansir PMI tahun 2011 hanya 6.6%. Paling banyak golongan darah O 40.77%, B 26.68% dan A 25.48%.

Dan di booth itu juga gue baru tau kalo pendonor AB tidak disarankan rutin mendonor, karena darah yang di donasi akan terbuang percuma. Secara ya golongan kamu ini minoritas, jadi bukan golongan favorit yang apabila darahnya di stok ga akan laku seperti O, A atau B. Tapi, begitu ada yang memerlukan, darah AB akan sulit ditemukan.

Karena itulah sesama pemilik golongan AB akhirnya membentuk Komunitas Darah AB, yang bertujuan membantu tersedianya golongan AB yang bersih dan berkualitas guna memenuhi kebutuhan anggota dan masyarakat umum yang sedang kritis di Rumah Sakit. Atas dasar prinsip kesukarelaan dan kemanusiaan.

Setelah tau, gue semakin bangga dengan golongan darah gue dan senang sudah menjadi member dari komunitasnya. Paling ga, kalo gue butuh darah, gue tau tempatnya di mana dan ga perlu bingung .

Tapi, mau tetep reguler donor juga ga apa-apa. Cuman setelah tau, gue mungkin akan jadi "cewek panggilan" aja :-) sayang darah gue dibuang-buang. Tapi, begitu nanti ada yang butuh, gue ga bisa memberi.

Yang bergolongan darah AB, yuk segera bergabung dengan komunitas nya. Kita bisa berbagi dan menyelamatkan banyak jiwa.



Posted from WordPress for Android
image



Dua hari berturut-turut yaitu Sabtu dan Minggu (5-6 Oktober 2013) bertempat di E-Convention, Ancol diadakan satu festival yang luar biasa keren. Festival Gerakan Indonesia Mengajar (FGIM). Festival ini bukanlah pameran. Bukan juga seminar, konferensi ataupun workshop. FGIM ini adalah salah satu ruang untuk bekerja sama secara nyata. Di FGIM, ribuan relawan pengunjung akan diajak #KerjaBakti mendukung pendidikan Indonesia dengan membuatkan materi belajar bagi SD-SD di pelosok melalui kelas-kelas aktivitas FGIM.

FGIM berbeda dengan kegiatan sosial lain, karena turun tangan langsung, kolaboratif, kerelawanan, bermakna dan fun :-)

Salah satu wahana yang ingin gue share, yaitu #KotakCakrawala. Di dalam wahana inilah gue terlibat menjadi relawan panitia. Untuk pembaca yang pingin tahu tentang #KotakCakrawala jangan berenti membaca terus kisah berikut ini :-)

Kotak Cakrawala bukanlah kotak Pandora dalam mitos-mitos Yunani yang terlarang untuk dibuka. Kotak Cakrawala  justru wajib dibuka oleh anak-anak negeri ini untik memperluas cakrawala pengetahuan mereka. Melalui buku-buku yang tersimpan di dalam kotak ini, setiap anak di negeri ini dapat belajar mengenal dan mencintai buku.

Dalam FGIM 2013, kotak cakrawal merupakan sebuah kegiatan yang mengajak para relawan untuk ikut membantu proses pengepakan buku bacaan. Terdapat sekitar 50.000 buku dari berbagai kategori yang akan dikemas dalam ribuan kotak. Kotak-kotak ini nantinya akan
Dikirimkan ke 17 kabupaten penempatan Pengajar Muda dan puluhan taman bacaan yang dikelola oleh Indonesia menyala.

Acara festival berakhir dengan sukses. Kotak Cakrawala memenuhi target di hari terakhir, yaitu dengan mengemas 50,000 buku dalam dua hari dan dilakukan oleh 5,000 relawan pengunjung. Amazing kan! :-)

Suatu pencapaian yang luar biasa menurut gue. Setelah itu kami nantinya tinggal menunggu respon adik-adik yang menerima buku-buku tersebut.

Bulan Oktober adalah bulan kerja bakti yang tak terlupakan :-)



Posted from WordPress for Android