dok. pribadi

Ini masih kelanjutan dari bulan Desember, bulan inspirasi. Tanggal 14 Desember 2014 gue dateng di hari terakhir Jakarta Library and Archive Expo 2014. Ini pertama kali gue dateng ke acara ini. Mungkin di tahun-tahun sebelumnya udah ada acara ini tapi, gue yang ketinggalan informasi atau gue males dateng, yah nggak inget juga hahaha. Expo ini berlangsung dari tanggal 11-14 Desember 2014, di Lapangan Banteng.

Setelah gue dateng, ternyata di dalamnya banyak menghadirkan perpustakaan yang dimiliki oleh instansi-instansi pemerintah maupun swasta. Terus di blok yang berbeda banyak bertebaran Taman Baca Masyarakat, Rumah Belajar yang inspiratif banget menurut gue.

Gue baru tahu juga kalo Badan Narkotika Nasional ternyata punya perpustakaan di mana selain mengoleksi buku-buku umum juga mereka punya display tentang jenis-jenis tanaman sikotropika yang berbahaya itu, alat-alat yang digunakan untuk mengkonsumsi narkoba dan yang paling penting adalah informasi bahaya yang ditimbulkan kalo kita kecanduan narkoba.

Badan Pemeriksa Keuangan juga punya perpustakaan yang berisi data-data keuangan negara yang bisa di akses apabila kita ingin riset. Wah, pokoknya banyak hal menarik deh yang bisa dilihat di sana. Terus Taman Baca, Rumah Belajar yang ikut pameran juga menarik dan inspiratif. Seperti ada salah satu taman baca masyarakat di Bandung, TBM Suka Mulya Cerdas, di bawah asuhan ibu Rd Nonih Suarsih TBM ini berkembang sangat baik dan buat gue inspiratif banget.



[caption id="attachment_514" align="alignleft" width="300"]dok. pribadi dok. pribadi (atas: yang di tengah berhijab merah ibu Nonih. bawah: hasil karya ibu-ibu yang tidak bisa membaca)[/caption]
Gimana nggak inspiratif coba? si ibu Nonih ini ya mengajak warga sekitar TBM untuk aktif membaca mulai dari PAUD sampai lansia. Untuk orang-orang yang tidak bisa membaca atau lansia diberikan keterampilan tangan yang menghasilkan karya-karya yang indah, bisa dijual lagi sehingga menambah pemasukan.

Pokoknya ibu Nonih mah buat gue sosok perempuan inspiratif yang kayaknya gue pingin kenal lebih lanjut sama beliau dan pingin berkunjung ke TBM-nya, melihat langsung kegiatan di sana, keseruannya gimana. Kalo buat gue TBM Suka Mulya Cerdas ini bisa dijadiin contoh untuk taman baca-taman baca lain. Tiap taman baca memang punya keunikan dan keseruannya sendiri. Tapi, kalo baru mau mulai atau mau mencari ide-ide bisalah belajar dari TBM-nya ibu Nonih :)
dok. pribadi (ki-ka: Helvy Tiana, Prita Prawirohardjo, Amank Qadafi, Halida Nurina)
dok. pribadi (ki-ka: Helvy Tiana, Prita Prawirohardjo, Amank Qadafi, Halida Nurina)


Tanggal 13 Desember 2014, bener-bener hari yang menginspirasi buat gue. Gimana nggak meng-inspirasi coba? Pembicaranya aja penulis-penulis yang udah menghasilkan buku yang bisa dinikmati banyak orang. Apalagi mba Helvy Tiana, seorang traveler yang udah menyinggahi 40 negara. 40 negara men! Gue, dua negara aja belum. Indonesia aja belum semua gue jelajahin. Paling mentok masih Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur itupun belum semua daerah di dalamnya :)

Terus ada Prita Prawirohardjo, Music Director Hardrock FM, Jakarta. Kalo lo liat penampilannya men, tomboy abis. Tapi, dia udah menghasilkan dua buku dan terbit di nulisbuku.com. Ada lagi seorang lawyer, cantik namanya Halida Nurina. Tanggal 13 Desember itu pas launching buku pertamanya yang berjudul "Everyday", buku yang mengisahkan keseharian dia yang dikemas menjadi sebuah novel ringan, seperti chicklit. Ada juga anak muda namanya Amank Qadafi. Dia ini lebih mantep lagi, pertama nerbitin satu buku di nulisbuku.com dengan tema Long Distance Relationship (LDR) dan ternyata dari satu buku itu dia sukses dan langsung muncul buku-buku berikutnya yang bertema sama dan bahkan sudah terbit di major publisher. Edan! Amank ini emang bisa banget baca kondisi pasar. Di saat belum ada tulisan yang menyinggung LDR, dia langsung masuk dan berhasil membangun imej sebagai LDR-ian.

Pokoknya sesuatu banget lah hari Sabtu lalu itu. Setelah itu di kepala gue bermunculan inspirasi-inspirasi yang bikin gue susah tidur karena kebanyakan pingin-nya hihihi...

Jadi, resolusi 2015 gue, nerbitin satu buku di nulisbuku.com! Ganbate!
image

Kalau sudah bicara tentang kopi, aku termasuk salah satu penggemar minuman yang satu ini. Walaupun aku punya penyakit maag, menghindari minuman ini rasanya merugi. Selalu ada ruang di lambung ini untuk minuman yang nikmat.

Entah mulai di usia berapa aku suka minum kopi, yang pasti sampai detik ini kopi adalah minuman kegemaranku. Apalagi sekarang kedai kopi semakin banyak di ibukota. Aku ngopi biasanya sehari satu gelas, sebagai mood booster hehehe. Waktu untuk minumnya nggak tentu, bisa pagi atau siang.

Aku pernah punya pengalaman sehari minum dua gelas ukuran gelas Nescafe yang merah kecil itu, jantungku berdebar. Bukan karena dekat cowok ganteng ya, tapi karena nggak tahan dengan kafeinnya. Sejak itu aku minum cukup satu gelas saja dan semuanya aman terkendali :)

Ritual minum kopi itu akan bertambah nikmatnya kala hujan di Sabtu siang hari, terus hati lagi galau-galau gimanaa gitu. Aroma petrichore dan aroma kopi menyatu, akhirnya menghasilkan satu cerita.

Kopi kesukaanku Nescafe Classic. Ditambah susu cair, jadinya surga :) Bukan aku nggak suka Nescafe Original tapi, aku suka dengan kreasiku itu. Setengah gelas lebih Nescafe Classic yang sudah dilarut air panas dan gula, ditambah susu cair sampai warnanya terlihat coklat muda hmm...sruput demi sruput nggak bisa berhenti.

Kadang sambil baca buku aku ditemenin kopi. Kadang jalan-jalan juga aku bawa racikan Nescafe Classic yang ditaruh dalam tumbbler, dari pada jajan. Pokoknya kopi itu membuat hidup menjadi lebih hidup.

@Oranjeholic
#DiBalikSecangkirKopi
image

Tanggal 16 Nov'14 kemarin, gue berdua temen dapat kesempatan share tentang menulis dan mendongeng. Persiapan kita cuma seminggu, ngobrolin materi cuman sehari. Mantep deh hehehe. Kita akan share dengan anak-anak Pondok Yatim Darussalam, Babelan, Bekasi.

Tiba hari H, gue nervous juga. Kita berdua sempet salah angkot juga. Kita dijemput sama salah satu temen dari blogfam juga. Tempatnya jauh juga. Kalo ga dijemput, kita pasti naik ojeg secara nggak ada angkot yang masuk. Jalan kaki? Pasti gempor hahaha.

image

Sampai di tujuan, ternyata banyak juga anak-anak yang ikut ada kurang lebih 50-an. Mulai dari ice breaking, permainan sampai penyampaian materi, anak-anak terlihat antusias walaupun ada yang malu-malu juga. Gue merasa bahwa jauhnya perjalanan terbayar dengan senyum dan semangat mereka.

Sesi sharing siang itu ditutup dengan mengajak mereka bersahabat pena dengan teman-teman SD di Pulau Bawean. Membaca surat mereka, sempat membuat gue haru. Kata-kata mereka itu polos, apa adanya, khas anak-anak.

Rasanya gue masih ingin kembali ke sana. Apalagi mereka berencana membuat buku yang berisi foto-foto dan tulisan tentang kampung mereka sendiri. Gue mau membantu mereka dalam hal menulis. Toh dengan begitu kita bisa sama-sama belajar. Gue juga jadi pingin belajar  mendongeng.

Seru ya berbagi itu. Apalagi sama anak-anak. Gue emang berencana pingin concern ke dunia  anak-anak. Entah itu menulis, dongeng, yang penting gue bisa share sama mereka tentang apa yang udah gue pelajari.

Senengnya lagi, tanggal 7 Desember gue pasti ikut anak-anak PYD hunting foto di CFD. Terus tanggal 22 Des'14 diminta share tentang menulis dan mendongeng lagi. Udah gitu dari Sobat Kolong (anak-anak jalanan) juga mau minta share tentang menulis dan mendongeng. Melihat peluang ini bikin gue jadi bertekad untuk belajar dan mencari informasi lebih banyak lagi. Biar nggak malu-maluin hahaha.

image



Semua anak berpotensi, semua anak itu bisa. Tinggal bagaimana kita memancing, menggali, mengarahkan, pasti bakatnya itu akan keluar. Setelah itu tinggal dipoles aja. Malah kalo ada anak yang lebih jago nulisnya dari gue, bagus banget. Berarti nggak sia-sia hehehe.

Berbagi itu indah kawan :)
image



Tanggal 15 Nov'14 kemarin, gue dan teman mewakili komunitas kita One Day One Book hadir di acara #AyoBantuSekolah yang diadain oleh Gerakan Indonesia Berkibar.

Komunitas kita memang masih bayi banget dan kesempatan untuk memperkenalkan diri ini kita manfaatin banget. Thanks untuk Hety, salah satu panitia acara yang udah ngundang kami :)

Di sana kami bertemu banyak teman-teman dari komunitas lain, mulai dari Hibah Buku, Satu Juta Buku bagi Indonesia, Buku Bagi NTT, 1000 Guru, Sabang Merauke, IniBudi Org, Nusantara Bertutur, dan Jendela Jakarta. Ketemu teman-teman yang seirama itu sesuatu ya. Membangkitkan semangat, recharge, menghadirkan ide-ide baru.

Gue jadi bisa kenalan sama komunitas lain, apalagi seharian ngeliat Om Farhan yang ternyata ketua GIB. Kalo sehari-hari liat beliau di tipi, denger suaranya di radio, tapi hari itu seharian. Dasar penyiar radio ya, Om Farhan itu bocor abisss hahaha.

Pokoknya kemarin itu seneng deh. Ngobrol sana sini ternyata ini kenal sama ini, dia kenal sama itu, ternyata dunia itu memang sempit hihihi. Senggol kiri ksnan ternyata temen bertemen, saling kenal. Komunitasnya yang kurang? Atau oeangnya yang terlalu eksis hahaha (macam gue nggak aja)

Tanggal 22 Nov'14 nanti gue bakal ke acara Kompasianival. Berharap akan makin ketemu banyak orang lagi dan teman-teman yang baru :)

image



Jadi, dua kali malam minggu ini akan diisi dengan kumpul-kumpul bermanfaat. Oh ya, satu lagi. Miss Earth 2013, Nita Sofiana juga dateng loh. Beliau ikutan mendongeng. Gue juga sama temen gue ikutan tapping ngedongeng dari Nusantara Bertutur. Ntar diliat aja di youtube :)
image

Kemarin tujuh tahun yang lalu, kala itu senja merangkak naik ke peraduannya. Aku ingat dengan jelas kejadian yang terjadi kemarin tujuh tahun yang lalu. Aku, papa, sepupu, dan seorang ibu yang adalah tetangga baik kami berada di satu kamar di sebuah rumah sakit. Di kamar itu terbaring lemah, bahkan sangat lemah seorang perempuan yang pernah menenun aku selama sembilan bulan di dalam rahimnya. Yang pernah berjuang antara hidup dan mati agar aku bisa melihat indahnya dunia. Yang susah payah selama tiga puluh tahunan mendidik aku, menemani aku, bahkan berusaha berjuang melawan sakitnya. Saat itu perempuan itu terbaring tanpa daya sedikitpun.

Malam sebelumnya, ku peluk kitab suci di dada. Sambil mata terpejam, ku lafalkan rangkaian doa ke hadirat-Nya supaya perempuan yang sedang terbaring lemah di bangsal rumah sakit itu di beri mukjizat dan dilepaskan dari segala sakit penyakitnya. Tenang aku melewati malam itu. Tapi, sepertinya perempuan kesayanganku itu merasuki tidurku. Dia tersenyum manis, wajah mudanya yang segar dan cantik ku lihat begitu jelas. Dia ada di satu taman yang indah dengan aneka bunga warna warni. Tidak ada wajah sedihnya, tidak ada lagi jarum infus yang selama ini ku lihat terplester di tangannya. Dia bersih, segar, tanpa terlihat menanggung kesakitan di wajahnya.

Aku terbangun di hari kemarin tujuh tahun yang lalu. Pertanda itu ada. Aku berusaha untuk menghalau pertanda itu, tapi ku pasrahkan dan ku serahkan semua kepada-Nya. Tak ku bagi pertanda itu kepada siapapun. Kemarin, tujuh tahun yang lalu di bangsal itu aku tak berani melihat nafasnya yang sepertinya sudah tinggal satu satu. Ibu baik tetangga itu memegang jemari kaki perempuan kesayanganku. Terasa dingin, katanya.

Aku tak tahan. Tak ada tangis, tapi aku bisa mendengar sangat jelas degup jantungku sendiri. Ku lihat laki-laki tegar yang selama ini selalu ada di samping perempuan kesayanganku menghampirinya, membisik di telinganya. Setelah itu tiba saatku. Aku juga membisikkan ucapan maaf dan perpisahan di telinga perempuan kesayanganku. Aku tegar, tanpa air mata ku berusaha tegar memandang wajah pucatnya. Tiba saat sepupu ku. Aku berdiri di ambang pintu bangsal. Entah apa yang dibisikkannya, aku hanya yakin doa dan juga ucapan selamat tinggal yang pasti disampaikannya. Setelah itu, dia berkata perempuan kesayanganku sudah tenang bersama Bapa di surga.

Aku terduduk lemas. Daya masih ada tapi, mata seakan kering. Lelaki tegar ku hanya terdiam. Kami hanya bisa melihat dan melepas perempuan kesayanganku di dorong menuju satu ruangan untuk dibersihkan dan dipercantik sehingga wajah pucat itu tetap terlihat hidup.

Tiba saatnya tubuh kaku itu diletakkan ke dalam peti tempat pembaringan terakhirnya. Aku diminta memastikan posisi tubuhnya apakah miring atau tidak. Saat itu pecah tangisku. Lemas nyaris pingsan. Ku panggil perempuan kesayanganku itu. "Mama! Mama!" butiran air itu mengalir deras bagai tak terbendung. Hancur sehancur-hancurnya. Aku seperti tersadar bahwa perempuan kesayanganku itu tak akan ada lagi mengisi hari-hari ku. Perempuan kesayanganku itu tak akan lagi bisa aku ciumi pipinya saat aku pulang kerja. Perempuan kesayanganku itu tak akan pernah lagi aku ajak tertawa. "Mama! Mama!" hanya kata itu yang bisa terus aku suarakan.

Hari ini, tujuh tahun yang lalu pagi hari setelah di adakan misa arwah, aku terakhir kalinya melihat wajah perempuan kesayanganku, sambil ku percikkan minyak wangi di sekeliling tubuhnya. Aku pandangi lekat-lekat wajah itu. Wajah yang selama seminggu lebih tak pernah menatapku walaupun terbaring lemah di bangsal. Mata itu tak pernah dan tak akan pernah lagi memandang wajahku. Celotehnya untuk mengingatkanku ini dan itu tak akan pernah lagi aku dengar. Hari ini, tujuh tahun yang lalu tubuh itu sudah kembali menjadi debu. Jiwanya sudah tenang, bahagia. Tak ada lagi kesakitan. Tak ada lagi keluh kesah.

Mama, seumur hidupku tidak akan pernah hilang bayang wajahmu. Sekalipun aku kehilangan masa untuk bisa selalu membelai dan mencium pipimu, rasa cintaku tak akan pernah hilang sampai kapanpun. I love you, ma. I miss you always. God keep your soul...

"Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa

Hanya memberi, tak harap kembali bagai sang surya menyinari dunia..."
[caption id="" align="alignleft" width="1050" caption="Dok.pribadi"]image[/caption]



Ini kali pertama gue dateng ke acara tattoo exhibition atau apalah ya namanya. Soalnya susah deskripsinya.

Di sini banyak tattoo artist sebutan untuk orang yang keahliannya bikin tato. Peserta exhibition ini dari berbagai daerah ngga hanya dari Jakarta. Ada yang dari Bogor, Bekasi, Solo bahkan ada yang dari Batam. Edan!

Gue dateng karena adek gue jadi model salah satu peserta. Mantep man yang jadi model itu ada cewek, cowok yang badannya udah penuh tato. Ada juga yang baru pertama kali nyoba. Gue liat ya ada satu cewek yang potongan rambutnya skin head trus di tato. Mau mampus ga tuh rasa sakitnya. Gue cuma punya satu aja di jari manis waktu di tato perih bener.

Ada lagi satu orang di tato tiga orang dan itu juga di bagian kepala. Haduh...haduhh... seni sih seni tapi kalo udah sampe ke kepala kok ya jadi gimanaaa gitu.





Rata-rata semua peserta pakai mesin kan ya untuk nato, ini ada satu peserta dari Bogor yang natonya ngga pake mesin, tapi pake stik besi yang ujungnya berisi jarum dan cara natonya tuh ditusuk-tusuk gitu. Ini adalah seni tato tradisional Jepang.

Gue mah ngga kebayang dah sakitnya. Soalnyq itu butuh kesabaran dan ngga bisa buru-buru kelar kayak pake mesin.

Yang menarik perhatian gue, ada satu peserta yang bikin tato penari bali dengan latar belakang pura. Indonesia banget. Sementara peserta lain ada yang gambar wajah, tribal, futuristik gitu.

Gue juga baru tau kalo tatoers itu punya perkumpulan yang namanya Indonesian Subculture, Alliance of Indonesian Tattoo Art and Body Piercing.

Teteplah kalo buat gue cukup satu tato aja, ngilangin rasa penasaran dan ngga bikin nagih hehehe.



Posted from WordPress for Android
image

Judul postingan gue di atas adalah judul dari buku yang ditulis NH. Dini. Dari judulnya udah ketauan ya kalo itu berbau bahasa Perancis dan ternyata buku itu berisi kisah perjalanan hidup si penulis.

Ini adalah buku ke-3 karya NH. Dini yang gue baca. Sebelumnya gue baca yang judulnya Sebuah Lorong di Kotaku dan Pertemuan Dua Hati. Gue jatuh cinta dengan tulisan beliau pas baca Sebuah Lorong di Kotaku, yang ternyata adalah kisah masa kecil beliau.

Gaya penuturan beliau begitu teratur dan beliau berkisah dengan begitu detil jadi seakan gue bisa ngebayangin, ngerasain kejadian dan keadaan yang ditulis di bukunya itu. Kemampuan menulis beliau gue acungin jempol deh.

Di buku La Grande Borne ini mengisahkan hidup beliau dengan suami seorang diplomat berkebangsaan Perancis dan dua orang anaknya Lintang dan Padang. Setelah masa tugaa suaminya di Kamboja selesai, Dini dan keluarga kembali pulang ke Perancis.

Dengan gaya penuturan Dini yang begitu gamblang gue juga bisa ngerasain gimana rasanya tinggal serumah dengan suami yang otoriter, perhitungan, keras kepala, egois dan cuek. Gue juga bisa ngerasain kejengkelan Lintang terhadap sikap papanya.

Kalo aja Dini ngga punya anak, gue rasa udah lama dia pisah dari suaminya. Kecintaan Dini pada dua anaknya yang bikin dia bertahan juga kedudukan suaminya yang seorang diplomat. Wajar kalo akhirnya Dini ingin mendapat perhatian dan kasih sayang dari laki-laki lain yang bisa di dapat dari sang Kapten.

Di buku ini memang berisi pergolakan hidup Dini. Di sini juga Dini kehilangan orang yang paling dicintainya. Dini harus menerima keadaan. Di tengah sakit pun dia terus menulis, menyiapkan kisah-kisah berikutnya.

Selesai membaca buku ini, gue akan mulai mencari buku-buku Dini yang lain. Yang akan gue cari Kemayoran dan Pada Sebuah Kapal karena, di dua buku itu gue pingin tau awal kisah Dini bertemu dengan suaminya dan sang Kapten.

Tapi, sepertinya gue akan cari ngga di toko-toko buku macam Gramedia karena, gue yakin buku-buku itu ngga akan ada lagi. Gue bakalan hunting ke pasar blok m di lantai dasar yang menjual buku-buku bekas dan lawas dengan harga yang mungkin bisa sedikit miring.

Seperti buku yang gue baca ini dan Pertemuan Dua Hati, gue beli di pasar blok m. Pokoknya selain Pramoedya, NH. Dini adalah salah satu tokoh sastra yang gue suka dan akan gue kumpulin karya-karyanya.

Kali ini gue mau ngomongin tetangga gue, persis sebelah rumah gue. Ceritanya begini, gue dulu pindah dari Ciledug ke Bekasi waktu gue mau naik kelas 2 SMEA kalo nggak salah sekitar tahun 1994. Gue punya tetangga lucu inisialnya L. Waktu itu dia sekitar kelas 5 SD dan punya adik cowok yang masih berumur sekitar 3 tahun, inisialnya B.

Waktu berlalu, tetangga gue itu sempet pindah rumah ke rumah dinas bokapnya di daerah Petojo. Kayaknya selama dia SMP-SMA deh. Begitu mau mulai kuliah, dia balik lagi ke Bekasi dan masih menempati rumah yang sama di sebelah rumah gue.

Cuma yang bikin gue suka senyum-senyum sendiri kalo inget, itu anak ya dari gue kenal dulu masih kecil dan belum bisa gue ajak jalan-jalan ke mall. Sekarang, gue ngerasa seumuran sama dia. She's my partner in crime. Kita udah bisa hang out bareng, ngobrol juga nyambung-nyambung aja. Punya kesenengan yang sama. Apalagi sekarang dia udah kerja, temen-temen kerjanya jadi temen-temen gue juga.

Kadang gue ngerasa amazed, oh my god. She's become my best friend now. Kadang gue bisa minta advise ke dia tentang masalah yang gue hadapi. Soal per-cowok-an kita juga nyambung, isn't it great? I just feel like I have a sister. Life is grow...

Semoga persahabatan beda usia ini bertahan sampai akhir hayat. Di manapun gue berada nanti, hubungan baik itu akan tetap terjaga. Komunikasi akan terus berjalan. Nggak akan pernah terputus, oleh jarak sekalipun.

Kurang lebih sebulan lalu, ada seorang teman sesama blogger yang menawarkan mencari teman untuk menulis novel bersama. Secara gue emang juga pingin banget punya buku, ya gue sambut tawarannya. Sebenernya gue lagi ngerjain project juga sama sahabat gue, tapi sampe sekarang terbengkalai karena sahabat gue ga bisa komit. Gue udah kenal sama si Biroe ini dari waktu bikin cerfet bareng beberapa orang temen lain di suatu blog forum. Ketika gue liat di twitter ada project nulis langsung aja gue mensyen die, gayung bersambut. Jadi deh kita ngerjain project bareng dan puji Tuhan, tulisan kita terpilih meskipun ga juara hehehe.

Dari situ kita merambah lagi ke project kita berdua. Bikin novel. Jujur aja gue bilang sama dia kalo gue belum pengalaman bikin novel. Secara buat gue, bikin novel itu kayaknya ribet, banyak yang perlu dipikirin dan gue ngerasa belum mampu untuk itu. Berhubung ini project duet, okelah untuk pelajaran buat gue. Apalagi si Biroe ini lebih banyak pengalaman nulisnya di banding gue dan ide-ide dia lebih mantap ketimbang gue yang banyakan flat :) (ini ketauan waktu lempar-lemparan ide sebelum mulai memutuskan lanjut dengan ide yang gabungan gue dan dia)

Pertama komunikasi kita hanya lewat wasap dan email. So far, lumayan lancar. Abis itu writer partner gue itu menawarkan bahwa kita perlu kopdar untuk ngebahas outline yang ada. Oke lah, karena gue juga berpikir ketemuan itu untuk bisa ngebangun chemistry.

Di suatu hari yang udah ditentuin ketemuan lah kita. Ga disangka kita ketemu sama-sama pake tas selempang. Cuma gue tas nya kecil, dia tas nya gedean. Gue pake celana pendek selutut, dia juga pake celana pendek selutut. Ngobrol punya ngobrol dibikinlah outline untuk nge-guide kita supaya ga lari dari cerita.

Chapter 1, bagian gue udah kelar. Bagian dia tinggal satu karakter lagi yang sedang dalam proses. Gue ngerti lah kalo kita nulis itu pasti ada saatnya stak dan buat gue santai aja. Kalo keburu-buru juga takut hasilnya ga maksimal. Kalo ide mengalir lancar pasti keliatan juga di hasilnya.

Pertemuan kedua terjadi di hari sabtu kemarin. Waktu ketemu dan sama-sama duduk, gue senyum-senyum sendiri di dalam hati. Ga janjian, tapi kita dateng sama-sama pake tas ransel terus atasannya sama-sama warna ijo. Cuma dia ijonya lebih tua dan polos, sementara gue ijonya lebih terang ada banyak tulisan. Jangan-jangan ini tanda-tanda kita udah ber-chemistry hahaha.

Di pertemuan ke-dua ini, outline cerita kita udah kelihatan 80-90 persen. Sekarang mau masuk chapter 2 dan gue yang di daulat untuk memulai cerita. Oh ya, kemarin waktu ketemu si Biroe ngasih strawberry dua kotak kecil. Lumayan, bisa gue pake untuk bahan nasi goreng strawberry :)

Nah, begitulah kisah unik dengan writer partner gue (unik versi gue loh hehehe). Sekarang gue mau nyari inspirasi ldan mulai ngebut nulis lagi.

Chaoo...

Si Oranje

Jumat kemaren gue ga masuk kerja lantaran perut gue melilit ga karuan. Gue udah ngerasain dari tengah malem, tapi gue paksain tidur aja. Ternyata pas bangun kondisinya ga ada perubahan. Dari pada gue paksain kerja, mending gue istirahat di rumah.

Sepanjang hari kerjaan gue tidur mulu. Udah minum obat tapi, perut gue masih belum bisa diajak kompromi. Sendawa terus. Baru Sabtu pagi berasa enakan sampe hari ini.

Kalo ditanya penyebabnya apa, gue juga bingung. Rasa-rasanya kamis malem gue makan biasa aja. Makanan pedes? Tiap hari rata-rata gue ga ketinggalan sambel. Mungkin badan gue aja kali ya yang kepengen istirahat. Temen kantor gue bilang, bisa jadi masuk angin juga makanya asem lambung gue naek.

Yahhh...iya juga kali ya. Tapi, yang pasti sekarang kondisi gue udah enakan dan sakit maag itu ngeselin. Perut rasanya muter-muter ga karuan, sebentar-sebentar diem eh ga lama muter lagi. Kayaknya ada yang maen komidi puter di dalem perut gue.

Hadeuuhh... ditengah cuaca yang ga menentu gini jaga kondisi badan ya temans, jangan telat makan, perbanyak ngemil biar perut lo ga kosong. Etapi, perut kita ga kosong-kosong amat kan ya, masih ada usus dan teman-temannya.

Ahh...yang penting usus kita ga boleh nganggur, mesti banyak bekerja. Nah! Ini jadi ngelantur kan ngomongnya. Jaga kesehatan! Itu intinya :))



Posted from WordPress for Android
image





Siapa yang pernah nonton serial Oshin di TVRI sekitar tahun '80-an? Yang kiranya seumuran gue pasti pernah nonton :)

Serial itu begitu menyentuh dan paling beken kala itu. Mulai dari Oshin kecil, remaja sampai tua.

Kemaren gue nonton film versi layar lebarnya. Gue ga tau ya animo penonton di Jepang sana, cuman pas kemarin gue nonton di bioskop, bekasi peminatnya sedikit sekali. Mungkin ga banyak orang yang tertarik.

Buat gue, seperti nostalgia. Tapi, sayangnya greget di film dan serial tv nya beda banget. Emang kalo di film nya yang diceritain Oshin masa kecil aja dan gimana dia berjuang memenuhi keinginan ayahnya supaya dia kerja untuk bantu ekonomi keluarga dengan menjadi seorang pembantu.

Seandainya ada stasiun tv nasional yang mau memutar ulang serial Oshin ini, gue pasti ngikutin. Dari pada nonton sinetron yang ga mendidik, mending nonton serial Oshin. Anak-anak bisa liat gimana Oshin rajin bekerja dan ga ngelupain pendidikan biarpun dia bekerja menjadi pembantu.

Dulu saking bekennya serial Oshin sampe-sampe pemeran Oshin kecil pernah ke Jakarta. Tapi, waktu ke Jakarta udah remaja.

Yang mau nostalgia sama Oshin, jangan sampe keabisan. Tetep nguras airmata ngeliat kegigihan anak kecil yang seharusnya sekolah dan bermain tapi, malah kerja keras.



Posted from WordPress for Android
Hari ini gue terharu sama anak-anak jemputan yang selalu gue temenin waktu pulang.

Pas Selasa, 28 Jan'14 gue seperti biasa nemenin dua anak cewek SD pulang dari sekolah setelah mereka ekskul jam empat sore. Ternyata hari itu di daerah kelapa gading menuju sunter padet banget. Sekitar jam lima sore yang biasanya udah nyampe sunter, ini masih ketahan di daerah yos sudarso. Kontan anak-anak itu udah ngeluh kelaparan.

Gue ga sampai hati ya nahan lapar mereka. Akhirnya gue mutusin untuk mampir sebentar ke mini market. Gue beliin mereka cemilan dan air mineral. Mereka seneeenggg banget.

"Miss, I will pay you back tomorrow for this." Salah satu anak ngomong ke gue diikutin sama temennya satu lagi. Gue bilang ga usah. Ga perlu ganti, tapi mereka yang ngotot gitu tetep mau ganti. Gue diemin aja.

Nah kemarin gue ga masuk kan karena kebanjiran. Pas tadi ketemu gue diberondong sama dua anak itu pada mau ngasih duit. Gue udah mati-matian nolak. Gue bilang ga usah, gue tulus beliin mereka tetep aja gue dipaksa. Mana yang satu udah bikin amplop khusus buat dikasih ke gue. Akhirnya diselipin ke tas tenteng gue.

Dengan berat hati gue terima. Gue ga ngeliat nilai yang mereka kasih untuk ngegantiin tapi, keseriusan mereka dan memang keinginan mereka sendiri untuk ngegantiin.

Gue emang sayang sama dua anak jemputan itu. Mereka nice banget. Gue tau mereka anak-anak orang berada yang punya uang jajan ga cuman 5,000 atau 10,000. Dan cemilan yang gue beliin buat mereka itu sangatlah murah di mata mereka. Tapi, dorongan kasih sayang itu yang bikin gue juga rela beliin cemilan mereka. Simple kan..

Akan gue simpen amplop dan isinya. Bukti keikhlasan mereka dan pedulinya mereka ke gue.

image







Posted from WordPress for Android
image





Hari ini, Rabu 29 Jan'14 di komplek gue, harapan baru 1 bekasi barat terserang banjir.

Semua berawal dari harapan baru 2, komplek yang nempel di belakang komplek gue. Dari jam 10-an malem gue denger dari tetangga tuh komplek udah banjir semata kaki. Bingung lah gue, ujan deres cuman siang doang kok banjirnya malem?

Denger-denger kali Bekasi jebol. Wahh pantesan aja tuh komplek banjir. Ehh tengah malem ampe pagi ujan gede ga berenti-berenti. Alhasil komplek gue dapet kiriman dari komplek belakang yang kata temen gue banjirnya udah 2 meter.

What the??!! Kaget bener gue. Kalo dibelakang segitu, pantes aja komplek gue semata kaki dan sempet masuk teras. Bahkan di beberapa tempat sekitaran komplek gue ada yang sebetis sampe sepaha variasi ketinggian airnya.

Tapi, ada kisah lucu dibalik keadaan ini. Dari pagi-pagi buta gue nunggu whatsapp dari temen yang ga lain tetangga sebelah, kok ga ada bunyinye nih? Ujan gede banget kok dia diem aja? Padahal anaknya parno-an. Yah gue adem aja berarti masih aman.

Eh, ga tahan ya nunggu kabar, akhirnya sekitar jam 5-an gue whatsapp die baru deh ngobrol nyambung. Ternyata, jam 2 pagi dia whatsapp ke gue katanya dan gue ga bales-bales. Dia ngira, gue gebluk banget kok ga bangun-bangun. Eh...tadi setelah konfirmasi berdua ternyata dia reply ke salah orang. Ngakak lah kita berdua.

Jadi, kita berdua saling tunggu-tungguan berita hahaha..

semoga air cepet surut dan ga ditambah ujan deres lagi... aminn..



Posted from WordPress for Android
The Land of Stories: The Wishing Spell (Bacaan Bagus)Pernah tau cerita Cinderella, Sleeping Beauty, Gadis Berkerudung Merah, Snow White, Rapunzel, Little Mermaid, dan kisah dongeng lainnya?

Nah, di bulan Januari ini gue di kasih bacaan baru yang menarik banget dari temen gue. Apa ada hubungannya sama pertanyaan gue? Pastinya ada, soalnya bacaan baru ini kelanjutan dari kumpulan kisah dongeng itu.

Gue kasih petunjuk ye. Kisah ini diawali sepasang anak kembar Alex (cewek) dan Conner (cowok) yang ga sengaja masuk ke dalem buku cerita The Land of Stories yang dikasih neneknya.

Mereka terkagum karena di sana mereka bisa kerajaan-kerajaan dongeng yang sebelumnya hanya mereka tau dari buku bacaan. Terlebih Alex yang udah hafal banget kisah-kisah dongeng yang sering diceritain sama bokapnya.

Mereka pertama kali ketemu sama Pangeran Kodok. Terus setelah itu dimulailah petualangan mereka di situ. Gadis Berkerudung Merah yang bebas dari jeratan serigala sekarang memiliki kerajaan sendiri. Begitu juga dengan Snow White. Terus Ratu Jahat, nyokapnya Snow White dipenjara tapi akhirnya berhasil bebas. Apa yang terjadi sama Cinderella?
Di kisah ini, Cinderella lagi hamil dan menunggu kelahiran anak pertamanya.

Lama-lama si kembar ini pingin pulang karena udah kelamaan, takut nyokap dan neneknya khawatir. Berbekal buku diary dari traveller sebelumnya yang bisa keluar dari Land of Stories ini, mereka mulai ngumpulin barang-barang yang dibutuhkan untuk Wishing Spell.

Proses ngumpulinnya seru juga. Yang bikin penasaran siapa sih neneknya si kembar? Siapa sih si Traveller yang bisa "nyebrang" dari dunia dongeng ke dunia manusia?

Dijamin kalo udah baca ga mau berenti. Sayangnya bacaan ini gue dapet dari temen dalam bentuk ePub (berbahasa inggris) dan bisa dibaca via Mantano Reader Lite aplikasi yang bisa di unduh di playstore.

Kalo ada yang minat bisa japri gue di evi_yuniati@yahoo.com dan info alamat email. Nanti gue kirim by email.

Sekali kirim bakal dapet 2 buku. Yang satu lagi sequelnya, The Land of Stories: The Enchantrees Return. Sequelnya jauh lebih seru. Ada bagian cerita yang lucu dan sedihnya.



Posted from WordPress for Android
Gue baru selesai nonton TKvDW. Kisah cinta yang menyentuh hati. Sekalipun hati tersakiti, yang namanya cinta mati bisa mengalahkan segalanya. Harta mengalahkan cinta.

Akting Junot wokeh bangets. Penghayatannya dapet banget. Di film ini dia beradu akting lagi sama Pevita. Pas adegan pertama kali Zaenuddin ngeliat Hayati, gue jadi inget film 5 cm pas adegan Juple ngeliat Dinda yang cantik banget. Tatapan mata Junot menurut gue sama, jadi bikin gue senyum-senyum sendiri.

Akting Reza, jangan ditanya. Udah pasti top. Perannya jadi penjudi, flamboyan, dapet. Randy Nidji, sebagai pemula yah..boleh lah. Ada bakat, tinggal dipoles lagi :)

Ceritanya bersetting tahun '30-an. Untuk daerah tempat asal Hayati, kota Padang Panjang, gue ga terlalu tau nuansa daerah-daerah itu di tahun '30-an seperti apa. Cuman begitu Zaenuddin hijrah ke Batavia, alamaakk itu daerah Kota Tua yang masih terlihat kondisi yang sekarang. Meskipun ga terlalu banyak spot yang di shoot.

Untuk tempat berniaganya Zaenuddin di Surabaya, gue ga tau apa beneran ada take di kota Surabaya apa ga. Cuman pas pementasan teatrikal -nya Zaenuddin kok seperti di Gedung Kesenian Jakarta.

Yang gue ga tau cuman rumah super gede tempat tinggal Zaenuddin itu rumah punya siapa dan di daerah mana. Sumpah! Luas dan mewah banget.

Harusnya gue ga merhatiin set lokasi nya ya, jadinya nge-distract perhatian gue ke ceritanya. But, overall cukup baik film ini. Perjuangan melawan hati itu emang ga mudah. Zaenuddin memang gagal move on. Memaafkan seburuk apapun perlakuan atau perkataan dari orang yang kita cintai. Dan mau menerima kembali walau pernah dikhianati dan disakiti.



Posted from WordPress for Android
Happy New Year 2014!

Posting pertama di tahun yang baru ini. Gue jumat kemaren nonton film "Hours", film terakhir yang dibintangin Paul Walker sebelum meninggal karena kecelakaan mobil.

Buat gue ini pertama kali gue liat aktingnya almarhum di film drama. Dari sekian banyak seri Fast and Furious yang gue tonton cuman yang Tokyo Drift, di film itu Paul Walker ga ikutan maen.

Jadi gue baru denger suara Paul Walker ya pas nonton Hours ini. Film ini kisah heroic seorang ayah yang sangat melindungi anaknya yang lahir prematur di tengah badai katrina, di rumah sakit, ga ada listrik. Batre inkubator yang udah bocor parah, bener-bener perjuangan banget.

Akting PW oke juga. Yang bikin tegang itu pas batre inkubator mulai abis dan PW harus mulai engkol dinamo supaya batre keisi lagi. Konfliknya kurang greget, tapi lumayan untuk tontonan di awal tahun ini.



Posted from WordPress for Android