Tenggelamnya Kapal van Der Wijk

0 Comments
Gue baru selesai nonton TKvDW. Kisah cinta yang menyentuh hati. Sekalipun hati tersakiti, yang namanya cinta mati bisa mengalahkan segalanya. Harta mengalahkan cinta.

Akting Junot wokeh bangets. Penghayatannya dapet banget. Di film ini dia beradu akting lagi sama Pevita. Pas adegan pertama kali Zaenuddin ngeliat Hayati, gue jadi inget film 5 cm pas adegan Juple ngeliat Dinda yang cantik banget. Tatapan mata Junot menurut gue sama, jadi bikin gue senyum-senyum sendiri.

Akting Reza, jangan ditanya. Udah pasti top. Perannya jadi penjudi, flamboyan, dapet. Randy Nidji, sebagai pemula yah..boleh lah. Ada bakat, tinggal dipoles lagi :)

Ceritanya bersetting tahun '30-an. Untuk daerah tempat asal Hayati, kota Padang Panjang, gue ga terlalu tau nuansa daerah-daerah itu di tahun '30-an seperti apa. Cuman begitu Zaenuddin hijrah ke Batavia, alamaakk itu daerah Kota Tua yang masih terlihat kondisi yang sekarang. Meskipun ga terlalu banyak spot yang di shoot.

Untuk tempat berniaganya Zaenuddin di Surabaya, gue ga tau apa beneran ada take di kota Surabaya apa ga. Cuman pas pementasan teatrikal -nya Zaenuddin kok seperti di Gedung Kesenian Jakarta.

Yang gue ga tau cuman rumah super gede tempat tinggal Zaenuddin itu rumah punya siapa dan di daerah mana. Sumpah! Luas dan mewah banget.

Harusnya gue ga merhatiin set lokasi nya ya, jadinya nge-distract perhatian gue ke ceritanya. But, overall cukup baik film ini. Perjuangan melawan hati itu emang ga mudah. Zaenuddin memang gagal move on. Memaafkan seburuk apapun perlakuan atau perkataan dari orang yang kita cintai. Dan mau menerima kembali walau pernah dikhianati dan disakiti.



Posted from WordPress for Android


Tulisan Lainnya:

Tidak ada komentar: