Mereka Tuli, Mereka Kita

1 Comments
Apa yang terlintas di benak teman-teman kalo denger tuna rungu? Pastinya adalah orang yang memiliki kekurangan dalam pendengaran dan efek lainnya tidak bisa berbicara mengeluarkan susunan kalimat yang seharusnya. Hanya suara-suara tidak jelas yang dikeluarkan.

Berhadapan dengan orang tuli membuat malas berdialog. Ya iyalah, bahasa apa yang bisa kita gunakan? Tidak semua orang paham dengan bahasa isyarat yang mereka gunakan. Kesulitan berkomunikasi sangat amat mereka rasakan. Bedanya dengan buta, walaupun mereka tidak melihat mereka masih bisa mendengar dan bicara.

Sementara tuli? Walaupun bisa melihat, mereka tidak bisa mendengar dan bicara. Dual kekurangan. Membuat dunia mereka seperti berbeda dari yang lain. Jujur, gue juga nggak punya teman atau keluarga yang tuli. Kalo di jalan-jalan paling cuman ngeliat dan nggak pernah bersinggungan langsung. Sampe akhirnya gue dateng ke sekolah alam anak sholeh dhuafa di bekasi, bertemu dengan salah satu siswanya yang nggak bisa bicara. Info yang gue tau, anak ini nggak bisa bicara karena pita suaranya kena operasi waktu ngalamin kecelakaan di usia dini. Pendengarannya juga terganggu.

Gue liat semua temen-temennya komunikasi dengan dia ya dengan bahasa isyarat seadanya dan anak itu bisa membaca gerakan bibir lawan bicaranya. Gue terenyuh juga ngeliatnya dan anak ini hisa cepet deket sama gue.

Beberapa bulan lalu, gue dapet info dari temen satu komunitas gue kalo di ruang perpus kemendikbud, senayan ada kelas bahasa isyarat. Kayaknya menarik juga ya. Gue pingin tau seperti apa bahasa isyarat itu. Kadang suka liat pas ganti channel ke tvri, pas siaran berita suka ada box kecil di sudut kanan bawah tapi, nggak paham juga apa artinya.

Datenglah gue di kelas pertama, guru yang ngajar tuli juga. Setelah tau sedikit-sedikit ternyata menarik juga belajar bahasa isyarat dan kelas ini diadakan oleh Youth For Diffable. Komunitas yang peduli dengan orang-orang tuli. Lewat temen-temen YFD juga gue baru tau kalo ternyata bahasa isyarat di tiap daerah itu berbeda. Ada dua bentuk bahasa isyarat, yaitu SIBI (sistem isyarat bahasa indonesia) dan BISINDO (bahasa isyarat indonesia).

Menurut foundernya YFD, sekarang dalam proses penggodokan di mana bahasa isyarat yang akan digunakan nantinya adalah yang BISINDO. Karena SIBI dirasa kurang fleksibel juga oleh temen-temen tuli. Karena temen-temen tuli lebih juga melihat ke ekspresi wajah, jadi belajar bahasa isyarat itu nggak hanya melulu gerakan tangan tapi, ekspresi sangat perlu. Setelah beberapa kali pertemuan, gue merasa untuk masalah ekspresi gue masih belum bisa dapet ya.

Gue suka ngeliat kefasihan dari founder YFD yang bisa komunikasi dengan gurunya atau kalo ada temen-temen tuli yang dateng juga (biasanya temen dari pengajarnya ^_^) seru aja. Gue jadi keinget sama anak tuna wicara yang di sekolah alam, bekasi. Pasti dia akan lebih seneng kalo bisa komunikasi dengan bahasa isyarat yang tepat.

Gue selalu berusaha hadir disetiap kelas bahasa isyarat ini. Kalo nggak bener-bener ada hal yang nggak bisa ditinggal, baru gue nggak dateng. Semakin banyak tau, semakin tertarik gue untuk mengenal lagi dunia tuli. Gue seperti tersadar, iya ya, mereka ini sama loh seperti kita, hanya saja mereka punya bahasa sendiri untuk komunikasi.

 Sejak ikut kelas ini, gue juga jadi tau kalo temen-temen tuli ini butuh penterjemah, butuh pendamping. Selama ini mereka seperti terpisah dari temen-temen yang normal. Padahal menurut gue seru juga ya kalo ada bahasa isyarat selain bahasa indonesia, bahasa asing dan bahasa daerah. Memang sih butuh kajian panjang dan nggak mudah tapi, kalo banyak dari kita yang peduli dan pelan-pelan tapi pasti bergerak bersama, pasti bisa.

Mereka memang tuli, tapi mereka adalah bagian dari kita. Kalo bisa merobohkan pembatasnya kenapa tidak? Banyak jalan menuju roma, banyak jalan merangkul temen-temen tuli. Mereka bisa sekolah, kuliah, kerja, belanja, jalan-jalan ke tempat hiburan, sama seperti kita yang normal bila semua orang bisa mengerti bahasa isyarat. Memang pertanyaannya, butuh waktu berapa lama bahasa isyarat bisa tersosialisasi?

Buat temen-temen yang mau tau tentang BISINDO, bertemu dengan temen-temen tuli, bisa datengin boothnya di depan hotel Mandarin di acara car free day jam 7-10 pagi. Ditunggu... :)



Tulisan Lainnya:

1 komentar:

  1. Artikel ini memberikan wawasan terbaru buat saya, wacana pembahasan ini sangat bermanfaat.

    BalasHapus