Sabtu Bersama Bapak

0 Comments
Judul buku : Sabtu Bersama Bapak
 Penulis : Adhitya Mulya
 Penerbit : Gagas Media
 Halaman : 217 halaman

Buku yang recommended. Nggak diragukan lagi kepiawaian Adhitya dalam menulis. Bukan bermaksud lebay tapi, kenyataan bahwa Sabtu Bersama Bapak ini menginspirasi.

Jadi inget bukunya Mitch Albom, Tuesday With Morie. SBB ini juga bisa menjadi acuan bahwa di saat seseorang di vonis mengidap penyakit berbahaya dan umur yang tidak lama lagi tapi, bisa melakukan sesuatu yang berarti.

Seperti bapak Gunawan yang divonis kanker stadium tinggi dan tinggal setahun lagi umurnya justru tidak meratap. Malahan dia mempersiapkan banyak hal untuk istri dan dua anak laki-lakinya. Jadi, sampai batas waktu yang ditentukan, pak Gunawan tidak cemas dan tenang meninggalkan keluarganya menghadap Sang Khalik. Sekalipun raga pak Gunawan tak lagi di tengah keluarganya tapi, dia bisa membesarkan anak-anaknya. Dua anak laki-lakinya sama sekali tak kehilangan sosok bapaknya. Setiap Sabtu sedari kecil Satya dan Cakra selalu menghabiskan waktu bersama bapaknya.

Wejangan demi wejangan sudah dipersiapkan pak Gunawan. Bahkan sampai Satya dan Cakra dewasa, bapak selalu ada. Di saat Satya merasa dirinya terlalu keras terhadap istri dan tiga anaknya, Satya kembali mendengar nasehat bapak. Hanya nasehat bapak yang menentramkan.

Saat Cakra menemukan pendamping hidup, dikenalkannya sang calon dengan sosok bapaknya. Perjuangan ibu Itje membesarkan dua anak lelakinya tak kalah hebat. Mengembangkan usaha rumah makan bahkan sampai menyembunyikan penyakit kanker payudaranya dari Satya dan Cakra karena, dia ingat nasihat pak Gunawan supaya tidak menyusahkan anak-anak.

SBB ini mengajak kita untuk bisa belajar menghargai waktu. Sekalipun waktu yang dipunya tidaklah lama tapi, kalo kita bisa ngisi dengan yang bermanfaat, bisa menjadi inspirasi bagi orang yang ditinggalkan. Gaya tutur sehari-hari, cerita yang mengalir, bikin gue betah baca buku ini dan selesai sehari (setengah halaman buku dibaca mulai jam 10-11.30 malam. Abis itu tidur, ngantuk. Terus sisanya malam berikutnya dari jam 9-10.30)

 Baca deh, pasti suka :)



Tulisan Lainnya:

Tidak ada komentar: