Hari ini, Sabtu, 17 Desember 2016 gue akhirnya berkesempatan untuk piknik! Hal yang udah lamaa banget gue tunggu-tunggu. Nggak perlu jauh-jauh, cukup ke Bandung aja gue udah bahagia.

Baru kali ini gue nginep semalem di Bandung sendiri nggak pake temen. Biasanya kalo jalan sendiri juga gue pasti pulang hari, belum pernah nginep. Gue beraniin diri nyari hotel via airy rooms aplikasi dan dapetlah di Airy Pasteur Surya Sumantri Kav. 4B, Sutami, Bandung (Asoka Inn). Ternyata kalo pesen dari aplikasi bisa dapet potongan harga. Harga kamar plus sarapan Rp 275,400 sebelumnya sekitar Rp 290,000-an. Dari Bekasi-Bandung naik bus Primajasa yang berangkat jam 6 pagi dari Harapan Indah. Harga tiketnya Rp 60,000.

Ngomongin soal perjalanan, belum nyampe gerbang tol Cikarang udah padat merayap. Nggak tau macet apaan. Kayaknya sih volume kendaraan aja, soalnya lepas dari tol Cikarang lumayan lancar. Di kilometer 57 (kalo nggak salah) bus-nya isi bensin. Abis itu ketahan dong sama bus-bus yang pada parkir di sisi jalan keluar. Udah tau tuh jalan nggak lebar, hari ini banyak banget bus tour yang ngangkut dari anak-anak SMP di Tangerang sampe family gathering perusahaan apa gitu. Lumayan lah sekitar setengah jam ada tuh ketahan.

Lolos dari tempat peristirahatan itu, perjalanan biasa aja sampe mau masuk daerah Purwakarta kesendet lagi, kali ini karena ada perbaikan di sisi kiri jalan. Yah ada-ada aja dah. Akhirnya nyampe terminal Leuwi Panjang sekitar jam 10-10.30 gitu deh. Terus pesen ojek online dan sampe di hotel sekitar 11-11.30 gitu, soalnya nunggu ojek online-nya lumayan lama dan perjalanannya juga jauh. Sampe di hotel istirahat bentar abis itu pakai jasa ojek online lagi ke Sumber Hidangan, Braga.


Di Sumber Hidangan gue makan kue sus, es krim marasquino (susu tapi di campur rhum), sama bungkus risol dan kroket. Cuma menurut gue ya, rasa es krim-nya nggak seperti waktu awal pertama kali gue makan. Kali ini rasa rhumnya kurang dan sepertinya lebih berasa tepung-tepung gitu. Cita rasanya kalo menurut gue menurun. Nggak tau ya apa cuman gue aja yang berasa gitu atau yang lain juga ngerasain hal yang sama? 

Dari situ jalan-jalan sekitaran Braga dan nyobain indomie di Warung Upnormal. Indomie yang gue pilih itu Indomie goreng sambal matah. Harganya Rp 14,000-an dan pedesnya nampol dan berasa Bali banget hehehe. Sama bungkus nasi goreng bawang merah yang dibanderol harga Rp 20,500. No pedes. Abis itu gue ke Bandung Trade Center window shopping aja sama beli minuman aja di supermarketnya. Pertama kalinya ke BTC :)

Dari BTC balik ke hotel. Mandi, istirahat bentar terus sekitar setengah enam-an gitu ke Paris Van Java Mall. Tadinya mau jalan-jalan di situ eh, pas nyampe mata langsung liat pintu teater, langsung aja dah nonton film terbaru Star Wars: Rouge One.

Abis nonton, mau cari makan tapi, ketemunya malah booth-booth di sepanjang koridor dan belilah gue makan malam yang sehat banget. Gue beli granola yang di dalam gelasnya itu ada potongan buah, ager, dan yoghurt. Jujur keder gue sama mall PVJ. Gue bingung, nggak ngerti mau ke mana dan rame orang pulak. Pusing ngider-ngider nggak jelas, gue mutusin balik ke hotel aja dan nulis postingan ini deh hehehe.

Besok gue udah balik ke Bekasi lagi. End of my piknik. Tapi, seneng udah bisa jalan-jalan :)
Masih ada piknik berikutnya kok. Tenang aja. 

Tunggu postingan selanjutnya ;)
dok.Lainey Gossip
Late post. Iya memang. Nontonnya mah udah dari bulan November kemarin pas baru-barunya film ini tayang di bioskop.

Dari trailer-nya muncul di bioskop dan media sosial, gue udah ngincer banget pingin nonton film baru yang naskahnya ditulis langsung oleh J.K. Rowling.

Fantastic Beast and Where To Find Them adalah sempalan dari seri film Harry Potter yang terinspirasi dari judul buku yang sama.
Film ini berlatar kota New York tahun 1926. Newt Scamander tokoh utama di film ini mampir ke New York dalam perjalanannya menuju Arizona. Di kota New York inilah kisah Newt dimulai. Berawal dari salah seekor binatang berjenis Niffler yang disimpannya secara magic di dalam kopernya lepas karena melihat cahaya silau dari perhiasan.

Tanpa disadari Newt, gerak geriknya diperhatikan oleh seorang auror Magical Congress of the United States of America (MACUSA), Tina Goldstein. Karena saat pengejaran Niffler, Newt memakai kekuatan magicnya hingga melibatkan Jacob Kowalski, seorang no-maj (non-magical). Setelah tertangkap oleh Tina, Newt dibawa menghadap Seraphina Picquery, Presiden MACUSA. Sempat di tahan tapi, Newt bisa meloloskan diri dibantu Tina dan Queenie. Petualangan Newt pada akhirnya melibatkan Jacob Kowalski juga yang sempat punya perasaan spesial terhadap Queenie.

Di dalam tas magic Newt banyak sekali hewan-hewan aneh dan gara-gara seekor Niffler yang lepas membuat beberapa hewan aneh lainnya ikut keluar dan susah payah Newt harus mengumpulkan dan memasukkan mereka kembali ke koper ajaibnya. Tapi, di sini yang harus diselamatkan adalah Credence, anak angkat Mary Lou yang menganggap penyihir itu ada dan berbahaya. Credence adalah obscurus, kekuatan destruktif gelap secara tidak sengaja diwujudkan oleh anak-anak ajaib. Anak itu dipaksa untuk menyembunyikan kekuatan mereka.

Berhasilkah Newt menyelamatkan Credence? Pasti udah banyak yang tahu jawabannya :)

Gue baru tahu kalo ternyata Rowling bikin prequel ini. Newt nulis buku tentang hewan-hewan buas yang aneh-aneh dan judul bukunya Magizoologist dan menjadi buku wajib siswa Hogwarts di tahun pertama. Menariknya di filmnya ada tuh cerita sedikit kalo Newt pernah suka sama Leta Lestrange yang sepertinya ada hubungannya sama Sirius Black.

Nggak sabar pingin nonton lanjutannya Fantastic Beast and Where To Find Them-2 yang sayangnya baru rilis nanti tahun 2018. Masih lama ya bok..

Gue suka sama Eddie Redmayne pemeran Newt Scamander. Wajahnya tuh British banget dan cocok jadi tokoh Newt. Dan yang nggak disangka itu di akhir filmnya. Graves yang diperankan Colin Farrel berubah menjadi Gellert Grindelwald yang diperankan Johnny Depp. Surprising me! :)

So, buat gue J.K. Rowling itu penulis serial wizard seperti ini dan buat gue kehilangan rasa aja pas dia nulis buku di luar serial penyihir. Aura magic-nya terlalu kuat. Dia bisa bikin tokoh-tokohnya hidup dan punya silsilah. Suka!

Yang kelewat nonton film ini, tunggu aja DVD originalnya keluar :)
shoutmeloud.com
Hai readers, gue mau share pengalaman nih. Baru-baru ini ada pihak digital agency yang posting comment di salah satu artikel gue. Digital agency tersebut menawarkan kerjasama untuk memasang sponsored post di blog gue. Hmm...sponsored post? Apaan tuh ya? Akhirnya gue email tanya seperti apa kerjasamanya. Lalu dari pihak agency tersebut mengatakan bahwa produk yang mereka tawarkan adalah iklan salah satu situs pemesanan tiket online. Terus gue diminta tulis tentang traveling yang mana di dalam tulisan gue itu ada link ke website tiket online tersebut atau gue bisa meng-edit tulisan yang nantinya dikirim dari mereka. Ada imbalan dengan nilai tertentu dari mereka sesuai dengan Domain Authority gue.

Sebelum gue jawab balik, gue ngobrol dulu sama temen sesama blogger mengenai permintaan dari pihak agency itu. Kalo soal imbalan, menurut temen gue coba minta di nego lagi jangan terlalu minim seperti yang diajukan dari pihak agency. Akhirnya gue coba nego dan juga tanya beberapa hal, tapi dari pihak agency tidak bisa memenuhi permintaan nominal dari gue. Ya sudah lah ya, secara gue juga baru kenal sama si sponsored post ini akhirnya gue setuju kerjasama dengan mereka.

Ternyata, gue nggak perlu nulis artikel sendiri. Dari pihak mereka sudah menyiapkan materinya, gue tinggal posting di blog, isi invoice dan voala! honor langsung diproses dan dalam tiga hari kedepan gue udah terima :)

Dari situ gue jadi tertarik untuk kenalan lebih lanjut dengan si sponsored post ini. Gue coba cari tahu dan sama si mbah gugle gue diarahkan ke halaman ini. Terus gue juga cari tahu dari wikipedia dan kata wikipedia Sponsored Post itu menurut Mutum dan Wang (2010) sebagai "entri blog dipromosikan atau post yang berisi link yang mengarah ke halaman rumah atau halaman produk tertentu dari situs sponsor yang blogger menerima kompensasi dalam bentuk uang, produk, jasa, atau dengan cara lain." Mereka juga dikenal sebagai posting dibayar atau disponsori ulasan.

Oh ya, mengenai link halaman yang tadi gue share, menurut gue tips-tipsnya menarik. Tapi, buat gue yang paling oke untuk diinget itu adalah point Fokus Pada Content. Iya sih, kalo mau dapet sponsored post paling nggak blog lo itu fokus mau tentang apa. Jadinya pengaruh juga ke nilai kompensasinya hehehehe...

Segini dulu ya pengalaman gue. Nanti kalo ada pengalaman baru lagi, gue share dah ^_^
Dengan lensa makro. Lokasi: Taman Menteng
Sekarang gue punya hobi baru. Nature Photography (fotografi alam). Objek gue lebih ke bunga tapi, nggak tertutup juga untuk foto serangga, daun, selama masih layak jadi incaran hehehe.

Kamera yang dipake hanya kamera smartphone dan tambahan lensa makro untuk membidik objek-objek kecil sehingga tampak besar. Dari beberapa koleksi yang akan gue unggah nggak semuanya pake lensa makro tapi, bener-bener ngandelin kejernihan kamera smartphone Lenovo A6010+ yang memiliki kekuatan kamera belakang 13 mega pixel.

Setelah melewati tahapan touch up yang sangat sederhana jadilah seperti sajian berikut ini :) enjoy the pics :)

Dengan lensa makro. Lokasi: Taman Menteng
Kamera smartphone. Lokasi: Kebun Raya Bogor
Kamera smartphone. Lokasi: Kebun Raya Bogor
Kamera smartphone. Lokasi: Kebun Raya Bogor
Kamera smartphone. Lokasi: halaman sekolah
Dengan lensa makro. Lokasi: halaman sekolah
Weekend yang bermanfaat. Sabtu minggu lalu, 15 Oktober 2016 gue sama dua orang temen ngadain workshop di SMP Chairiyah Mansyuriah, Tambora, Jakarta Barat. Itu almamater SMP salah satu temen gue.  Workshop yang kita adain yaitu, cara membuat blog.

Di era yang serba digital ini, menurut kami anak-anak remaja perlu dikenalkan dengan yang namanya blog. Paling nggak, mereka punya wadah untuk membuat sesuatu yang berguna. Jujur aja, gue sendiri masih nggak terlalu gape soal per-blog-an ini. Berdua sama temen yang gue kenal juga dari blog, kami menyusun materi yang akan dikenalkan ke teman-teman SMP Chairiyah Mansyuriah. Karena informasi yang kami dapatkan workshop ini diperuntukkan siswa Kelas 1 SMP, kami pun menyiapkan materi yang nggak terlalu berat-berat banget supaya mereka nggak jenuh, bosan. Konten tulisan kami minimalis, kami perbanyak konten gambar dan video. Anak-anak seumur itu kan lebih ke visual dibanding tulisan. Selain itu kami juga mengajak mereka untuk praktek langsung membuat blog secara berkelompok (mengingat keterbatasan laptop yang ada, karena sebagian sedang dipakai untuk RaKer teman-teman guru).

Berbagai jenis blog kami kenalkan dari mulai Raditya Dika, Trinity bahkan sampai Captain Ruby (food blogger). Semua sosial media semacam facebook, path, instagram, twitter, line, banyak yang sudah familiar. Apalagi dikalangan anak remaja, sosial media dijadikan tempat curhat positif maupun negatif. Dengan adanya workshop ini kami ingin mengenalkan pada teman-teman remaja ini untuk bisa lebih berkreasi yang positif tentunya dengan membuat blog. Kami juga memberi tahu kepada mereka keuntungan menjadi blogger, yaitu bisa dikenal banyak orang dan pastinya bisa menjadi trend setter untuk bidang-bidang tertentu. Kami ingin menggali MINAT mereka dulu. Karena menurut gue untuk menjadi seorang blogger itu perlu minat. Kalo lo nggak punya itu, sekalipun punya blog, halamannya akan kosong melompong dan nggak bermanfaat.

Blog itu juga sama seperti Diary tapi, ini versi online. Versi dimana siapa saja yang mengetahui alamat blog lo bisa baca dan bisa komen. Jadi, kalo lo mau nulis hal-hal yang negatif, mending nulis di buku Diary aja deh, jangan online. Kalo lo mau nulis Diary online, isilah dengan hal-hal yang positif, yang bisa menginspirasi dan dengan begitu pelan tapi, pasti akan banyak orang yang suka dan follow blog lo.

Dari lima kelompok yang kami buat, sudah bisa terlihat kelompok mana yang antusias, juga dari orang per orangnya. Yang bikin kami seneng, respon teman-teman remaja ini tidak mengecewakan. Padahal ini workshop pertama kami. Menurut temen gue yang almamater sekolah itu, Kepala Sekolahnya menyiapkan 50 siswa yang dibagi menjadi dua gelombang. Nah, ini baru gelombang 1 (23 siswa yang hadir dari 25 siswa) masih ada gelombang 2 yang masih dalam pembahasan kapan mereka akan mengikuti workshop ini. Kami juga sudah memberikan tugas untuk gelombang 1 yang nantinya untuk kami bisa menjadi alat ukur siapa yang benar-benar serius dengan blog ini. Dari jumlah yang sudah pasti, nantinya kami ingin mengajarkan mereka materi yang lebih variatif lagi.

Gue seneng akhirnya bisa berkegiatan lagi setelah berbulan-bulan bahkan tahun gue vacum nggak berkegiatan (lagi mager hehehe). Semoga teman-teman remaja ini bisa merasakan manfaat nge-blog sedari dini jadi, suatu hari nanti mereka bisa menjadi seseorang yang berhasil dari blog.

Salam blog :)
Akhir akhir ini marak beredar istilah kurang piknik. Efeknya secara tidak langsung juga membuat habbit masyarakat menjadi tambah suka dengan piknik atau traveling. Tidak heran jika ada promo murah tiket lion air, banyak masyarakat berbondong-bondong booking tiketnya untuk bisa piknik ke tempat yang mereka inginkan. Ada yang piknik ke luar kota, luar pulau, bahkan sampai luar negeri, demi terhindar dari wabah kurang piknik.

Lalu, seperti apa sih orang yang  terkena wabah kurang piknik? Apakah orang yang sering marah-marah dan berpikiran negatif? Kalaupun iya, apakah ada korelasinya atau tidak antara pikiran negatif dan piknik? Mungkin fakta yang didapat dari sebuah penelitan ini dapat  memaparkan bahwa piknik dan traveling di alam bebas dapat menekan tingkat aktivitas pada bagian otak yang sering berhubungan dengan penyakit mental.

Penelitian tersebut dilakukan oleh ilmuwan di Stanford University. Mereka melakukan penelitian dengan sampel 38 orang dimana 19 orang melakukan aktivitas berjalan-jalan di alam bebas dan 19 orang lainnya berjalan di lingkungan urban. Lalu bagaimana hasilnya? Cukup mengejutkan! 19 orang yang berjalan-jalan di alam bebas lebih rendah tingkat pikiran negatifnya dibanding dengan mereka yang berjalan-jalan di lingkungan urban.

Selain sering marah-marah dan pikiran negatif mungkin gejala-gejala berikut ini juga patut kamu waspadai, siapa tahu kamu sedang terkena wabah kurang piknik! Berikut gelajanya:
1.      
      Susah Diajak Bercanda

Gejala-gejala kurang piknik yang juga patut kamu waspadai adalah susah diajak bercanda. Suka bercanda atau humor merupakan sebuah hal yang lumrah dimiliki oleh setiap orang. Seserius apapun sifat orang pasti pernah dan suka becanda. Jika kamu akhir-akhir ini susah diajak bercanda atau diledek sedikit kamu marah? Wah hati-hati tuh mungkin kamu kurang piknik!

2.      Tidak semangat bekerja dan beraktivitas

Semangat kerjamu sedang menurun? Atau kamu sedang males melakukan aktivitas apapun? Wah sepertinya kamu sedang terkena wabah kurang piknik! Aktivitas yang padat dan pekerjaan yang menumpuk memang cukup menguras pikiran. Oleh sebab itu banyak perusahaan atau pabrik-pabrik kini mengagendakan traveling atau piknik untuk para pekerjanya agar semangat kerja tetap terjaga. Jika kamu sedang malas bekerja, boleh tuh sepertinya ajak teman kerjamu untuk traveling bersama.

Sumber: brighterlife.co.id

3.      Sehari-hari hanya ditemani smartphone

Kehadiran smartphone memang membuat candu. Banyak orang yang tidak bisa terlepas dari smartphone dalam kehidupannya. Jika smartphone bisa digunakan dengan smart tentu ini menjadi sinyal postif, akan tetapi jika smartphone kamu menjadi satu-satunya teman, mungkin kamu kurang piknik! Buruan deh piknik! Bukan hanya menyenangkan, kamu juga bisa dapat banyak teman saat piknik!

Sumber: cnbc.com

4.      Stalker-in akun media sosial mantan

Jika kamu susah move on dan sering stalker-in akun media sosial mantan, hati-hati mungkin kamu sedang terkena wabah kurang piknik! Stalker-in akun media sosial mantan bisa jadi akan semakin memperparah wabah kurang piknik kamu apa bila si dia habis piknik dengan pasangannya yang baru, uugh, sakit! Buruan deh kamu piknik dan jangan mau kalah sama si dia!

5.      Media sosial kamu minim foto keren

Gejala dan tanda-tanda lainnya kamu sedang terkena wabah kurang piknik adalah minimnya foto keren pada media sosial kamu, khususnya Instagram. Bagaimana mau banyak followers dan likers kalau kamu minim foto keren? Piknik atau traveling bukan sekedar menyenangkan, secara otomatis bakal menambah koleksi foto keren kamu. Simpelnya sih begini rumusnya, banyak foto keren = banyak followers + banyak likers.
Itulah beberapa gejala dan tanda-tanda kuran piknik. setelah mengetahui gejala-gejala tersebut maka solusi terbaiknya adalah piknik atau traveling, karena banyak manfaat yang bisa didapatkan dari traveling. Selain dapat menghindarkan dari wabah kurang piknik, traveling juga dapat menjadi moodbooster dan sarana relaksasi diri.

Sumber: worldofwanderlust.com

Setelah mengetahui salah satu solusinya adalah traveling, maka langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah meluangkan waktu untuk liburan dan segera mencari destinasi tempat wisata yang menarik buat kamu. Jangan lupa juga untuk mengecek ketersediaan tiket ke daerah tempatwisata jika kamu berencana traveling dengan transportasi umum.


So, selamat piknik dan jangan lupa bahagia ya! Have a nice traveling!
Hari ini di hari terakhir Indonesia International Book Fair. Kali ini yang menjadi undangan kehormatan yaitu Malaysia. Tahun ini pameran digelar di Jakarta Convention Centre. Biasanya di gedung Istora Senayan. Gue sih nggak berkeinginan ngunjungin booth Malaysia. Yang gue tuju langsung ke booth booth di dalem assembly hall.

Seperti biasa di setiap acara IIBF dipenuhi publisher publisher besar Jakarta, perpustakaan-perpustakaan Jakarta dan daerah, publisher dari luar negeri, juga komunitas-komunitas literasi.

Seru? Pastinya. Dan sepertinya tahun ini KPK jadi sponsor besar IIBF. Menariknya di IIBF 2016 muncul booth perpustakaan Departemen Kesehatan dan perpustakaan digital Puspen TNI. TNI-Jejaring. Gerakan Kebangsaan TNI mencerdaskan bangsa. Keren! TNI juga bergerak di bidang literasi.
Gue merasa beruntung dateng di hari terakhir ini. Bisa melihat Dedi Mizwar secara langsung membawakan puisi WS Rendra 'Datanglah, Ya Allah'. Karena beliau adalah aktor watak yang nggak diragukan lagi, jadi cara beliau membawakan puisi, ya sangat bagus. Menurut gue.

Terus gue juga melihat talkshow-nya Panji Pragiwaksono 'Mencari Indonesia'. Selama ini gue emang belum pernah baca buku-buku tulisan Panji. Tapi, denger dia ngomong soal bukunya tentang Indonesia, gue jadi tertarik. Panji sharing pengalamannya stand up di beda-beda negara dan menurutnya Indonesia tetap negara yang bisa dibanggakan. Tadi ada penanya yang nanya kenapa Panji nggak tertarik jadi DKI1 atau terjun ke politik. Jawabannya, karena Panji tidak berkompeten meskipun Panji cinta Indonesia. Yang gue inget dari pernyataan Panji, seorang pejabat kalo kompeten tapi kurang mencintai Indonesia jadinya bikin korupsi. Kalo mencintai Indonesia tapi tidak kompeten jadinya akan menyusahkan. Gue baru tau juga loh kalo di era sekarang ini ada anggota dewan yang nggak ngerti soal MS Excell di komputer. Weleh weleh...

Puncaknya, gue ditemukan ke seorang penulis yang mana dia itu teman baik teman-teman gue. Gue dikasih buku pertamanya dan pastinya akan gue review sebagai penukarnya  Namanya Rama Nugraha dan bukunya berjudul Tiga Dunia. Seperti apa bukunya, tunggu di review gue. Seorang penulis itu yang gue kagumi adalah prosesnya. Hasil itu udah pasti tapi, gimana caranya sampe jadi sebuah buku itu loh perjuangannya. Kalo gue bilang sampe berdarah-darah,mungkin hiperbola. Tapi, gue sendiri ngerasain gimana perjuangan ngusir rasa males dan ngilangin mind blocking. Rama juga ngabisin waktu panjang sampe akhirnya lahir juga si 'jabang bayi' ini.

Jadi...IIBF 2016 gue nggak kalap beli buku tapi, berhasil ngumpulin banyak goodie bag hahahaha
Rudy Habibie (Habibie & Ainun 2) adalah film yang gue rekomendasiin untuk ditonton.
Rudy Habibie adalah kisah masa muda bapak B.J Habibie. Menceritakan ketertarikannya dengan pesawat terbang dari usianya yang masih anak-anak. Kedekatan beliau dengan sang Ayah.

Kecerdasan, kejeniusan beliau berhasil mengantar beliau mendapat beasiswa kuliah di RWTH, Aachen-Jerman. Di sana Rudy ingin mewujudkan keinginannya untuk membangun Industri Dirgantara di Indonesia. Menjadi ketua PPI Achen dan didukung oleh kawan-kawannya seperti Lim Keng Kie, Piter, Poltak dan Ayu menjadikan Rudy begitu semangat mewujudkan keinginannya tersebut. Walaupun terkendala oleh mahasiswa-mahasiswa yang menentang gagasan Rudy, hal itu tak menyurutkannya. Malah semakin memacu Rudy. Sakit TBC tulang pun tak menghalanginya.

Sekalipun berada di negara maju, jiwa nasionalisme Rudy tak pernah padam, malah semakin bergelora. Hal ini membuat salah seorang pelajar keturunan Polandia Illona Ianovska jatuh hati kepada Rudy. Illona adalah cinta pertama Rudy sewaktu di Jerman. Kisah cinta mereka terhalang oleh perbedaan keyakinan dan suku bangsa. Illona begitu menghargai Rudy yang begitu mencintai Indonesia melebihi cintanya pada Illona.

Banyak hal menarik lainnya yang bisa disimak di film ini.Salut sama perjuangan bapak Habibie.
Banyak juga kata-kata menarik yang saking banyaknya gue nggak bisa ingat semuanya :)

"Kalau Tuhan lebih besar dari agama, apa mungkin manusia lebih besar dari negaranya?"
"Jadilah seperti mata air. Bila dirimu air yang jernih, maka sekitarmu akan bersih.
Tapi, bila dirimu kotor, di sekitarmu juga ikut kotor."
"Mata air yang baik selalu muncul di tanah yang bergolak."

Komentar gue soal film Rudy Habibie, akting seorang Reza Rahadian nggak diragukan lagi. Gilak! Total abis. Setuju kalo akting dia di film Rudy ini lebih in lagi dibanding akting pertamanya di Habibie & Ainun, 2012. Kedekatan Reza dengan pak Habibie membuat Reza semakin menyatu dengan sosoknya. Chelsea Islan, perannya sebagai Illona terlihat natural. Chemistry dengan Reza begitu terasa. Yang bikin gue sreg liat aktingnya Chelsea waktu Illona adu argumen sama Rudy di jembatan setelah keluar dari ruang pesta dansa. Terus perubahan air mukanya dari ceria berdansa lalu tiba-tiba Rudy datang dan berdansa dengannya, wihh...keren.

Dian Nitami berperan sebagai ibunda Rudy, apik juga. Lama nggak lihat Dian di layar lebar, aktingnya tetap memukau. Gesture-nya, suaranya memerankan seorang ibu yang tegar dan bijaksana benar-benar bisa memperlihatkan sosok ibu bapak Habibie yang tidak diketahui sebelumnya.Teman-teman seperjuangan Rudy, Lim Keng Kie (Ernest Prakasa), Piter Manusama (Pandji Pragiwaksono), Poltak Hasibuan (Boris Bokir) dan Ayu (Indah Permatasari) akting keempatnya bagus. Tiga orang komik bermain di film bergenre drama, bisa serius. Unsur komedinya ada sedikit berkat celetukan-celetukan lucu dari seorang Boris.

Di poster film yang terpampang nampak hanya tokoh-tokoh utamanya. Ternyata ada Cornelio Sunny berperan sebagai Pantja (di sini Lio terlihat lebih gemuk dibanding saat berperan di film "3"). Ada Paundrakarna juga yang terlihat berbeda dengan kumisnya dan lebih kurus. Lama tidak melihat Paundrakarna di layar kaca maupun layar lebar. Dan ada Stuart Collin juga yang melintas di awal-awal film.

Nggak diragukan lagi film besutan Hanung Bramantyo selalu keren. Dengan lokasi syuting yang begitu indah di Jerman dan juga Jakarta, nggak heran kalo budget film Rudy ini begitu besarnya. Set lokasi yang dibikin seperti keadaan tahun '50-an, wardrobe nya, wihh...okeh banget. Skenarionya ditulis oleh Ginanti S.Noer.

Soundtrack filmnya diisi oleh Cakra Khan dan CJR.
Faktanya, film ini keren. Masalahnya, film ini keren. Solusinya, film ini patut ditonton!
Judul Buku: Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi
Penulis: Eka Kurniawan
Hal: 170 halaman
Penerbit: Bentang Pustaka, 2015

Lagi liat-liat koleksi sastra di toko buku, mata gue tertuju sama judul buku ini. Ini adalah buku karya Eka Kurniawan yang pertama kali gue baca. Sebelumnya gue udah pernah liat buku Eka yang judulnya Cantik Itu Luka. Gambar covernya menarik, tapi hati gue belum ketarik untuk beli bukunya.
Meskipun udah ada temen gue yang referensiin buku itu, gue mau tau dulu tulisan Eka seperti apa.

Buku Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi (panjang ye judulunya hihihi) adalah kumpulan cerpen. Dari review yang gue baca di goodreads, judul-judul kumpulan cerpen ini sebelumnya sudah pernah tayang di koran dan majalah nasional.

Daftar isinya sebagai berikut:

1. Gerimis yang Sederhana
2. Gincu Ini Merah, Sayang
3. Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi
4. Penafsir Kebahagiaan
5. Membuat Senang Seekor Gajah
6. Jangan Kencing di Sini
7. Tiga Kematian Marsilam
8. Cerita Batu
9. La Cage aux Folles
10. Setiap Anjing Boleh Berbahagia
11. Kapten Bebek Hijau
12. Teka-teki Silang
13. Membakar Api
14. Pelajaran Memelihara Burung Beo
15. Pengantar Tidur Panjang

Membaca karya Eka kesan yang didapat sederhana, tak terduga, sedikit menyindir, dan orisinil.
Dari lima belas judul di atas gue suka Cerita Batu dan Teka-teki Silang. Eka bisa membuat sebuah batu, benda mati menjadi bernyawa dan bercerita soal keadilan. Teka-teki Silang, gue suka karena ceritanya tak terduga. Soal dan jawaban itu adalah sebuah pertanda dan menarik di akhir cerita :)

Kalau judul bukunya sendiri menarik juga. Dimana seorang perempuan yang patah hati berhasil menemukan kembali cintanya melalui mimpi. Pingin rasanya seperti perempuan itu dikasih liat pasangan hidupnya melalui mimpi dan saling mencari. Rasanya gimanaaa gitu :)

Kapten Bebek Hijau itu menurut gue ngajarin kalo berbeda itu membawa keuntungan tersendiri. Gincu Ini Merah, Sayang kisah yang miris buat gue. Seorang mantan PSK yang dinikahi pelanggannya malah tertolak. Yang membingungkan buat gue Tiga Kematian Marsilam. Kayaknya nggak cukup sekali baca buku Eka supaya ketemu feel nya :)

Buat penyuka sastra, buku Eka ini bisa jadi referensi.
Ga tau harus mulai dari mana ini cerita. Bulan Februari 2016 adalah bulan terakhir buat rekan kerja gue. Di kantor dia handle School Information Software. Gue juga assist dia di pengelolaan informasinya. Tapi, tetep main brain nya itu dia. Alhasil begitu dia resign full kerjaan dia di oper ke gue.

Nah, tanggal 21-22 Maret software informasi itu ngadain training di Bangkok untuk fitur baru dan juga ngebangun network antar sekolah-sekolah di Asia yang make software yang sama. Direktur gue udah nanya kesediaan gue untuk ke sana. Sumpah gue ragu-ragu. Bukan karena ketemu orang-orang baru di sana ya, tapi lebih karena gue nggak percaya diri dengan software yang belum gue kuasai sepenuhnya.

Rekan kerja gue itu berkali-kali meyakinkan gue untuk pergi. Setelah sehari direnungkan, dipikirkan akhirnya gue bilang sama Direktur gue kalo gue bersedia ikut training itu. What ever will be, will be... itu lah yang ada di pikiran gue saat itu. Abis itu gue langsung perpanjang passport yang udah mati belasan tahun lalu. Ternyata gue nggak sendirian pergi, rekan kerja gue yang lain juga di utus untuk pergi. Jadilah gue berdua ikut training itu.

Rekan kerja gue yang satu itu begitu semangat mempersiapkan segala sesuatunya. Gue bersyukur ada temennya, selain dia ngebantu untuk nyusun semua budgeting plan nya, dia juga nyiapin segala informasi yang dibutuhkan selama kita di Bangkok. Secara gue adalah orang yang sibuk bingits di kantor. Kalo gue pergi sendiri, pasti bakal keteteran nyiapin segala sesuatunya.

Perjalanan Jakarta-Bangkok-Jakarta dari tanggal 19-22 Maret 2016.

Day 1 (19 Maret 2016)

Kami berangkat dengan penerbangan pertama jam 06.55-10.45. Setibanya di bandara Don Muang, kami langsung mengambil rute bis menuju MoChit 2 untuk mengarah ke Pattaya. Bis yang kami naiki yaitu A1.
Harga tiketnya 30 bath per orang. Sesampainya di MoChit 2 kami berganti bis menuju Pattaya dengan harga tiket 117 bath per orang.
Jarak tempuhnya nggak bisa dikatakan. Jauh bangettt.. Nyampe di hotel Pattaya jam setengah empat sore. Kalo kira-kira gue, Don Muang-Pattaya itu sama kayak Jakarta-Cirebon tapi nggak lewat tol Cipali ya.
Dari terminal bis Pattaya kami naik angkot menuju kawasan tempat penginapan. Harga angkot itu 50bath per orang.
Sampe di hotel, istarahat bentar, mandi terus abis itu jalan di pinggir pantainya. Kalo kata gue, pantai Pattaya itu nggak ubahnya kayak pantai Sanur, Bali. Nggak terlalu rame. Banyak orang jualan di situ. Mie goreng, kwetiau goreng, bihun goreng, babi goreng, ayam di panggang, duh pokoknya banyak banget deh. Nggak bisa gue sebutin satu-satu.
Sayangnya rekan kerja yang bareng lagi sakit, jadi nggak bisa sampe malem jalan-jalan di situ. Jam enaman kami balik ke hotel. Tidur. Jam tujuh-an gue bangunin rekan gue itu untuk makan malem supaya bisa minum obat. Jadilah kami pesen makanan di hotel. Oiya, kami menginap di hotel A-One Star. Di sana hotel A-One itu ada tiga jenis. Yang mahal, sedang dan murah. Kami menginap di hotel A-One yang murah dan no breakfast.

Day 2 (20 Maret 2016)

Kami berangkat dari hotel menuju Bangkok City sekitar 8.30 pagi. Moda transportasinya sama seperti waktu datang. Tapi, kali ini begitu sampai di terminal bis Pattaya, kami mengambil jurusan Pattaya-Ekkamai dengan harga tiket 108bath per orang. Kalo perjalanan balik gue ngerasanya ga terlalu lama. Mungkin karena langsung ke daerah kotanya.
Bis kami turun di dekat BTS Ekkamai. Tapi, sebelum kami naik kereta kami cari kedai dulu untuk isi tengki. Kami menemukan kedai ramen. Harga ramennya nggak beda jauh sama Jakarta menurut gue. Atau murah di Bangkok ya? Gue makan ramen dengan irisan daging babi seporsi harganya 79bath. Temen gue makan ramen dengan irisan daging sapi seporsi harganya 80bath. Rasa ramennya enak bangetttt...
Kami sampai di Bangkok City sekitar jam 11 atau 11.30 gitu. Setelah makan kami naik kereta menuju BTS Asok yang mana dekat dengan hotel tempat kami nginap (Dream Hotel). Dari Ekkamai ke Asok harga tiket keretanya 25bath per orang.
Sampai hotel sekitar jam 12 atau 12.30 gitu. Abis naro luggage terus langsung menuju Wat Arun, Wat Pho. Mau liat sleeping Budha. Dari pada ribet bayar kereta ngecer, akhirnya kami mutusin beli kartu aja seharga 180bath. Pake kartu kan lebih enak, nggak perlu ngantri.

Dari BTS Asok kami ambil rute ke BTS Siam. Dari sana kami ganti arah menuju BTS Saphan Taksin. Dari Asok-Saphan Taksin kalo ga salah sekitar 48bath. Sesampainya di Saphan Taksin, kami menuju ke dermaga untuk nyebrang ke Wat Arun melintasi sungai Chao Praya. Harga tiket perahunya 40bath. Sampai di dermaga mau ke Wat Arun kami harus nyebrang lagi dengan perahu dan harga tiketnya 3bath. Di Watu Arun kami melihat kuil yang bagus banget interior nya. Orang Thailand ya kalo soal ngukir kayaknya jago bener. Detil. Dari Wat Arun kami mau ke Wat Pho liat sleeping Budha dan itu harus nyebrang lagi dan bayar 3bath lagi. Oh ya tiket masuk di kuil Wat Arun itu 50bath.

Akhirnya sampailah kami di Wat Pho. Dengan membayar 100bath setiap pengunjung dapat free mineral water. Wow...akhirnya bisa liat patung Budha tidur yang terkenal itu. Nggak nyangka gue bisa nyampe di Thailand. Kami menyumbang 20bath yang ditukar dengan semangkuk kecil koin yang disebar di mangkuk-mangkuk besar di sepanjang jalan di dalam kuil. Kami nggak sempat ke Grand Palace karena waktunya yang nggak cukup.

Kami memutuskan ke Koshan Road dengan jalan darat (baca: bis). Kalo nggak salah nomor bis-nya 44 dari Wat Pho-Koshan Road dan harga tiketnya 13bath. Koshan road ini menurut gue kayak Pasar Baru, Jakarta. Banyak pertokoan, jajanan pinggir jalan. Kami nyobain Pad Thai Chiken. Kalo di Jakarta ya serupa dengan kwetiau goreng lah. Tapi, sori ya.. rasanya buat gue nggak banget. Muanisss banget. Kayaknya udah pake kecap manis ditambah gula lagi deh. Harganya 50bath per porsi. Selain itu kami beli kayak lumpia goreng gitu harga seporsinya 30bath isinya dua buah dan di potong jadi enam buah. Dengan menyesal gue nggak abisin itu Pad Thai. Gue makan daging ayamnya aja.

Di Koshan road gue beli tas ukuran sedang besarnya dengan harga 200bath. Terus beli dompet koin 100bath isi 4pcs. Beli 2pcs kaos yang harga per piece nya 80bath. Itu ya penjualnya ternyata bisa bahasa Melayu. Seneng juga ya bisa ngobrol bahasa dengan penjual di sana hahaha. Bapaknya baik, kaos yang sama gue ditawarin 150bath per piece di lapak-lapak lain, di Bapak itu cuman 80bath. Orang Thailand ya, kalo soal nawar, beuuhh...lebih kekeh dari pembelinya loh. Nggak mau gerak banyak. Salut gue.

Dari Koshan sekitar jam tujuh atau setengah delapan gitu. Dikasih tau sama Bapak yang punya lapak naik bis nomor 79 ke arah Siam. Harga tiketnya 13bath. Dari Siam kami udah tau arah ke hotel kami. Kami harus istirahat karena besoknya kami harus training dan bangun pagi.

Day 3-4 (21-22 Maret 2016)

Hari ketiga nggak terlalu banyak yang bisa diceritain. Di hari ini gue mulai training. Ketemu sama sekolah-sekolah lain yang membuat gue terkagum-kagum karena pengetahuan software mereka jauh di atas gue. Sementara gue yang berasa oon banget. Emang seharusnya bukan gue yang pergi ke training ini.

Malem di hari ketiga, makan malem bareng di restoran India gitu. Tapi, tetep ya ujung-ujungnya Sevel juga (Seven Eleven) buat beli cemilan-cemilan sama minuman senang (baca: susu).

Hari keempat, kami selesai training jam 3 sore. Abis itu kami menuju MBK yang berada di daerah Siam. MBK itu mirip sama ITC-ITC yang ada di Jakarta. Di sana kami belanja seperlunya mengingat waktu yang nggak banyak. Kami harus udah berangkat ke bandara Don Muang jam 6 sore. Tapi, dari MBK kami harus balik lagi ke hotel untuk ambil barang-barang. Tapi, sebelum balik ke hotel sesampainya di BTS kami ke mal dulu cari makan. Food court di mal itu bagus juga dan harga makanannya juga standard lah. Gue makan nasi goreng tom yam seharga 40bath. Abis itu gue liat ada orang beli egg tart dengan kardus bertuliskan KFC. Gue tanya dong tanpa ragu dan ternyata benar egg tart itu dibelinya di gerai KFC. Ternyata KFC di Bangkok jual cemilan macam itu. Harga per piece nya 22bath. Tadinya gue mau beli 6pcs tapi, cuman ada 5pcs ya sudah lah ya, bungkus aja. Pokoknya gue beli cemilan, minuman yang nggak ada di Jakarta.

Akhirnya setengah tujuh malem kami berangkat menuju bandara. Melalui perjalanan yang lumayan panjang, kami sampai bandara Don Muang jam 7.45 malam. Penerbangan kami jam 20.55-00.30.

Ohya, untuk jarak tempuh yang tidak terlalu jauh kami juga menggunakan jasa ojek setempat. Untuk jarak pendek kami bayar 10bath per orang dan untuk jarak menengah kami bayar 20bath per orang.

Selama di Bangkok gue jadi anak Sevel dah. Di sana tuh Sevel udah menjamur kayak indomaret atau alfamart di Jakarta. Selain Sevel ada Family Mart juga. Di Jakarta aja Sevel tuh masih kayak ekslusif gitu.

Terus kalo mau narik bath di Thailand, bank yang rate-nya bagus cuman CIMB Niaga. Kalo bisa punya akun Niaga deh. Rate 1 IDR=0.0025bath.

Masih kurang nih waktu untuk eksplor Bangkok City. Nabung! Next time harus ke Bangkok lagi. Soalnya belum kesampaian nyobain mango sticky rice, jajanan-jajanan pinggir jalan.

Satu lagi yang mau gue komentarin tentang Thailand. BTS nya itu loh atau kata lainnya Skytrain. Itu ya yang namanya orang antri itu ke belakang dan ada jalurnya. Nggak kayak di Jakarta, orang antri di stasiun itu udah nggak aturan, begitu kereta dateng semua berdiri di depan pintu kereta ngalangin yang mau keluar. Kalo di sana nggak, Yang keluar ada sendiri pintunya dan tertib nunggu semua yang keluar dulu baru yang naik, naik. Kayaknya PT. KAI perlu ngadopsi sistem kayak gitu deh. Udah gitu ya jarak kereta yang satu dan yang berikutnya nggak sampai lama. Paling sekitar 3-5 menit. Keren dah.

Terus bis nya ya, meskipun dari luar keliatannya nggak bagus-bagus amat tapi, AC dalamnya. Ada tiketnya, terus naik turun penumpang nggak sembarangan. Tertib, sesuai halte. Bisnya bersih. Nggak ada yang buang sampah sembarangan atau ngeludah sembarangan. Sampah? Nggak nemuin gue sampah di jalan-jalan protokol. Terus orang-orang nggak ada yang nyebrang sembarangan, semua pake jembatan penyebrangan.

Mantep ye. Sama-sama negara berkembang tapi, untuk hal-hal tertentu seperti itu Thailand jauh lebih rapih dan tertib dari Indonesia. Harusnya kita bisa nyontoh hal-hal yang positip.

Anyway, thanks to my Director for the opportunity so, I can go abroad. And this is my first experience to go abroad. I'm really appreciate it.






(dok. Wikipedia)
 Selasa lalu, 3 Mei 2016 gue nobar film Avangers: Civil War ramean orang sekantor termasuk direktur gue. Film ini emang lagi happening juga ya.

Jujur gue bukan pecinta film bikinan Marvel tapi, karena ramean dan gratis ya ikutan aja lah ya. Kalo kata temen gue yang udah ngikutin seri Avengers, ini masih ada sambungan ke film sebelumnya, which is yang gue juga nggak nonton.

Judulnya civil war, gue pikir Avengers bakal melawan orang-orang sipil. Emang sih ada benernya karena, meskipun Avengers membela kebenaran tapi, di setiap aksinya memakan korban orang-orang sipil yang nggak salah. Dan di seri yang sekarang justru intern Avengers, persahabatan mereka tengah diuji. Mereka diadu domba salah satu tentara yang sakit hati karena keluarganya menjadi korban dari pertempuran Avengers melawan kejahatan.

Karena gue baru pertama nonton film ini jadi, ada beberapa tokoh yang gue nggak kenal. Surprise-nya, di film ini ada Ant Man hahahaha. Gue juga belum nonton filmnya tapi, ada adegan kocaknya. Nggak sekalian aja Dead Pool ikutan gabung biar tambah konyol hahahaha..

Buat gue, filmnya biasa aja. Konflik antara captain America sama iron man. Yang satu belain temen, yang satu marah karena diboongin. Adegan actionnya keren lah (efek CGI sepertinya). Yang gue suka kostumnya tokoh Vision. Itu keren loh. Merah kayak nempel bener sama kulit.

Untuk 120 menit boleh lah ya. Nggak bikin ngantuk juga. Diselipin adegan-adegan kocak. Mungkin karena nggak paham cerita sebelum-sebelumnya jadi, buat gue nggak seru-serunya amat

. Yang bikin seru tuh karena kebersamaan antar karyawan plus petinggi-petinggi. Membaur. Gue suka itu 

Judul Buku: 17:17
Penulis: Sheva
Halaman: 183
Penerbit: Grasindo, 2016

Ini buku kedua Sheva yang gue baca setelah sebelumnya gue baca Blue Romance.

Angka ganjil yang bersisian. Pertemuan di tanggal yang ganjil juga, mengawali pertemuan antara Raka dan Sara. Dua tokoh utama yang dua-duanya sedang mencari pekerjaan. Tapi, sama-sama nggak menyukai proses di awal karena dirasa bertentangan dengan impian, cita-cita mereka.

Sara dan Raka sama-sama kehilangan orang yang dekat dalam kehidupan mereka walaupun dengan cara yang berbeda. Dua orang asing yang pertemuannya tak disengaja. Menghabiskan waktu seharian seakan sudah saling mengenal cukup lama.

Asik disimak cerita mereka. Alur maju mundur yang dipakai Sheva membuat cerita jadi enak diikuti. Detil juga. Tapi, gue sedikit pertanyaan. Di halaman 132 saat Raka dan Sara memesan minuman, ditulisnya "cangkir kertas" bukannya gelas kertas. Karena setau gue bentuknya sama dengan gelas, nggak seperti cangkir. Bayangan gue cangkir itu dari porselen. Terlepas dari itu menurut gue 17:17 berisi bagaimana kita melihat dan memaknai pekerjaan. Love your job because you love it. Don't love your job because you have to. Ngejalaninnya pasti akan beda. You know what I mean? :)

Analisis Sheva okay.

Sampai bertemu di buku berikutnya :)

Judul: For One More Day
Penulis: Mitch Albom
Penerbit: Sphere, 2006
Halaman: 197
ISBN: 978-0-7515-3753-6

Pernah merasa gagal dalam hidup?, pernah merasa diabaikan oleh keluarga? Pernah ingin mengakhiri hidup?

Jawabannya, baca buku ini. Gue yang terlanjur cinta sama buku-buku Mitch Albom menemukan buku ini di rak buku khusus untuk staff di sekolah gue. Dan buku yang gue baca ini versi bahasa Inggrisnya.

Dia adalah Charles Benetto, seorang laki-laki yang hancur hidupnya karena alkohol dan penyesalan. Dia kehilangan pekerjaan. Dia ninggalin keluarganya. Yang paling membuat dia terpukul, dia nggak diundang ke pernikahan anak perempuannya. Akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Charles mengambil perjalanan tengah malam untuk kembali ke kampung halamannya. Perjalanan terakhirnya. Dalam keadaan limbung, dia berada di rumah lamanya. Ada hal mengejutkan lain yang dia temui. Ibunya yang sudah meninggal delapan tahun lalu berada di sana dan menyambut Charley seakan tidak pernah terjadi apa-apa.

Berikut adalah satu hari yang tampaknya biasa begitu banyak dari kita merindukan untuk: kesempatan memperbaiki dengan kehilangan orang tua, menjelaskan rahasia keluarga dan untuk mencari pengampunan.

Pengalaman Charles bersama ibunya selama satu hari begitu menyentuh. Bikin gue meleleh baca kisahnya. Ngingetin gue ke alm. nyokap. I miss her so much.

Buku ini ditulis Mitch berdasarkan kisah nyata. Di halaman prakata, Mitch menuliskan:

Mungkin kamu tidak mempercayainya. Tapi, tanyalah dirimu sendiri begini: pernahkah kamu kehilangan seseorang yang kamu cintai dan berkesempatan sekali lagi untuk ngobrol, sekali lagi memperbaiki waktu yang kamu pikir tidak akan ada selamanya? Jika demikian, kamu tahu kamu bisa pergi seumur hidup untuk mengumpulkan hari-hari dan tidak akan lebih besar dari pada satu yang ingin kamu miliki kembali.

Bagaimana jika kamu mendapatkannya kembali?

Buku-buku Mitch banyak memberi edukasi menurut gue. Seperti di buku ini, kematian bukan akhir penyelesaian masalah. Tapi, gimana cari kamu menghadapinya, menyelesaikan dan berdamai dengannya.
Hmm...kayaknya udah telat ya untuk review 2015. Tapi, nggak telat-telat banget kan ya? Masih kelebihan sembilan hari hehehe...

Gue mau review sedikit tahun 2015 yang buat gue tahun yang istimewa untuk urusan liburan. Gimana gue nggak grateful, Maret 2015 gue bisa liburan ke Bali dengan harga tiket pesawat pp yang murah banget. Itu semua karena desakan temen gue. Gue pesen tiket itu udah dari tahun 2014. Terus di saat udah masuk Januari 2015 gue coba cari tempat tinggal via couchsurfing dan berhasil mendapat tempat di daerah Sanur. Host di Sanur itu baik banget. Jemput gue di bandara Ngurah Rai, pas gue mau pulang juga di anter. Terus selama di Bali kemana-mana gue bareng sama temen host gue orang Mexico yang mana dia sewa motor selama di Bali. Jadilah gue untuk transport dan tempat tinggal gue nggak keluar biaya sama sekali. Gue udah jalan sampe ke Gunung Batur, ke Kuta, Ulu Watu, sempet belanja juga. Gila, gue ke Bali cuman berbekal uang Rp 500,000 untuk makan dan belanja. Seorang diri pula. Dapet pengalaman baru. Pokoknya seru lah.

Terus di penghujung tahun 2015 gue sama bokap bisa mudik bareng setelah bertahun-tahun gue nggak pernah mudik ke daerah kelahiran bokap. Sementara tante-tante gue di sana selalu nanyain kapan gue mudik sempetin nengokin tante-tante gue. Nyoba-nyoba nyari tiket kereta murah ke Surabaya dulu dan ternyata dapet tiket dengan harga Rp 90,000 jadilah pesen terus balik dari Jember naik bis langsung ke Jakarta.

Kerjaan gue juga so far so good. Keteteran, tapi bisa lah kepegang walaupun nggak sempurna banget. Semua itu karena kemurahan Tuhan. Gue nggak bisa ngandelin diri gue sendiri. Tanpa campur tangan Tuhan, gue nggak bisa nyelesain kerjaan gue selama 2015. Memang yang namanya kerjaan itu nggak akan pernah ada habisnya. Berlanjut terus sampai ke tahun 2016 tapi, sekali lagi jangan pernah sombong dengan mengandalkan diri sendiri. Tanpa tuntunan Tuhan nggak ada apa-apanya.

Semua liburan gue juga gue yakin ada campur tangan Tuhan di situ. Kalo nggak, semua nggak akan berjalan mulus gitu. Tuhan tahu kapan waktu gue butuh liburan. Semua itu pasti tepat pada waktunya. Semoga di tahun 2016, Tuhan kasih gue kesempatan untuk liburan. Mengistirahatkan diri :)

Thank God for your guidance, for your love. Praise the Lord!
Wow...finally, buku Negeri van Oranje difilm-in juga. Antusias dong gue nunggu filmnya tayang. Secara udah liat trailernya dan yang main wuiihhh...ganteng-ganteng dan cantik :)

Gue ubek-ubek lagi file buku gue di website goodreads dan ternyata buku ini udah gue baca lima tahun yang lalu. Pantesan aja lupa-lupa inget tapi, pas nonton filmnya kayak dituntun ke ingatan waktu baca bukunya. Siapa yang disukai siapa, siapa yang gay dan siapa yang jadi muara akhir.

Finally gue bisa nonton film ini bareng sama sobat baik yang sama-sama suka warna orens dan suka Netherland. Tadinya waktu film ini perdana tayang di bioskop tanggal 23 Desember 2015 sobat gue itu udah ngajakin nobar tapi, di tanggal itu gue lagi mudik dan baru tanggal 31 Desember di Jakarta. Tapi, emang udah dasar jodohnya sama tuh film, tak taunya pas tanggal 1 Januari 2016 masih tayang dan kita berhasil nonton :) Tahun 2016 diawali dengan sesuatu yang bagus tuh berasa pertanda hahaha.

Balik lagi ke film Negeri van Oranje. Emang ya di mana-mana yang namanya buku sama filmnya itu udah pasti beda ya. Berikut secuplik review gue tentang bukunya ya sebelum gue bahas filmnya.

"Membaca buku ini aku seperti ikut berpetualang dengan Banjar, Wicak, Geri, Lintang dan Daus. Aku sudah ikut menjelajah kota Amersfort, Leiden, Amsterdam, Maastricht, Utrecht, Den Haag, Wegeningen, Rotterdam, Delft, Keukenhoff dan jalan-jalan ke Brussel-Barcelona-Berlin. Hanya saja dengan kenekatan Daus akhirnya perjalanan terakhir (Berlin) ditukar dengan mengunjungi Salzburg (Austria) *this is the city i want to visit once i have chance to trip to Europe*

Lain kisah jalan-jalannya, lain pula dengan kisah persahabatan kelimanya diumana persahabatan itu dimulai tanpa sengaja. Bumbu kisah kasihnya diramu dengan sederhana. Nggak nyangka juga Geri yang ganteng, menawan ternyata seorang gay dan membuat Lintang patah hati. Bagaimana mereka menyiapkan thesis dan perjuangan mereka bertahan hidup di negeri orang dengan status pelajar. Kedetilan ceritanya menjadi nilai tersendiri buatku.

Menariknya lagi buku ini dilengkapi dengan tips-tips bertahan hidup di Belanda dan ber-backapcker ria di Eropa. Kisah ini diakhiri dengan pernikahan Wicak dan Lintang *so sweettt* Empat jempol buat Wahyuningrat, Adept W., Nisa R. Dan Rizki Pandu P."


Filmnya cukup mewakili kisah keseluruhan buku ini yang lebih menonjolkan sisi persahabatan, percintaan dari lima orang sahabat yang perkenalannya dimulai tanpa sengaja. Lintang demi mencari tahu hatinya lebih memilih kepada siapa merelakan waktunya untuk menghabiskan sehari bersama Banjar, Wicak, Geri dan Daus. Empat cowok dengan karakter yang berbeda menghidupkan persahabatan itu. 

Pemeran dari masing-masing tokoh buat gue pas aja. Aktingnya nggak ada yang kaku. Empat cowok pakai setelan jas yang warnanya sama dan untuk yang belum baca bukunya pasti nebak-nebak si Lintang milih siapa ya? Tapi, nggak empat deh. Tiga. Soalnya Geri kan nggak diitung hahaha..

Emang dari tiga cowok yang suka sama Lintang, cuman Wicak yang sikapnya nggak jauh beda dari Geri. Cool, tapi perhatian. Abimana cocok deh meranin Wicak. Sosok Geri yang perlente pas diperanin Chico Jerico. Konyolnya Daus dan Banjar juga pas diperanin Ge dan Arifin. Lintang divisualkan cantik diwakili oleh Tatjana. 

Emang ya nggak ada yang namanya persahabatan murni antara cewek dan cowok. Apalagi kalo cowok atau ceweknya ganteng dan cantik pasti ada bumbu-bumbu asmaranya. Mau itu sahabatan dari masih kecil atau sahabatan yang udah ketemu gede pasti nggak bisa murni bersahabat. Rasa ikut-ikutan main.

Ngomongin soal traveling, persahabatan dan cinta ada loh buku yang judulnya

Travelers' Tale, Belok Kanan: Barcelona!

Keempat orang bersahabat dari kecil. Di masa SMA mereka mulai saling jatuh cinta tanpa pernah tersampaikan. Retno dua kali menolak Francis padahal sebenarnya Farah memendam cinta pada pria itu. Menambah masalah jadi pelik, Jusuf juga sebenarnya menyayangi Farah.

Mereka tumbuh besar dan bekerja di negara berbeda. Masalah dimulai ketika Francis mengirimkan undangan kepada tiga sahabatnya bahwa dia akan menikah dengan gadis Spanyol di Barcelona. Masing-masing pergi menuju Barcelona meski dengan budget terbatas dari penjuru yang berbeda dengan misi tersendiri. Mencari jawaban untuk pertanyaan masing-masing.

Nggak ada yang berminat naikin ke layar lebar apa ya? ^^

Pasti nggak kalah seru dari Negeri van Oranje karena settingnya di benua Eropa. Barcelona bok. Pasti lebih indah lagi pemandangannya :)

Anyway, two thumbs up! buat Negeri van Oranje: The Movie 

Buat kalian yang belum tahu siapa Risa Saraswati, beliau adalah seorang penulis, vokalis dari Sarasvati Band. Risa memiliki kelebihan yaitu bisa melihat makhluk yang tak kasat mata. Kelebihannya ini dimiliki sejak kecil dan waktu SD beliau punya sahabat-sahabat kecil lima orang anak-anak cowok Belanda. Kisah tentang mereka bisa dibaca di review gue "Gerbang Dialog Danur".

Nah, kali ini gue penasaran pingin cari buku Risa yang lain. Akhirnya gue nemuin buku Maddah dan Sunyaruri. Maddah adalah buku kedua Risa. Maddah sendiri diambil dari bahasa arab yang artinya "dibaca panjang". Jadi, bisa dibilang Maddah ini adalah kepanjangan dari Danur. Di buku Maddah Risa menuliskan kembali kisah persahabatannya dengan "mereka" yang menurut Risa semakin beliau dewasa, merasa dijauhi oleh sahabat-sahabatnya itu. Karena semenjak Risa pindah dari rumah neneknya, sahabat-sahabatnya itu ikut pindah pula dan mendiami sebuah bangunan sekolah. Di buku ini Risa menceritakan kisah dari "teman-teman" baru yang mendatanginya sekedar untuk bercerita dan kisah "mereka" itulah yang ditulis Risa di dalam Maddah.

Maddah adalah buku yang berisi kerinduan Risa berkumpul bersama sahabat-sahabat kecilnya yang sudah bertambah dua lagi. Tak hanya Peter, William, Hans, Hendrick dan Janshen, sekarang bertambah Marianne dan Norma.

Peter dan yang lainnya tak lagi menyambangi Risa sesering dulu masih kanak-kanaknya. "Mereka" merasa bahwa Risa terus bertumbuh sementara mereka tetap seperti dulu pertama kali Risa mengenal mereka. Peter dan kawan-kawan merasa Risa sudah tidak asik lagi seperti dulu.

Rupanya kegelisahan Risa terus berlanjut hingga lahir lagi buku ketiganya yang berjudul Sunyaruri. Di buku ini Risa masih tetap menceritakan tujuh sahabatnya dan kisah-kisah dari sosok-sosok lain yang mendatanginya hanya sekedar berbagi kisah sedih mereka. Apa yang menyebabkan mereka seperti "itu". Sunyaruri adalah buku terakhir Risa yang menuliskan pengalamannya
bersama tujuh orang sahabat kecilnya.
Risa berjanji pada sahabat-sahabtnya tidak lagi menceritakan kisah mereka kepada orang lain. Di buku Sunyaruri juga disisipkan resep kue bikinan Hans yang sempat memberikan Risa penghasilan tambahan selama dua tahun. Risa berkisah bahwa rasa kue yang dibuat itu akan sangat berbeda saat ada Hans yang menemani dan Risa membuat sendiri tanpa kehadiran Hans.

Karena tiga buku Risa adalah kisah pengalaman hidupnya bikin gue nggak berhenti membalik halaman demi halaman. Buku Sunyaruri habis dalam beberapa jam, sebagai teman perjalanan balik Jember-Jakarta. Sebenarnya Maddah pun bisa gue habiskan dalam beberapa jam tapi, gue tahan-tahan biar ga cepet habis. Dua hari habis gue baca Maddah.

Risa memiliki kegalauan kalau dia dianggap gila atau aneh oleh orang-orang yang membaca bukunya tapi, nggak buat gue. Risa memiliki kelebihan dan memang nggak setiap orang bisa menerima kelebihan Risa. Gue yang punya beberapa teman yang seperti Risa nggak asing dengan kelebihan Risa. Setelah membaca tiga buku Risa, sepertinya Peter dan kawan-kawan nyata di dunia ini. Mereka layaknya anak-anak di usia itu, nakal, jail, tapi ada juga yang dewasa dalam pemikiran.

Uniknya, kisah-kisah dari "teman-teman" Risa ini yang dijadikan lagu oleh Sarasvati Band.

Ikutin deh kisahnya Risa Saraswati, kalian akan temui keasikan membaca tulisannya :)
Lanjut perjalanan liburan gue. Tanggal 23 Desember gue berangkat dari Surabaya menuju Jember. Moda transportasi yang gue gunakan yaitu bis dari terminal Bungurasih (Purabaya). Tiket bis AC Surabaya-Jember Rp 60,000 per orang. Waktu jarak tempuh 4,5 - 5 jam.

Sekitar jam 3 sore gue sampai di rumah Tante. Setelah bertahun-tahun akhirnya gue bisa liburan di kota kelahiran bokap. Gue akan cerita tentang kota kelahiran bokap. Jember.

Kabupaten Jember adalah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia yang beribukota di Jember. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Bondowoso di utara, Kabupaten Banyuwangi di timur.

Moto : Carya Dharma Praja Mukti (dari bahasa jawa yang artinya "berkarya dan mengabdi untuk kepentingan bangsa dan negara")

Semboyan : Jember Terbina
Slogan Pariwisata : Kota Karnaval (karena menjadi tempat penyelenggara even tahunan Jember Fashion
                              Carnival)
Julukan : Kota 1000 Bukit, Kota Tapal Kuda, Kota Pendidikan.

Geografi

Jember memiliki luas 3.293,34 Km2 dengan ketinggian antara 0 - 3.330 mdpl. Iklim Kabupaten Jember adalah tropis dengan kisaran suhu antara 23oC - 32oC. Bagian selatan wilayah Kabupaten Jember adalah dataran rendah dengan titik terluarnya adalah Pulau Barong. Pada kawasan ini terdapat Taman Nasional Meru Betiri yang berbatasan dengan wilayah administratif Kabupaten Banyuwangi. Bagian barat laut (berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo adalah pegunungan, bagian dari Pegunungan Iyang, dengan puncaknya Gunung Argopuro (3.088 m). Bagian timur merupakan bagian dari rangkaian Dataran Tinggi Ijen. Jember memiliki beberapa sungai antara lain Sungai Bedadung yang bersumber dari Pegunungan Iyang di bagian Tengah, Sungai Mayang yang persumber dari Pegunungan Raung di bagian timur, dan Sungai Bondoyudo yang bersumber dari Pegunungan Semeru di bagian barat.

Transportasi

Kalau ke Jember nggak usah takut soal transportasi. Jember punya stasiun kereta api, terminal bis Tawangalun dan bandara. Untuk maskapai yang melayani penerbangan ke Jember yaitu, Garuda Airways (Surabaya-Jember 10 kali penerbangan dalam seminggu), Susi Air (Jember-Sumenep satu kali penerbangan dalam seminggu).

Untuk moda transportasi dalam kota, bisa menggunakan becak dengan tarif yang relatif murah dan bisa ditawar tapi, tetap mempertimbangkan jarak tempuh. Kalo nggak kasihan abang becaknya.

Hotel

Jangan khawatir soal tempat menginap selama di Jember. Hampir di sepanjang jalan dan di beberapa tempat bisa ditemui hotel. Rumah tante gue aja di belakang Hotel Safari.

Kuliner

Untuk yang satu ini gue memang nggak terlalu banyak explore-nya. Gue cuman suka sama makanan yang sama dan selalu itu yang gue cari setiap kali mudik ke Jember, yaitu rujak cingur dan nasi pecel Bu Darum. Dua hidangan ini begitu laziz. Rujak cingur langganan keluarga ada di dalam gang yang ga terlalu jauh dari rumah tante. Bumbu kacang bercampur dengan petis, irisan mangga, bengkoang, sayuran, tahu, tempe dan yang paling penting yaitu cingur, beuuhh...bikin air liur mau netes. Itu makanan wajib santap. Meskipun tante gue bisa bikin tapi, tetep rujak cingur mbok Minah itu the best! Mbok Minahnya sih udah meninggal, tapi usaha itu tetap berjalan dilanjut sama anaknya. Satu warisan yang tak ternilai harganya. Seporsi rujak cingur plus lontong dibanderol dengan harga Rp 15,000. Menurut gue itu harga yang pantas. Di Jakarta ada juga warung yang jual rujak cingur dan dibikin sama orang yang berasal dari Jawa Timur juga tapi, rasanya itu beda bener.

Terus kalo untuk sarapan, makanan yang diandalkan adalah nasi pecel Bu Darum. Nasi hangat berpadu dengan sayur labu, sayuran, bumbu pecel, empal daging dan rempeyek kacang hmm...mood booster yang cocok :)) seporsi nasi pecel dibanderol harga Rp 15,000. Sarapan pagi 15,000? Mahal memang, tapi kalo udah nyobain pasti ketagihan.

Mie Ayam Apong (dok.pribadi)
Mie ayam di Jember itu nggak sama dengan mie ayam yang ada di Jakarta. Kalo di Jakarta mie-nya keriting atau lebar sementara di Jember itu mie-nya lurus dan sedikit tebal mmm...mungkin seperti udon tapi, lebih kecilan. Yang beken (menurut bokap) yaitu Mie Apong. Kedai Mie Apong yang gue kunjungi itu di belakang Matahari Dept. Store (Plaza Johar). Ukuran mangkoknya ada yang besar (Rp 10,000) dan kecil (Rp 8,000). Untuk daging ayamnya bukan potongan besar-besar tapi, cincang halus sekali. Dilengkapi dengan taburan bawang goreng dan irisan daun bawang. Mie ayam ini disantap dengan acar timun, kalo yang suka pedas bisa ditambah acar cabe dan sambel. Tidak ada saos cabe. Gue tanya bokap, ada nggak sih mie ayam yang mie nya keriting. Kata bokap, di Jember ya khas mie nya seperti itu. Mau cari ke sudut manapun nggak akan nemuin mie keriting.

Cilok. Begitu gue lihat tukang cilok, bayangan gue ya cilok seperti khas nya Bandung. Ternyata cilok di Jember beda. Ciloknya itu bulet kecil-kecil kayak bakso upil, terus tahu goreng dipotong-potong kecil dan cilok goreng juga dengan bulatan yang kecil-kecil. Disiram pakai kuah, bumbu kacang dan sambel kalo mau pedes, kecap manis, saos sambel. Tapi, karena biasa dengan bumbu kacang, jadi kalo gue beli itu nggak mau disiram kuah.

Minuman penghangat badan yang terkenal di Jember yaitu wedang angsle. Rasa kuahnya sama seperti wedang ronde tapi, isinya ada ketan dan kacang tanah sangrai.

Oleh-oleh Khas Jember

Jember itu terkenal dengan olahan tape dari singkong. Tape Jember jangan ditanya deh rasanya. Manis legit. Dari tape itu lahir olahan kue prol tape, suwar-suwir, pia tape, brownies tape, dodol tape. Pokoknya semua olahan kue itu berbahan dasar tape.


Tempat Hiburan

Jember bisa dibilang adalah kota yang minim dengan mall. Nggak seperti di Jakarta, di Jember mall yang cukup besar, yaitu Jember Roxy Square adalah mal terbaru yg menghadirkan konsep belanja hemat, terletak di Kelurahan Sempusari, Kaliwates.

Bioskop di Jember levelnya bukan 21 atau XXI tapi, cineplex. Itupun setahu gue cuman ada satu di deket Polres, Jember.

Resto makanan siap saji di Jember hanya ada CFC, KFC dan Pizza Hut. Toko buku hanya ada Gramedia dan Toga Mas. Itupun hanya satu di pusat kota Jember.

Ada satu supermarket yang harganya miring banget jika di banding Carefour atau Hypermart dan itu letaknya nggak jauh dari rumah tante. Jadi, kalo siang ya antrian di kasirnya itu panjaaangg bener. Jadi, ya hiburannya cuman itu :)

Jember itu punya tempat wisata yang menarik loh. Pantai, pemandian, air terjun, dan lainnya. Tapi, dari kecil gue nggak pernah diajak meng-explore daerah-daerah wisata itu jadi, ya...sampai sekarang gue belum pernah ngunjungin tempat-tempat wisata itu. Cuman plesiran di dalam kota. Pertama, karena keluarga tante nggak punya kendaraan pribadi. Kedua, mereka nggak terlalu suka plesiran gitu.

Ada sih temen tante yang masih anak gaul juga tapi, karena nggak terlalu deket jadi, agak sungkan untuk ngajak jalan-jalan. Ohya, di daerah sekitar UNEJ (Universitas Jember) banyak loh tempat nongkrong :)

Kalo mau tau lebih banyak lagi tentang Jember, bisa ngunjungin wikipedia atau lebih afdol lagi kalo berkunjung langsung ke kotanya. Dijamin nggak akan nyesel :))
Tanggal 21 Desember 2015 gue mudik ke Jember, Jawa Timur. Tapi, sebelum ke sana gue mampir dulu di Surabaya untuk nginep semalem di rumah Om. Tanggal 22 Desember dini hari gue nyampe Surabaya. Tidur hanya beberapa jam, sekitar jam 6 bokap bangunin, ngajak ke Bangkalan.

Itu emang udah bagian dari rencana. Gue pingin melintas jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dengan Madura. Kota pertama yang disinggahi adalah Bangkalan. Di sana adalah rumah makan yang menyajikan bebek goreng yang endos gandos. Namanya Bebek Sinjay. Bebek Sinjay ini terkenal bingits di Surabaya dan Madura. Di Jakarta ada cabangnya di daerah Pondok Gede tapi, nggak serame di tempat asalnya.

Jembatan Suramadu (dok.pribadi)
Dari rumah Om kita berangkat jam 7 pagi, nyampe di Bangkalan sekitar jam 8 gitu. Sepanjang melintasi jembatan Suramadu entah kenapa gue ngerasa begidik. Gue sama bokap minjem motor Om. Bokap sih jalannya emang ga ngebut-ngebut banget maksudnya biar gue bisa nikmatin pemandangan. Tapi, alih-alih nikmatin pemandangan, gue pingin banget cepet-cepet nyampe di seberang. Gue emang fobia sama ketinggian dan itu tuh di bawah jembatan adalah selat Madura. Pikiran gue kalo jembatan ini roboh gimana ya? Duh...serem bener deh bayanginnya.

Begitu nyampe di pintu gerbang Madura, di sisi sebelah kiri itu banyak penjual tahu petis. Belilah
dok.pribadi
kita 5 biji tahu petis. Sampai di Bebek Sinjay, sudah ada beberapa orang pembeli. Jam 8 pagi udah buka dan jam segitu udah ada orang yang beli beberapa bungkus yang jumlahnya lebih dari 5, mungkin untuk makan siang kali ya. Harga paket bebek, nasi dan minum dibanderol dengan harga Rp 22,000. Bebek goreng di rumah makan ini begitu meresap bumbunya. Resto bebek yang terkenal rame di Jakarta itu rasanya kalah sama Bebek Sinjay. Sambelnya juga beda, yaitu sambel pencit (pencit=mangga muda). Kalo buat gue rasa sambel pencit di Bebek Sinjay juara! Aroma cabenya berasa, rasanya tuh susah di jabarkan harus dirasakan sendiri :)) Di Surabaya ada cabangnya (di salah satu mal dan di Jl. Tidar) dan
tahu petis (dok.pribadi)
harganya berbeda sama yang di Bangkalan. Di Surabaya harga paket bebek Sinjay dibanderol Rp 25,000.
dok.pribadi

Bokap tuh kalo pas nginep di Surabaya bisa bolak balik ke Bangkalan cuman buat makan bebek di Bebek Sinjay. Kalo nginep dua hari, ya dua hari itu dia sempetin ke Bangkalan. Abis makan bebek, bokap ngajak gue jalan-jalan di sekitar kota Bangkalan. Karena Om gue jam 11 mau berangkat kerja, jadinya nggak bisa lama-lama keliling Madura. Ohya ampir lupa. Begitu masuk Madura menuju Bebek Sinjay di sepanjang jalan banyak toko dan pengrajin batik. Sayang gue nggak foto. Tapi, memang corak batik Madura itu unik dan warna-warni.

Balik dari Madura, gue lanjut tidur. Ngantuk gila. Siangnya setelah bokap nganter Om kerja, kita pergi ke Museum Kapal Selam, Jl. Pemuda No.39, Genteng, Kota SBY, Jawa Timur 60271. 

MonKaSel (Monumen Kapal Selam)

adalah sebuah monumen Kapal Selam terbesar di kawasan Asia, yang dibangun di sisi sungai Kalimas, Surabaya. Monumen ini dibangun dengan ide para sesepuh Kapal Selam dari Angkatan Laut.

dok.pribadi
Konsep utama adalah:
  • Untuk membuat kawasan wisata baru di Jawa Timur
  • Sebagai warisan nilai sejarah yang mencerminkan Indonesia sebagai Negara Maritim
  • Untuk menjaga aman dan bertindak sebagai obyek konservasi
  • Sebagai kenangan yang didedikasikan untuk seorang pejuang pemberani yang berjuang gigih.
KRI Pasopati 410, termasuk tipe SS Whiskey Class, dibuat di Vladi Wostok Rusia pada tahun 1952. Kapal Selam ini berpartisipasi di Angkatan Laut sejak tanggal 29 Januari 1962, tugas utama adalah untuk menghancurkan garis musuh (anti-shipping), pengawasan dan melakukan penggerebekan secara diam-diam. KRI Pasopati 410 telah mengambil peran besar untuk mempertahankan hukum kelautan, seperti Operasi Trikora, KRI Pasopati 410 turun ke belakang garis musuh, memberi penindasan secara psikologis.

Spesifikasi :

  • Panjang: 76,6 m
  • Lebar: 6,30 m
  • Kecepatan: 18.3 knot di atas permukaan, 13,6 knot di bawah permukaan
  • Berat penuh: 1.300 tons
  • Berat kosong: 1.050 tons
  • Kemampuan penemuan: 8.500 mil laut
  • Baterai: 224 unit
  • Bahan Bakar: Diesel
  • Persenjataan: 12 Torpedo Uap Gas
  • Panjang: 7 m
  • Baling-baling: 6 lubang
  • Awak kapal: 63 termasuk Komandan
  • KRI Pasopati memiliki jumlah 7 ruangan:
    1. Ruang untuk haluan Torpedo, dipersenjatai dengan 4 torpedo propeller, juga bertindak sebagai penyimpanan untuk torpedo
    2. Ruang Komandan, Ruang Makan, dan Ruang Kerja. Di bawah dek adalah Ruang untuk Baterai I
    3. Jembatan utama dan Pusat Komando. Penyimpanan Makanan di bawah dek
    4. Ruangan Awak Kapal, Dapur, dan penyimpanan untuk Baterai II di bawah dek
    5. Ruangan Mesin Diesel dan Terminal Mesin
    6. Kamar Mesin Listrik
    7. Ruangan Torpedo untuk bagian buritan. Berisi dengan 2 buah Torpedo.
 Monumen Kapal Selam KRI Pasopati 410 adalah monumen pada skala penuh (bukan replika), kapal selam ini adalah salah satu dari Armada Divisi Timur. Konstruksi monumen dimulai pada bulan Juli 1995, pertama ditandai dengan Gubernur Jawa Timur, Bapak Basofi Soedirman melakukan peletakan batu pertama untuk pondasi. Pada saat yang sama, KRI Pasopati 410 telah diiris menjadi 16 bagian di PT. PAL Indonesia. Kemudian bagian per bagian diciptakan kembali dan diletakkan di atas pondasi monumen. Monkasel resmi dibuka pada 15 Juli 1998 dan telah beroperasi sebagai salah satu objek wisata di Surabaya.

Jam Buka:
  • Setiap hari: 08.00 - 22.00 wib.
HTM: Rp 10,000 (bisa sekalian nonton film tentang sejarah kapal selam di jam-jam yang sudah ditentukan)

(info monkassel: http://monkasel.com/)

tahu campur (dok.pribadi)
Malemnya gue sama bokap nyari makanan khas Jatim yang pingin banget gue cobain, yaitu Tahu Campur. Tahu campur adalah salah satu makanan khas kota Surabaya. Tahu campur ini  terdiri atas tahu goreng setengah matang dan lontong yang dipotong kecil-kecil tambah sayuran toge, selada air, mie kuning, daging sapi, urat kemudaian di siram dengan kuah dan ditambah dengan petis. Akhirnya dapet nggak jauh dari rumah Om. harga seporsinya Rp 15,000 tanpa lontong. Harga yang sesuai karena, rasa dan potongan daging, uratnya juga nggak terlalu sedikit.

Kurang lama explore Surabaya, soalnya besok paginya gue udah harus berangkat melanjutkan perjalanan ke Jember.

Segitu dulu liputannya. Semoga di akhir tahun 2016 gue bisa mudik lagi :))