Jember, Kota Terbina

0 Comments
Lanjut perjalanan liburan gue. Tanggal 23 Desember gue berangkat dari Surabaya menuju Jember. Moda transportasi yang gue gunakan yaitu bis dari terminal Bungurasih (Purabaya). Tiket bis AC Surabaya-Jember Rp 60,000 per orang. Waktu jarak tempuh 4,5 - 5 jam.

Sekitar jam 3 sore gue sampai di rumah Tante. Setelah bertahun-tahun akhirnya gue bisa liburan di kota kelahiran bokap. Gue akan cerita tentang kota kelahiran bokap. Jember.

Kabupaten Jember adalah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia yang beribukota di Jember. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Bondowoso di utara, Kabupaten Banyuwangi di timur.

Moto : Carya Dharma Praja Mukti (dari bahasa jawa yang artinya "berkarya dan mengabdi untuk kepentingan bangsa dan negara")

Semboyan : Jember Terbina
Slogan Pariwisata : Kota Karnaval (karena menjadi tempat penyelenggara even tahunan Jember Fashion
                              Carnival)
Julukan : Kota 1000 Bukit, Kota Tapal Kuda, Kota Pendidikan.

Geografi

Jember memiliki luas 3.293,34 Km2 dengan ketinggian antara 0 - 3.330 mdpl. Iklim Kabupaten Jember adalah tropis dengan kisaran suhu antara 23oC - 32oC. Bagian selatan wilayah Kabupaten Jember adalah dataran rendah dengan titik terluarnya adalah Pulau Barong. Pada kawasan ini terdapat Taman Nasional Meru Betiri yang berbatasan dengan wilayah administratif Kabupaten Banyuwangi. Bagian barat laut (berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo adalah pegunungan, bagian dari Pegunungan Iyang, dengan puncaknya Gunung Argopuro (3.088 m). Bagian timur merupakan bagian dari rangkaian Dataran Tinggi Ijen. Jember memiliki beberapa sungai antara lain Sungai Bedadung yang bersumber dari Pegunungan Iyang di bagian Tengah, Sungai Mayang yang persumber dari Pegunungan Raung di bagian timur, dan Sungai Bondoyudo yang bersumber dari Pegunungan Semeru di bagian barat.

Transportasi

Kalau ke Jember nggak usah takut soal transportasi. Jember punya stasiun kereta api, terminal bis Tawangalun dan bandara. Untuk maskapai yang melayani penerbangan ke Jember yaitu, Garuda Airways (Surabaya-Jember 10 kali penerbangan dalam seminggu), Susi Air (Jember-Sumenep satu kali penerbangan dalam seminggu).

Untuk moda transportasi dalam kota, bisa menggunakan becak dengan tarif yang relatif murah dan bisa ditawar tapi, tetap mempertimbangkan jarak tempuh. Kalo nggak kasihan abang becaknya.

Hotel

Jangan khawatir soal tempat menginap selama di Jember. Hampir di sepanjang jalan dan di beberapa tempat bisa ditemui hotel. Rumah tante gue aja di belakang Hotel Safari.

Kuliner

Untuk yang satu ini gue memang nggak terlalu banyak explore-nya. Gue cuman suka sama makanan yang sama dan selalu itu yang gue cari setiap kali mudik ke Jember, yaitu rujak cingur dan nasi pecel Bu Darum. Dua hidangan ini begitu laziz. Rujak cingur langganan keluarga ada di dalam gang yang ga terlalu jauh dari rumah tante. Bumbu kacang bercampur dengan petis, irisan mangga, bengkoang, sayuran, tahu, tempe dan yang paling penting yaitu cingur, beuuhh...bikin air liur mau netes. Itu makanan wajib santap. Meskipun tante gue bisa bikin tapi, tetep rujak cingur mbok Minah itu the best! Mbok Minahnya sih udah meninggal, tapi usaha itu tetap berjalan dilanjut sama anaknya. Satu warisan yang tak ternilai harganya. Seporsi rujak cingur plus lontong dibanderol dengan harga Rp 15,000. Menurut gue itu harga yang pantas. Di Jakarta ada juga warung yang jual rujak cingur dan dibikin sama orang yang berasal dari Jawa Timur juga tapi, rasanya itu beda bener.

Terus kalo untuk sarapan, makanan yang diandalkan adalah nasi pecel Bu Darum. Nasi hangat berpadu dengan sayur labu, sayuran, bumbu pecel, empal daging dan rempeyek kacang hmm...mood booster yang cocok :)) seporsi nasi pecel dibanderol harga Rp 15,000. Sarapan pagi 15,000? Mahal memang, tapi kalo udah nyobain pasti ketagihan.

Mie Ayam Apong (dok.pribadi)
Mie ayam di Jember itu nggak sama dengan mie ayam yang ada di Jakarta. Kalo di Jakarta mie-nya keriting atau lebar sementara di Jember itu mie-nya lurus dan sedikit tebal mmm...mungkin seperti udon tapi, lebih kecilan. Yang beken (menurut bokap) yaitu Mie Apong. Kedai Mie Apong yang gue kunjungi itu di belakang Matahari Dept. Store (Plaza Johar). Ukuran mangkoknya ada yang besar (Rp 10,000) dan kecil (Rp 8,000). Untuk daging ayamnya bukan potongan besar-besar tapi, cincang halus sekali. Dilengkapi dengan taburan bawang goreng dan irisan daun bawang. Mie ayam ini disantap dengan acar timun, kalo yang suka pedas bisa ditambah acar cabe dan sambel. Tidak ada saos cabe. Gue tanya bokap, ada nggak sih mie ayam yang mie nya keriting. Kata bokap, di Jember ya khas mie nya seperti itu. Mau cari ke sudut manapun nggak akan nemuin mie keriting.

Cilok. Begitu gue lihat tukang cilok, bayangan gue ya cilok seperti khas nya Bandung. Ternyata cilok di Jember beda. Ciloknya itu bulet kecil-kecil kayak bakso upil, terus tahu goreng dipotong-potong kecil dan cilok goreng juga dengan bulatan yang kecil-kecil. Disiram pakai kuah, bumbu kacang dan sambel kalo mau pedes, kecap manis, saos sambel. Tapi, karena biasa dengan bumbu kacang, jadi kalo gue beli itu nggak mau disiram kuah.

Minuman penghangat badan yang terkenal di Jember yaitu wedang angsle. Rasa kuahnya sama seperti wedang ronde tapi, isinya ada ketan dan kacang tanah sangrai.

Oleh-oleh Khas Jember

Jember itu terkenal dengan olahan tape dari singkong. Tape Jember jangan ditanya deh rasanya. Manis legit. Dari tape itu lahir olahan kue prol tape, suwar-suwir, pia tape, brownies tape, dodol tape. Pokoknya semua olahan kue itu berbahan dasar tape.


Tempat Hiburan

Jember bisa dibilang adalah kota yang minim dengan mall. Nggak seperti di Jakarta, di Jember mall yang cukup besar, yaitu Jember Roxy Square adalah mal terbaru yg menghadirkan konsep belanja hemat, terletak di Kelurahan Sempusari, Kaliwates.

Bioskop di Jember levelnya bukan 21 atau XXI tapi, cineplex. Itupun setahu gue cuman ada satu di deket Polres, Jember.

Resto makanan siap saji di Jember hanya ada CFC, KFC dan Pizza Hut. Toko buku hanya ada Gramedia dan Toga Mas. Itupun hanya satu di pusat kota Jember.

Ada satu supermarket yang harganya miring banget jika di banding Carefour atau Hypermart dan itu letaknya nggak jauh dari rumah tante. Jadi, kalo siang ya antrian di kasirnya itu panjaaangg bener. Jadi, ya hiburannya cuman itu :)

Jember itu punya tempat wisata yang menarik loh. Pantai, pemandian, air terjun, dan lainnya. Tapi, dari kecil gue nggak pernah diajak meng-explore daerah-daerah wisata itu jadi, ya...sampai sekarang gue belum pernah ngunjungin tempat-tempat wisata itu. Cuman plesiran di dalam kota. Pertama, karena keluarga tante nggak punya kendaraan pribadi. Kedua, mereka nggak terlalu suka plesiran gitu.

Ada sih temen tante yang masih anak gaul juga tapi, karena nggak terlalu deket jadi, agak sungkan untuk ngajak jalan-jalan. Ohya, di daerah sekitar UNEJ (Universitas Jember) banyak loh tempat nongkrong :)

Kalo mau tau lebih banyak lagi tentang Jember, bisa ngunjungin wikipedia atau lebih afdol lagi kalo berkunjung langsung ke kotanya. Dijamin nggak akan nyesel :))


Tulisan Lainnya:

Tidak ada komentar: