Maddah & Sunyaruri - Risa Saraswati

2 Comments
Buat kalian yang belum tahu siapa Risa Saraswati, beliau adalah seorang penulis, vokalis dari Sarasvati Band. Risa memiliki kelebihan yaitu bisa melihat makhluk yang tak kasat mata. Kelebihannya ini dimiliki sejak kecil dan waktu SD beliau punya sahabat-sahabat kecil lima orang anak-anak cowok Belanda. Kisah tentang mereka bisa dibaca di review gue "Gerbang Dialog Danur".

Nah, kali ini gue penasaran pingin cari buku Risa yang lain. Akhirnya gue nemuin buku Maddah dan Sunyaruri. Maddah adalah buku kedua Risa. Maddah sendiri diambil dari bahasa arab yang artinya "dibaca panjang". Jadi, bisa dibilang Maddah ini adalah kepanjangan dari Danur. Di buku Maddah Risa menuliskan kembali kisah persahabatannya dengan "mereka" yang menurut Risa semakin beliau dewasa, merasa dijauhi oleh sahabat-sahabatnya itu. Karena semenjak Risa pindah dari rumah neneknya, sahabat-sahabatnya itu ikut pindah pula dan mendiami sebuah bangunan sekolah. Di buku ini Risa menceritakan kisah dari "teman-teman" baru yang mendatanginya sekedar untuk bercerita dan kisah "mereka" itulah yang ditulis Risa di dalam Maddah.

Maddah adalah buku yang berisi kerinduan Risa berkumpul bersama sahabat-sahabat kecilnya yang sudah bertambah dua lagi. Tak hanya Peter, William, Hans, Hendrick dan Janshen, sekarang bertambah Marianne dan Norma.

Peter dan yang lainnya tak lagi menyambangi Risa sesering dulu masih kanak-kanaknya. "Mereka" merasa bahwa Risa terus bertumbuh sementara mereka tetap seperti dulu pertama kali Risa mengenal mereka. Peter dan kawan-kawan merasa Risa sudah tidak asik lagi seperti dulu.

Rupanya kegelisahan Risa terus berlanjut hingga lahir lagi buku ketiganya yang berjudul Sunyaruri. Di buku ini Risa masih tetap menceritakan tujuh sahabatnya dan kisah-kisah dari sosok-sosok lain yang mendatanginya hanya sekedar berbagi kisah sedih mereka. Apa yang menyebabkan mereka seperti "itu". Sunyaruri adalah buku terakhir Risa yang menuliskan pengalamannya
bersama tujuh orang sahabat kecilnya.
Risa berjanji pada sahabat-sahabtnya tidak lagi menceritakan kisah mereka kepada orang lain. Di buku Sunyaruri juga disisipkan resep kue bikinan Hans yang sempat memberikan Risa penghasilan tambahan selama dua tahun. Risa berkisah bahwa rasa kue yang dibuat itu akan sangat berbeda saat ada Hans yang menemani dan Risa membuat sendiri tanpa kehadiran Hans.

Karena tiga buku Risa adalah kisah pengalaman hidupnya bikin gue nggak berhenti membalik halaman demi halaman. Buku Sunyaruri habis dalam beberapa jam, sebagai teman perjalanan balik Jember-Jakarta. Sebenarnya Maddah pun bisa gue habiskan dalam beberapa jam tapi, gue tahan-tahan biar ga cepet habis. Dua hari habis gue baca Maddah.

Risa memiliki kegalauan kalau dia dianggap gila atau aneh oleh orang-orang yang membaca bukunya tapi, nggak buat gue. Risa memiliki kelebihan dan memang nggak setiap orang bisa menerima kelebihan Risa. Gue yang punya beberapa teman yang seperti Risa nggak asing dengan kelebihan Risa. Setelah membaca tiga buku Risa, sepertinya Peter dan kawan-kawan nyata di dunia ini. Mereka layaknya anak-anak di usia itu, nakal, jail, tapi ada juga yang dewasa dalam pemikiran.

Uniknya, kisah-kisah dari "teman-teman" Risa ini yang dijadikan lagu oleh Sarasvati Band.

Ikutin deh kisahnya Risa Saraswati, kalian akan temui keasikan membaca tulisannya :)


Tulisan Lainnya:

2 komentar:

  1. Kisahnya seperti "sahabat khayal" gitu yah? sahabat dari extra dimensional, dimensi lain :) menarik kak reviewnya :)

    BalasHapus
  2. Menarik juga novelnya. Teman saya ada yang seperti demikian. Tapi dia nggak mau menonjolkan kelebihan sixth sense-nya. Berharap ingin baca novel seperti ini, apa daya, saya langsung parno dengan detil-detilnya :')

    BalasHapus