Negeri van Oranje: The Movie

0 Comments
Wow...finally, buku Negeri van Oranje difilm-in juga. Antusias dong gue nunggu filmnya tayang. Secara udah liat trailernya dan yang main wuiihhh...ganteng-ganteng dan cantik :)

Gue ubek-ubek lagi file buku gue di website goodreads dan ternyata buku ini udah gue baca lima tahun yang lalu. Pantesan aja lupa-lupa inget tapi, pas nonton filmnya kayak dituntun ke ingatan waktu baca bukunya. Siapa yang disukai siapa, siapa yang gay dan siapa yang jadi muara akhir.

Finally gue bisa nonton film ini bareng sama sobat baik yang sama-sama suka warna orens dan suka Netherland. Tadinya waktu film ini perdana tayang di bioskop tanggal 23 Desember 2015 sobat gue itu udah ngajakin nobar tapi, di tanggal itu gue lagi mudik dan baru tanggal 31 Desember di Jakarta. Tapi, emang udah dasar jodohnya sama tuh film, tak taunya pas tanggal 1 Januari 2016 masih tayang dan kita berhasil nonton :) Tahun 2016 diawali dengan sesuatu yang bagus tuh berasa pertanda hahaha.

Balik lagi ke film Negeri van Oranje. Emang ya di mana-mana yang namanya buku sama filmnya itu udah pasti beda ya. Berikut secuplik review gue tentang bukunya ya sebelum gue bahas filmnya.

"Membaca buku ini aku seperti ikut berpetualang dengan Banjar, Wicak, Geri, Lintang dan Daus. Aku sudah ikut menjelajah kota Amersfort, Leiden, Amsterdam, Maastricht, Utrecht, Den Haag, Wegeningen, Rotterdam, Delft, Keukenhoff dan jalan-jalan ke Brussel-Barcelona-Berlin. Hanya saja dengan kenekatan Daus akhirnya perjalanan terakhir (Berlin) ditukar dengan mengunjungi Salzburg (Austria) *this is the city i want to visit once i have chance to trip to Europe*

Lain kisah jalan-jalannya, lain pula dengan kisah persahabatan kelimanya diumana persahabatan itu dimulai tanpa sengaja. Bumbu kisah kasihnya diramu dengan sederhana. Nggak nyangka juga Geri yang ganteng, menawan ternyata seorang gay dan membuat Lintang patah hati. Bagaimana mereka menyiapkan thesis dan perjuangan mereka bertahan hidup di negeri orang dengan status pelajar. Kedetilan ceritanya menjadi nilai tersendiri buatku.

Menariknya lagi buku ini dilengkapi dengan tips-tips bertahan hidup di Belanda dan ber-backapcker ria di Eropa. Kisah ini diakhiri dengan pernikahan Wicak dan Lintang *so sweettt* Empat jempol buat Wahyuningrat, Adept W., Nisa R. Dan Rizki Pandu P."


Filmnya cukup mewakili kisah keseluruhan buku ini yang lebih menonjolkan sisi persahabatan, percintaan dari lima orang sahabat yang perkenalannya dimulai tanpa sengaja. Lintang demi mencari tahu hatinya lebih memilih kepada siapa merelakan waktunya untuk menghabiskan sehari bersama Banjar, Wicak, Geri dan Daus. Empat cowok dengan karakter yang berbeda menghidupkan persahabatan itu. 

Pemeran dari masing-masing tokoh buat gue pas aja. Aktingnya nggak ada yang kaku. Empat cowok pakai setelan jas yang warnanya sama dan untuk yang belum baca bukunya pasti nebak-nebak si Lintang milih siapa ya? Tapi, nggak empat deh. Tiga. Soalnya Geri kan nggak diitung hahaha..

Emang dari tiga cowok yang suka sama Lintang, cuman Wicak yang sikapnya nggak jauh beda dari Geri. Cool, tapi perhatian. Abimana cocok deh meranin Wicak. Sosok Geri yang perlente pas diperanin Chico Jerico. Konyolnya Daus dan Banjar juga pas diperanin Ge dan Arifin. Lintang divisualkan cantik diwakili oleh Tatjana. 

Emang ya nggak ada yang namanya persahabatan murni antara cewek dan cowok. Apalagi kalo cowok atau ceweknya ganteng dan cantik pasti ada bumbu-bumbu asmaranya. Mau itu sahabatan dari masih kecil atau sahabatan yang udah ketemu gede pasti nggak bisa murni bersahabat. Rasa ikut-ikutan main.

Ngomongin soal traveling, persahabatan dan cinta ada loh buku yang judulnya

Travelers' Tale, Belok Kanan: Barcelona!

Keempat orang bersahabat dari kecil. Di masa SMA mereka mulai saling jatuh cinta tanpa pernah tersampaikan. Retno dua kali menolak Francis padahal sebenarnya Farah memendam cinta pada pria itu. Menambah masalah jadi pelik, Jusuf juga sebenarnya menyayangi Farah.

Mereka tumbuh besar dan bekerja di negara berbeda. Masalah dimulai ketika Francis mengirimkan undangan kepada tiga sahabatnya bahwa dia akan menikah dengan gadis Spanyol di Barcelona. Masing-masing pergi menuju Barcelona meski dengan budget terbatas dari penjuru yang berbeda dengan misi tersendiri. Mencari jawaban untuk pertanyaan masing-masing.

Nggak ada yang berminat naikin ke layar lebar apa ya? ^^

Pasti nggak kalah seru dari Negeri van Oranje karena settingnya di benua Eropa. Barcelona bok. Pasti lebih indah lagi pemandangannya :)

Anyway, two thumbs up! buat Negeri van Oranje: The Movie 



Tulisan Lainnya:

Tidak ada komentar: