Surabaya Jalan Jalan

2 Comments
Tanggal 21 Desember 2015 gue mudik ke Jember, Jawa Timur. Tapi, sebelum ke sana gue mampir dulu di Surabaya untuk nginep semalem di rumah Om. Tanggal 22 Desember dini hari gue nyampe Surabaya. Tidur hanya beberapa jam, sekitar jam 6 bokap bangunin, ngajak ke Bangkalan.

Itu emang udah bagian dari rencana. Gue pingin melintas jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dengan Madura. Kota pertama yang disinggahi adalah Bangkalan. Di sana adalah rumah makan yang menyajikan bebek goreng yang endos gandos. Namanya Bebek Sinjay. Bebek Sinjay ini terkenal bingits di Surabaya dan Madura. Di Jakarta ada cabangnya di daerah Pondok Gede tapi, nggak serame di tempat asalnya.

Jembatan Suramadu (dok.pribadi)
Dari rumah Om kita berangkat jam 7 pagi, nyampe di Bangkalan sekitar jam 8 gitu. Sepanjang melintasi jembatan Suramadu entah kenapa gue ngerasa begidik. Gue sama bokap minjem motor Om. Bokap sih jalannya emang ga ngebut-ngebut banget maksudnya biar gue bisa nikmatin pemandangan. Tapi, alih-alih nikmatin pemandangan, gue pingin banget cepet-cepet nyampe di seberang. Gue emang fobia sama ketinggian dan itu tuh di bawah jembatan adalah selat Madura. Pikiran gue kalo jembatan ini roboh gimana ya? Duh...serem bener deh bayanginnya.

Begitu nyampe di pintu gerbang Madura, di sisi sebelah kiri itu banyak penjual tahu petis. Belilah
dok.pribadi
kita 5 biji tahu petis. Sampai di Bebek Sinjay, sudah ada beberapa orang pembeli. Jam 8 pagi udah buka dan jam segitu udah ada orang yang beli beberapa bungkus yang jumlahnya lebih dari 5, mungkin untuk makan siang kali ya. Harga paket bebek, nasi dan minum dibanderol dengan harga Rp 22,000. Bebek goreng di rumah makan ini begitu meresap bumbunya. Resto bebek yang terkenal rame di Jakarta itu rasanya kalah sama Bebek Sinjay. Sambelnya juga beda, yaitu sambel pencit (pencit=mangga muda). Kalo buat gue rasa sambel pencit di Bebek Sinjay juara! Aroma cabenya berasa, rasanya tuh susah di jabarkan harus dirasakan sendiri :)) Di Surabaya ada cabangnya (di salah satu mal dan di Jl. Tidar) dan
tahu petis (dok.pribadi)
harganya berbeda sama yang di Bangkalan. Di Surabaya harga paket bebek Sinjay dibanderol Rp 25,000.
dok.pribadi

Bokap tuh kalo pas nginep di Surabaya bisa bolak balik ke Bangkalan cuman buat makan bebek di Bebek Sinjay. Kalo nginep dua hari, ya dua hari itu dia sempetin ke Bangkalan. Abis makan bebek, bokap ngajak gue jalan-jalan di sekitar kota Bangkalan. Karena Om gue jam 11 mau berangkat kerja, jadinya nggak bisa lama-lama keliling Madura. Ohya ampir lupa. Begitu masuk Madura menuju Bebek Sinjay di sepanjang jalan banyak toko dan pengrajin batik. Sayang gue nggak foto. Tapi, memang corak batik Madura itu unik dan warna-warni.

Balik dari Madura, gue lanjut tidur. Ngantuk gila. Siangnya setelah bokap nganter Om kerja, kita pergi ke Museum Kapal Selam, Jl. Pemuda No.39, Genteng, Kota SBY, Jawa Timur 60271. 

MonKaSel (Monumen Kapal Selam)

adalah sebuah monumen Kapal Selam terbesar di kawasan Asia, yang dibangun di sisi sungai Kalimas, Surabaya. Monumen ini dibangun dengan ide para sesepuh Kapal Selam dari Angkatan Laut.

dok.pribadi
Konsep utama adalah:
  • Untuk membuat kawasan wisata baru di Jawa Timur
  • Sebagai warisan nilai sejarah yang mencerminkan Indonesia sebagai Negara Maritim
  • Untuk menjaga aman dan bertindak sebagai obyek konservasi
  • Sebagai kenangan yang didedikasikan untuk seorang pejuang pemberani yang berjuang gigih.
KRI Pasopati 410, termasuk tipe SS Whiskey Class, dibuat di Vladi Wostok Rusia pada tahun 1952. Kapal Selam ini berpartisipasi di Angkatan Laut sejak tanggal 29 Januari 1962, tugas utama adalah untuk menghancurkan garis musuh (anti-shipping), pengawasan dan melakukan penggerebekan secara diam-diam. KRI Pasopati 410 telah mengambil peran besar untuk mempertahankan hukum kelautan, seperti Operasi Trikora, KRI Pasopati 410 turun ke belakang garis musuh, memberi penindasan secara psikologis.

Spesifikasi :

  • Panjang: 76,6 m
  • Lebar: 6,30 m
  • Kecepatan: 18.3 knot di atas permukaan, 13,6 knot di bawah permukaan
  • Berat penuh: 1.300 tons
  • Berat kosong: 1.050 tons
  • Kemampuan penemuan: 8.500 mil laut
  • Baterai: 224 unit
  • Bahan Bakar: Diesel
  • Persenjataan: 12 Torpedo Uap Gas
  • Panjang: 7 m
  • Baling-baling: 6 lubang
  • Awak kapal: 63 termasuk Komandan
  • KRI Pasopati memiliki jumlah 7 ruangan:
    1. Ruang untuk haluan Torpedo, dipersenjatai dengan 4 torpedo propeller, juga bertindak sebagai penyimpanan untuk torpedo
    2. Ruang Komandan, Ruang Makan, dan Ruang Kerja. Di bawah dek adalah Ruang untuk Baterai I
    3. Jembatan utama dan Pusat Komando. Penyimpanan Makanan di bawah dek
    4. Ruangan Awak Kapal, Dapur, dan penyimpanan untuk Baterai II di bawah dek
    5. Ruangan Mesin Diesel dan Terminal Mesin
    6. Kamar Mesin Listrik
    7. Ruangan Torpedo untuk bagian buritan. Berisi dengan 2 buah Torpedo.
 Monumen Kapal Selam KRI Pasopati 410 adalah monumen pada skala penuh (bukan replika), kapal selam ini adalah salah satu dari Armada Divisi Timur. Konstruksi monumen dimulai pada bulan Juli 1995, pertama ditandai dengan Gubernur Jawa Timur, Bapak Basofi Soedirman melakukan peletakan batu pertama untuk pondasi. Pada saat yang sama, KRI Pasopati 410 telah diiris menjadi 16 bagian di PT. PAL Indonesia. Kemudian bagian per bagian diciptakan kembali dan diletakkan di atas pondasi monumen. Monkasel resmi dibuka pada 15 Juli 1998 dan telah beroperasi sebagai salah satu objek wisata di Surabaya.

Jam Buka:
  • Setiap hari: 08.00 - 22.00 wib.
HTM: Rp 10,000 (bisa sekalian nonton film tentang sejarah kapal selam di jam-jam yang sudah ditentukan)

(info monkassel: http://monkasel.com/)

tahu campur (dok.pribadi)
Malemnya gue sama bokap nyari makanan khas Jatim yang pingin banget gue cobain, yaitu Tahu Campur. Tahu campur adalah salah satu makanan khas kota Surabaya. Tahu campur ini  terdiri atas tahu goreng setengah matang dan lontong yang dipotong kecil-kecil tambah sayuran toge, selada air, mie kuning, daging sapi, urat kemudaian di siram dengan kuah dan ditambah dengan petis. Akhirnya dapet nggak jauh dari rumah Om. harga seporsinya Rp 15,000 tanpa lontong. Harga yang sesuai karena, rasa dan potongan daging, uratnya juga nggak terlalu sedikit.

Kurang lama explore Surabaya, soalnya besok paginya gue udah harus berangkat melanjutkan perjalanan ke Jember.

Segitu dulu liputannya. Semoga di akhir tahun 2016 gue bisa mudik lagi :))


Tulisan Lainnya:

2 komentar:

  1. Asik juga oleh-oleh mudiknya cerita di blog :) thanks for share kakak

    BalasHapus
  2. Trims dah berkunjung, om :))

    BalasHapus