shoutmeloud.com
Hai readers, gue mau share pengalaman nih. Baru-baru ini ada pihak digital agency yang posting comment di salah satu artikel gue. Digital agency tersebut menawarkan kerjasama untuk memasang sponsored post di blog gue. Hmm...sponsored post? Apaan tuh ya? Akhirnya gue email tanya seperti apa kerjasamanya. Lalu dari pihak agency tersebut mengatakan bahwa produk yang mereka tawarkan adalah iklan salah satu situs pemesanan tiket online. Terus gue diminta tulis tentang traveling yang mana di dalam tulisan gue itu ada link ke website tiket online tersebut atau gue bisa meng-edit tulisan yang nantinya dikirim dari mereka. Ada imbalan dengan nilai tertentu dari mereka sesuai dengan Domain Authority gue.

Sebelum gue jawab balik, gue ngobrol dulu sama temen sesama blogger mengenai permintaan dari pihak agency itu. Kalo soal imbalan, menurut temen gue coba minta di nego lagi jangan terlalu minim seperti yang diajukan dari pihak agency. Akhirnya gue coba nego dan juga tanya beberapa hal, tapi dari pihak agency tidak bisa memenuhi permintaan nominal dari gue. Ya sudah lah ya, secara gue juga baru kenal sama si sponsored post ini akhirnya gue setuju kerjasama dengan mereka.

Ternyata, gue nggak perlu nulis artikel sendiri. Dari pihak mereka sudah menyiapkan materinya, gue tinggal posting di blog, isi invoice dan voala! honor langsung diproses dan dalam tiga hari kedepan gue udah terima :)

Dari situ gue jadi tertarik untuk kenalan lebih lanjut dengan si sponsored post ini. Gue coba cari tahu dan sama si mbah gugle gue diarahkan ke halaman ini. Terus gue juga cari tahu dari wikipedia dan kata wikipedia Sponsored Post itu menurut Mutum dan Wang (2010) sebagai "entri blog dipromosikan atau post yang berisi link yang mengarah ke halaman rumah atau halaman produk tertentu dari situs sponsor yang blogger menerima kompensasi dalam bentuk uang, produk, jasa, atau dengan cara lain." Mereka juga dikenal sebagai posting dibayar atau disponsori ulasan.

Oh ya, mengenai link halaman yang tadi gue share, menurut gue tips-tipsnya menarik. Tapi, buat gue yang paling oke untuk diinget itu adalah point Fokus Pada Content. Iya sih, kalo mau dapet sponsored post paling nggak blog lo itu fokus mau tentang apa. Jadinya pengaruh juga ke nilai kompensasinya hehehehe...

Segini dulu ya pengalaman gue. Nanti kalo ada pengalaman baru lagi, gue share dah ^_^
Dengan lensa makro. Lokasi: Taman Menteng
Sekarang gue punya hobi baru. Nature Photography (fotografi alam). Objek gue lebih ke bunga tapi, nggak tertutup juga untuk foto serangga, daun, selama masih layak jadi incaran hehehe.

Kamera yang dipake hanya kamera smartphone dan tambahan lensa makro untuk membidik objek-objek kecil sehingga tampak besar. Dari beberapa koleksi yang akan gue unggah nggak semuanya pake lensa makro tapi, bener-bener ngandelin kejernihan kamera smartphone Lenovo A6010+ yang memiliki kekuatan kamera belakang 13 mega pixel.

Setelah melewati tahapan touch up yang sangat sederhana jadilah seperti sajian berikut ini :) enjoy the pics :)

Dengan lensa makro. Lokasi: Taman Menteng
Kamera smartphone. Lokasi: Kebun Raya Bogor
Kamera smartphone. Lokasi: Kebun Raya Bogor
Kamera smartphone. Lokasi: Kebun Raya Bogor
Kamera smartphone. Lokasi: halaman sekolah
Dengan lensa makro. Lokasi: halaman sekolah
Weekend yang bermanfaat. Sabtu minggu lalu, 15 Oktober 2016 gue sama dua orang temen ngadain workshop di SMP Chairiyah Mansyuriah, Tambora, Jakarta Barat. Itu almamater SMP salah satu temen gue.  Workshop yang kita adain yaitu, cara membuat blog.

Di era yang serba digital ini, menurut kami anak-anak remaja perlu dikenalkan dengan yang namanya blog. Paling nggak, mereka punya wadah untuk membuat sesuatu yang berguna. Jujur aja, gue sendiri masih nggak terlalu gape soal per-blog-an ini. Berdua sama temen yang gue kenal juga dari blog, kami menyusun materi yang akan dikenalkan ke teman-teman SMP Chairiyah Mansyuriah. Karena informasi yang kami dapatkan workshop ini diperuntukkan siswa Kelas 1 SMP, kami pun menyiapkan materi yang nggak terlalu berat-berat banget supaya mereka nggak jenuh, bosan. Konten tulisan kami minimalis, kami perbanyak konten gambar dan video. Anak-anak seumur itu kan lebih ke visual dibanding tulisan. Selain itu kami juga mengajak mereka untuk praktek langsung membuat blog secara berkelompok (mengingat keterbatasan laptop yang ada, karena sebagian sedang dipakai untuk RaKer teman-teman guru).

Berbagai jenis blog kami kenalkan dari mulai Raditya Dika, Trinity bahkan sampai Captain Ruby (food blogger). Semua sosial media semacam facebook, path, instagram, twitter, line, banyak yang sudah familiar. Apalagi dikalangan anak remaja, sosial media dijadikan tempat curhat positif maupun negatif. Dengan adanya workshop ini kami ingin mengenalkan pada teman-teman remaja ini untuk bisa lebih berkreasi yang positif tentunya dengan membuat blog. Kami juga memberi tahu kepada mereka keuntungan menjadi blogger, yaitu bisa dikenal banyak orang dan pastinya bisa menjadi trend setter untuk bidang-bidang tertentu. Kami ingin menggali MINAT mereka dulu. Karena menurut gue untuk menjadi seorang blogger itu perlu minat. Kalo lo nggak punya itu, sekalipun punya blog, halamannya akan kosong melompong dan nggak bermanfaat.

Blog itu juga sama seperti Diary tapi, ini versi online. Versi dimana siapa saja yang mengetahui alamat blog lo bisa baca dan bisa komen. Jadi, kalo lo mau nulis hal-hal yang negatif, mending nulis di buku Diary aja deh, jangan online. Kalo lo mau nulis Diary online, isilah dengan hal-hal yang positif, yang bisa menginspirasi dan dengan begitu pelan tapi, pasti akan banyak orang yang suka dan follow blog lo.

Dari lima kelompok yang kami buat, sudah bisa terlihat kelompok mana yang antusias, juga dari orang per orangnya. Yang bikin kami seneng, respon teman-teman remaja ini tidak mengecewakan. Padahal ini workshop pertama kami. Menurut temen gue yang almamater sekolah itu, Kepala Sekolahnya menyiapkan 50 siswa yang dibagi menjadi dua gelombang. Nah, ini baru gelombang 1 (23 siswa yang hadir dari 25 siswa) masih ada gelombang 2 yang masih dalam pembahasan kapan mereka akan mengikuti workshop ini. Kami juga sudah memberikan tugas untuk gelombang 1 yang nantinya untuk kami bisa menjadi alat ukur siapa yang benar-benar serius dengan blog ini. Dari jumlah yang sudah pasti, nantinya kami ingin mengajarkan mereka materi yang lebih variatif lagi.

Gue seneng akhirnya bisa berkegiatan lagi setelah berbulan-bulan bahkan tahun gue vacum nggak berkegiatan (lagi mager hehehe). Semoga teman-teman remaja ini bisa merasakan manfaat nge-blog sedari dini jadi, suatu hari nanti mereka bisa menjadi seseorang yang berhasil dari blog.

Salam blog :)
Akhir akhir ini marak beredar istilah kurang piknik. Efeknya secara tidak langsung juga membuat habbit masyarakat menjadi tambah suka dengan piknik atau traveling. Tidak heran jika ada promo murah tiket lion air, banyak masyarakat berbondong-bondong booking tiketnya untuk bisa piknik ke tempat yang mereka inginkan. Ada yang piknik ke luar kota, luar pulau, bahkan sampai luar negeri, demi terhindar dari wabah kurang piknik.

Lalu, seperti apa sih orang yang  terkena wabah kurang piknik? Apakah orang yang sering marah-marah dan berpikiran negatif? Kalaupun iya, apakah ada korelasinya atau tidak antara pikiran negatif dan piknik? Mungkin fakta yang didapat dari sebuah penelitan ini dapat  memaparkan bahwa piknik dan traveling di alam bebas dapat menekan tingkat aktivitas pada bagian otak yang sering berhubungan dengan penyakit mental.

Penelitian tersebut dilakukan oleh ilmuwan di Stanford University. Mereka melakukan penelitian dengan sampel 38 orang dimana 19 orang melakukan aktivitas berjalan-jalan di alam bebas dan 19 orang lainnya berjalan di lingkungan urban. Lalu bagaimana hasilnya? Cukup mengejutkan! 19 orang yang berjalan-jalan di alam bebas lebih rendah tingkat pikiran negatifnya dibanding dengan mereka yang berjalan-jalan di lingkungan urban.

Selain sering marah-marah dan pikiran negatif mungkin gejala-gejala berikut ini juga patut kamu waspadai, siapa tahu kamu sedang terkena wabah kurang piknik! Berikut gelajanya:
1.      
      Susah Diajak Bercanda

Gejala-gejala kurang piknik yang juga patut kamu waspadai adalah susah diajak bercanda. Suka bercanda atau humor merupakan sebuah hal yang lumrah dimiliki oleh setiap orang. Seserius apapun sifat orang pasti pernah dan suka becanda. Jika kamu akhir-akhir ini susah diajak bercanda atau diledek sedikit kamu marah? Wah hati-hati tuh mungkin kamu kurang piknik!

2.      Tidak semangat bekerja dan beraktivitas

Semangat kerjamu sedang menurun? Atau kamu sedang males melakukan aktivitas apapun? Wah sepertinya kamu sedang terkena wabah kurang piknik! Aktivitas yang padat dan pekerjaan yang menumpuk memang cukup menguras pikiran. Oleh sebab itu banyak perusahaan atau pabrik-pabrik kini mengagendakan traveling atau piknik untuk para pekerjanya agar semangat kerja tetap terjaga. Jika kamu sedang malas bekerja, boleh tuh sepertinya ajak teman kerjamu untuk traveling bersama.

Sumber: brighterlife.co.id

3.      Sehari-hari hanya ditemani smartphone

Kehadiran smartphone memang membuat candu. Banyak orang yang tidak bisa terlepas dari smartphone dalam kehidupannya. Jika smartphone bisa digunakan dengan smart tentu ini menjadi sinyal postif, akan tetapi jika smartphone kamu menjadi satu-satunya teman, mungkin kamu kurang piknik! Buruan deh piknik! Bukan hanya menyenangkan, kamu juga bisa dapat banyak teman saat piknik!

Sumber: cnbc.com

4.      Stalker-in akun media sosial mantan

Jika kamu susah move on dan sering stalker-in akun media sosial mantan, hati-hati mungkin kamu sedang terkena wabah kurang piknik! Stalker-in akun media sosial mantan bisa jadi akan semakin memperparah wabah kurang piknik kamu apa bila si dia habis piknik dengan pasangannya yang baru, uugh, sakit! Buruan deh kamu piknik dan jangan mau kalah sama si dia!

5.      Media sosial kamu minim foto keren

Gejala dan tanda-tanda lainnya kamu sedang terkena wabah kurang piknik adalah minimnya foto keren pada media sosial kamu, khususnya Instagram. Bagaimana mau banyak followers dan likers kalau kamu minim foto keren? Piknik atau traveling bukan sekedar menyenangkan, secara otomatis bakal menambah koleksi foto keren kamu. Simpelnya sih begini rumusnya, banyak foto keren = banyak followers + banyak likers.
Itulah beberapa gejala dan tanda-tanda kuran piknik. setelah mengetahui gejala-gejala tersebut maka solusi terbaiknya adalah piknik atau traveling, karena banyak manfaat yang bisa didapatkan dari traveling. Selain dapat menghindarkan dari wabah kurang piknik, traveling juga dapat menjadi moodbooster dan sarana relaksasi diri.

Sumber: worldofwanderlust.com

Setelah mengetahui salah satu solusinya adalah traveling, maka langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah meluangkan waktu untuk liburan dan segera mencari destinasi tempat wisata yang menarik buat kamu. Jangan lupa juga untuk mengecek ketersediaan tiket ke daerah tempatwisata jika kamu berencana traveling dengan transportasi umum.


So, selamat piknik dan jangan lupa bahagia ya! Have a nice traveling!
Hari ini di hari terakhir Indonesia International Book Fair. Kali ini yang menjadi undangan kehormatan yaitu Malaysia. Tahun ini pameran digelar di Jakarta Convention Centre. Biasanya di gedung Istora Senayan. Gue sih nggak berkeinginan ngunjungin booth Malaysia. Yang gue tuju langsung ke booth booth di dalem assembly hall.

Seperti biasa di setiap acara IIBF dipenuhi publisher publisher besar Jakarta, perpustakaan-perpustakaan Jakarta dan daerah, publisher dari luar negeri, juga komunitas-komunitas literasi.

Seru? Pastinya. Dan sepertinya tahun ini KPK jadi sponsor besar IIBF. Menariknya di IIBF 2016 muncul booth perpustakaan Departemen Kesehatan dan perpustakaan digital Puspen TNI. TNI-Jejaring. Gerakan Kebangsaan TNI mencerdaskan bangsa. Keren! TNI juga bergerak di bidang literasi.
Gue merasa beruntung dateng di hari terakhir ini. Bisa melihat Dedi Mizwar secara langsung membawakan puisi WS Rendra 'Datanglah, Ya Allah'. Karena beliau adalah aktor watak yang nggak diragukan lagi, jadi cara beliau membawakan puisi, ya sangat bagus. Menurut gue.

Terus gue juga melihat talkshow-nya Panji Pragiwaksono 'Mencari Indonesia'. Selama ini gue emang belum pernah baca buku-buku tulisan Panji. Tapi, denger dia ngomong soal bukunya tentang Indonesia, gue jadi tertarik. Panji sharing pengalamannya stand up di beda-beda negara dan menurutnya Indonesia tetap negara yang bisa dibanggakan. Tadi ada penanya yang nanya kenapa Panji nggak tertarik jadi DKI1 atau terjun ke politik. Jawabannya, karena Panji tidak berkompeten meskipun Panji cinta Indonesia. Yang gue inget dari pernyataan Panji, seorang pejabat kalo kompeten tapi kurang mencintai Indonesia jadinya bikin korupsi. Kalo mencintai Indonesia tapi tidak kompeten jadinya akan menyusahkan. Gue baru tau juga loh kalo di era sekarang ini ada anggota dewan yang nggak ngerti soal MS Excell di komputer. Weleh weleh...

Puncaknya, gue ditemukan ke seorang penulis yang mana dia itu teman baik teman-teman gue. Gue dikasih buku pertamanya dan pastinya akan gue review sebagai penukarnya  Namanya Rama Nugraha dan bukunya berjudul Tiga Dunia. Seperti apa bukunya, tunggu di review gue. Seorang penulis itu yang gue kagumi adalah prosesnya. Hasil itu udah pasti tapi, gimana caranya sampe jadi sebuah buku itu loh perjuangannya. Kalo gue bilang sampe berdarah-darah,mungkin hiperbola. Tapi, gue sendiri ngerasain gimana perjuangan ngusir rasa males dan ngilangin mind blocking. Rama juga ngabisin waktu panjang sampe akhirnya lahir juga si 'jabang bayi' ini.

Jadi...IIBF 2016 gue nggak kalap beli buku tapi, berhasil ngumpulin banyak goodie bag hahahaha