Danur: the movie

0 Comments

Dok. pribadi
Kemarin gue nonton film Danur yang diadaptasi dari bukunya Risa Saraswati. Durasi filmnya nggak terlalu lama sepertinya. Nggak sampai dua jam lah.

Gue tertarik nonton filmnya karena udah baca bukunya. Awal film dikisahkan Risa kecil yang tinggal di rumah besar milik neneknya di daerah Bandung. Ayah, ibunya sibuk sehingga Risa lebih sering sendirian di rumah, walaupun ada asisten rumah tangga tapi Risa nggak punya teman main. Sampai tiba Risa ulang tahun, keinginan yang dia panjatkan yaitu punya teman main. Akhirnya keinginan Risa terkabul.

Risa pun kedatangan tiga orang teman kecil yang adalah keturunan Belanda. Mereka adalah Peter, William dan Jansen.
Sejak berteman dengan mereka, ibu dan asisten rumah tangga suka melihat Risa ngomong sendiri, tertawa sendiri, bermain seolah ada beberapa orang bersamanya. Dipanggilnya orang 'pintar' dan sejak itu diketahui bahwa Risa punya indra ke-enam karena tulang rusuknya yang renggang. Risa diperlihatkan sosok asli tiga orang temannya dan sejak itu mereka menjauh dari Risa.

Saat Risa dewasa, masalah baru muncul di rumah neneknya itu. Adik Risa yang masih kecil ternyata memiliki kemampuan yang sama seperti Risa dan membawa masalah. Riri, adik Risa menemukan sisir di bawah pohon besar dekat rumah waktu main sepeda. Ternyata sisir tersebut memunculkan sosok Asih, kuntilanak penunggu pohon tersebut.

Kejadian demi kejadian menegangkan bermunculan. Gue nggak akan beberkan di sini soalnya biar pembaca penasaran hehehe..

Gue nonton berdua sahabat yang 'spesial'. Genre-nya film horor tapi, jadinya komedi dan gue nggak takut sama sekali. Sepanjang film sohib gue selalu komen, itu kuntinya di situ, itu si Peter ada di situ lagi nyengir, dan gue nggak ngeliat apa-apa.

Gue salut sama Shareefa Danis yang berperan sebagai Asih. Tatap matanya, mimik mukanya itu menyeramkan. Akting Prilly sebagai Risa oke, nggak lebay.

Yang mengganggu buat gue, film ini nggak persis sama seperti bukunya. Teman-teman spesial Risa harusnya empat: Peter, William, Hans dan Jansen. Tapi, di film sosok Hans nggak muncul dan nggak kesebut sama sekali. Kenapa begitu? Gue juga nggak tau. Udah nge-twitt ke Risa Saraswati nanyain hal itu tapi, belum di respon.

Sohib gue kasih info, waktu premier di barisan paling depan di biarkan empat kursi kosong untuk teman-teman spesial Risa. Casting untuk memerankan Peter, William dan Jansen harus anak-anak bule, bukan anak-anak Indonesia yang di cat bule rambutnya. Nggak mau ada darah-darah dan nggak mau ada pemain film yang keturunan orang jepang. Kenapa Prilly yang dipilih nenjadi Risa karena Peter, dkk suka sama Prilly. Prilly juga minta dibuka mata batinnya sama Risa dan sampe sekarang Prilly jadi bisa melihat hal-hal yang tak kasat mata.

Peter, dkk tidak mau ada orang keturunan jepang karena mereka mati dibunuh tentara jepang waktu jepang masuk ke Indonesia. Apa yang dilihat sohib gue tentang sosok Peter, dkk di film itu sama seperti yang digambarkan Risa. Yang beda sosok Peter dan William. Kalo Jansen, pemeran di film dan 'asli'nya nggak jauh beda. Jansen menggemaskan :)

Silahkan baca bukunya dan tonton filmnya :)


Tulisan Lainnya:

Tidak ada komentar: