Judul Buku: William
Penulis: Risa Saraswati
Halaman: 206
Penerbit: Bukune
Bagi pembaca yang sudah pernah baca Danur, Sunyaruri atau buku Risa yang lain pasti nggak asing dengan nama William. Salah satu dari lima sahabat tak kasat mata Risa.

Namanya William van Kemmen, keturunan asli Belanda. Ayahnya, Johan van Kemmen ditugaskan ke Hindia Belanda. Ibunya Maria Ann Zyl adalah keturunan keluarga kaya di Netherland. Sehingga sewaktu datang ke Hindia Belanda memandang rendah kaum pribumi.

William adalah seorang anak kecil yang tampan, apalagi dengan biola yang selalu menemaninya. Namun, dalam hatinya ia merasa kesepian. Semua itu karena perpindahan keluarganya ke Hindia Belanda. Kini matanya kosong karena kesedihan, tidak ada yang mau berteman dengannya.

Karena permintaan ibunya, keluarga William pindah ke tanah pasundan. Bandoeng, tepatnya. Di Bandoeng William bersekolah di tempat yang berisi anak-anak keluarga Belanda yang kaya. Karena William begitu pendiam tak ada teman yang mendekatinya.

Meskipun William dari keluarga terpandang, William adalah seorang anak yang rendah hati. Tidak sombong, mau bergaul dengan orang-orang pribumi tapi tanpa sepengetahuan ibunya. Di usia yang begitu muda William tumbuh menjadi seorang anak dengan pemikiran yang sangat dewasa. Karenanya, Risa juga lebih senang curhat dengan William :) Ibunya yang setiap saat selalu kumpul-kumpul dengan teman-temannya tak pernah menghiraukan William. Ayahnya terkadang menghampiri William untuk menanyakan kabarnya. Ayahnya lebih takut kepada ibunya. William dianggap seperti tak ada oleh ibunya.

Orang tua William hanya memikirkan harta, harta dan harta.
Sampai suatu ketika William mendengar salah seorang pelayan di rumahnya melantunkan lagu khas Sunda:

"Abdi teh ayeuna gaduh hiji boneka
Teu kinten saena, sareng lucuna
Ku abdi di erokan, erokna sae pisan
Cing mangga tingali
Boneka abdi..."

Williampun mencoba memainkan musiknya dengan biola kesayangannya.
Inilah adalah kisah tentangnya, kisah yang selama ini William dekap dengan erat. Siapkah kamu untuk mendengarkan rahasia terdalamnya?
Judul Buku: Air Akar - Kumpulan Finalis Cerita Pendek Kompetisi Menulis Tulis Nusantara 2012
Halaman: 146
Penulis: Benny Arnas, Maria Jeanindya Wahyudi, dkk.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Sesuai dengan judul bukunya, buku ini adalah kumpulan cerpen dari para finalis kompetisi menulis tulis nusantara. Buku ini berisi 10 cerita dari 10 penulis berbakat yang ceritanya bagus-bagus.

Air Akar berlatar kisah dari Lubuklinggau. Kisah seorang ibu guru yang tidak hanya mengajar tapi, juga dipercaya warga setempat untuk mengobati orang sakit dengan ramuan air akarnya. Nggak hanya mengobati, air akar inipun bisa membawa bencana.

Untaian Salam dari Pulau Tak Berbentuk berlatar kisah dari pedalaman Papua, Arguni nama daerahnya. Kisah surat menyurat antar siswa sekolah dasar di Arguni dan Bandung ini diantarai oleh seorang ibu guru. Selama membaca kisahnya ada kecurigaan kalo ini adalah kisah nyata seorang pengajar muda yang ditugaskan di sana. Ternyata benar. Membaca pengalaman teman-teman pengajar muda di daerah penepatan selalu menyentuh.

Bunga Kebun Tanjong berlatar kisah dari Lhokseumawe. Bercerita tentang seorang anak yang akhirnya mengetahui kisah dibalik kebiasaan ibunya selama 17 tahun setiap senin dan kamis selalu berziarah ke makam ayahnya.

Barongsai Merah Putih berlatar kisah dari Semarang di mana ada dua orang anak keturunan Tionghoa yang berusaha keras untuk bisa menjadi pemain barongsai sampai tingkat dunia. Usahanya dalam berlatih bahkan sampai memisahkan diri dari perkumpulannya.

Arti Kematian Sedulur Sikep berlatar kisah dari Cepu. Kematian seorang teman baik mengenalkan Tono pada artinya kekeluargaan. Nggak hanya keluarga dalam arti sebenarnya tapi, juga menyangkut orang lain, tetangga bertetangga.

Sepasang Kupu-kupu Hitam Putih berlatar kisah tentang sepasang kupu-kupu berwarna hitam putih yang merupakan sepasang kekasih. Sisi nusantara yang ingin diangkat penulis yaitu bahwa di Indonesia ini banyak sekali beragam jenis kupu-kupu yang tersebar di seluruh Indonesia dan janganlah mereka ditangkap kemudian dibiarkan mati hanya untuk kesenangan manusia.

Warisan (Cerita dari Dieng) berlatar kisah dari Dieng bercerita tentang anak gimbal bernama Laras yang harus melalui proses ruwatan untuk memotong rambut gimbalnya dan pada akhirnya ada sesuatu hal yang mengejutkan dari Laras :)

Penulis Biografi kisah tentang seorang penulis biografi yang menulis tentang mantan Jenderal yang memilih tinggal di pedalaman dan menghibahkan sebagian kekayaannya untuk membangun sekolah bagi orang-orang pedalaman. Sampai suatu ketika seorang cowok yang sedang dekat dengan seorang cewek yang punya hobi baca buku terperangah dengan apa yang ditemukannya.

Tandan Sawit berlatar kisah dari Riau merupakan cerpen yang diangkat dari fenomena kisah para buruh petani Sawit yang hidup dalam kesenjangan ekonomi dengan para pemilik kebun kelapa sawit.

Protokol Karimata adalah serangkaian aturan terkait eksperimen yang ditujukan bagi eksplorasi sebuah renggangan pada ruang waktu yang terjadi di Selat Karimata puluhan tahun lalu.

Menarik di tiap kisahnya. Yang berminat baca, semoga masih bisa mendapatkan di toko-toko buku terdekat :)