Thanks 2017, Welcome 2018

0 Comments
Wow... Udah 2018 aja ya. Time flies so fast. What can I remember of 2017? Yang pasti gue ngelewatin 2017 tanpa sosok super dad yang selalu ada buat gue. Banyak pelajaran yang bisa bikin gue semakin mawas diri untuk melangkah di 2018. 

There's always right that you can divide between friends and best friends. Getting older we are, needs to be more selective to get friends. Cannot trust everyone easily. Bukan berarti gue ga suka diperhatiin temen tapi, kalo malah bikin suasana jadi awkward, ngapain juga? Friends, good friends tetep aja beda sama best friends. Friends or good friends not really knows me as best friends. Gue ga ngerasa punya kewajiban untuk ngasih tau semua tentang urusan gue ke temen-temen. I know which one I can share, which one I don't want to share dan ga seharusnya temen itu bete atau kesel sama sikap gue. I'm easy going person but, I can be a hard person as well.

I have around five best friends and it's enough for me than have many many friends. Silent is golden, it's true.. 2017 mungkin gue terlalu banyak sharing sama temen-temen, 2018 I need to be more control what I need to share. Well.. enough talking about friendship.

Satu hal menarik yang gue alamin di 2017 yaitu, pergantian pimpinan di tempat gue kerja. Truly, I'm so worried when I know my superior will be change. I have to adapt with the new superior. And of course I will face the transition time. Tapi, setelah setengah tahun gue ngejalaninnya, masa-masa sulit itu terlewati juga sambil tetap terus penyesuaian dengan atasan yang baru. Banyak hal yang harus gue pelajari dari beliau. Kebiasaan-kebiasaan baru yang sebelumnya belum pernah gue alamin. Harus di bawa enjoy.

Di 2018 ini, gue tetep harus terus belajar, harus bisa lebih menguasai diri. Seperti notes yang gue baca:

Dear Self,

In 2018, don't get worked up over things you can't change and people you can't change.
It's not worth the anger, build up or the headache.
Control only what you can.
Everything else...let go!

Love,
Me..

Itu bener. Do the best I can do. Ga boleh terlalu baper. Segala hal itu ga boleh di baperin. Useless, cuman nambah-nambahin beban pikiran. Harus lebih banyak bersyukur. Lebih menyerahkan semuanya sama Tuhan. Harus makin deket lagi, lebih banyak ngobrol sama Tuhan.

Avoid negative people, for they are the greatest destroyers of self-confidence and self-esteem.
Surround yourself with people who bring out the best in you..

Di lingkungan kerja gue justru lebih banyak orang-orang yang negatif di banding yang positif. Banyak yang komplen dan gue harus bisa tetap berada di jalur yang Tuhan mau, yaitu selalu bersyukur. Apapun keadaan di sekitar lingkungan kerja gue, ga boleh terpengaruh. Gue hanya memandang pada atasan-atasan gue sebagai wakilnya Tuhan.

Yang pasti apa yang udah terjadi di 2017 biar jadi kenangan, pelajaran. 2018 akan menjadi tahun yang penuh berkat dan gue semakin dekat Tuhan. 


Tulisan Lainnya:

Tidak ada komentar: